Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
The Secret of palace


__ADS_3

...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...



.......


.......


Asline,wanita cantik itu tak kuasa menatap interaksi lucu antara ibu mertua juga ayah mertuanya.


Kayra yang terus melempar tatapan sinis dan Rion yang terus menampilkan wajah frustasi.


Tertawa dengan suara renyah yang sukses membuat senyum lembut Rayga tak kuasa terbit.


"Sudah amour...berhenti tertawa atau perut kecilmu itu akan sakit!"


Rayga meraih rambut panjang istrinya dan mengikatnya dengan rapi dalam mode ponytail.


"Makan lebih baik rambutnya diikat saja biar lebih leluasa ..." Rayga menjelaskan dengan suara penuh kasih sayang pada tatapan penuh tanya sang istri akan tindakannya.


Dan yah,itu sukses membuat kayra semakin menatap suaminya dengan manik membara jengkel.


Meja makan mereka sudah dipenuhi oleh paket makan siang dengan lauk yang berbeda.



...( Menu ayam geprek tanpa tepung )...


"Amor kenapa memesan hidangan pedas seperti itu?! kami bisa diare!!" Rayga merebut piring berisi nasi dengan lauk utama ayam penuh dengan cabai.


"Tapi hubby.....aku sudah lama ingin makan ayam geprek!!" Asline merengek dibawah tolakan tegas Rayga.


Pria itu menyodorkan menu makan siang miliknya.



"Kamu makan punya aku saja sambalnya jangan dimakan....jangan membantah!" Dengan tegas menukar menu ayam geprek pedas itu dengan ayam goreng rempah.


Asline merenggut menelan salivanya penuh keinginan atas aroma menyengat dari cabai yang memenuhi setiap bagian ayam diatas piring suaminya.



"Hmm..papi punya enak sekali... pedasnya itu.... Delicious..." Rion mencolek daging ikan miliknya yang penuh sambal,menatap asline dengan jahil.


"Mami....line boleh minta sedikit tidak punya mami? sepertinya enak?" Asline merenggut pada Rion dan beralih menatap kayra.


Meski tidak begitu banyak sambal pada makanannya,namun sudah cukup baginya yang begitu merindukan rasa pedas.


Jika kedua pria beda usia ini tidak memberinya maka, ibu mertuanya ini pasti akan sedikit berbelas kasih bukan?.


Dengan pemikiran itu,asline menatap menu olahan laut di piring kayra penuh damba.



Kayra menatap piring juga wajah tajam putra juga senyum jenaka Rion.Wanita yang sedari awal memasuki resto cukup sensitif itu akhirnya menghela nafas panjang .


"Maaf sayang...mami masih sayang nyawa....kamu makan saja ya yang Rayga berikan..." Kayra berucap penuh permohonan,bukan apa-apa.


Kayra yakin, sebelum perutnya kenyang makanan itu sudah pasti akan dibuang oleh Rayga jika dirinya sampai berani memberi secuil saja pada asline.


Pria itu jika berkata tidak maka sampai matipun akan tidak! terutama


hal itu menyangkut untuk kebaikan istrinya sendiri.


Akhirnya semua orang makan dalam diam,Rayga yang melihat istrinya tidak terlalu lahap itu dengan sabar meraih piring asline dan mulai menyendok nasi dari sana.


"Aaaaa..."Rayga dengan senyum nakal membawa sendok kearah mulut istrinya.


Asline dengan wajah merenggut namun warna kulit yang merona segera membuka mulut dengan malu-malu.


"Pintarnya istriku....ternyata harus kusuapi baru mau makan hm? mulai nakal ya....?" Rayga berucap sembari bertopang dagu melirik jenaka wajah merenggut lucu istrinya .


Asline melempar wajahnya enggan menatap wajah tampan yang sialnya mode jahil itu.


"Mami...mengapa mami tidak makan? lihat papi....dia bahkan sudah nambah dua piring!" Asline menatap piring baru di meja Rion dengan gelengan kepala takjub.


Kemana semua lemak itu pergi ? dari mana datangnya semua abs perut sixpack itu? papinya makan seperti seekor sapi tapi perut pria paruh baya itu tidak juga membuncit!.


Sungguh jika para wanita melihat bagaimana seorang Arion makan,sudah pasti gelombang iri dan frustasi akan datang!.


"Kau tau asline? ketika para teman sosial mami berkumpul terlahir kali...mami merasa yah...kau tau diusia mami seperti ini harus pandai menjaga bentuk tubuh? masih bagus begini saja suami mami tidak peka! lalu bagaimana mami bisa makan seperti papi kalian? wanita cenderung berhenti beraktivitas begitu usia mereka semakin tua...tidak seperti pria,mereka bergerak sepanjang waktu! terutama wanita dengan keluarga mapan yang semua mampu terlayani tanpa harus bergerak! entah orang bodoh mana yang memesan menu serba kolesterol ini untuk mami..." Kayra berucap penuh permusuhan pada Rion yang sibuk makan dengan bahagia tanpa tau suasana hatinya!.


Suami laknat ini?!......


Kayra ingin melempar sepiring hidangan penuh kolesterol tinggi itu kewajah pria rakus yang sayangnya adalah suaminya itu.


"Teman sosialmu dan makan siang nikmat ini apa hubungannya mami?! makan ya tinggal makan saja....lihat papi sudah habis satu ekor ayam!" Rion berucap dengan mulut yang sibuk mengunyah satu potong paha ayam.


Kayra mendengus sinis.


Pria ini mengapa tidak berubah saja menjadi seekor kerbau?! bodoh dan tidak peka sama sekali!.


Asline terkekeh dengan Rayga yang menggeleng jengah.


"Papi...mami berkata seperti itu sebagai petunjuk bahwa dia ingin menjaga bentuj tubuhnya tetap stabil agar ditengah perkumpulan sosial manapun tidak ada yang akan mengomentari bentuk tubuhnya sebagai nyonya Wiguna! Dia akan terus menjadi nyonya kedua Wiguna yang akan menjadi tombak ukur para wanita seusia dirinya! papi harus paham dampak penampilan bagi wanita sepanjang usia mereka..." Asline menjawab dengan sabar.

__ADS_1


Rion menarik alisnya naik tak mengerti.


"Meski bentuk tubuhmu nanti menjadi gemuk! siapa perduli? bukan dirimu ingin kembali muda dan ikut kontes Miss universe saja...aku heran mengapa para wanita selalu panik tentang pola makan dan bentuk tubuh! makan ya tinggal makan buat apa bawa repo-"


Sebelum bahkan ucapan tak berotak Rion selesai,manik tajam kayra menghunus tubuhnya dengan sengit.


Rion meneguk salivanya ngeri.


Kali ini bagian mana lagi salahnya?!.


"Mami....mami adalah wanita paling memikat di dunia...papi tak perduli bagaimana bentuk tubuh mami akan berubah! sungguh....." Rion tersenyum dengan pujian panik.


Sungguh demi Tuhan!.


Kayra kini menatapnya bak demon yang tengah menyelidiki calon mangsanya.


"Terserah!" Kayra berucap sarkas.


Asline terkekeh renyah sungguh menatap interaksi keduanya benar-benar membuka jendela baru dunia tentang berumah tangga!.


Menatap interaksi antara Rion juga Kayra tak ubahnya melihat interaksi Archana juga shura!.


Kekanakan yang manis sekaligus lucu!.


Asline melirik suaminya,pria itu makan dengan sangat tenang juga rapi!.


Tidak ada suara kunyahan yang berisik apalagi noda makan yang melewati garis bibir!.


Sungguh darah bangsawan!.


Melihat Rion,kayra juga dirinya.


Asline merasa,Rayga seperti memiliki dimensi yang berbeda yang tidak dapat ditiru atau di masuki oleh orang lain!.


Meski Rion juga Kayra sedari awal terlihat ribut sendiri,Rayga bahkan sama sekali tak mengangkat wajahnya selain saat menyuapi asline,istirnya.


Asline menelan suapan terakhir yang Rayga berikan padanya dengan tatapan lamat.


"Apakah kamu suka menu Indonesia?" Rayga bertanya saat makanan di piring istrinya sudah habis tak bersisa.


Dirinya bahkan tak menyadari menyuapi asline begitu menyenangkan hingga waktu terasa berlalu cepat.


Kilatan kelembutan membawa awan kedinginan yang biasa menghiasi wajah tampan sang Zeus.Rayga menatap wajah cantik istrinya dengan gemas.


Menjepit lembut hidung mancung itu dengan sabar.


"Sudah kenyang? apa ingin makan yang lain?" Rayga berucap penuh kasih sayang,meraih tisue dan menyeka sudut bibir asline yang ternoda minyak.


Kayra menatap interaksi manis itu dengan hidung kembang-kempis.


Sementara dibawah sana,tangan bercat kuku coklat kayra menyambar perut Rion dan memelintir kulitnya dengan ganas.


"AKHHH... SAKIT-SAKIT!! MAMI APA SALAH PAPI?!" Rion memekik dan segera tersedak sepotong besar daging ayam yang tengah ia kunyah.


Sungguh,cubitan kayra benar-benar maut!.


Dipastikan kulitnya akan membiru!.


Dengan wajah tak berdosa kayra menempelkan sebutir nasi di ujung bibirnya tanpa Rion sadari.


Kayra memasang wajah tak tau apa-apa dan menunjuk sisa nasi di ujung bibirnya.


"Khem..papi....." Kayra memanggil dengan senyum sabar sembari terus menatap Rayga yang masih menyeka bibir asline dengan tisu tanpa perduli akan keributan kedua orangtuanya.


"Mami...berhenti melakukan crime pada papi! astaga sebenarnya apa salah papi pada mami?" Rion merana.


Kayra menaikan alisnya dengan intimidasi.


"Papi tidak salah apapun!" Kayra masih bersabar,mendekatkan wajahnya kearah wajah frustasi suaminya.


"Papi..lihat mami! lihat wajah mami!!!" Sentak kayra berapi-api.


Rayga menunduk acuh sembari meremat serbet ditangan sementara asline meremat lengan kekar Rayga berusaha meredam tawanya.


Rion akhirnya menatap wajah istrinya lamat.


"AHA!!! PAPI TAU!!" Kayra akhirnya tersenyum lebar.


Akhirnya!...


Apakah pria itu memiliki sedikit saja rasa peka?.


Namun...


"Mami keriput!!! tenang mami tarik nafas .Papi janji akan minta saudari sakura meresepkan serum anti aging bu-"


Plakkkkkk....!!


Rayga terbelalak dengan senyum nanar.


Asline,gadis itu bahkan sudah berdiri dari kursinya dan memeluk tubuh dengan nafas naik turun ibu mertuanya itu.


Rion?.


Pria paruh baya malang itu melongo dengan mulut terbuka dan wajah tertoleh kesamping.

__ADS_1


"Apa...apa lagi kesalahanku? menantu? Son? apa ibu..ibu kalian ini salah minum obat?" Racau Rion shock.


Dan...


"RION!! PERGI KAU!!!!!!!!!!!!!!" Dan akhirnya Rion berlari terbirit-birit keluar dari restoran dibawah tatapan kasihan para pengunjung begitu satu buah mangkuk berisi air cuci tangan sudah terangkat dari tangan sang istri.


Poor man!...


..........


Sementara itu...


The Kings palace.


Rombongan mobil Lexus hitam perlahan memasuki pelataran istana,ditengah mobil-mobil itu ada sebuah Limosin putih yang bergerak dalam kecepatan standar.


akhirnya iringan berhenti.


Seorang pria paruh baya dengan mantel hitam menutupi seluruh tubuhnya keluar disisi kiri, sementara sisi kanan keluar seorang pria tua dengan kaca mata hitam menghiasi wajah yang terlihat tanpa ekspresi.


Kedua pria beda generasi itu perlahan memasuki pelataran halaman utama.



"Selamat datang tuan besar Wiguna beserta tuan muda pertama Arkansas...."



Sambutan segera bergema dengan gerak cepat para dayang .


"Pimpin jalan!" Rafendra,yah.


Akhirnya pasangan ayah dan putranya itu datang menginjakkan kaki mereka di istana.


Seorang pria dengan jas ala butler bergerak cepat saat melihat kedatangan tamu istimewa dari arah jendela .


"Seseorang cepat beri tahu yang mulia tuan besar Wiguna datang!!!! dan cepat buka pintu!" Pria berusia 40 tahun itu bergerak cepat penuh profesionalitas.


Pintu ruang Balairung segera terbuka.



Begitu berita tak disangka itu sampai ditelinga sang raja juga ratunya.


Keduanya melesat cepat .


Kriettt...


"LAPORAN KEDATANGAN.....GRANDUKE WIGUNA..TUAN BESAR RAFENDRA ADYAKSA WIGUNA BESERTA TUAN MUDA SULUNG ARKANSAS DIMITRI THEODORE WIGUNA MEMASUKI BALAIRUNG!!!" Prajurit istana yang menjaga pintu Balairung segera menyeru lantang.


King Brizian juga ratunya Caterina segera meninggalkan rapat dewan istana dan segera pergi menuju arah calon besan mereka,calon besan? yah,mungkin suatu saat nanti.


..........


Ruang tamu istana khusus raja dan ratu itu kini diisi hanya oleh keheningan begitu para dayang selesai menghidangkan hidangan manis juga teko teh dengan aroma manis madu juga bunga lavender yang bercampur .


"Khem...jadi tuan besar Wiguna? apakah boleh saya menebak maksud kedatangan anda dan putra anda ini sehubungan dengan permintaan kami terakhir kali?" Catherina membuka suara dengan anggun.



...( picture hanya pemanis yang kemarin El ganti ya soalnya sedikit ekstrim )...


"Putriku.." Arkansas,pria paruh baya dengan mantel hitam itu menatap wajah pasangan raja dan ratu itu dengan dingin nan penuh arti.


"Dia adalah harta berharga yang istriku tinggalkan.Harta yang tidak bisa ditebus meski dengan tahta juga harta.Katakan padaku....apa yang putra mahkota bisa lakukan untuk menunjukkan betapa besar cintanya? aku sedang membuka jalan terserah kalian ingin berfikir apa.Kuberi waktu 7 hari....tapi yang pasti...putriku tidak akan pernah memasuki kehidupan istana!"


Hening.....


Brizian menatap Arkansas,sang rival sekaligus teman segenerasi dengan tatapan rumit.


Catherina terbungkam.


Rafendra meneguk teh dengan gerakan tenang tanpa menatap siapapun.


"Tuan besar rafendra....dan tuan Arkansas.Royal kingdom dengan suara seluruh rakyat Eropa telah memberi gelar clan Wiguna dengan titel Granduke! tidak lebih agar Wiguna mampu berdiri bersisian dengan pihak royal dalam masa depan Britania.Brixton adalah putra mahkota,calon raja masa depan Inggris.Bagaimana caranya wanita yang akan bersanding dengannya tidak masuk istana? apa kau meminta putraku turun tahta?" Brizian berucap dengan senyum ketenangan,julukan sebagai raja mampu membuatnya sudah terbiasa mengatur emosi wajahnya.


"Kami bahkan lebih dari mampu mendampingi kekuatan seluruh diplomasi istana meski tanpa pernikahan! gelar sebagai Granduke bukanlah seperti sebuah berlian ditangan,kami tidak butuh itu selain kebahagiaan putriku! benar jika raja dari generasi ke generasi tidak pernah mengambil selir atau permaisuri pendamping selain ratu! tapi siapa yang tak tau intrik seperti apa yang para ratu terdahulu maupun wanita-wanita yang mencoba memasuki istana lakukan demi kursi tahta?" Arkansas kembali bersuara, sebenarnya terlalu malas bicara begitu panjang namun semua ini menyangkut masa depan putrinya!.


Melihat wajah memerah Catherina juga wajah dingin Brizian.


Arkansas menyerigai sinis.


"Ratu Deloza....ratu dari raja Brinlaid,wanita itu sudah membunuh 50 orang wanita yang dulu bersama dirinya mencoba mengikuti pemilihan putri mahkota! lalu anda kini sebagai menantu mendiang ratu Deloza...Yang mulia ratu Catherina.....tidak perlu ku laporkan bukan berapa banyak anda menumpahkan darah sejak pencalonan anda dulu? meski dunia tidak tau bangkai busuk di istana ini...tapi aku....pewaris Wiguna dibawah ayahku....aku tau segalanya...." Arkansas menyerigai dengan kaki bernyilang angkuh.


Catherina terdiam menegang ,menatap tak percaya dengan manik Brizian yang bergetar dalam kebungkaman.


"Istana ini terlalu banyak pertumpahan darah,bahkan para wanita kalian yang terlihat anggun bermartabat tak lebih dari sekedar pemburu tahta gila.... cucuku terlalu murni untuk semua rahasia kalian...." Rafendra berucap sembari bangkit dan merapikan mantelnya.


"Brinlaid....tidak, Your higness.Ratu pertama-mu akan tertawa di alam baka melihat dirimu kini...."


Tubuh Brinlaid menegang kala bisikan Arkansas mengenai telak hatinya.


"Benar-benar pemain peran yang sangat hebat!"


__ADS_1


.....TBC.....


__ADS_2