Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Jalan sempit musuh bertemu


__ADS_3

...Jangan lupa vote,like dan coment ya 🌹...


...🍷 Happy reading 🍷...



Asline menatap keramaian taman kota dengan wajah kosong,maniknya tak beranjak dari sekumpulan anak remaja yang terlihat bercengkrama bersama diatas sebuah tikar yang mereka gelar diatas rumput taman kota.


"Aku rasanya ingin menangis melihat wajah tuan muda max kemarin! gadis bernama Jihan itu ternyata begitu tegas dalam karakter...benar juga kalau dilihat dari sudut gadis itu tentang Maxim! siapa suruh kelakuannya dulu begitu gila?! " Asline menoleh kesisi kiri duduknya, Victoria duduk sembari mengoceh iba.


Asline menghela nafas panjang,benar.


Siapa di tanah Eropa ini yang tak kenal tabiat buruk Maxim sebagai pemain wanita? itu salah satu penyebab kini pria itu begitu sulit membuat Jihan melihat keseriusan pada ucapannya.


"Yah...tidak bisa dipungkiri aku sangat kecewa dengan kejadian kemarin! jam 4 bahkan belum fajar kita buru semua kejutan itu, hasilnya? malang sekali si Houston muda itu..." Raels bercelatuk sembari duduk disisi kanan asline dengan satu corn ice cream yang gadis itu nikmati.


"Takdir siapa yang tau? lag-"


"Saudari sepupu..."


Ucapan Rubi terpotong kala sebuah suara datang dengan nada lembut namun terkesan membuat ketiga wanita muda itu mengigil.


Jijik?....


"Saudari sepupu..... akhirnya aku bisa bertemu Saudari....Asline papa dan mama merindukan dirimu? mengapa tidak pernah berkunjung ke rumah tua? Sejak menikah dengan tuan muda Wiguna mengapa kau seakan menghindari kami? mama bahkan sakit karena memikirkanmu....." Yah,gadis dengan outfit merah maron menatap asline dengan sorot mata sendu.


Raels menoleh kesamping tubuhnya,yah sosok itu berdiri disisi raels.


Asline menoleh kesisi kanan,senyum simpul diwajahnya terbit samar.



"Grizela...." Istri dari Rayga itu berucap dengan malas.



Dan yah,grizela yang datang dengan dua orang teman satu agensinya menatap balik wajah cantik istri dari Rayga itu dengan senyum palsu.


Meski berpakaian sederhana,siapa yang tau apa merk ekslusif dari segala outfit dari menantu clan Wiguna itu?.


Kebencian terlihat jelas dari senyum palsu putri Dante itu,dan asline tak ambil pusing .


"Lihatlah betapa rendahnya dia memandang kita zela?! betapa sombongnya hanya karena dia adalah istri dari tuan muda Wiguna! untuk apa menyapa wanita sombong itu zela?! buang-buang waktu!" Seorang wanita dengan tubuh tinggi bak model majalah dewasa itu berucap disisi kanan grizela,menatap iri wajah cantik nan acuh asline.


"Sudah tau teman kami sombong?! lalu mengapa kau bermuka tembok dan datang menyapa? tidak kami minta pun..." Victoria berucap dengan senyum mengejek.


Grizela melirik wanita berambut pirang disisi kiri asline dengan senyum paksa,dia tau siapa wanita itu.


Wanita yang seharusnya sudah mati oleh Keluarga alinston!.


Victoria Grisham!.


"Tutup mulutmu jal*ng! kami tidak ada urusan dengan mu!!" Wanita dengan tubuh lebih tinggi dari grizela itu meraung menatap Victoria benci.


"Sonya jangan seperti itu! Victoria hanya bercanda dia tidak b-"


"Siapa yang bercanda dengan kalian? wajah kalian itu memang sebanding dengan tebal semen di dinding!" Raels ikut bermain dengan wajah mengejek.


"KAU!! JA-"


"Tidak perlu berteriak...kami tau kalian adalah sekumpulan badut sirkus yang butuh perhatian! tapi jangan libatkan kami menjadi tontonan...ayolah....itu sangat menganggu..." Asline akhirnya buka suara.


Sungguh,dirinya kemari hanya ingin merekatkan sejenak fikiranya,namun justru suasana hatinya semakin buruk begitu melihat kedatangan tiga medusa ini!.


Wajah malas nan acuh wanita berdarah Rusia itu sungguh memancing semakin besar kebencian grizela dan kedua temannya.


"KAU! MENGAPA HATIMU SUNGGUH JAHAT ASLINE! AKU KEMARI HANYA INGIN MEMBERI TAHUMU IBUKU SAKIT KARENA MEMIKIRKANMU!" grizela meraung keras,melirik atensi para pengunjung taman untuk melihat kearah dirinya.


Yah,mari hancurkan image menantu sulung Wiguna ini!.


"Asline.....bibi merindukanmu sayang..."


Nah,ini satu lagi ratu drama datang.


Kucinta dengan wajah sayu datang di papah oleh Dante,pasangan itu benar-benar niat mempermainkan suasana hingga semua menatap iba pada mereka.


Asline tau benar bagaimana drama keluarga ini bermain peran!.


Telunjuk semua orang mulai terarah pada asline dan kedua sahabatnya,tatapan mereka begitu hina juga menuduh.


Raels dan Victoria saling melirik,lalu kedua wanita cantik itu akhirnya menatap asline yang masih duduk dengan tenang.


Victoria bahkan sudah berdiri begitu opini massa berhasil dibawa oleh kedatangan lucinda!.


"Sialan sekelompok Medusa ini!" Geram Victoria mulai tak sabar.


Asline mengangkat wajah dan mulai melirik wajah seluruh kelompok grizela itu.


"Merindukanku? sejak kapan sekelompok pembenci begitu bersuka cita mengundang musuh mereka datang?" Asline tersenyum santai.


Dante dan Grizela melempar tatapan pada Lucinda.


Melihat itu,dibawah tatapan tanya semua orang wanita paruh baya itu menyeru dramatis.


Wajahnya dipenuhi air mata keibuan.


"Bagaimana kamu bisa bicara seperti itu pada paman juga bibimu ini Asline?! aku dan pamanmu sudah menganggapmu lebih dari putri kami sendiri! bibi bahkan mendiang ibumu sudah kayaknya saudari kandung! mengapa hatimu dipenuhi kebencian pada keluargamu sendiri?! tidak ada keponakan yang mencela keluarga pamannya sendiri seperti dirimu....Ya Tuhan...maafkan aku amrita aku tak bisa membimbing putrimu...huuuu..." Lucinda menangis keras,memukul dadanya sendiri dan meraung sedih.


Asline terdiam dengan kening berkedut dengan Victoria yang sibuk mengigit bibirnya menahan tawa.

__ADS_1


Mengapa tangisan wanita tua ini begitu berlebihan?! seakan kau tengah menonton sebuah Opera sabun!.


"Nyonya....anda pasti salah mengenali orang! saya tidak punya keluarga selain seorang paman bernama Will dan seorang kakak bernama Sahaga..tolong jangan mengada-ada.." Asline berucap dengan tatapan iba.


Lucinda hampir tersedak tangisnya sendiri.


Perempuan kurang aja ini..!


"Asline! aku ini bibimu... bagaimana kau tidak mengakui hubungan kita? asline menjadi istri keluarga kaya janganlah menjadikanmu lupa asalmu sendiri...bahkan bibi yang dulu pernah merawatmu saja tidak kau ingat?" Lucinda menangis semakin keras.


"Bibi?" Asline berdiri dan melangkah mendekati Lucinda dengan senyum miring.


"Bibi yang mengirim pembunuh untuk keponakan nya? wanita yang membunuh ibu dari kakakku sagara.....beraninya kau memainkan drama didepanku!" Bisik asline dengan manik berkilat tajam.


Brukh...


Lucinda jatuh terduduk diatas rumput taman.


"HUUUU..ASLINE CUKUP,BIBI TIDAK PERNAH INGIN MENYAKITIMU! MAKA JANGAN SAKITI GRIZELA DAN PAMANMU..JIKA KAU TIDAK INGIN KAMI TERLIHAT MAKA KAMI AKAN MENJAUH...HUUUU.. JANGAN SURUH SUAMIMU MENYAKITI KELUARGA BIBI....."


Para penonton pertunjukan drama keluarga itu menggeleng miris.


Wanita muda ini sangat kejam! bahkan pada bibi dan pamannya!.


Asline berdecak kagum atas akting seluruh keluarga Dante.


Suami yang sibuk menenangkan istrinya,dan putri mereka yang menangis dibawah bujukan kedua temannya!.


Dante melangkah setelah seorang wanita tua salah satu pengunjung berbaik hati ikut menenangkan istrinya.


Pria paruh baya itu berdiri didepan asline dengan mata merah.


"raels..kurasa menjadi asline sangat menyenangkan!"


"Mengapa begitu?"


"Hihihi..kau tak lihat? dia bahkan bisa menonton pertunjukan drama setiap hari tanpa harus membayar tiket!


Victoria dan raels terkekeh sembari sibuk mengunyah jagung bakar yang sempat dibeli raels ditengah perdebatan .


"Asline...paman fikir saat kita akhirnya bertemu kamu akan dengan senang hati memeluk kami sebagai paman dan bibimu! kami tak tau kesalahan kami hingga kau begitu benci pada kami...tapi setelah melihat ini..paman tau kau tak ingin berhubungan dengan kami lagi karena paman tak se-kaya suamimu....tapi tolong jangan sakiti hati bibimu...tapi kau begitu kasar hingga membuat bibimu menangis seperti itu! sebagai keluargamu maka paman tak bisa hanya menutup mata atas kesombonganmu! didepan semua orang paman akan mendidikmu menggantikan mendiang ayahmu!" Dante berteriak murka.


Menunjuk kearah wajah asline dengan culas.


Mendiang posisi ayah juga ibu kandungnya terus disebut-sebut membuat asline kehilangan kesabarannya.


Begitu marahnya hingga tawapun pecah ditengah kebingungan para penonton.


"Tuan Dante...kapan aku mengatakan bahwa kau bisa membawa-bawa nama ayahku? mendidik? harusnya berkacalah pada cara hidup putrimu!" Asline berucap dengan senyum yang tak sampai ujung mata.


Dante terdiam dengan gigi bergemeratuk tajam.


"Berhenti libatkan ayahku! kau adalah penjilat kotor!!!" Sentak aslien dengan geram.


"PEREMPUAN KURANG AJAR TIDAK TAU SOPAN SANTUN!" Dante berteriak dengan tangan naik berisiap menampar.


"Sudah papa sudah....jangan pukul asline dia hanya lupa diri....huuuu" grizela memeluk tubuh Dante dengan tangis palsu.


"*Jagungku habis raels..beli lagi sana..."


"Penjualnya sudah pulang...makan angin saja dan diam*"


"Kenapa menghentikan ayahmu Grizela...biarkan aku memperlihatkan apa itu kurang ajar! yah,asalkan kau tak terkejut saat ayahmu ini akan mati muda oleh kelakuan kurang ajarku itu..."Asline menjawab santai tanpa ekspresi.


Dante terdiam dengan wajah merah,begitu emosi hingga dirinya terhuyung kebelakang.


Ingin sekali dirinya merobek mulut kerang ajar putri santanu itu!.


Para penonton terbelalak horor.


Sungguh ada wanita muda yang begitu kurang ajar seperti ini!.


Lucinda entah bagaimana berlari dengan tas tangan yang terangkat tinggi.


"ANAK KURANG AJAR! ATAS NAMA SELURUH KELUARGA GRADIAN AKU AKAN MEMBERIMU PELAJARAN!"


Asline menatap tas tangan wanita yang terbalut kulit buaya itu dengan dingin.


Wushhhh...


Brukhhhhh...


Dengan gerakan tenang wanita cantik itu bergeser hingga Lucinda yang menerjang tak mampu menghentikan langkahnya dan akhirnya terjerembab melewati kursi panjang yang berada di belakang asline,tentu saja setelah Victoria dan raels berdiri dengan girang.


Yang wanita paruh baya itu akhirnya terjerembab hingga kursi itu terbalik dan menimpa dirinya.


Hening.....


"HUUUUUU..SUAMIKU TOLONG AKHHH.. PINGGANGKU!!"


Akhirnya Dante dibantu beberapa pria mengangkat Lucinda dan bergegas membawanya ke rumah sakit saat kening wanita itu terlihat mengeluarkan darah.


Yah,siapa yang menyangka dibelakang kursi itu ada sebuah batu?.


"Kau....kau harus bertanggung jawab! kembali ke rumah tua dan minta maaf pada kedua orang tuaku!!!" Grizela berbalik pergi.


"Kalau aku memiliki putri seperti dirinya,berapa malang!"


"Percuma saja cantik tapi hatinya sangat jahat!"

__ADS_1


" Malang sekali paman dan bibinya!"


"Wiguna sungguh sial memiliki menantu buruk hati seperti itu!"


Victoria menepuk bahu asline dengan wajah tanpa ekspresi.


"You okey?" Raels bertanya cemas.


Asline tersenyum samar.


"Baiklah kalian yang memintaku datang....akan ku buat kalian melihat saat aku kehilangan kesabaran!" Batin asline dengan wajah menyeramkan.


"Sebaiknya kita kembali....raino sudah menelpon katanya max sudah lakukan sesuatu bersama tim delta dari organisasi BE!" Ucap Victoria yang sudah memunggut kunci mobil dari balik bangku yang terjatuh akibat ulah Lucinda tadi.


"Kamu akan kembali kerumah tua lagi? sial sekali keluarga ular itu! bagaimana jika hal ini tersebar publik? " Raels mulai berfikir waras.


Panik....


"Takut apa? minta saja si Zeus itu cuci bersih!" Ucap Victoria kurang ajar.


Asline menatap datar sahabatnya itu.


"Apa? memang benar,angkat saja satu jarinya dan semua clear..." Balas Victoria tak terima tatapan tajam asline padanya.


Dan akhirnya,ketiga wanita cantik itu pergi dibawah tatapan miris para penonton.


Yah,semakin cantik wajah seorang wanita.Maka semakin buruk prilakunya.


Pada akhirnya itulah kesimpulan dari pertunjukan keluarga yang berhasil grizela ciptakan,tapi apa asline perduli? tidak.Tentu saja semakin wanita itu ingin dirinya dianggap buruk maka asline akan perlihatkan apa itu arti dari kata buruk!.


..........


Rayga mengetuk mejanya dengan layar laptop yang sudah mulai meredup.


Pria tampan dengan wajah tanpa ekspresi itu menatap drama singkat yang dibuat oleh mantan keluarga istrinya,yah.Seperti itulah sang istri memutus hubungan diantara Alfarezha dan Alfarezhi.


"Big bro.. sepertinya kau sudah terlalu santai hingga para Medusa itu berani membuat panggung sandiwara untuk istrimu?" Dan pria berambut cokelat gelap yang duduk di sofa tamu berucap jenaka.


Rayga melirik sekilas dan terkekeh rendah.


"Istriku terlalu mampu hingga dia bahkan tak butuh aku untuk mengurus sekelompok tikus itu..." Rayga berucap sembari mulai meraih kembali setumpuk file yang harus dirinya tanda tangan.


"Dan..enyah dari ruangan ku !" Titah Rayga sembari melempar sebuah belati kearah sofa tanpa ampun.


Pria bersurai coklat itu melompat gesit sembari mengelus dada sabar.


"Aku hanya datang melihat..kau sudah mengusir..lagipula apa salahnya menikmati hari terakhir bekerja sebelum cuti panjangku honey moon?" Jawabnya dramatis.


"Alarik...."


"Astaga ia..ia...dasar pemarah!"


dan akhirnya,alarik sang IT Wiguna itu pergi dengan wajah jengkel.


.........



Houston manor...


Maxim menatap pantulan dirinya dibalik cermin.


Wajah yang biasanya tersenyum ramah merayu setiap wanita tanpa kepastian itu kini berkilat dingin.


"Jihan..aku akan buktikan padamu....malam ini adalah pembuktian awal.....aku akan tunjukan kepadamu my Jihan, bagaimana seorang Houston jika sudah menginginkan sesuatu....bahkan aku tak masalah jika harus membunuh...." Maxim tersenyum lembut dibalik kata-kata dengan intonasi suara yang terdengar mengerikan.


Prankkkkk....!


Pria berdarah campuran Asia dengan kulit putih pucat itu terkekeh rendah membiarkan kepalan tinju tanganya terus mengalirkan darah akibat hantaman pada cermin.


"Malam ini....mereka yang telah menyakiti akan habis olehku...Jihan..Jihan...Jihan...bunga Asiaku!"


Maxim,pria dengan manik berkilat riang itu keluar dengan tangan kiri membalut perban pada tanganya kanan.


Jessy juga Marsel yang melihat kepergian putra mereka dari tuan santai hanya bisa saling melirik speechless.


"Well....papi fikir malam ini akan ada yang mati!" Marsel berucap sembari memeluk tubuh Jessy istrinya dengan sayang jahil.


"Apa?" Ucap Jessy bergidik.


"Mami...main ranjang yuk!"


Bisik Marsel ditelinga Jessy sens*al.


Plak!!..


"MASIH SORE PAPI!"


Dan yah,Maxim berlaku tanpa perduli raungan sang ibu dan tawa pecah ayahnya.


Keluarga yang absurd.


.....TBC.....


Yang cuma baca aja..



Yang pelit asal tau ya...

__ADS_1



__ADS_2