Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
The Black heart


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya 🌹...


Karena kemarin ada yang minta salsa hadir kembali,so...El kabulkan permintaan reader El tercinta 😅


Salsa masih ingat?


Hehehe...mari kita lanjut......



...♣️.....♣️...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...♣️.....♣️...


Disebuah rumah mewah berlantai dua.


Seorang pria paruh baya nampak duduk dengan sebuah koran dan secangkir kopi yang menemani rutinitas paginya yang sibuk.


"Pa.....em... mama boleh bicara sesuatu?" Sosok wanita paruh baya yang masih terlihat cantik diusianya yang hampir memasuki kepala empat mendekat dan duduk tepat di samping suaminya tengah bersantai.


James menoleh,terkekeh geli melihat wajah binggung istrinya.


Melepas koran ditangannya dan meraih pinggang ramping Freya dengan kerlingan mata jahil.


"Tumben pakai izin dulu? biasanya papa tidak ditanya dulu kalau mama mau buat sesuatu.Ada apa hm?" James berucap geli menarik hidung istrinya dengan gemas.


Para pelayan yang melirik interaksi majikan mereka hanya bisa menunduk malu.


Meski usia sudah tidak lagi muda,namun harmonis dalam suka duka pernikahan keduanya benar-benar terasa manis,tak lekang oleh waktu dan perubahan generasi.


"Ini soal salsa pa....dia dinegara ini tujuan awalnya adalah kuliah,dia awalnya mendapat jalur beasiswa,tapi waktu mendaftar ulang dia terkenal kemalangan itu.Hingga ya...papa tau bukan? beasiswanya hangus dan dia tidak tau harus bagaimana.Papa tau biaya kuliah dinegara ini begitu mahal? apalagi di universitas ternama,mama hanya tak tega saja! apa boleh papa membiayai salsa untuk berkuliah? ahhh....bukankah putri kecil keluarga kita juga akan kuliah tahun ini? Archana akselerasi,dia masuk setahun lebih awal dari anak-anak lainya!" Freya berucap dengan wajah penuh kebanggaan mengingat putri manis seluruh keluarga besar clan Wiguna.


James terkekeh,menatap lurus dimana figuran cantik Sosok Archana tengah dipeluk oleh dirinya dan Freya bersama,kiri dan kanan.


"Papa tidak masalah tentang biaya...namun ini soal kenyamanan Archa, bukan tentang keputusan kita! Archa punya banyak ayah dan ibu,belum lagi para kakaknya.Kamu tau bagaimana keluarga kita menyembunyikan status archa dari dunia luar bukan? dunia hanya tau clan kita punya dua putri,Acella dan Archana.Namun hanya Acella yang publik kenali dengan jelas sosoknya" James berucap penuh pengertian,mengusap rambut bersanggul istrinya dengan lembut.


Freya mengangguk,tahu pasti akan semua identitas tersembunyi ini.


Musuh clan Wiguna terlalu banyak.


Mereka tersembunyi sembari mencari informasi kelemahan clan besar itu.


Namun tidak ada kelemahan apapun.


Bahkan Acella pandai merakit bom!.


Semua anak-anak muda generasi setelah Arkansas tumbuh bak monster.


Mereka terkenal kejam,tak kenal ampun dan berwajah begitu rupawan.


Meski wajah sosok Rayga tersembunyi misterius dari publik,pria itu terlalu antisosial,namun siapa yang tak mengenal nama besar putra sulung Arkansas itu?.


Namun,siapa gadis di dunia ini yang mampu menolak pesona para generasi tuan dan nona muda Wiguna?.


Freya mengangguk paham.


"Kamu mengerti kan sayang... bagaimana keluarga besar kita tidak ingin orang asing berinteraksi terlalu dekat dengan Archa? bahkan papa sekalipun tidak ingin putri kecil kita tercemari oleh orang asing!perlu persetujuan lebih dari satu keluarga untuk mengizinkan salsa tinggal bersama kita,apalagi membuat gadis asing itu satu kampus dengan Archa,mama itu dengan jelas" Freya mengangguk paham.


"Lantas bagaimana papa? salsa berkata pada mama bahwa beasiswanya awalnya untuk Oxford,dan Kakak ipar Arkansas sudah mendaftarkan Archana di sana juga.Kalau tidak salah jurusan Seni dan desain" Ucap Freya dengan anggukan samar James.


Sementara itu....


Dibalik pilar menuju dapur lantai satu,salsa mengepalkan kedua tangan penuh kemarahan.


"Siapa sebenarnya keluarga gadis lemah itu?! apakah dia lebih kaya dari paman James? mengapa terlihat mereka sangat menghormati keluarga Archa? bukankah paman James adalah salah satu pengusaha sukses di kota ini? aku sudah mencari tau...dan Archa itu,tidak ada yang spesial dari latar belakangnya.Dia hanya gadis dengan ayah tunggal tanpa seorang ibu! apa yang bisa dibanggakan dari gadis kecil lemas dan menjijikan itu?! harusnya paman dan bibi Freya tidak terus membicarakan gadis sialan itu!!" Salsa bergumam dengan kilatan penuh kebencian.


Tak lama tawa sinis gadis itu mengalun samar.


"Aku harus bisa membuat dia kuliah ditempat yang sama denganku,dengan begitu aku bisa membuat gadis itu mendapat banyak masalah! aku akan merebut semua kasih sayang keluarga ini darinya!" Salsa menyeringai licik,berjalan kembali kearah dapur dan membuat teh susu hangat untuk dibawakan kearah pasangan yang sedang bermesraan di sofa santai itu.


"Paman...bibi selamat pagi..." Salsa mendekat dengan senyum manis sembari membawa nampan berisi dua gelas teh susu beserta sepiring brownies.



Freya tersenyum simpul, sementara James menatap gadis itu datar.


"Sedang apa kamu?" Tanya James dengan wajah acuh.


Salsa mengigit bibir bawahnya memaksakan senyum atas penolakan ini lagi dan lagi.

__ADS_1


"Salsa membuat teh susu dan brownies tadi,sarapan masih sedikit lama karena para koki belum selesai memasak.Jadi salsa membawa ini untuk menemani waktu santai paman dan bibi" Salsa berucap dengan kepala menunduk menutupi kilatan kebencian dimatanya.


"Apa kau pembantu?"


Degggg....


Salsa mengangkat wajahnya dan menatap nanar wajah acuh pria paruh baya itu.


"Pa....." Freya menghela nafas berat,James benar-benar tidak bisa menerima baik kehadiran salsa dirumah mereka.


Freya jadi serba salah.


Disatu sisi gadis itu terlihat baik dan sudah menolongnya,disisi lain sikap keras suaminya!.


"A..apa maksud paman?"Salsa bertanya dengan wajah menahan tangisnya.


"Drama sekali anak ini! jika tidak ada istriku,sudah kulempar kau dari rumah ini!" Batin James jengah.


"Kau tau vila ini ada belasan maid,pekerja dapur bahkan penjaga?! apa gunanya mereka kubayar mahal jika sampai tamu istriku sampai membuatkan kami cemilan dan teh?!" James menekankan kata 'tamu istriku' dengan wajah jengahnya,menatap salsa dengan ekspresi bosan.


"Ma..maaf paman...salsa...salsa hanya ingin membuat ini sebagai rasa terima kasih telah diizinkan tinggal disini" Salsa berucap dengan kepala menunduk terlihat sangat menyedihkan.


Berdecak kesal,James berdiri dan menatap lembut wajah freya yang menggeleng lemah menatap dirinya.


"Mama boleh lakukan apapun dengan dia,tapi pastikan jangan membuat putri kecil kita tidak nyaman" James menunduk mengecup kening Freya sebelum berlalu keluar vila,dia ada pekerjaan di organisasi untuk membantu Ryu mengecek seluruh transportasi di garasi besar. mereka.


Setelah mendengar suara mobil menjauh,Freya menatap salsa lekat.


"Bibi sebenarnya tidak enak katakan ini...Salsa,apa kamu tidak ingin universitas selain Oxford? bibi sudah bertanya pada suami bibi,dia akan membiayai seluruh pendidikanmu" Freya bertanya dengan wajah sesalnya.


Salsa memaki dalam hati,namun wajahnya tetap tersenyum teduh.


"Andai salsa bisa...tapi ini impian salsa bibi..."Gadis itu berkaca-kaca,menunduk setelah melihat wajah penuh penyesalan Freya.


"Baiklah,bibi akan tanya Archa dulu...jika putri kami setuju,maka yang lainnya mungkin tidak masalah" Freya berucap dengan wajah penuh dukungan.


Salsa tersenyum semangat,wajah polosnya benar-benar menipu.


"Terimakasih bibi!!" Salsa berseru,freya mengangguk lembut dan berdiri berlalu pergi.


..........♣️..........


Tahun ajaran baru telah dimulai,terlihat jelas disebuah universitas ternama begitu ramai oleh hiruk-pikuk para mahasiswa baru yang datang untuk menghadapi masa pengenalan awal.



Mobil BMW putih perlahan berjalan memasuki halaman universitas ternama Inggris itu,mata para mahasiswa baik senior maupun junior melihat kala salah satu mobil mahal itu berhenti di area parkir.


Salsa, gadis itu keluar dengan anggun.



Memasang wajah malaikat dan tersenyum pada siapapun yang menatapnya tertarik.



"Uwahhhh...siapa itu?! tampan sekali?!!!!"


"Ya Tuhan...apa dia salah satu dosen disini?"


"Lihat betapa tampannya....dia sepertinya tokoh novel yang ada di dunia nyata!!"


"Ya Tuhan....ada seorang pangeran yang keluar dari dunia fantasi!!"


Pekikan terdengar keras begitu sosok tampan berbalut kemeja putih dengan rompi hitam dengan celana kain senada dan sebuah jam rolex mahal melingkar ditangan kokohnya,keluar dengan wajah dingin dari dalam mobil.


Dia....


Rayganta Alzeus.....


Para petinggi universitas yang melihat sosok itu segera berlari dengan wajah pias mendekat dengan sopan.


"Tuan muda!! maaf...maaf....kami tidak mengenali anda!" Sosok pria tua mendekat dengan menundukkan tubuhnya serendah mungkin,tak berani beranjak sebelum sosok itu bertitah.


Siapa petinggi universitas itu yang tak mengenal donatur terbesar universitas ini selama 5 tahun terakhir?.


Para petinggi tau pasti meski mahasiswa mereka tidak mengenali sosok tampan bak kaisar itu.


"Jangan perduli aku,lanjutkan saja kegiatan kalian,dan tetap low profile untuk adik bungsuku!" Suara yang mengalun berat dengan titah tajam yang tak terbantah.


Empat petinggi universitas itu mengangguk cepat,tak berani membuat marah pemegang saham terbesar universitas ternama itu.


Rayga menunduk membuka pintu mobil dengan senyum teduh.


Setelah pertempuran sengit adu mulut kedua ayahnya,kedua saudara kembarnya bahkan ibunya tentang siapa yang akan mengantar adik mereka untuk berkuliah pertama kali.


Namun dirinya yang sudah jengah dengan diam tanpa bersuara segera menarik tubuh Archana memasuki mobil dan meninggalkan mansion dimana kemarahan seluruh keluarganya tertinggal dibelakang.


Tak terima,mereka yang lelah berebut,namun dirinya yang meraih untung.


Menarik bukan?.


Rayga ingin tertawa mengingat wajah cemburu ayah dan kedua saudara kembarnya begitu Archana melambai dari dalam mobil dengan polos meninggalkan Arkansas,Rion dan kembar R dalam kecemburuan.


"Little girl? come on...keluarlah sayang mau sampai kapan kamu duduk didalam mobil?" Rayga terkekeh geli melihat wajah gelisah sang adik.


Benar....


Adiknya yang berusia paling kecil ditengah para mahasiswa baru yang kini bersiap mengikuti kegiatan ospek.


"Ta..tapi Archa takut kakak.....kita tunggu sebentar saja ya kak....Archa takut......." Gadis itu menatap wajah tampan sang kakak dengan mata berkaca-kaca.


Rayga mengigit pipi dalamnya menahan gemas.

__ADS_1


Ingin sekali dirinya mengunyel pipi merona sang adik.


Sabar.....sabar.....


"Takut apa? ada kakak, cepat keluarlah sayang...atau...Archa pulang saja dan tidak jadi kuliah?" jenaka Rayga dengan wajah nampak tegas.


"JANGAN......IHHH KAKAK!!!" kesal Archana akan ulah jahil kakak sulungnya itu.


Dan mata semua orang menatap fokus tak berkedip begitu pintu samping kemudi terbuka.


Bak adegan slow motion.



Sosok cantik bak barbie hidup keluar dengan wajah merona malu,merapat pada sosok pria muda tinggi nan tampan yang berwajah tanpa ekspresi.


Gadis cantik itu berkedip polos melihat wajah menegang semua orang.


Tersenyum manis menatap kearah para mahasiswa yang menatapnya takjub tak berkedip.


"Kyaaaa....manis sekali!!"


" ya Tuhan ini seorang malaikat!!"


" Aku tidak bisa bernafas melihat senyumannya!!"


"Insecure!!"


Archana berkedip polos mendengar pekikan keras dari kerumunan yang berkumpul cukup jauh darinya,tentu jauh.


Siapa yang berani mendekat kala sosok tampan bak malaikat beraura iblis sudah mengintai mereka.


"Kakak...apa senyum Archa beracun?" Archana bertanya pada sosok Rayganta yang terlihat berjalan menggandeng tangannya.


"Kenapa tanya begitu?" Rayga bertanya geli melihat adiknya justu menggaruk tengkuknya kikuk.


"Tadi ada yang teriak kalau senyum Archa membuatnya tidak bisa bernafas?!" Archana bertanya dengan gemas memelototi sang kakak yang sibuk menahan senyumnya.


"Dia gila sayang....sudah jangan berfikir jauh. Sayang...kakak antar sampai sini saja ya,kakak ada rapat di kantor dan harus segera pergi" Rayga mengelus rambut halus sang adik dan menatap wajah cantik itu penuh sesal.


"Yah........ya sudah Archa tidak apa kakak antar sampai sini saja,maaf ya kak sudah buat kakak repot" Archana menunduk lirih.


Rayga tersenyum simpul,menarik hidung sang adik dan memberikannya sebuah gelang.


Sebuah Micro chip layaknya gps tersembunyi.


"Pakai ini...dan ingat...kakak dan semua keluarga kita tidak pernah merasa Archa merepotkan.Ingat jadilah baik dan jangan terlalu keras belajar,meski Archa nanti akan jadi pengangguran,tidak masalah...karena harta keluarga kita tak akan habis sampai Archa tua sekalipun! ingat sayang...nikmati masa remajamu,masih ada kami yang akan menopang hidupmu,kakak sayang Archa...bye little girl" Rayga berbalik pergi setelah mengecup kening adiknya lembut.


Archana melambai lirih.


"Archa mengerti kak,Archa akan buat kakak dan Daddy bangga dengan prestasi Archa disini!" Menatap gelang emas yang melingkar cantik dipergelangan tangannya.



Wajah cantik penuh kelembutan itu berbanding terbalik dengan wajah sesosok perempuan muda, yang berdiri tak jauh didepan sosok Archana berdiri dengan tatapan penuh kagum kaum adam dan binar kaum hawa mahasiswa nilainya pada Archana.


Gelang emas itu adalah model khusus yang dikeluarkan oleh Perusahaan perhiasan dari Amerika.


Jewelry Anderson.


Hanya ada satu keluarga yang memilikinya di London.


Hanya dibuat khusus untuk mereka.


Clan Wiguna.


Salsa merubah raut wajahnya cepat dan berjalan mendekat.


"Archa......" Gadis itu tersenyum penuh binar, Archana mendongak dan tersenyum manis melihat siapa yang memanggilnya.


"Hallo kak salsa!! wah....ternyata bunda Freya benar....kakak berkuliah disini!! asik.....kak salsa bisa temani Archa lewati masa ospek!!" Gadis itu berseru riang.


Salsa mencibir dalam hati,namun maniknya berkilat kala melihat perhiasan cantik ditangan putih gadis itu.


"gelang cantik itu hanya cocok untuk aku pakai! kenapa harus dia yang menadapat semua kebaikan ini!! keluarga...kasih sayang... barang-barang mewah...bahkan perhiasan mahal!! aku ingin semuanya....Archana harus berbagi atau semua akan kuambil paksa....tidak masalah bukan?" Smirk salsa berubah cepat berganti senyuman manis.


"Tapi salsa.....tadi Archa lihat salsa pakai mobil BMW putih ke kampus....bukankah itu mobil punya Archa hadiah dari papa James? kenapa salsa yang pakai?" Archana bertanya dengan senyum polosnya.


Deg.....


Tubuh salsa menegang,benar.


Dia memang pada awalnya diberi izin oleh freya memakai mobil apapun di bagasi,dan dirinya sudah diperingatkan untuk jangan menyentuh tiga mobil BMW seri kembar berwarna putih dan hitam.


Karena itu milik James dan Archa.


Namun Salsa tak perduli,begitu melihat Freya keluar vila,gadis itu meraih kunci salah satu BMW diam-diam dan pergi dengan cepat saat tak ada satupun penjaga yang menyadari karena waktu pergantian shift tengah berlangsung.


Salsa memang tidak tau mobil yang ia bawa itu milik siapa,yang ia tau hanya milik James dan Archa saja,tapi apa dirinya perduli?.


Dan kini dia harus mendengar pernyataan dari sang pemilik mobil disertai tatapan tak sedap semua yang berada di parkiran.


Memalukan!.


...♣️...


...TBC...


Mau tanya,menurut kalian cerita ini bagaimana?.


Novel ini memang bukan novel yang monoton selalu berpusat pada Male lead dan female lead saja.


Novel ini akan merangkul semua kisah peran yang lainya juga,jadi El harap reader sabar ya...semua punya porsi dan waktu sendiri untuk tampil.

__ADS_1


Jangan bosan ya guys😅


__ADS_2