
...Vote,like dan komentar ya 🌹...
...♠️.....♠️...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...♠️.....♠️...
Langit perlahan berubah warna,semburat jingga menghiasi keindahannya.
Disebuah mansion besar nan megah.
Berkumpul para generasi muda bersama para orang tua mereka.
Seluruh keturunan Rafendra Wiguna.
Rafendra duduk, mengetuk sandaran sofa dengan wajah penuh wibawa.
Menatap,maniknya menyisir dalam wajah para cucunya.
Putra juga para menantunya.
"Jadi kapan?" Suara tuanya memecah suasana penuh keheningan yang terasa hangat meski tanpa kata.
"Rayga?" Kini suara berat Arkansas terdengar menyebut nama sang putra sulung.Pria paruh baya tampan itu duduk dengan sang putri yang menyandar manja di lengannya.
"Kakak ingat ya! kalau mau menikah itu bilang-bilang sama Archa! jangan menikah sembunyi-sembunyi tidak kasih tau Archa,jangan seperti itu ...itu yang duduk tidak bersalah dengan kakak ipar delia.." Archana berucap menyindir sinis kearah Diego sang kakak yang tengah duduk pasrah disamping sang istri Deli yang sibuk menahan tawa.
"Benar itu dek! memang tidak ada akhlak kakakmu satu itu!" Raino menyerigai licik.Deigo mendelik sinis.
"Archa sayang...maafkan kakak ya,kakak benar-benar dalam keadaan darurat saat itu.Sebagai permintaan maaf Archa boleh minta apa saja pada kakak bagaimana?" Bujuk Diego berusaha keras meluluhkan kekesalan sang adik.
Para orang tua hanya menggeleng geli,lucu sekali para monster ini jika berurusan dengan bungsu cantik mereka.
" Heleh...menyogok ini ceritanya kak Archa! jangan mau! biarkan saja kakak Diego itu kapok,siapa suruh tidak membuat kita dapat merasakan semua hidangan kue pernikahan! jangan maafkan kak!" Baiklah sudah cukup,Diego mengeram jengkel.
Kini wasabi Shura ikut-ikutan menyulut api.
Archana yang polos mengangguk paham.
"Benar! Archana akan terus mogok bicara pada kak Diego sampai....." Archana nampak berfikir keras,kening mulusnya berkerut dalam dan dengan gemas Rayga yang duduk disisi kiri adiknya itu mengelus kening sang adik dan mencubit pipinya gemas.
" Sampai ?" Timpal Kayra terkekeh geli.
"Tak tau? nanti saja Archa fikir lagi, lagipula sekarang waktu kakek dan Daddy berfikir,masa Archa harus ikut berfikir juga? kakek... lanjutkan!" Ucap gadis manis itu dengan tanpa bebannya.
Rafendra menggeleng miris, kepolosan cucu perempuannya ini sangat berbahaya.
"Baiklah...kapan kalian ingin melakukan lamaran? Rayga kau harus putuskan hingga kedua saudaramu bisa mengikuti,kalian sudah punya calon dan para orang tua kalian juga sudah cukup mengamati.Apa lagi yang kalian tunggu?" Rafendra berucap dengan penuh wibawa,meraih cangkir teh camomile buatan istrinya dan meneguknya sembari maniknya menatap dalam wajah cucu sulungnya itu.
Rayga.
Pria muda berwajah dingin nan tampan beraura tenang itu duduk tegak sembari tangan mengelus rambut panjang sang adik perlahan.
"Aku sudah memutuskan sebuah tempat kakek.Sebuah taman dimana daddy dulu pernah melamar mommy,Rayga akan melamar Asline disana kakek" berucap dengan tegas,maniknya menerawang jauh.
Memori kala sang papa,Bimo.
Memberikan sebuah DVD berisi kenangan kala proses lamaran ayahnya dulu pada sang ibu.
Arkansas dan Liora.
Dirinya ingin kembali melihat tempat itu lagi,tempat yang kini sudah tertutup rapat meski isi dalamnya masih terawat sempurnanya.
Melirik kearah sang ayah yang nampak terdiam dengan wajah sendu.
Maaf......
Hanya satu kata saja yang terukir di balik tatapan sendu Rayga pada sang ayah.
Bukan ingin mengingatkan kenangan lama yang masih menjadi memori menyakitkan sang ayah,namun hanya ingin menghadirkan sedikit saja jejak sang ibu di hari bersejarah dalam hidupnya.
Arkansas duduk termenung,maniknya bergetar dan genggaman lembut tiba-tiba meraih telapak tangannya.
"Daddy.......don't be sad..we all always with you,mommy in here....."Archana menatap wajah sedih sang ayah dengan jari terarah di jantung pria itu.
"Here..in your heart,always stay never gone" Arkansas mengangguk samar dan memeluk tubuh putrinya erat.
Dalam keheningan perlahan setetes demi setetes air mata darinya jatuh.
Rayga memalingkan wajahnya tak sanggup melihat betapa rapuhnya sang ayah.
Kayra menangis samar,tubuhnya direngkuh erat oleh Rion yang nampak menatap wajah saudara kembar tak seirasnya dengan sendu.
__ADS_1
Anggi mengusap wajahnya yang basah oleh air mata dengan telapak tangan yang bergetar.
Rafendra menghela nafas berat,masa itu masihlah menjadi masa paling menyakitkan hingga kini.
Setelah puas melepas sedikit kesedihan,Arkansas menghela nafas panjang dan mengusap wajahnya dengan sebuah sapu tangan yang disodorkan sang putra padanya.
" Daddy...aku berharap,Daddy tidak masalah aku membuka lagi taman itu.Seminggu lagi..." Rayga berucap dengan senyum simpul menatap wajah tua ayahnya.
Arkansas mengangguk samar,biarkanlah setidaknya bayang-bayang sang istri hadir ditengah pernikahan pertama keluarga kecil mereka.
"Baiklah...nenek dan para ibu kalian akan turun tangan langsung mempersiapkan,tidak perlu proses panjang dan merepotkan.Setelah lamaran maka langsung kita cetak undangan pernikahan!" Anggi berucap memutuskan semua setelah anggukan sang suami terlihat.
"Raider...kakek berharap kamu segera mempersiapkan karena setelah Rayga maka kau dan Raino akan mengikuti dalam satu hari yang sama!" Rafendra berucap dengan menatap intens wajah lelah raider.
Raino menatap wajah tampan saudara kembarnya dengan senyum simpul.Pria tampan itu menunduk menatap ponselnya dimana wajah kesal Victoria terlihat.
Yah,sementara pernikahan belum terjadi maka Rafendra memberi sebuah vila di tengah kota untuk ditinggali victoria sebelum gadis itu menjadi cucu menantu di clan Wiguna.
"Kakek tidak perlu cemas,raider sudah mempersiapkan tempat dan waktu dengan tepat!" Raider menjawab dengan senyum simpul.
Rafendra tersenyum puas.
"Yah... sebentar lagi dear.... malam ini aku sudah putuskan,aku akan menjadikan kamu sebagai menantu di keluarga ini,istriku!" Batin Rayga menatap lurus ke depan dengan senyum samar.
.........🌹........
Gadis itu terbangun malas dari kenyamanan ranjang queen size miliknya.
mengucek matanya dan menguap dengan begitu lebarnya hingga sebuah tangan besar menutup mulut mungil itu dengan gemas.
"Dek....kalau menguap itu mulutnya ditutup pakai tangannya seperti ini! kalau masuk lalat bagaimana?" Gemas pria tampan dengan kemeja hitam digulung hingga kesiku itu dengan kesal.
Archana,gadis cantik yang masih terlihat linglung itu mengerjap polos menatap sosok tampan yang tak biasanya pagi-pagi seperti ini berada di Mansion.
Hingga...
"KAK RAYGA?!! INI BENAR KAKAK? BUKAN MAKHLUK HALUS YANG MENYAMAR?!!" Archana memekik girang.
Pria tampan itu tersenyum paksa.
Tampan seperti ini dikira makhluk halus?.
Sabar...
Ini masih adik manisnya!.
"Iya ini kakak,memang siapa lagi hm?" Tanya Rayga mengangkat tubuh adiknya turun dari ranjang dengan begitu mudah.
"WOAH...tidak biasanya kakak ada di mansion saat pagi! biasanya juga kalau tidak malam,siang atau sore.Pagi sungguh amazing!!"Ucap gadis manis itu berbinar.
Rayga menggeleng gemas.
Adiknya ini begitu lucu dengan semua kepolosan nya.
"Keadaan sayang...makanya kakak akan berada di mansion ini sampai pernikahan kakak selesai nanti.Dan......" Rayga berucap menggantung.
"Dan....? apa kak?! jangan buat Archa kesal pakai misterius begitu!!" decak Gadis itu melotot jengkel.
Rayga terkekeh,mengusak rambut sang adik dengan gemas.
"Dia akan pulang sayang....." Ucap rayga dengan senyum miring yang menambah kadar betapa tampannya pria itu.
Manik Archana bergetar dengan kedua tangannya yang mungil itu menutup mulutnya syock.
Hingga...
"YEIIIII...KAKAK ARSHEN AKAN PULANG!!!" Pekik gadis itu begitu bersemangat.
Menaiki ranjang dan mulai merubah tempat tidur itu menjadi layaknya trampolin.
Meloncat dengan riang sembari bertepuk tangan bak anak kecil mendapat hadiah yang begitu ia inginkan.
Rayga tertawa renyah,menggeleng geli dan menarik tubuh adiknya agar berhenti melompat.
"Dek cepat mandi kamu ada mata kuliah pagi ini,kakak akan antar karena Daddy akan pergi menjemput Arshenio" Ucap rayga lembut.
Menarik tangan sang adik membawanya kearah kamar mandi.
"Tapi kak...Archa mau temani Daddy jemput kak Arshenio....Archa tidak mau kuliah!!" Merengek dengan putus asa kala wajah tampan sang kakak menunjukan penolakan.
"No.Kamu kuliah hari ini karena hari ini Archana ada kuis juga ujian bukan? sekarang bersiap tidak ada penolakan! kakak tunggu di ruang makan" Rayga mendorong lembut sang adik memasuki kamar mandi dan segera menutup pintu kamar mandi itu begitu melihat manik lucu itu berkaca-kaca.
Sungguh...
Dirinya nanti tak akan tega dan berakhir mengizinkan adiknya itu membolos kuliahnya.
Bisa mengoceh sang nenek nanti jika itu terjadi.
Anggi tidak suka para cucunya mengabaikan pendidikan.
..........🍁..........
"Cha,kenapa ? wajahnya murung seperti itu?" Seorang gadis berwajah oriental duduk di kursi kantin tepat disamping Archana kini berada.
Yah,jam kuliah pertama telah berakhir dan kini Archana tengah berada di kantin mengisi tenaga setelah bertempur dengan kuis-kuis berbahaya pagi tadi.
"Ia..kamu kenapa Cha? perasaan tadi kamu yang paling mantap nilai kuisnya dari Mr Herold,kenapa jadi kamu yang murung begini? harusnya itu Erina yang murung,dia kan jawabnya asal-asalan" Kini seorang gadis dengan rambut pirang cerah yang bersuara,duduk dikiri Archana tanpa perduli wajah mendelik seorang gadis yang duduk di depannya.
"Enak saja kamu bilang jawaban asal! aku itu memang tidak tau ya aku jawab seadanya otakku saja!" Gadis dengan rambut panjang lurus menjawab kesal.
"Archa tidak apa kak Naomi,kak Jihan" Archana mengakat wajah dan tersenyum manis pada dua orang gadis muda yang kini menjadi sahabatnya.
Yah meski usia mereka berbeda 1 tahun,namun ketiga gadis itu tetap menjadi sahabat Archana dengan menganggap Archana adik mereka sendiri.
Tentu saja,si manis akselerasi Archana.
Gadis polos yang baik hati dan satu jurusan dengan mereka.
__ADS_1
"Erina pesan sana,meatball sama jus mangga satu" Ucap Naomi dengan tanpa dosanya.
"Enak saja mulutmu itu! pergi sa-"
"Nah beginikan enak!" Protesan Erina sirna begitu Naomi menyerahkan uang sebanyak 5 lembar padanya.
Naomi menggeleng miris.
Sahabatnya satu ini memang mata uang!.
"Kamu pesan apa han?" Erina bertanya pada Jihan yang sibuk dengan ponselnya.
"Samakan saja biar tidak repot" Jawab Jihan santai.
Gadis blasteran Jerman Indonesia itu menjawab acuh.
"Hay kalian tau tidak? ada gosip terbaru di akun kampus!!" Naomi si gadis oriental China Indonesia berucap samar begitu heboh.
"Kak Naomi belum kasih tau ya mana Archa tau!" Naomi mengelus dada sabar atas sahabat manisnya itu.
"Ya ini juga mau aku kasih tau Cha! kamu ini..." Frustasi Naomi akan sifat Archana.
Archana mengangguk paham dan kembali meminum jus jeruknya dengan tenang.
"Si Keandro!! ketua mahasiswa itu.....masa kemarin si ketua chears mengungkapkan perasaannya saat gladi bersih acara ulang tahun universitas yang akan diadakan minggu depan! gila tidak?!" Seru Naomi heboh.
Archana mengerjap tertarik.
Yah,si tampan Keandro .
Most wanted boy ini Cambridge university.
" Benarkah?" Ucap Jihan acuh,yah.Gadis itu tak tau karena saat itu masih cuti libur untuk kembali ke Jerman menemui kedua orang tuanya.
"Ia..dan kamu tau siapa yang membantu si bangsat ketua chears itu?" Tanya Naomi dengan wajah ingin muntah.
"Siapa?" Tanya Archana antusias.
"Penjilat salsa! dia kemarin yang bawa bunga mawar yang dikasih Helena untuk Keandro! jijik sekali aku!" Jihan terkekeh,benar.
Satu kampus sudah tau benar betapa benci seorang Naomi Rashi kepada Helena Matilda dan Salsa.
Alasan apa? Jihan dan para sahabatnya juga tidak tau sampai sekarang.
"Aduh...Archa mau pipis!!" Archana dengan polos mengadu pada kedua sahabatnya,kedua gadis itu mengangguk geli dan Archana dengan cepat berdiri.
Berbalik.
Hingga.
Prankkkk......
Semua bergitu cepat...
Archana jatuh terduduk dengan kuah meatball panas tumpah diatas perutnya.
"HIKS...HUAAAAAA...PANAS....KAKAK KULIT PERUT ARCHANA PANAS!!"
Manik Naomi,Jihan juga Erina yang baru tiba membolat tersentak kaget.
Bangkit cepat dan Jihan segera menuangkan sebotol air mineral miliknya keatas perut Archana menghilangkan rasa panas kuah meatball( bakso).
Brukhhhh..
"MATAMU BUTA HAH?! KALAU JALAN ITU PAKAI MATA ITU LIHAT KEDEPAN,BUKAN LIHAT KEBAWAH BAN*SAT! " Naomi yang tempramental segera mendorong salsa hingga jatuh menghantam meja kantin di belakangnya.
"Hiks..maaf Naomi,aku tidak sengaja!tolong maafkan aku!" Salsa menangis dengan kepala menunduk.
Erina mendengus dingin.
"Menangis..dan menangis terus! Orang buta, penjilat,ratu drama seperti dirimu tidak pantas berkuliah disini!" Tambah Erina ikut emosi.
Kantin mulai ribut,para mahasiswa mendekat ingin melihat keributan kala mahasiswi dengan julukan ketua cherleders memasuki kantin dan membatu salsa berdiri.
"Tidak perlu main kasar Naomi! salsa sudah minta maaf tadi,kenapa kalian begitu impulsif!" Helena berucap dengan senyum provokasi.
"Bag*at kau ya! mau war denganku?!" Naomi menggulung lengan bajunya emosi.
Helena dan kedua temannya maju didepan salsa.
Hingga..
"Minggir!" Suara berat nan dingin seorang pria memasuki pendengaran semua orang.
Kerumunan terbelah dua saat sosok tampan dengan sepatu boot militer itu berjalan masuk.
Manik Archana menatap wajah tampan nan dingin itu dengan berkaca-kaca.
Sementara para gadis disana mematung terpesona.
"Sayang....."
Hiks.....
"HUAAAAAA...KAKAK!!"
Tubuh Jihan yang tengah menopang tubuh Archana menegang.
Begitupun kedua sahabatnya yang lain.
"HAH..KAKAK?!!" Pekik Naomi juga Erina syock.
Mereka tau semua wajah tampan para kakak Archana,namun siapa ini?.
...🌹...
...TBC...
__ADS_1