
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya 🌹...
...🥀...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🥀...
Senja yang terasa begitu hangat kala hati terasa tenang ,menatap satu sosok cantik yang kini tengah duduk tenang disampingnya dengan tangan yang saling menaut.
Rayga tak kuasa mengulas senyum meski sangat tipis kala menatap satu telapak tangannya yang kini menggenggam erat jemari lentik wanitanya.
Satu tangan menyetir dan satu lagi merasakan sentuhan jemari lentik si cantik,sungguh suasana hatinya yang beberapa hari ini terus mendung terhias badai perlahan mereda.
"Sebenarnya kamu ingin membawaku kemana? sudah dua jam mobil ini tidak juga berhenti! Rayga..katakan sesuatu!' Asline mulai jengkel,bukannya memberi penjelasan kemana tujuan yang akan mereka datangi,pria tampan yang sayangnya berstatus suaminya itu justru terus saja bermain dengan telapak tangannya.
Entah memberi kecupan ringan,gigitan nakal bahkan terkadang gelitikan jahil dengan ekspresi wajah cab*l!
Katakan bagaimana dirinya harus bereaksi?!.
Mau marah tidak sanggup kala wajah tampan itu justru pada akhirnya melempar wajah polos seakan tak tau kesalahan apapun!.
"Sabar amour...namanya juga sebuah surprise so.....be a good Angels okey?" Rayga terkekeh rendah melihat ekspresi jengkel istrinya .
Sungguh,mengapa dalam keadaan apapun ekspresi istrinya selalu menggemaskan?!.
Jadi ingin.......
Makan?!....
Asline mengeryit melihat ekspresi aneh suaminya.
"Kenapa lagi dengan iblis mesum ini?! kenapa aku jadi merinding?' Asline tanpa sadar melepas tautan tangan mereka dan sedikit menggeser duduknya sedikit merapat pada pintu mobil.
Rayga mendatarkan wajahnya melihat ekspresi sang istri yang seakan melihat,hantu?!.
"Sabar Rayga!!!" Rayga menghela nafas sabar,untung cinta!.
............
Sementara itu.....
Markas underground BE.
"Yo....Wah,lihat semua sang pengantin baru baru saja kembali!!!" Suara sorak dari sosok tampan dengan jas putih khas dokter tergantung dilengan kirinya masuk bersama sosok pria dengan wajah oriental.
Gion terkekeh saat para pria didalam ruang markas itu berdiri dan bersorak heboh dengan godaan panas menatap wajah memerah ketua Delta mereka.
"Ryu! maaf kami semua tak bisa hadir saat pernikahanmu,kurasa kau tau apa yang terjadi bukan?" Xain berdiri dan menepuk pundak Ryuga yang baru saja masuk dengan aura cerah yang menyilaukan mata.
Ryuga,pria berdarah Jepang Inggris itu mengangguk dengan ekspresi wajah yang berubah cepat.
"Maaf aku tak bisa membantu saat itu,apa semua terkendali?' Ryu duduk bersama dengan para inti yang ada.
Xain,Gion,max juga Cristian mengangguk samar.
"Kau tau bahkan putra mahkota membatu kita saat itu! yah....jujur saja itu cukup membantu!' Jujur Gion sembari meraih sekaleng beer dingin yang dilempar Cristian padanya .
Ryu melotot horor.
"Kalian bagaimana b-"
Brakhhhh......
Belum selesai berucap,pintu ruang santai itu terbuka keras dengan wajah empat orang pria yang masuk dengan ekspresi mengerikan.
"Kalian kenapa?" Max berucap heran menatap tak biasa pada Raider dan arshenio yang biasanya terlihat tenang dan terarah kini begitu emosional!..
Hingga.
Setumpuk foto yang diambil dari jarak jauh terlempar diatas sebuah meja dimana sekumpulan pria berwajah tampan namun terlihat kebingungan duduk mengelilingi dengan senyum penuh keheranan diwajah-wajah tampan itu.
"WHAT THE HELL! WHAT IT IS?!!" Seru max begitu melihat wajah adik perempuan kesayangan BE itu terlihat jalan dengan senyum manis bersama seorang pria yang mereka kenal benar.
"Pencuri itu!! dia membantu kita tak lebih agar bisa mencuri adikku!!," Arshenio meraung sambil menunjuk sosok Brixton yang terlihat menggandeng tangan mungil adik mereka memasuki sebuah toko souvernir .
"Kita harus melapor pada big bro! jangan beri tahu para orang tua,mereka terlalu banyak berpikir! kita saja yang mengambil tindakan!" Seru Gion menatap wajah tampan Brixton yang dimatanya layaknya seekor buaya yang tengah menatap buruannya,dan sayangnya adik mereka lah buruan itu!.
"Big bro tengah bersama saudari asline! biar mereka menghabiskan waktu sejenak! Alarik akan membantu kita! aku akan susun rencana!" Ryu berucap rendah,sial!.
Baru saja beberapa minggu ia berada di Jepang,dan apa ini?! adik manisnya akan dibawa lari oleh seekor buaya?!.
Tidak bisa!.
"Malam ini ......take it!" Raider menyeringai saat mobil Brixton terlihat memasuki sebuah taman hiburan terbesar di London!.
Alarik sungguh hebat,hanya dalam waktu singkat lokasi target mereka terdeteksi.
"Let's have fun!" Max bangkit dengan tawa iblis.
Berharap saja kali ini Brixton akan lolos dari rencana maut!.
............
Mobil Range rover hitam itu akhirnya berhenti setelah hampir 3 jam lebih berkendara.
Rayga mengelus lembut pipi sang istri yang terlihat terpejam lelap.
"Amour....sudah sampai...bangun dear" Rayga dengan senyum geli membangunkan sang istri yang tengah menutup mata tenggelam dalam mimpi.
Cuphh....
__ADS_1
Kecupan basah nan panjang mendarat di bibir ranum yang terkatup rapat itu.
Asline melenguh panjang saat pasokan udara seakan menghimpit kerja jantungnya.
Terbangun dengan wajah linglung.
"Ck..ck..ck..ternyata hanya sebuah ciuman yang bisa membangunkan yang mulia ratu ini..." Rayga dengan wajah dramatis menggoda istrinya yang terlihat masih memproses situasi .
Dan....
Bughhhhh..
"DASAR IBLIS CAB*L!!! KENAPA KAMU MENCIUMKU SEPERTI ITU? KAMU INGIN AKU MATI KEHABISAN NAFAS?!!" asline meraung dengan kepalan tangan kecil yang menghantam perut eight pack itu sekuat tenaga.
Yah,sayangnya hal itu tak berimbas apapun hanya menyisakan tawa geli dari sang korban.
"Hahaha..ya sudah, baik-baik maafkan suamimu ini amour...aku khilaf!" Rayga terkekeh geli sembari membuka seat belt dirinya dan mulai membuka pintu keluar.
Memutari mobil mengindahkan wajah merajuk sang istri.
Klik...
"Baiklah ratuku...kita sampai!" Rayga membuka pintu dan seat belt sang istri,meraih tubuh semampai itu dan membawanya keluar dari mobil sembari menggendongnya ala bridal style.
Blushhhh...
Asline tersipu seketika saat banyak pasang mata menghujani mereka.
"Ada apa ini? mengapa mereka bisa masuk kami tidak?!"
" Oh astaga...pria tampan itu terlihat begitu gentle!"
"Kau lihat wanita itu seperti mummy? aku iri padanya,jelek begitu saja bisa digendong oleh pria yang begitu tampan!"
Sudut mata asline berkedut jengkel.
Jelek? dirinya?! apakah wanita itu buta?!.
Jika saja tubuhnya tidak penuh dengan perban dan wajahnya tidak pucat seperti saat ini, mari lihat bagaimana wajahnya yang cantik khas gadis blasteran Rusia Amerika akan membuat wanita asing itu bungkam!.
"Mengapa Pantai ini harus ditutup?! mengapa kami tidak bisa masuk seperti mereka? !"
Asline mengeryit didalam gendongan lembut Rayga.
Ada yang aneh!...
Asline melihat lagi.
"Rayga...." Asline memanggil namun tak ada sahutan kala pria berwajah bak pahatan dewa Yunani itu terus berjalan memasuki area sebuah resor tepi pantai.
Asline menghela nafas sabar.
"Hubby........" Asline memanggil dengan nada merengek menahan kesal.
Sudut bibir Rayga berkedut hingga seulas senyum samar terbentuk.
"Yes My Amour..."
Blushhhh...
"Sialan iblis bodoh ini! mengapa suaranya jantan sekali?! rasanya wajahku terbakar!" Asline menggerutu dengan tak sadar justru mengigit kulit leher suaminya.
Rayga mengeram kaget sekaligus geli.
Asline mengangguk kaku.
Hingga....
Degggg...
"A....apa ini?"
Asline tercengang kala menolehkan wajah dari sisi tubuh suaminya dan melihat tempat apa kini dirinya berada.
Sebuah jalan setapak dengan lilin-lilin kecil yang menerangi jalan dengan deretan pohon cemara juga beberapa pohon kelapa .
Baru dirinya sadari tak ada satu orangpun diarea kawasan wisata ini!.
"A..aku bolehkan aku berjalan sendiri?" Asline mengadahkan wajahnya menatap wajah tegas dengan senyum lembut itu.
"Baiklah....tapi jangan memaksakan diri jika kakimu mulai letih!' Tegas Rayga yang dengan perlahan membiarkan sang istri turun untuk berjalan menuju tempat yang sudah dirinya siapkan melalui tangan-tangan cepat dan efisien para bawahannya dibawah komando alarik.
Tentu saja!.
Senyum asline mengembang kala diujung jalan sana debur ombak terdengar lebih keras.
Dibawah sinar redup sang senja.
"Ini.....?" Asline menoleh pada Rayga yang setia berjalan sembari memapah tubuhnya dengan sabar.
"Sweet dinner for my beautiful queen!" Ucap Rayga dengan kecupan lembut yang jatuh dipipi asline.
Setelah semua perjalanan panjang juga semua usaha kesabaran selama 30 hari lebih ini, akhirnya buah manis dari perlakuan lembut itu kembali lagi.
Dirinya kembali kedalam pelukan hangat kasih sayang pria itu.
Pria yang sejak awal begitu lembut tanpa kepalsuan!.
Cinta....
Bukan obsesi semata!.
Rayga mendudukkan aslin dengan perlahan sangat hati-hati seakan tubuh berbalut perban itu akan hancur jika tangannya tergelincir sedikit saja dalam memegang tubuh ramping itu.
Tak lama,sederet pria dan wanita berpakaian pelayan mendekat dengan berbagai nampan tertutup tudung saji perak dan tak lama semua hidangan lezat tersaji dalam komposisi sehat sempurna.
Para pelayan wanita diam-diam melirik wajah tampan tuan muda mereka,meski begitu dingin tak tersentuh,namun pesonanya tak mampu ditolak!.
Wajah-wajah wanita Eropa itu sukses memerah dalam tundukan kepala malu-malu.
Asline mencibir dan sayangnya wanita cantik itu sama sekali tak sadar tatapan terpesona pelayan pria yang menatapnya diam-diam.
Tentu saja,siapa yang berani melirik bunga cantik itu saat seekor predator ganas menjaga disampingnya dengan kilatan peringatan.
"Enyah...." Suara rendah menyeramkan itu membuyarkan tatapan kagum para pelayan itu.
Pufttt......
Rayga menaikan satu alisnya menatap heran wanita cantik yang tengah menahan tawa itu.
"Hm...apakah begitu lucu?" Rayga duduk dengan posisi malas,menatap dalam wajah cantik yang terlihat salah tingkah itu.
__ADS_1
"Khem..habisnya mengapa dengan wajahmu itu? selalu saja kamu perlihatkan wajah seperti ingin melahap semua orang dalam sekali tatapan! ramahlah sedikit" Asline berucap dengan senyum penuh ketidakberdayaan.
"Ramah? buat mereka lebih kaya dariku dulu baru aku akan sedikit memberi mereka keramahan!" Ucap Rayga dengan senyum bossy diwajah pokernya.
"Ck.." Rayga terkekeh melihat wajah sinis istrinya.
"Sekarang makanlah amour sampai nanti malam kejuatan sebenarnya akan datang!" Rayga mulai meraih bubur gandum dengan irisan daging panggang itu,meniup sejenak lalu mulai memberi suapan kecil pada istrinya.
Asline membuka mulutnya dengan patuh dan mulai makan dengan bertopang dagu saat sosok tampan itu menyuapinya dengan telaten suap demi suapan.
Hingga mereka akhirnya selesai makan dengan tenang.
"Tunggu disini!" Bangkit dan berlalu dalam kebingungan asline.
Rayga pergi dengan cepat.
Tak lama.....
Degggg...
Asline menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.
"Ini.....?" Rayga tersenyum akan reaksi istrinya itu.
Buket mawar dengan dua warna lembut diterimanya dengan wajah memerah malu juga bahagia.
Rayga meraih tubuh asline dan kembali menggendong nya lagi dengan aslin yang terus membekap lembut buket cantik itu dalam pelukan.
" Inilah alasan aku membawamu dengan mantel tebal amour....kita akan menghabiskan malam disini..." Rayga berucap sembari membawa tubuh asline kesebuah ranjang gantung dengan pohon-pohon sebagai tiangnya.
Asline terdiam tak mampu berkata-kata.
Hingga dirinya menyadari ,dirinya telah terbaring didalam pelukannya,dibawah langit malam dengan taburan bintang!.
Ini adalah kamar alam dengan debur ombak sebagai musik pengiring suasana yang begitu tenang juga begitu damai.
"Sayang...tutup matamu dan hitung sampai 10,lakukan dalam hati lalu...Open your eyes.." Rayga berbisik lembut.
Meski tak mengerti,asline tetap menurut dan mulai menghitung dalam hati.
1.......
2......
3......
........
10.....
Duarr.....
Jutaan kerlip cahaya pecah dan menyebar dikegelapan langit malam.
Hujan warna yang begitu terang memanjakan mata.
Asline tergugu,mengangkat wajahnya dan menatap wajah tampan yang kini mengecup keningnya penuh cinta.
"Happy ever after for you my love....for our love!"
Tes.......
Air mata haru jatuh tak terbendung.
"Aku akan buat gelapnya malam menjadi terang jika kau merasa gelap..aku bahkan akan memetik bintang jika kau pinta,semua akan ku serahkan bahkan seluruh jiwaku! Asline....Teamo....I love you dan tetaplah bersamaku jadikan aku sebagai sandaranmu selamanya..."
Cup.....
Kejutan besar menghantam relung hatinya,asline menutup mata kala bibir dingin itu menghangatkan hatinya dengan kecupan yang begitu manis.
Kedinginan malam tak terasa kala tubuh hangat itu memeluk erat dengan kasih sayang.
Keduanya menatap langit yang terus terhias warna gemerlap dengan senyum terbit tulus.
Hingga.
Satu kalimat dari bibir ranum itu menghancurkan seluruh senyum bahagia sang Zeus.
"Rayga...aku bermimpi bertemu dengan kedua orangtuaku,mommy Liora juga seorang gadis kecil yang entah bagaimana wajahnya seperti versi kecil dirimu,namun ini dalam wujud Sorang gadis kecil.Dan kamu tau" Asline menatap wajah tampan suaminya yang terdiam.
"Dia memintaku untuk bertanya padamu,bisakah kamu memberi dia sebuah nama?"
Degggg...
Tubuh Rayga mematung,bak sambaran petir telah menghancurkan ribuan pancaran warna fire work dilangit yang telah ia buat dengan kerja keras para bawahannya!.
Asline yang tak menyadari perubahan ekspresi wajah sang suami,tersenyum begitu damai.
Bayang wajah gadis kecil yang begitu manis dengan kedua pipinya yang gembul,juga maniknya yang bulat cerah!.
Meski dikatakan gadis kecil itu bak versi lain suaminya,entah mengapa setitik kesenduan menyergap hati.
Bagaimana mungkin ada seorang anak yang begitu mirip suaminya kala dirinya belum pernah sekalipun melahirkan anak? Yah,sampai saat ini!.
Pelukan Rayga semakin erat ditubuh asline,pria itu menatap langit dengan manik perlahan memerah.
Hancur!...
Kaca tebal yang menyelimuti hatinya hancur berkeping-keping!.
Putri kecilnya...
Anak pertamanya bahkan telah menjelma walau hanya lewat mimpi sang istri,Rayga tanpa disadari asline menangis dalam diam.
Air mata keputusasaan jatuh kala hati tak sanggup menanggung beban lagi.
"Railova Theodore D'Wiguna"
Senyum antusias asline terbit entah mengapa saat sebuah nama jatuh dalam alunan suara serak bergetar suaminya.
Ditengah rasa kantuk yang menyerang,asline tak menyadari bahwa tangis pedih Rayga jatuh dalam semarak kerlip fire work dilangit malam.
"Putri kecil Daddy...selamat jalan sayang,suatu saat kita semua pasti akan berkumpul kembali.Tuhan jagalah putriku selalu disisimu..."
...TBC...
Vote,like juga komentar sebanyak mungkin ya...
__ADS_1