Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Another side of palace


__ADS_3

...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...


...Vote,like dan komen...


...🍃...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🍃...


...



...


Cerah langit kota ditemani dengan hiruk pikuk dan asap kendaraan,menjadi pemandangan seorang wanita baya yang terlihat duduk ditemani secangkir kopi didalam sebuah cofee shop.


Wanita yang duduk dibagian sisi kanan kafe tanpa seorangpun pengunjung lain selain dirinya.


Kringgg...


Lonceng bel pertanda ada seorang lagi pengunjung berbunyi.


Pria tampan dengan mantel hitam dan rambut pirang masuk dengan wajah tanpa ekspresi.


Wanita baya itu tersenyum melihat orang yang sedari dirinya tunggu akhirnya tiba.


"To the point saja!" Pria itu berdiri tepat didepan meja sang wanita baya,enggan duduk bahkan melihat kearah wanita itu.


Tatapannya lurus tanpa ekspresi yang berarti.


"Brixton...apa begini cara kamu memperlakukan mama? mama tau...kami semua sudah salah! tapi bagaimana mungkin kamu tinggalkan semua begitu saja?! Tahta sebagai putra mahkota bukan untuk kamu permainkan...pulang ya...mama mohon! soal syarat pernikahan kamu dengan putri clan Wiguna itu bisa kita bicarakan lagi baik-baik...tahta raja lebih berarti dari harus kekeh bersama gadis itu! masih banyak gadis dari keluarga bangsawan lain yang bisa mama dan ayahmu usahakan sebagai pendampingmu! Brixton jangan egois!" Wanita itu berucap dengan senyum seakan tak ada masalah berarti yang terjadi.


Catherina bangkit,berusaha meraih telapak tangan putra tirinya itu dengan senyum dalam.


Plak....!!


Catherina tercengang.


Telapak tangannya baru saja ditepis kasar?!.


"Sudah cukup? apa masih ada yang ingin anda sampaikan?" Brixton berucap sembari meraih sebuah sapu tangan dan mengelap telapak tangan seakan baru saja menyentuh sesuatu yang naj*s!.


Jika saja....


Jika saja semua kasih sayang Catherina selama ini berasal dari lubuk hati wanita itu, Brixton tak akan sampai hati bahkan hanya untuk sekedar meninggikan nada suaranya!.


Tapi apa yang di dapatkan Simon dalam penyelidikannya sungguh membuat kasih sayang yang tersisa seketika hancur,lebur menjadi seperti kepingan kaca yang tak mungkin lagi dibuat utuh kembali.


Brixton menarik kursi,duduk dengan arogansi dan segera seorang pelayan datang menanyakan pesanan.


Catherina duduk dengan canggung,wanita yang berstatus sebagai ratu itu meremat telapak tangannya gusar.


Brixton selesai menyebutkan pesanannya,pelayan pergi dan pria itu melihat 6 orang pria yang ia kenali sebagi ajudan sang ratu duduk tak jauh dari kursi mereka.


Tuk...tuk...tuk.....


Ketukan pada meja terdengar oleh jemari kokoh sang mantan putra mahkota.


"Tahta raja?" Brixton terkekeh dengan nada menghina.


"Seharusnya....jika tahta raja itu memang kau ikhlaskan untukku... seorang putra mahkota akan mendapatkan gelar raja sementara saat dia berusia 20 tahun! tapi apa? kau dan seluruh dewan perwakilan kiri tak pernah menyinggung soal peraturan itu disetiap rapat parleman istana! dan setiap yang mulia raja mengingat soal ini...kau akan selalu mencari hal lain untuk mengalihkan pandangannya! kau tau? selama ini kufikir mengapa kau selalu kekeh ingin Bryan selalu tinggal disisiku? Kau..dan keluarga busukmu itu tengah mempersiapkan dia sebagai pengganti dengan dalih membantu putra mahkota! kalian fikir aku bodoh?" Brixton berucap sembari tersenyum jenaka.


Kopi yang ia pesan tak lama datang,dibawah tatapan shock Catherina, Brixton menyesap kopinya dengan santai.


"Bi..bicara apa kamu Brixton?! mama tidak pernah berfikir seperti itu! bagaimana bisa kamu melupakan semua kasih sayang mama selama ini hanya karena masalah sepele?!"


Catherina gemetar oleh perasaan cemas dan shock.


Brixton mengangguk acuh,meletakkan cangkir kopinya dan melirik para ajudan yang terlihat cukup tercengang mendengar pembicaraan tuan mereka.


"Dan soal gadis bangsawan lain? memang banyak..tapi sayang sekali..hanya archana yang aku mau dan hanya dia yang sebanding dengan sifatku! dan satu lagi...jangan anda mengira saya tidak tau apa yang anda pikirkan selama ini... dipermukaan anda begitu mendukung saat yang mulia raja setuju atas perasaan saya dengan putri clan Wiguna..tapi dibelakang itu..kau begitu menolak! karena apa? Wiguna adalah keluarga besar yang kuasanya menyamai royal famili! kau tak ingin aku kembali menuntut balas atas kematian ibuku bukan? Ratu Beloza...! jangan khawatir..aku tak perduli akan tahta raja atau seisinya! tapi perlu kau ingat satu hal!"


Brixton bangkit,meletakkan selembar uang dibawah cangkir kopinya.


"Siapapun yang menggantikan raja Brizian...jika dia tak mampu membawa kebijakan bersama pemerintahan demi kepentingan rakyat Inggris...maka aku bersumpah! " Menatap wajah pias Catherina,dirinya tau Bryan dan Briana duduk tak jauh,berbaur bersama para pengunjung lain disisi lain kafe.

__ADS_1


"Pertama aku akan menyapu bersih raja itu beserta para pengikutnya! lalu..jika aku tak menjadi raja apa masalahnya? aku yang akan menunjuk raja baru untuk menjadi bonekaku! jangan berteriak bahwa ini sebuah pemberontakan! akulah pewaris sah dari ratu pertama! dan akan menjadi hak diriku untuk menerima atau melepas tahta...ingat ini Ratu Catherina...nikmati saja hidupmu yang nyaman saat ini..jangan mengusik hidup orang lain atau kau akan kehilangan segalanya!" Brixton memakai kaca mata hitam-nya dan berlalu keluar tanpa perduli ekspresi tenang Catherina yang sudah hancur.


Wajah wanita baya yang selalu tampil menawan dan anggun khas seorang ratu itu pecah!.


Wajahnya memerah dengan urat biru yang menonjol disekitar leher dan pelipisnya!.


"Sialan! bagaimana dia bisa menebak semua isi fikiranku! aku sudah berperan menjadi ibu...istri dan sahabat yang baik selama 20 tahun lebih didepan Brizian dan seluruh dunia! bagaimana anak sialan itu menyadarinya?! kapan? kapan dia menyadari semua sandiwara ini?!"


Catherina melirik para ajudan yang menatapnya dengan tatapan tak percaya,rasa hormat dimata mereka terasa berkurang drastis.


rahangnya mengeras dengan gigi yang bergemeratuk tajam.


"Bagaimana ini Bryan? kau sudah tak perlu memasang topeng sebagai pangeran yang ceroboh dan kekanakan lagi?! semua sudah terbongkar dan kakak kita yang tersayang itu sudah tak mungkin lagi di bodohi seperti dulu.." Briana,putri bungsu kerajaan Inggris itu berucap sarkas.


Meniup kuku jarinya dengan senyum remeh.


Bryan menatap saudarinya dengan wajah tanpa ekspresi.


Pangeran yang terkenal ceroboh,kekanakan dan bebas itu sudah lenyap!.


Kini hanya ada pangeran yang penuh ambisi dan picik!.


"Bagus juga... lagipula aku sudah lelah bermain sandiwara yang ibu minta! bukankah bagus dia pergi sendiri? Dengan begitu aku tak perlu repot keluar uang banyak untuk menyewa assassin!" Bryan bangkit dengan wajah jenaka,Briana terkekeh sinis dan bangkit setelah melihat ibu mereka pergi.


"Dengar ana...kau hanya perlu menjadi putri manis seperti biasanya...jangan berfikir akan tahta sebagai ratu! sayangi hidupmu atau aku tak akan peduli meski kau adikku! saat aku menjadi raja bukankah kau akan hidup nyaman? jadi...jadi saja pengikut yang baik dan jangan bertingkah!"


Deggg...


Bryan melangkah pergi setelah selesai berbisik pada adiknya .


Briana berdiri,bibirnya gemetar oleh rasa marah.


.........


Brixton tersenyum samar melihat gadis manis yang sibuk membuat lingkaran pada kaca jendela mobilnya.


Melirik sebuah toko ice cream disisi lain cofee shop.


Langkah kaki itu berbalik menuju toko ice cream.


"Ih.... kak Rixton lama! katanya cepat?! mami pasti sudah mengomel dibutik ini! Tau begini Cha ikut saja masuk tad-"


Klik....


"Eh?" Dumelan itu terhenti saat sesuatu yang terasa dingin menyentuh pipinya.


"Cerewet...." Brixton berucap geli,archana mendengus kesal dan begitu melihat apa yang dibawa oleh calon suaminya itu.


Manik itu berbinar cerah.


"Wah ice cream!!! mau...Cha mau...pasti buat Cha kan? sini..sini!!" Brixton dengan jahil mengangkat cup berisi ice cream bertoping potongan orea dan stik coklat itu tinggi.


Bibir mungil itu seketika bergetar dengan tatapan berkaca-kaca.


"Oh...i..ia sudah....maaf Cha tadi kira itu buat cha?" Archana menunduk sedih.


Brixton terkekeh samar.


Cuphhhh!!


"EH?" archana melotot saat satu sendok ice cream menyapu bibirnya diikuti bibir lain yang meraup noda ice cream itu dengan gemas.


"KAK RIXTON MESUM!!"


BHAHAHAHA.....!!


Archana memekik dengan wajah merona hebat disusul tawa lepas Brixton yang puas mengerjai calon istrinya itu.


Bersidekap dada dengan wajah tertoleh kesamping enggan menatap pria tampan yang masih sibuk dengan tawanya.


"Haha..ya sudah maaf..maaf...ini ice cream buat kekasih manisku..ambillah...kalau tidak aku yang mak-"


"Karena kak Rixton memaksa ya sudah sini Cha dengan terpaksa akan makan! " Brixton menggeleng gemas,sudut bibirnya berkedut menahan tawa atas ucapan gadis manisnya yang sudah dengan berani memotong ucapnya dan menyambar ice cream ditangannya dengan wajah pura-pura marah dan terpaksa!.


Lucu sekali!...


"Nah..sekarang mari lanjutkan rencana!" Ucap Brixton sembari mulai menghidupkan mesin mobilnya,memasang sabuk pengaman untuk gadis ceroboh disampingnya dan melaju menuju butik Samantha untuk proses terakhir pemantapan busana pengantin mereka.


Tentu saja,disana sudah menunggu pasangan Arsera,Xasanya juga para ibu dan saudari ipar perempuan archana.


.........


Prankkkk!!!


ARRKHHHHHH!!!


Catherina jatuh terduduk,menatap kamar seseorang yang telah hancur oleh pecahan kaca dan barang yang berserak.


"Berani sekali anak itu mengancamku?!!"


Catherina tertawa terbahak-bahak menatap kamar mendiang ratu Beloza.


Kamar yang telah lama terlupakan namun tetap terawat hanya saja,tidak ada keluarga kerajaan yang pernah memasuki kamar itu lagi sejak sang pemilik tiada.


Disinilah Catherina melampiaskan segala kemarahannya ,sejak masih muda dulu!.


"Dengar aku Beloza! putramu..anak itu tidak tau bersyukur! harusnya dia bersujud kepadaku karena menyelamatkan hidupnya dari ambisi ayahku! tapi dia justru mengancamku? hahaha...jangan salahkan aku jika dia tak lama akan menyusulmu!"


Catherina tertawa rendah,menarik nafas dan menatap penampilan berantakan dirinya dari cermin .

__ADS_1


Setelah merapikan diri,wanita itu keluar seakan tak pernah terjadi apa-apa!.


.........


Disaat para wanita sibuk mengurus persiapan pernikahan.


Para pria Wiguna tengah berurusan dengan sekelompok orang yang sudah lama mengintai tanah Wiguna meski tak bisa memasuki bebas.


"Well...."


Bugh!!!...


Sebuah tongkat besi dihantamkan kearah punggung seorang pria yang masih memakai masker hitam menutupi separuh wajahnya.


Raino dengan senyum jenaka mengayunkan besi itu hingga seketika seteguk darah menyembur dan merembes dari mulut yang masih tertutup masker.


Rayga duduk dengan manik tajam serta wajah dingin tanpa riak.


Bersama sang ayah,keduanya duduk tenang bak menonton sebuah film yang berisi kekerasan.


Ngggg....!!!


Trak........Trak..


AKHHHHH!!!!!


Disisi lain,jeritan kesakitan pecah saat sebuah gergaji mesin memotong sepasang kaki penyusup lainya.


Tiga orang penyusup itu menegang,melihat keadaan kawan mereka.


Hentakan besi yang berputar cepat dan daging beserta tulang yang bertubrukan!.


Darah terciprat kemana-mana!.


"Huekkkk...hoi Ryu! bisakah bermain lebih bersih? berantakan sekali darahnya mengenai sepatuku!!" Maxim memaki,ryu mencibir masa bodoh.


Pria Jepang itu begitu marah saat tau ada yang berani memata-matai putri kecil kesayangan keluarganya!.


"Jika kau mau protes..katakan pada big bro! dia yang memberi perintah.." Diego berucap sembari menjejerkan delapan botol kecil berisi racun!.


Dokter gila ini sudah mulai tak sabar memainkan tikus percobaan racun barunya!.


"Katakan..siapa yang berada dibelakang kalian?!" Raider menendang tubuh penyusup yang terlihat paling ketakutan diantara ketiga temannya yang lain.


Meringkuk dengan wajah lebam dan darah yang terus keluar dari hidung juga mulutnya!.


Rayga berdiri....


Menarik sebuah rantai besi.


Trank!!!!..


Rantai itu mengikat leher ketua dari para penyusup itu.


Pria dengan luka sayat pada pipi kiri.


"1....." Menghitung dengan wajah tanpa ekspresi.


Rantai besi mulai naik.


"Kesempatanmu dari seberapa cepat rantai ini membelit lehermu! cepat bicara!!"


Para inti meringis horor.


Rantai itu bukan hanya terbuat dari besi yang berat,namun dikelilingi kawat berdiri!.


Seberapa sakit itu?! tentu saja akan sulit menjelaskan dengan kata-kata!.


"AKHHHHH..Kahkkk..." Rayga tersenyum miring.


Melihat pria itu begitu kesakitan bak ikan yang ditarik paksa dari dalam air.


Trashhhhh


Srakhhh....


Kepala itu akhirnya putus!


Menggelinding jatuh terpisah dari tubuhnya.


Rayga menatap kepala yang jatuh dibawah kakinya,Lidahnya berputar didalam rongga mulut menikmati bau darah yang menguar dan tubuh tak bernyawa itu.


Siapa suruh pria itu begitu lama ber-reaksi? gerakan bibir kalah cepat dari kecepatan katrol rantai!.


Jika mati,siapa yang salah?.


Grrrrrr...


Tak lama...


Sekumpulan serigala muda besar datang,menyambar bak hewan buas kelaparan.


Tubuh terkoyak dengan daging dan darah tercecer!.


"Ughh.. sampai sekarang aku merasa mual setiap melihat adegan berdarah ini! terlalu berantakan dan kotor!!" Maxim duduk dengan kepala pening,Gion menggeleng dan menepuk punggung saudaranya itu geli.


Inilah yang terjadi jika para musuh masuk kedalam kandang para psikopat!.


"AKU MENGAKU!!!"

__ADS_1


.....TBC.....


__ADS_2