
Hai jumpa lagi....
.........
Seketika semua seakan mematung,apa yang coba orang-orang ini lakukan? apa mereka tak mengetahui siapa dan bagaimana sebenarnya sosok pemimpin mereka sang Zeus ? hingga dengan begitu berani menerobos kerajaan bisnis tiran muda itu?.
Apakah mereka telah menelan jantung harimau? betapa berani dan tak takut mati!.
Alarik melirik seketika lobby dengan kaca mata yang menyembunyikan niat membunuhnya.
Huft.....
Helaan lega terlepas samar setelah mengetahui belum ada bayangan sang big bos turun!.
Tidak bisa alarik bayangkan bagaimana monster Titan itu akan bertindak jika melihat kerajaan bisnisnya diterobos tanpa izinnya?!.
Mutilasi?..
Terkoyak oleh para predator?..
Atau yang paling rendah.
Terseret oleh mobil sport yang melaju kencang dalam keadaan sadar!.
Membayangkan saja sudah membuat alarik meringis ngilu.
Alarik,sang mata dewa itu berjalan mendekat dengan senyum ramah namun tidak dengan matanya yang menyorot tajam.
Pukh...
Satu telapak tangannya mendarat di bahu seorang pria yang berusia sepantaran dengannya.
Pria yang terlihat sebagai kepala dari para petugas kepolisian internasional.
"Kau tau sedang mencoba mengusik siapa? mencari masalah dengan siapa? kau perlu mengacak seluruh kota London ini bahkan hanya sekedar untuk mencari kesalahan terkecil dari pemimpin kami...apa kau sudah bosan hidup hingga membawa nyawa orang-orang ini ketepi jurang?..."
Suara alarik yang rendah terdengar dikesunyian lobby yang mencekam.
Plak......
Pria itu menepis tanpa sungkan tangan alarik dengan kasar.
Senyum sinis terpatri diwajah arogan itu.
"Rupanya kau melupakanku alarik? aku bahkan tak takut menentang Rayganta itu sejak masa primary school dulu!" Pria dengan rambut coklat itu berucap sarkas.
Kilatan dingin berkembang dimanik malas alarik.
Yah...
Pria ini....
Anak bodoh yang dulu selalu berusaha menyamai Rayganta kecil!...
Saat primary school!..
Tapi tetap saja,nomor dua akan tetap menjadi nomor dua!.
"Well.....Hans Vinsenso kau masih hidup rupanya? bagaimana kedua orang tuamu? apa mereka sehat?" Alarik berucap dengan penuh arti,senyum miring diwajahnya sukses membuat kepalan tangan Hans mengerat hingga setetes darah meluncur turun hingga menapak lantai.
"Tidak perlu berbasa-basi kami bertugas untuk menahan dan membawa CEO kalian itu ke pengadilan tinggi internasional atas segala perbuatannya jahatnya...!!!" Desis Hans dengan senyum rendah.
"Kau....." Alarik mengeram rendah,jika tak mengingat mata archana adiknya masih mengawasi disana,alarik tak sungkan membunuh pria tak tau diri itu dengan baik hati!.
"Selain itu...kami sudah meminta pengawas perekonomian negara ini untuk mengaudit perusahaan kalian ini...lihat saja bagaimana nanti aku akan menyeret anak pembunuh itu kedasar jurang!" Hans berbisik remeh ditelinga alarik yang meliriknya dingin.
"Kau tau bagaimana aku hidup setelah saudara iblismu itu menghabisi keluargaku dulu?! anak kecil berusia 10 tahun yang membabat habis keluarga Vinsenso! keluargaku...aku disini untuk membalas semuanya!" Hans kembali berucap dengan manik berkilat benci.
Alarik menyerigai bengis,menepuk bahu Hans kembali dengan tenang.
"Maka teruslah berusaha...kau tau Piramida kekuasaan kami? sebelum pada Rayga...kau harus melewati aku dulu bukan? selain ahli ITE aku juga adalah kepala hukum disini..." Balas alarik dengan senyum miring.
Kedua pria itu memandang sengit.
"APA YANG KALIAN TUNGGU?! KITA DISINI ATAS PERINTAH PENGADILAN TINGGI! CEPAT NAIK DAN BAWA SEGALA DOKUMEN UNTUK DIAUDIT!!" Hans meraung sembari menatap alarik dengan kemarahan.
Hingga....
Tingg....
Suara lift yang berdentang keras memecah keheningan berbahaya itu.
Taphhh...
Taphhh...
Suara langkah kaki terdengar rendah membawa hawa dingin yang tidak biasa!.
"Apa aku mengizinkanmu berbuat sesuka di perusahaanku? sudah bosan hidup?..."
Deggg...
Semua menoleh kebelakang dengan cepat,sosok tampan dengan tempramen setenang air mengalir dan tatapan dingin menusuk berjalan dengan senyum rendah yang membawa hawa dingin menakutkan!.
"Rayganta Alzeus Theodore Wiguna........" Desis Hans begitu melihat sosok yang telah dirinya tunggu selama 15 tahun lebih untuk balas dendam!.
"Tahan dia!!!" Ucap Hans lantang,dia akan membuat pria sombong itu merasa malu didepan semua bawahannya!.
Dia akan membuat sebuah borgol melingkar dikedua tangan yang telah berlumur darah itu sejak usia dini!.
Rayganta mengangkat wajah tampannya yang seketika menguarkan aura gelap menakutkan,bak menatap iblis yang merangkak dari lembah kematian!.
__ADS_1
Para petugas kepolisian internasional maupun FBI yang bertugas mengigil hebat!.
Aura pria ini begitu menakutkan dengan hanya melihat kedua bola matanya saja!.
"APA YANG KALIAN TUNGGU?! KITA DILINDUNGI HUKUM...DIA ADALAH PENJAHAT DAN KITA SEBAGAI PENEGAK AKAN MENGHUKUM PENJAHAT INI.. CEPAT TAHAN DIA!!!" Hans meraung menatap para rekannya dengan sengit.
HAHAHAHAH.....
Deggg...
Seketika semua orang seakan tercekik,hanya dengan suara tawa rendah yang terdengar begitu mengerikan bahkan tanpa tindakan!.
"Jika kau sudah bosan menjalani hidupmu? mengapa harus menyeret begitu banyak orang untuk ikut mati bersamamu ? Hans.....tidaklah kau ingat bagaimana keluargamu dulu binasa?" Rayganta terkekeh rendah,tawanya bak lonceng awal bertanda bahaya.
Alarik menggeleng lemah.
Sudah terlambat untuk para manusia bodoh itu mundur!..
"Bersikaplah kondusif tuan CEO Z'industies yang terhormat! jika anda tidak bersalah maka kami akan melepaskan anda pada akhirnya nanti..tapi jika ada bersalah...maka aku tidak bisa berkata apapun selain membuatmu membayar mahal...." Hans berucap dengan penuh arti, kesombongan dimatanya tidak tertutupi.
Dengan profesi juga jabatannya sekarang,belum lagi seseorang yang mendukung dari belakang? bahkan jika harus menghadapi Zeus ini sekarang,dia tak perlu merasa takut lagi bukan?.
Alarik mencibir sinis.
Sungguh manusia bodoh!.
"Hm..membayar mahal ya? " Rayga bergumam rendah,menyulurkan kedua tangannya dengan senyum rendah hati.
"Tunggu apa lagi? bukankah kalian sangat ingin menahanku? lihat..aku telah baik hati menyerahkan diri tanpa melawan....so....get your time!" Tiran berwajah tampan itu berucap tanpa kilatan emosi berlebih diwajahnya,namun alarik yang berdiri disisinya segera mundur kala bulu kuduknya berdiri seketika.
"KAKAK APA KAKAK TIDAK WARAS? BAGAIMANA KAKAK BISA BICARA AGAR MEREKA MENAHAN KAKAK DENGAN MUDAH? BAGAIMANA DENGAN KAKAK IPAR?!!!" Archara yang masih menguasai tubuh archana meraung kesal atas tindakan sang kakak,gadis itu tak memgira kakaknya akan menurut dengan mudah!.
Rayga tersenyum tipis menyadari sisi lain sang adik yang kini ia hadapi.
"Dek..kamu tau k-"
"Siapa yang ditahan?"
Hening.....
Sosok cantik dengan dress formal hitam masuk dengan tatapan langsung menuju sosok tampan yang menatapnya teduh.
Kini semua mata terarah pada pintu masuk lobby.
...( El susah cari mode manga yang bola matanya abu-abu,so...El pakai yang ini dulu )...
Deggg...
Hans menegang begitu maniknya menatap sosok wanita yang entah mengapa terasa adalah wanita paling cantik yang pernah dirinya lihat?!.
Wanita itu berjalan tenang terus ketengah dimana kerumunan terdiam mematung.
Sosok cantik itu akhirnya berhenti kala telah berdiri tepat dihadapan sosok pria beraura dingin itu.
Nyutttt...
Hans tanpa sadar melangkah mundur dengan hati seakan tercubit!.
Mengapa?!...
Mengapa pria berdarah dingin itu selalu mendapat yang terbaik?! bahkan untuk seorang wanita yang berada disisinya!.
Kebaikan apa yang telah Zeus itu lakukan hingga mendapat wanita yang begitu indah juga memikat seperti ini?!.
Tubuh Hans gemetar oleh rasa marah dan kebencian.
"Apa....siapa kau nona?" Hans bertanya dengan menatap intens wajah cantik yang entah mengapa terlihat begitu rapuh.
Manik Rayga memicing berbahaya seketika.
Asline berbalik,mengeryit dalam kala rasa ketidaknyamanan menerpa.
"Aku? Tuan muda Rayganta adalah suamiku!" Asline berucap dengan tegas.
Deggg..
Kembali keterkejutan menerpa Hans.
Pria itu mengangguk linglung.
Rayga menyerigai puas.
Lihat bukan? tidak perlu bertindak untuk membuat satu serangga lagi menjauh dari istrinya yang cantik!.
Senyum Hans terbit tak lama.
Suami,lalu mengapa? mari lihat jika borgol sudah mengikat pria tiran itu,apa yang akan terjadi pada si cantik?.
"Suami anda adalah calon tersangka kami nona...dan saya kemari akan membawanya!" Hans berucap dengan senyum tidak enak,membuat dirinya terlihat tak berdosa.
Asline terdiam,wanita cantik itu menoleh dan mendongak cepat menatap wajah tenang suaminya dengan manik bergetar.
"It's true? hubby...say..say something to me...." Asline tergugu,hatinya mencelos!.
Tidak ada selama ini yang bisa menumbangkan kekuasaan suaminya,Zeus yang terkenal sebagai raja diatas raja setelah sang hades mundur dari tahta!.
Namun sekarang mengapa?..
Rayga mengelus pipi dingin istrinya dengan senyum teduh,merasakan manik itu tenggelam dalam kesedihan.
"Asline...my amour..taukah kamu? ada beberapa hal yang ingin kusampaikan sejak kita menikah waktu itu.." Rayga berucap lembut,menarik dan memeluk tubuh rapuh itu tak perduli tempat.
Waktu seakan berhenti dan semua orang seakan lenyap kala wajah sedih istrinya menghantam batas jiwanya.
__ADS_1
Asline terdiam,namun lengannya memeluk erat tubuh suaminya dengan nanar.
Tersenyum dan rayga membawa dagunya pada pucuk rambut sang istri.
"Because of you.....Setelah bertemu denganmu
semua hal tentang diriku perlahan berubah,
untuk pertama kalinya mulai percaya.Aku bermimpi,bahkan orang seperti diriku juga dapat mencintai jadi tak ada hal yang perlu ditangisi..." Rayga berusaha membuat kesedihan sang istri lenyap.
Alarik mengerti dengan cepat,melirik para penjaga anggotanya.
Para pria muda itu berdiri membuat barikade memutus sisi menjadi dua,menahan para petugas itu hingga pemimpin mereka selesai menenangkan istrinya.
"Karena mu.....karena mu alasanku percaya kehidupan.Aku hanya mencintaimu
Dan selamanya pun aku akan mencintaimu..jadi lihat aku,tenanglah sayang..percaya padaku!" Rayga terus berusaha membuat asline tenang,mengelus punggung sempit itu sayang.
"Mengapa..mengapa kamu begitu tenang? mereka...mereka ingin menangkap dan menahan mu? apa alasanmu begitu tenang rayga....jangan buat aku takut....." Asline berucap lirih.
Terkekeh renyah,rayga mengecup kening istrinya geli.
"Alasanku? kamu tau alasan aku menjadi seperti ini!? mencintaimu.Hanya karena itu.Kamu entah ini ilusi atau kenyataan
kaulah yang ku butuhkan,kaulah sumber ketenangan dalam hidupku..aku bisa lewati apapun!" Rayga terkekeh dengan senyum lembut mengusap wajah cantik yang terlihat sembab itu.
Dibawah tatapan lahar Hans dan seorang wanita di sudut lift.
"Setelah mencintaimu tanpa penyesalan.
Aku mengerti apa itu rasa takut,rasa sakit dan kaulah alasan semua bagi hidupku asline...aku berjanji,tidak sampai besok aku akan kembali...jangan menangis hm..." Asline dengan tenang mengambil nafas,suara maskulin yang tenang itu sukses membawa rasa takutnya.
Rayga mengusap air mata yang jatuh dari mata istrinya dengan kilatan membunuh yang pekat.
"Kau..kalian akan habis ditanganku...aku bersumpah atas air mata istriku!" Batinnya bersumpah.
"Janji...? tolong kembali sebelum aku membuka mata pagi nanti..." Asline mendongak,dan kecupan mesra menjawab semuanya.
Rayga melepas pelukannya dari tubuh istrinya,membawa asline disisi archara yang terdiam horor menonton Live romance movie itu.
"Archara..kakak percaya kamu bisa menjaga diri...dan tolong bawa kakak iparmu pulang" Rayga mengusak rambut sang adik yang mengangguk mantap.
Jika saja itu adalah archana,rayga akan cemas.Namun untuk archara,gadis itu bahkan bisa menjadi lawan tanding raino dalam latih tanding!.
Jadi,kecemasan adalah hal sia-sia.
"Kakak tenang saja...urus saja para manusia sampah itu!" Tunjuk archara menatap para pria yang dipimpin Hans sengit.
"Tentu..." Jawab Rayga santai.
Melirik alarik yang telah mengangguk tegas.
"Cepat pulang...." Asline berucap lirih kala rayga telah berbalik membelah barikade anggotanya menuju Hans.
"Saat aku melangkah pergi dari gedung ini dibawah keinginan kalian..maka ingat ini! jangan harap hidup damai setelahnya...!"
Rayga berlalu tanpa perduli petugas yang berniat memborgol tanganya.
Para petugas itu saling melirik dengan ngeri.
Tapi dibawah tekanan Hans,mereka hanya bisa melakukan tugas dibawah ancaman.
Dan tak lama,begitu sosok pemimpin Z'industies itu keluar dan menapaki batas pintu.
Puluhan blitz kamera menerjang wajahnya yang dingin tanpa emosi.
Tidak ada borgol yang berhasil merantai kebebasannya.
Para petugas itu terlalu segan ditambah oleh rasa takut dari aura menindas dari sang Zeus.
Tidak apa selama pria tiran itu bersedia ikut tanpa melawan!.
"Mr Alzeus..apakah benar perusahaan anda telah melakukan ekspor ilegal terhadap senjata api?"
"Tuan muda Wiguna tolong konfirmasi atas tuduhan yang menimpa perusahaan anda!"
"Mr Alzeus bagaimana tanggapan anda menghadapi kasus yang kini mejerat?!"
"Mr Alzeus tolong beri sedikit komentar!"
Rentetan pertanyaan antusias dari para reporter dari berbagai stasiun televisi terdengar nyaring,dibawah mata dinginya.
Rayganta menyerigai dalam.
Mengarahkan wajahnya lurus menatap puluhan kamera yang tengah menyorot.
"Kalian tau bagaimana reputasi diriku? jika seseorang berani bermain-main sampah denganku....lihat saja begitu masalah ini selesai aku......" Rayga menatap dingin kearah lensa kamera yang tengah menyorot dirinya,siaran langsung seketika meledak oleh rasa takut yang begitu berbahaya.
"Aku akan membakar hingga menjadikan mereka abu.. tunggu saja..."Rayga berucap dengan senyum jenaka,wajah tampannya begitu indah namun membawa kehebohan yang menakutkan!.
Disisi lain...
Pria yang menatap layar televisi besar Dihadapannya itu terdiam,menggenggam erat gelas kaca berisi wine hingga pecah dan menggores darah!.
"It's a war...for you and me!"
Pria itu berucap rendah sembari menatap sosok cantik asline yang terlihat rapuh menatap pria yang kini menjadi sorotan satu Eropa!.
"Mine...."
...🍂...
...TBC...
__ADS_1
See you again....