
...Vote,like dan komentar ya 🌹...
...♣️.....♣️...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...♣️......♣️...
PLAKKKK....
Wanita dengan dress merah terang itu menutup mulut tercengang,begitupun dengan tiga orang pria dewasa yang baru saja tiba.
Tamparan keras dilayangkan kepada Niel,pria itu tersentak dengan wajah tertoleh kesamping.
Begitu kuatnya tamparan yang dirinya dapatnya dan pria itu menatap nyalang kearah seorang gadis yang berdiri dengan wajah dingin menatap kembali wajah murka Niel tanpa takut.
"WANITA GILA DARI MANA INI?! BERANINYA KAU MENAMPAR KEKASIHKU?!!"Gladis begitu murka,wanita bergaun merah kekasih Niel itu berlari ingin menerjang.
Bughhhh...
"ARKHHHH......"
Menjerit begitu keras,sebuah tendangan keras melayang menghantam perutnya dan wanita bernama Gladis itu terhempas .
Horor.....
Semua mata menatap kearah gadis cantik itu dengan wajah syok.
"KA-"
"Kenapa? kau masih belum melupakan rasanya tinjuku melayang diwajahmu bukan? hahaha...oh hei teman-teman lihat pengecut ini apa yang sudah dia lakukan pada sahabat kita" Gadis berambut hitam panjang itu terkekeh sarkas.
Niel melotot hingga urat-urat dilehernya nampak menonjol,berbalik membantu Gladis berdiri dan membawa wanita se*si itu kebelakang tubuhnya.
Panas di pipinya begitu menyengat,belum lagi darah yang keluar dari sudut bibirnya.
Niel ingat siapa gadis tempramental yang baru saja menampar wajahnya.
"Laki-laki tidak tau diri dan pengecut seperti dia ini harusnya kau beri tendangan kick off raels! kenapa kau hanya menampar saja?! ck....jika aku yang tiba lebih dulu,sudah kupatahkan lehernya!" Jaiden masuk dengan wajah dingin,melirik Rubi yang menangis didekapan Aira.
Terhenyak!..
Niel menatap horor tiga orang dari sahabat Rubi yang begitu sangat ia hindari sejak masa sekolah.
Jaiden....
Si tenang berhati iblis.
Aldo....
Pria berwajah jenaka namun mampu melakukan apapun jika sudah bertekad,pembuat onar.
Dan,yang paling buruk dari kedua orang pria itu adalah.
Sosok gadis berwajah oriental,Raels.
Gadis tomboy dengan tinju besi!.
"Niel....kau masih hidup?"
Atensi Raels teralih menatap sosok pria berkacamata,dan raels ingat betul siapa mereka.
Bairon,rixi dan Cullen.
Mereka sahabat Niel dari masa sekolah hingga sekarang.
"Jadi ini kelakuan anda begitu selesai mendapat hasil dari memeras sahabat kami? begitu tak butuh kau buang?!" Aldo berujar sarkas,mendekat dengan manik menggelap.
"Apa urusan kalian hah?! kenapa memangnya?! aku tidak pernah suka dengan gadis kutu buku ini!! dia saja yang selalu menempel seperti lintah,dan saat aku sudah menemukan wanitaku sendiri,lalu mau apa kalian?! sahabat kalian ini sungguh membuatku muak!! harusnya kalian bersyukur karena aku masih mau menerima gadis introver ini,jika tidak ada diriku...selain kalian memangnya ada manusia yang bisa mendekat dengan gadis membosankan seperti dia?!!" Niel terkekeh sinis,memeluk Gladis dan menatap sosok Rubi jijik.
Duakhhh....
"AAAAAA...NIEL......!!!" Gladis menjerit kala tendangan tiba-tiba raels menghantam wajah Niel, beruntung gadis itu memakai celana jins dan bukanya dress.
__ADS_1
"BAJI*GAN SIALAN!! SIAPA YANG MENYURUHMU MENGHINA SAHABATKU?!! KUBUNUH KAU!!" Raels meraung,mendorong tubuh Gladis hingga meja kaca di ruang itu pecah seketika.
Bairon dan Rixi membelalakkan,keduanya bergegas menahan tubuh bringas raels.
Tubuh mungil raels benar-benar menyimpan kekuatan seekor banteng!.
"Cukup raels...hentikan semua...." Nafas raels yang memburu terdengar mengerikan ditelinga Niel yang telah terkapar.
Rubi melepas pelukan Aira yang jika menangis bersamanya.
Berjalan dengan langkah lemah.
"Meski kamu memukulnya hingga mati sekalipun.....apa...apa rasa sakit ini akan pergi? lihat dia..hiks...lihat apakah ada perasaan bersalah atas luka yang aku alami sekarang?katakan padaku? Aldo...jaiden...raels? apakah hatiku akan sembuh? rasa sakit ini.... penghianatan ini....hiks...yah...ini salahku..aku telah melihat segalanya sekarang... segalanya" Rubi melirih pilu,berjalan mendekat dan berdiri didepan Niel dan Gladis yang saling menopang .
Sakit......
Rasanya hidupnya semua kebahagiannya direnggut paksa.
"Rubi...."
Gadis itu mengangkat satu tangannya,menatap kearah tiga orang pria dewasa yang menatapnya dengan wajah penuh penyesalan.
"Kalian....kalian tau semua ini? kalian biarkan semua ini terjadi hiks...kalian tau bagaimana aku berjuang demi pendidikannya,ayahku dan aku bahkan ditengah guncangan bisnis keluarga kami....aku menopangnya dengan air mata dan harapanku...hiks...kalian mengenalku...kalian tau bagaimana rasa cintaku dan ketulusanku....apa kalian pernah berfikir? sesakit apa diriku dengan semua kenyataan ini?!" Rubi bertanya dengan derai air mata,tatapan nanar ia layangkan ke arah bairon,rixi juga Cullen yang nampak pucat.
"Cinta.....kau bilang cinta? apa kau tau cinta itu tidak bisa kau paksakan?! Niel itu mencintaiku dan kau tidak perlu mengungkit semua pengorbanan yang kamu lakukan sendiri! bukankah Niel tidak meminta?!" Gladis berdiri dengan tangan bersilang angkuh.
"Ini wanita sialan mau mati?! Bangsat ketemu lon*e!!" Raels benar-benar emosi sekarang,Aira menahan tubuh gadis itu bersama aldo.
Jaiden melirik Aldo yang terlihat menyeringai bengis.
Rubi tertawa samar,menghapus air matanya dengan lembut.
"Apa cinta perlu melihat dulu cintanya menderita baru turun membantu? apa cinta hanya akan berdiri bersisian saat cinta itu tumbuh berkembang dan sukses dimasa depan? cinta sejati akan berjalan bersama,dalam susah maupun senang.Aku menemani Niel dan mendukung dengan semua kemampuan yang keluargaku miliki.Tapi....jika pada akhirnya semua pengorbanan ini dianggap sampah olehnya,maka mungkin Tuhan menginginkan aku menyadari.... perjuanganku sudah cukup!" Rubi tersenyum manis,menatap wajah Niel yang berbalik menatapnya pucat.
Gadis itu berjongkok,mengelus wajah lebam Niel dengan nanar.
"Terimakasih atas semua luka ini... terimakasih atas semua punggung dinginmu untukku...dan terimakasih atas semua memori pahit yang kamu tinggalkan untuk 8 tahun perasaan ini...Niel...semoga kamu bahagia" Rubi bangkit,berjalan pergi dengan senyum simpul menatap para sahabatnya yang berdiri menahan sesak di dada.
"Ru.. Rubi..."Lirih Niel samar,entah mengapa dua tahun tidak melihat gadis itu,melihat kembali senyuman yang dulu terlihat ceria penuh cinta kita terasa begitu menyakitkan.
Prankkkk.....
Meja kecil berisi beberapa botol wine itu terbalik,jaiden pergi setelah membalik meja dengan emosi tertahan.
"Kau lihat saja Niel....mulai hari ini...karirmu dan jal*ngmu akan hancur perlahan ditangan kami!" Jaiden melirik Aldo yang ikut berbalik pergi bersama Aira yang masih terisak atas Rubi.
Kini tersisa raels yang berdiri ditengah ruangan.
Manik Gladis membola horor melihat apa yang berada di tangan gadis itu.
Botol beling wine dengan sudah hancur setengah berada di tangan gadis itu,raels memainkan botol kaca itu dengan seringai dingin.
"Kalian ingat aku bukan? aku...si pembuat onar Raels Amara? Kalian pasti tau aku tidak pergi sebelum membuat seseorang masuk rumah sakit?!" Raels menyeringai bengis.
"APA-"
PRANKKKK..
"NIEL..............KAU GILA!!" Gladis meraung ngeri begitu melihat apa yang baru saja terjadi.
Semua terjadi begitu cepat....
Botol wine itu pecah menghantam kepala Niel dalam satu kali pukul.
Darah merembes dari luka bocor dikepala.
"Raels....." pekik Bairon dan Rixi terkejut.
Raels mengepal noda darah ditangannya ,mengangkat bahu acuh dan berlalu pergi meninggalkan semua yang mematung.
"Ini gila.... Raels...gadis itu semakin mengerikan!" Rixi menatap sosok cantik yang perlahan menghilang itu dengan horor.
"Raels... sepertinya gadis itu bertambah semakin cantik sejak terakhir kita melihatnya!" Bairon menyahut dengan wajah penuh minat.
"Bodoh!! apa yang kalian lakukan?!! cepat bantu aku bawa Niel ke rumah sakit!" Cullen menyentak kedua sahabatnya itu
............♣️.............
Kesunyian.....
Putus asa......
penyesalan.....
Marah......
Rubi berjalan dengan tatapan kosong disepanjang jalan.
"HAAAAA.....HIKS.....HAAAAA.....SAKIT....INI SAKIT!!!" Rubi meraung menangis pilu,duduk berjongkok ditaman kota yang telah sepi.
Tangan putihnya memukul terus dadanya yang terasa begitu sakit,tersiksa.
Bertahun-tahun dia menunggu dengan sabar untuk cinta terbuka dan tulus dari Niel.
Tapi...
Apa yang dia dapat? pengkhianatan,rasa sakit dan air mata!.
Benar...
__ADS_1
Rubi remaja bukanlah sosok gadis yang menonjol diantara gadis-gadis remaja yang suka memoles diri untuk menjadi cantik dengan pergaulan luas dan kekasih yang sesuai kriteria mereka.
Rubi terlalu introvert,gadis pendiam yang hanya memiliki lima orang sahabat yang saling mengerti satu sama lain.
Meski dulu asline tiba-tiba menghilang,setidaknya masih ada empat sahabatnya yang lain,berdiri saling menguatkan saat keluarganya jatuh.
Niel cinta pertama nya.
Dan pria pertama yang menyakiti hatinya.
Menangis...
Hanya menangis dengan wajah tenggelam diantara lututnya.
Tak menyadari akan sosok yang berdiri didepannya dengan manik berkilat tajam.
"Hiks.....sakit....kenapa kau tega padaku?! apa salahku?!! apa dimatamu aku tak pantas? hiks...ya Tuhan...sakit...sakit sekali!!" Rubi bergumam dengan samar.
"Bangun?"
Degggg....
Rubi mengangkat wajahnya dan menatap kaget sosok pria tinggi yang berdiri menjulang menatapnya sendu.
Rubi terdiam,pria itu membawa tubuhnya lembut duduk di kursi panjang taman.
"Mau cerita?" Pria itu mengusap air matanya dengan lembut,menahan amarahnya yang berkobar.
Hanya kali ini......
"HIKS....." pecah sudah tangis Rubi,pria itu mendesah panjang membawa kepala Rubi tenggelam di dadanya.
Memeluk sosok rapuh menyedihkan itu dengan tangan terkepal kuat.
"Semua terasa kacau...semua telah hancur hiks...pada akhirnya,aku telah sadar....hiks..sampai kapanpun dia tidak akan mau memiliki aku sebagai kekasihnya!" Rubi terisak,berucap dengan nanar.
Pria itu hanya diam,diam mendengar dengan sabar semua keluh kesah sang gadis.
"Hiks...ya...benar....dia sampai kapanpun tidak akan mencintai aku...aku ingin bilang aku tak apa-apa selama bisa bersamanya,tapi aku memang bukannya tidak apa-apa! hiks...rasanya sakit sekali kau tau?" Rubi mendongak menatap wajah tampan yang kini tersenyum teduh menghapus air matanya.
Tidak menyela,tidak berkata-kata.
Hanya diam dan memberi dukungan untuk menjadi tempat Rubi bersandar.
" Karena aku...aku mencintai dirinya...kini aku sadar hiks....cinta pada diriku sendiri lebih baik dari mencintai pria yang hanya bisa memberiku luka,benar kan?" Pria itu mengangguk dan tanpa jijik mengelap ingus Rubi dengan sapu tangannya.
"Dengar aku hm? semua akan baik-baik saja,tak akan terjadi apapun pada hatimu.Percayalah,hidup akan terus berjalan menyenangkan jika kamu temukan pria yang tepat.Hidupmu akan kembali cerah dan menyenangkan" Pria itu mengusap pipi Rubi dengan lembut,meski ia tengah berusaha mati-matian agar tidak menerkam gadis manis dengan mata sembab dan hidung memerah lucu itu.
Sangat imut!.
"Dia pernah berkata....aku gadis pengacau hatinya,aku gadis pecundang yang tak bisa menyenangkan hati pria,aku merusak pandangannya! hiks....itu semua adalah hal biasa yang aku dengar saat bersama dia.Dia bilang aku hanya gadis kutu buku yang terobsesi oleh anak laki-laki populer seperti dia!!" Rubi menangis terisak,pria itu menepuk punggungnya dengan wajah penuh amarah.
"Sialan...akan KUBUNUH bedebah yang membuat gumiho manisku menangis seperti ini!!' Batin pria itu emosi.
Ryuga....
Pria itu menutup mata,rahangnya mengeras dan dendamnya berkobar.
"Sa...saat aku sekolah dulu...selain hiks..selain Asline,Raels dan Aira tidak ada yang mau berteman denganku...Aldo dan jaiden bahkan harus menjadi tameng ku jika mereka membulliku saat tidak ada raels! hiks...aku tak percaya siapapun disekelilingku.." Tangis pilu Rubi pecah mengingat masa kelam remajanya dulu.
Ryuga mendesah panjang,sakit hatinya begitu mendengar masa lalu yang dilalui Rubi..
Andai mereka bertemu lebih cepat,andai dan andai....
"Hiks...tak ada yang datang saat ulang tahunku begitu mereka tau Niel dan aku menjadi sepasang kekasih dulu....mereka hanya mendekat waktu tau aku putri keluarga Sanders,namun begitu usaha ayahku merosot...mereka menjauh! mereka...para gadis remaja itu mengejekku...Apa salahnya mencintai? apakah aku gadis yang tidak pantas untuk nya?" Rubi bertanya getir,meraih kemeja ryuga dengan cengkraman lemah.
"Tidak....bukan kamu Rubi....merekalah yang tidak pantas menjadi teman ataupun orang yang kamu cintai! cintai dirimu sendiri Rubi,cintai pria yang juga mencintaimu,bukan pria atau orang-orang yang membuang perasaanmu layaknya sampah tidak berguna! jangan menangis...kamu kuat bukan gadis lemah" Ryuga tersenyum teduh.
"Rubi......." Ryuga mengernyit,menundukkan wajah dan mengangkat wajah cantik Rubi kala gadis itu tak bersuara lagi,meski terdengar samar isakan.
"Astaga... bagaimana gumiho manis ini bisa tertidur begitu saja didekapan pria asing?! ceroboh!" Ryuga tersenyum geli,menyingkirkan anak rambut yang menghiasi wajah cantik itu .
"Kamu cantik Rubi... cantik dengan apa adanya dirimu...jadilah diri sendiri tanpa perduli pandangan orang lain...ada aku...aku yang bisa melihat jauh keindahan yang tersembunyi dari balik sikap tertutupmu ini...tak perlu berubah untuk menyenangkan orang lain,karena cinta sejati itu melihat pasangannya dari hati,bukan dari fisik" Ryuga mengangkat perlahan tubuh Rubi ala bridal.
Beruntung dia membawa mobil dan bukannya motor kesayangannya.
Masuk perlahan memangku Rubi dikursi kemudi.
"Tetaplah seperti ini Rubi...kamu sudah sempurna dimataku...dan aku.....akan kubunuh pria itu!" Ryuga menyeringai bengis,menatap bibir ceri dengan manik menggelap.
Mendekat....
perlahan demi perlahan..
"Maafkan aku my little fox...just kiss,one sweet damn kiss!" Ryuga menutup mata,menyatukan kedua bibir mereka dengan lembut penuh perhatian.
Cuppp......
Lembut....
Melayang....
Dengan rasa manis yang tak pernah ryuga rasakan selama 25 tahun hidup ditengah puluhan wanita yang mencoba mendekat.
Menjilat bibir ranum itu dengan penuh minat,menahan kobaran api yang membakar dari pusat bawah tubuhnya.
"Kau harus menjadi milikku Rubi...akan kuhapus semua kenangan buruk ini...menjadikanmu permaisuri di istana Hara!" Ryuga menyeringai licik,dan mobilpun perlahan bergerak.
"Apa ini? bagaimana bisa tuan muda Hara bersama Rubi?....apa ini tidak akan masalah?"
__ADS_1
...♣️...
...TBC...