Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
War Darah dan harga diri


__ADS_3

Hai semua jumpa lagi dengan senyum dari Wiguna famili....


Semua gift hanya penambah latar.


...🥀...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...🥀...



.........


" Dan Tuanku berkata untuk....."


Desingan angin yang menyambut senja datang membawa hawa sengit antara kedua wanita yang terlihat membawa aura yang berbeda.


Wanita dengan bekas luka mengerikan yang menodai separuh wajahnya itu berdiri dengan iringan sekumpulan anj*ng hitam yang mengeram ganas mendekati Asline,istri dari sosok Zeus yang begitu fenomenal di seluruh ibu kota.


Asline berdiri dengan tenang setelah menyandarkan tubuh flair yang sudah jatuh sepenuhnya pada sebuah pohon.


"Apa aku perduli apa yang tuanmu katakan? kau...." Asline juga berjalan maju dengan auranya yang setenang air.


Wanita itu menatap dingin dengan bibir tertarik sinis.


Menunggu ucapan apa yang akan berlanjut dari bibir wanita yang begitu digilai secara keji oleh sang tuan.


"Anjing penurut yang sama nilainya dengan tuanmu..." Asline berujar dingin,posisi siaga telah ia pasang dengan kakinya yang berdiri kokoh serta manik awas.


"JAL*NG SIALAN KAU!!"


Wanita itu meraung dengan para an*ing yang memgonggong sengit mengepung asline.Dia,assasins nomor satu yang paling ditakuti di Rusia,mengabdi pada zergan sejak mereka masih anak-anak dan memendam rasa untuk tuannya itu.


"Kuberitahu padamu yang sebenarnya akan mati tak lama lagi di tanganku! memangnya kenapa aku harus membawamu kembali pada priaku lagi? aku akan membunuhmu dan mengambil wajahmu! bukankah itu bagus? tuan zergan akan bahagia dengan diriku meski memakai wajahmu..kami akan bahagia setelah tuanku membunuh suamimu nanti...dan aku,aku adalah Isabela tanpa marga,tapi begitu membunuhmu nanti...nama tuanku akan menyertai namaku..dan kau akan menjadi makanan anak-anak ku!!!" Yah,Isabela.


Wanita itu berucap sembari mulai mengeluarkan sebuah pedang dari balik punggungnya.


Dan tak lama, perempuan dengan ekspresi mengerikan itu melesat dengan pedang menghunus tanpa ampun.


Tranggggg....!!!


Asline memutar tubuh dan mengeluarkan dua belati berbeda.


Satu yang semula tertancap di tubuh flair dan satu lagi sesuatu yang ia ambil dari vila.



...Gift hanya peraga ya guys......


Lolongan keras memecah keheningan dan membuat sekawanan burung gagak terbang kacau.


Isabela menyeringai,wanita ini istri dari musuh terbesar tuan-nya,tidak hanya cantik juga memiliki kemampuan!.


Zrashhhh..


Asline mengeryit dalam kala sabetan tajam menyayat paha kirinya.


Dan Isabel,wanita itu meludah sengit kala asline berhasil merobek kulit perutnya dengan sepasang belati yang bekerja seirama mengincar tubuh musuhnya.


Isabela menyeringai bengis dan maju dengan kecepatan tinggi,asline melompat mundur dengan tubuh yang masih belum pulih sepenuhnya.


Duakhhh...


Asline tak menyadari bahkan sebelum dia mampu berpijak dengan benar,ujung pedang Isabela menghantam dadanya.


Uhuk.....


Brakhhhh...


Tubuh lemahnya jatuh menghempas pohon disisi flair terbaring.


Namun sebelum benar-benar jatuh,asline berhasil menopang tubuhnya dengan kedua tangan dan menedang jauh tubuh Isabela.


Nafas wanita cantik itu tersendat,jantungnya seakan terhimpit oleh perlawanan sengit kali ini.


Luka jahitan di bagian perutnya terbuka dan darah merembes keluar.


Keringat dingin mengucur deras,jika saja tidak ada anestesi yang flair berikan,asline sudah dapat pastikan dirinya akan langsung tumbang .


"Mrs Wiguna....ahh..nyonya muda asline,harusnya kau sudah melihat,kau itu bukan tandinganku dalam kondisi tubuh seperti itu! aku hanya butuh wajahmu dan kembali ke sisi tuanku sebagai dirimu,apa hakmu menolak pria sempurna seperti tuan zergan? maka dari itu aku akan mengambil hak itu,lagipula kau menolak untuk patuh bukan? jadi mati saja..." Isabela tertawa setelah meludahkan seteguk darahnya akibat serangan asline yang menusuk tulang rusuknya dengan tendangan kick off sebelumnya.


Asline menyandar pada pohon dan berusaha bangkit dengan manik berkilat dingin, sangat rumit.


...........



............


Sementara itu....


Dua kubu besar sudah saling bertemu.

__ADS_1


Zergan kini dengan wajah aslinya berdiri ponggah dengan dua puluh orang master pembunuh dari belahan dunia.


Sementara didepan Rayga berdiri kokoh empat ekor serigala besar dengan seekor harimau benggala putih yang berdiri menjadi tameng sang Zeus.


Tigress membawa empat demon bersaudara!.


"Ciuh....." Raino,pria yang sudah lama diselimuti amarah itu meludah sengit.


"Bagus sekali seorang pria hina yang mengaku rival underground brother kami sungguh segan sampai mengundang seluruh master pembunuh dari seluruh dunia hanya untuk menghadapi saudaraku?" Raino mencibir.


Dengan tangan memasang sarung tangan besi dikedua telapak tangannya,putra kedua Rion itu menatap dua puluh orang yang berdiri tenang dikedua sisi zergan dengan senyum dingin.


"Guru besar muaythai dan seorang buronan yang membunuh pemimpin besar kuil suci di China,Ruong chi!" Xain maju menatap seorang pria paruh baya yang memakai pakaian bela diri Tiongkok disisi kiri zergan.


"Master kick boxing dari Amerika,tuan Rudolf Maurits! senang bertemu anda disini.Sayangnya kita akan saling membunuh!" Setelah xain,Raider maju memperkenalkan seorang pria asing berambut pirang pucat dengan luka sayat lebar pada mata kirinya.


"Selain itu... lihatlah para ahli ini..para buronan yang menggunakan keahlian mereka dijalan yang lebih beja* dari kalian para calon kakak ipar! luar biasa tuan zergan ini ya..." Brixton menimpali jenaka.


Selain alarik,kini para inti bersama Brixton juga kedua tangan kanannya berdiri sejajar dikedua sisi Rayga yang telah berdiri dengan rompi rajut anti peluru dan juga sebuah katana dan sarung tangan besi rakitan ditangannya yang lain.


Alarik bertugas dibelakang menyusuri area pulau kecil itu dengan puluhan drone yang terbang melesat mencari ratu mereka.


"Hahaha... akhirnya kita akan lihat siapa yang harus mati dan bertahan ,bukankah benar Zeus?" Zergan tertawa rendah.


Sudahlah...


Jika tidak bisa memiliki asline maka biarkan pasangan itu mati saja!.


"Kita ada 10 orang dengan big bos,zergan sudah pasti satu lawan satu dengan Rayga.Kutanya kalian sanggup 1 lawan 2 orang? mereka bukan lawan remeh! anak buah zergan sudah fight dengan anggota kita di luar...Mundur jika takut!" Raider bertanya saat melihat Rayga sudah tak lagi mau bicara,aura bengisnya terlalu kuat dan niat membunuhnya sangat gelap!.


Para inti menggeleng dengan senyum gila haus darah,Brixton menatap para pria itu dengan tatapan dalam penuh makna.


Inilah pasukan iblis Zeus!.


"Apa salahnya? melawan ya melawan,mati ya mati!" Maxim berucap dingin,pria itu mulai merakit tombak bermata dua miliknya yang terbentuk dari satu tombak besi.


"Hm..pria itu tidak hanya membawa kabur istri saudara kita..tapi dia juga melukai adik perempuan kita! mati ya mati....takut apa?" Xain berucap sembari merakit Sniper high shoot A73 miliknya.


"Saat ini,detik ini Blood Eagle.Aku perintahkan kalian semua membakar habis seluruh Hall of death! jangan sisakan satu mayat pun !! Eagle......BURN IN FIRE!!!!!!!"Raung penuh aura iblis mengalun disertai letusan tembakan yang mulai menyulut layaknya hujan api.


Para inti bergerak cepat,berpencar dengan diikuti anggota zergan yang sudah memilih siapa yang akan menjadi lawan.



"Hai tuan Chi..kau seperti ayahku...dan aku dengan sepenuh hati akan memberimu peti mati dari kayu gaharu terbaik!" Gion berucap jenaka,pria dengan cincin besi yang menyembunyikan ribuan jarum setipis rambut itu mulai terlebih dahulu mendapat lawan.Dan sebagai pewaris Smith itu kini berhadapan dengan dua orang master.


Brugkh......


Xain sudah membanting belasan anak buah zergan,pria itu telah kalap.


"Satu luka adikku..satu goresan wanita keluargaku..satu nyawa kalian akan kucabut!" Putra Xander itu terkekeh rendah darahnya mendidih oleh kemarahan mengingat kondisi adiknya.


Archara.


Dan sisi taman pintu masuk pulau .


Rayga dan zergan saling berhadapan.


"Kita semua memang terlahir dan tumbuh dengan darah penjahat! kau keji aku akan tunjukan apa itu kekejian...kau sadis aku akan buat kau melihat apa itu sadis,kau menyakiti dua bidadariku.Maka akan kubuat kau melihat neraka.." Suara rendah Rayga terdengar bak gemuruh petir dimalam yang tenggelam dalam kegelapan.


Sebagai pewaris Hall of death,Zergan tau.Zeus ini adalah satu-satunya pemimpin kartel mafia yang seumuran dengannya juga sama sadisnya.


Dorrrrr...


Satu letusan senjata melesat.


Trankkk...


Katana tajam itu berdengung kala peluru terbelah dua dan terpental jauh.


Wushhhh...


Zergan melesat dengan membawa Sniper dengan tembakan beruntun.


Dan Rayga menyambar dengan katana miliknya.


Zrashhhh..


Sembari melawan zergan , Rayga menyambar leher siapapun yang mendekat.


Bilah tajam itu terbungkus darah yang tak berhenti menetes.



Disisi kiri,Diego menyerang bringas.


"Mati kau bodoh!!!!" Dokter racun itu menggila,seluruh tubuh yang dilapisi baja menghantam siapapun yang mendekat.


Zrashhhh..


Sebuah kepala menggelinding.


Gion mengusap wajahnya yang terciprat darah dari korban Brixton.


"Kau hebat juga..." Gio terkekeh,Brixton menggunakan pedang khusus kekaisaran untuk turun langsung .


Duakhhh...


"Hei! perhatikan dimana kau menendang!!" Disisi lain Raino meraung pada seorang pria berkulit hitam yang menendang perutnya dengan tendangan bebas aliran taekwondo.


Dorrrrr...


Raino yang sudah memakai emosi mulai meraih Baretha dan menembak telak langsung kearah kepala pria itu.


"BAJINGAN tengik!" Terdengar suara Simon dari jauh.


Pria itu terlihat tiarap didekat sebuah rumput tinggi demi merakit kembali senjatanya.


"Fine? kau berdarah idiot!!" Raung Gerry begitu melihat lengan kiri Simon.


"Sudah tau kenapa kau bertanya bedebah?!!" Raung Simon emosi sembari merobek lengan kemejanya,beruntung tubuhnya terlapisi rompi anti peluru .


Lengannya hanya tergores dan cukup membalut dengan kain untuk mencegah darah merembes banyak.

__ADS_1


"Cepat ikat lukaku,kita kehabisan waktu! Gila para Wiguna itu!!mereka monster yang membunuh dengan mata tertutup!!!!!' Simon Cowell untuk pertama kalinya,melihat pembantaian besar-besaran seperti ini.


Trangggg...


Zrashhhh..


Pedang zergan dan katana Rayga menyambar sengit.


Kulit punggung Rayga dihiasi darah segar namun pria itu tak menampilkan ekspresi apapun.


Sementara Zergan menunduk menyentuh dadanya yang sama mengerikan dengan darah dan daging yang terkoyak.


Kedua pemimpin itu begitu penuh aura iblis.


"Is.. istrimu,tidak! calon istriku tidak akan pernah kembali padamu!" Zergan terkekeh rendah,mulutnya mulai mengeluarkan darah segar.


Wushhhh..


Duakhhh..


Brakhhhh...


Tanpa kata,Rayga menyambar dengan tendangan telak dan membuat tubuh zergan menghantam sebuah gapura beton tak jauh.


"Bedebah!!!!hah....hah...akan kucabik pria China itu!" Disisi lain Maxim meraung.


Tulang rusuknya patah,dan dirinya bahkan harus membungkuk demi menahan rasa sakit .


Ahli muaythai dan seorang sniper pemburu menjadi lawannya.


Dorrrrr..



"Kau mengincar siapa bedebah!!" Maxim menembak seorang anak buah zergan yang mengendap bersiap menghujam jantungnya dengan satu shoot yang langsung menghancurkan bola mata lawannya.


Maxim menghela nafas,meraih sebuah jarum suntik yang Gion berikan pada mereka sebelum.


"Titik darah penghabisan!"


Taskkkk...


Dengan ini rasa sakit akan menghilang,dan adrenalin akan terbakar.


...........



..........


Sisi lain pulau....


"Kau tau nona Isabela...mengapa aku begitu menolak semua ini?" Asline berdiri dengan sejumlah besar luka sayatan yang berhasil merobek kulitnya.


Anestesi membuatnya mati rasa akan rasa sakit,entah sampai kapan?.


Tapi yang pasti selama ia tak merasakan sakit dirinya akan terus melawan!.


Isabela ini bukan Grizela maupun seluruh orang yang dikirim Dante selama ini untuk membunuhnya.


Wanita ini gila!...


Bahkan dengan luka lebar diperut dia masih bisa tertawa!.


Asline tau....


Ini adalah fase titik balik antara hidup dan mati!.


Isabela berdiri dengan tubuh sedikit membungkuk,baru kali ini seseorang melawan sengit dirinya.


"Dia dan aku....kami berpegangan tangan dengan cinta menempuh jalan ini.Semua hari-hari dingin yang kulalui terlupakan karena dirinya." Setetes air mata jatuh dari manik dingin perempuan cantik yang terlihat bak bunga Peony mekar yang terselimuti darah.


Isabela tercengang dengan perasaan campur aduk.


Cinta? apa itu?.


Dirinya hanya tau akan sosok zergan seumur hidup ini dan terobsesi untuk bisa berdiri sejajar,apa itu juga cinta?.


"Musim yang bergulir saat kami bertemu,perasaan seperti ini tak akan datang lagi untuk kedua kalinya,ini cinta seumur hidup Isabela..kau tak akan mengerti.Karena dia itu hangat,perasaanku selalu terselimuti hangat dirinya.Bahkan jika datang suatu hari nanti saat kata terpisah tiba,kami.Aku dan dia..kami tak akan pernah melupakan moment indah itu" Asline menatap Isabela dengan tatapan yang begitu lemah,kedua wanita itu saling menatap dalam diam.


Asline tersenyum lemah.


"Setelah menerima dia,seperti aku merasa lahir kembali,cahaya bersinar lagi, kebersamaan kami bagai bunga mekar dimana rasa malu dan mencintai menyelimuti kami...aku tak merasakan itu dari tuanmu..." Asline bangkit begitu melihat Isabela kembali tanpa ekspresi menarik pedangnya kembali.


Asline berdiri,keduanya berlari saling menyerang.



...Gift hanya peraga...


Duakhhh..


Asline memberi satu tinjuan kuat kewajah Isabel.


Srassshhhh..


Pedang Isabela berhasil menusuk pinggang asline, dengan belati asline yang menancap dibahu kanan Isabela.


Darah segar mengucur deras.


Pedang Isabela terlempar,dengan sikutan kuat yang diberikan asline dan tusukan belati yang menyentak keras pergelangan tangan Isabela yang memegang senjata tajam itu.


"Kau tak akan tau rasanya Isabela.Bersamanya seolah-olah aku tak pernah merasakan apa itu rasa sakit.Aku mencintainya....mencintainya dan akan tetap mencintainya! uhuk...aku sangat berterima kasih padanya sampai air mataku menetes! Hah....hah.... bagaimana.. bagaimana kalian berniat membuatku berpisah darinya ? bagaimana aku hidup tanpanya? Isabela..wanita seperti mu dan tuanmu itu..." Asline menangis pilu disertai serangan telak yang menusuk kedua tubuh mereka masing-masing.


Keduanya saling menyerang tanpa perduli rasa sakit yang perlahan datang.


Belati asline menancap pada perut Isabela dan semakin melebarkan luka wanita itu.


Sementara Isabela,tanpa pedang. Dirinya menghantam luka sayatan bekas yang diberikan zergan sebelumya pada asline.


Uhuk....


"Kalian monster yang tak akan Tuhan berikan makna cinta seutuhnya seumur hidup kalian!"

__ADS_1



...TBC...


__ADS_2