
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...
...Vote,like dan komen...
...🥀 Happy reading and keep spirit 🥀...
Mansion Wiguna yang biasanya lenggang dan sepi hampir 5 tahun belakangan kini terasa berbeda.
Ada suara tawa manis dan menggemaskan yang mengisi seluruh sisi mansion megah itu.
"Hahahaha...cudah Daddy...huh...z lelah cekali..." Zia kecil merebahkan tubuh kecilnya diatas karpet bulu,tak kuat lagi atas serangan gelitikan dari ayah tampan-nya itu.
Rayga tertawa renyah,mengusap keringat yang membasahi kening putih putri kecilnya.
"Masih berani nakal lagi sama Daddy? siapa coba yang tadi berani makan permen yupi sembunyi-sembunyi di bawah meja dapur? melanggar larangan Daddy? kalau sakit gigi bagaimana?" Rayga menjawil hidung mungil itu gemas.
Zia memgerjap dengan wajah penuh frustasi.
"Tapi dy...tu bukan calah z! yupi sendili yang panggil z culuh maam dia...z takut yupi na nangis kalau ndak z maam..kalena kacihan z maam dan dy dengal cendili..yupi na ndak lagi nagis!" Zia kecil menyanggah tuduhan ayahnya dengan raut wajah tegas yang jatuhnya justru membuat para ibunya tertawa.
"Mana ada yupi bisa menangis,kecil ..bilang saja, z saja yang tidak bisa menahan godaan makan permen!" Victoria menyahuti dari arah dapur.
Zia mendengus kecil,bersidekap dada sembari menggeleng atas ucapan salah satu ibunya itu .
"Mami z benal tau..yupi na bilang cendili cama z..mami caja yang ndak dengal.." Balas z dengan menatap wajah Rayga meminta dibela.
Rayga tertawa renyah,mengusap rambut lembut putrinya dengan senyum memanjakan.
"Tapi sayang...mami benar,makan permen terlalu banyak itu tidak baik..nanti sakit gigi...janji sama mommy jangan nakal lagi seperti tadi..." Asline datang sembari membawa beberapa piring buah segar yang dipotong rapi dan tertata indah diatas nampan.
"Iya mom z ndak nakal lagi..tapi ndak janji..hihihi..." ucapan samar Zia kecil terdengar jelas oleh sang ayah.
Rayga menggeleng geli ,putrinya ini sangat nakal!.
"Uwah..ada cemangka! Daddy z mau catu!" Zia kecil menyeru heboh begitu melihat semangka yang dipotong menyerupai ice cream.
Rayga tertawa gemas,meraih satu potong semangka yang piring nya baru saja dibawa oleh sang istri.
Tengah asyik menikmati buah dengan banyak kandungan air kesukaan-nya,Zia menoleh heran kala mendapati raut wajah para ayah,kakek juga nenek nya terlihat suram.
Tapi tidak dengan para ibu yang sibuk tertawa renyah.
"Napa mommy..mami cama mama tawa? Z ndak lagi stand up comedy! Oma juga..Napa gigit tangan opa lion? tlus..papi laino..papa laidel napa mata na melotot liat Daddy z?" Zia kecil menatap aneh seluruh keluarganya,lelah dengan posisinya akhirnya balita kecil itu bangun dan merangkak naik keatas pangkuan ayah kandungnya.
__ADS_1
Tentu saja dengan mulut kecil yang masih sibuk mengunyah daging buah.
Pipi itu kini basah oleh noda air dari buah semangka.
Rayga tersenyum semakin dalam menatap remeh kedua saudaranya,juga kedua pasangan baya Rion juga Kayra.
"Z....dari kemarin z sama Daddy terus..sama papi tidak!....." Raino merengek dengan wajah dramatis.
"Sama opa juga...z tidak mau main sama opa? " Rion ikut bergabung,memasang wajah yang sedih.
Kayra mendengus.
"Siapa yang memilih tidur dari menunggu boneka mami? sekarang masih berani merengek? mau mati?" Kayra berucap sinis pada suami juga putranya.
Raider sudah menghela nafas panjang duluan,menyesali perbuatannya.
Victoria bahkan sibuk dengan segala macam boneka lucu yang ia beli demi membujuk Zia kecil agar mau bermain dengan dirinya, sayang sekali.Sogokan yang ia lancarkan gagal.
Zia lebih memilih berada dalam dekapan ayahnya yang posesif!.
"Maaf pi laino..kata daddy...papi tu malas mandi,jadi Zia ndak boleh dulu main dengan papi cebelum papi mandi dulu yang belcih!" Zia kecil menatap Raino dengan polosnya.
Rayga sendiri sibuk mengusap wajah belepotan penuh noda sari buah di wajah manis itu.
Raino tercengang,menatap Rayga tak percaya.
"Big bro...apa tidak ada alasan yang lebih elit dan estetik begitu?! masa mandi kau jadikan alasan ?!!"
Raino berucap jengkel.
Matanya menghunus tajam penuh permusuhan,Rayga mengangkat bahu acuh dan dengan senyum provokasi mengecup pipi tembem putrinya.
"Terus apa alasan z tidak main sama opa?" Kini Rion ikut berucap panik.
Alasan Rayga pada Raino saja sudah akward begitu,lalu bagaimana dengan dirinya?!.
Zia kecil mengerjap,menghela nafas bak orang dewasa yang memiliki banyak beban.
Sontak para ibu kembali dibuat tertawa ditengah kesibukan mereka membuat camilan di dapur khusus yang berada dekat ruang santai keluarga.
"Opa..kata daddy..pinggang opa bica patah kalau gendong tlus main cama z..z ndak mau opa nanti halus pakai kulsi loda karena patah tulang...maaf opa lion...Z cayang opa mata na z ndak mau opa cakit" Zia kecil berucap dengan wajah sesal.
Rion merasa rahangnya hampir saja jatuh!.
Apa-apaan?!.
Bahkan mengangkat Kayra naik turun tangga saja dirinya mampu,apa lagi hanya menggendong balita kecil yang bahkan beratnya seperti mengangkat sejumlah kapas!.
Bisa dikatakan,Zia meski montok.Balita kecil itu sangat ringan untuk seukuran balita berusia 5 tahun.
__ADS_1
"Opa jangan cedih...Z pasti nanti temani opa nonton belita atau ndak opa cama z bica main catul tapi opa halus mengalah cupaya z menang!" Rion tertawa terbahak-bahak pada akhirnya mendengar tawaran sang cucu kesayangannya.
Sore itu,dihabiskan dengan bercengkrama ria.
Menghabiskan waktu sembari menikmati cemilan dan teh sore bersama putri kecil mereka ditengah suasana hangat dan menyenangkan.
.........
Sementara itu...
"Stttt...kau yakin akan lakukan ini archer? ini mengerikan!!!" Disisi lain,rexion berucap horor dikala melihat sosok archer yang sibuk diatas sebuah helikopter mengendurkan baut pada baling-baling dua dari tiga buah helikopter.
Helikopter yang menjadi akses keluar masuk pulau pelatihan.
Anak laki-laki tampan dengan wajah begitu dingin tanpa ekspresi itu melirik sosok rexion dengan kilatan bengis dimatanya.
Rexion mundur ngeri.
Dibelakang Rex sendiri,para pewaris inti be berdiri dengan keringat dingin mendongak melihat aksi adik mereka!.
Yah,adik.Tapi mengapa rasanya begitu menakutkan?!.
Harga diri sebagai kakak hilang entah kemana jika dihadapkan dengan bola mata hitam nan kelam itu!.
"Jika takut mundur.." Suara terkesan dingin nan tak mengandung emosi itu terdengar memecah kesuraman.
"Arc...ini bukan hal remeh! jarak dari sini ke London itu ribuan mil...meski kita mampu..ingat satu hal,kita masih anak-anak!" Altair berucap dengan senyum jenaka namun terkesan menekan.
Yah,diantara semua.
Hanya altair yang sedikit mampu mengimbangi aura archer yang terlalu dingin tak tersentuh.
Archer menyeringai dingin.
"Benar...tapi siapa yang berkata aku akan menerbangkan helikopter ini sendiri?"
Hening.....
Arez tertawa terbahak-bahak,kembaran tak seiras archer itu nampak riang dengan wajah piciknya.
"Hahahaha..main...main kita akan pergi main!"
Danzuar memukul kepala arezian jengkel.
Disaat genting begini masih sibuk berfikir tentang mainan?!.
Memang tidak waras!.
...TBC...
__ADS_1