Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
In memoriam


__ADS_3

...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...


...Vote,like dan komen...


...🍃...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🍃...



Langit menghitam,bukan hujan namun angin dingin yang datang bersama kesedihan.


Para pria clan Wiguna, Arkansas bersama para saudaranya dan para putra mereka.


Para wanita tak kuasa menahan tangis,air mata bak air bah yang tumpah membanjiri seluruh kota.


Arkansas turun,bersama Rion juga Rayga dan raider.


Keempat-nya turun dari jet pribadi sembari mengangkat sebuah peti mati berwarna putih bersih dengan Raino, Arshenio,Diego juga Brixton turun mengangkat sebuah peti mati yang lain,berwarna putih gading.


Delapan pria Wiguna itu menapaki landasan jet belakang Mansion utama Wiguna.


Wajah-wajah tanpa ekspresi namun manik yang terlihat memerah serta lingkar hitam di area mata mereka,sudah cukup menggambarkan betapa kesedihan dibalik ketegaran para pria itu.


Para keluarga kerabat.Luksius, Wishnutama, Lumiro, Smith, Alfa, Hara,Stevano dan semua tetua dari keluarga taipan kaya di seluruh London berkumpul di tanah lapang dimana peti mati Rafendra dan Anggi diturunkan.


Menunduk dengan air mata kenangan akan bagaimana kuatnya dulu pria yang dijuluki Lucifer akhirnya kalah oleh waktu.


"HUAAAA..KAKEK BUYUT... NENEK BUYUT.... JANGAN TIDUR.. BANGUN! JANGAN TINGGALKAN REXION KAKEK...NENEK....HIKS...." Rexion menangis keras,berusaha berlari menerjang peti yang dibawa kakek serta para ayahnya,namun Gara memeluk anak lelaki itu kuat.


Pria dewasa itu menatap dengan getir,air mata jatuh tanpa kata.


"Hiks... nenek buyut jangan tidur...nanti tidak ada yang akan melindungi kami dari kakek Arkan dan Daddy rayga hiks..kakek buyut ayo bangun rain janji akan patuh dan tidak mencuri koleksi pistol kakek lagi.. huuuuuuu..tolong bangun..." Raindres menangis di gedongan Willie,paman Asline itu menunduk dalam sembari menepuk punggung kecil itu nanar.


"Hiks....kakek buyut nenek buyut...adik perempuan belum lahir kenapa kalian pergi? hiks..apa kami terlalu nakal?" Danzuar meratap,menangis pilu sembari memeluk tubuh ibunya,deliana mengigit bibir bawahnya getir.


"HUUUUUUU...GYO MAU KAKEK BUYUT...TIDAK MAU PAPA...LEPASKAN GYO BIAR GYO TEMANI KAKEK DAN NENEK BUYUT! LEPASKAN!!" Putra Gion itu meraung,memukul bahu ayahnya kalap .


Gion menutup mata,menangis dalam diam dadanya sakit melihat sosok nenek yang sudah seperti ibu yang selalu memberikan pelukan hangat padanya disaat dirinya butuh sandaran.


"Hiks..bunda..kenapa kakek dan nenek tidur didalam peti? apa mereka tidak sesak? ayah tolong bangunkan mereka..Shura janji tidak akan berebut kue lagi dengan kak Archa..tolong bangunkan kakek dan nenek shura...." Tristan menunduk getir, sementara sakura sudah memeluk tubuh anak semata wayangnya itu dengan tangis pilu.Ibu dan anak itu saling memeluk,shura menangis memeluk tubuh ibunya dengan tatapan nanar.


Anak laki-laki yang kini menjelma menjadi remaja tampan itu menangis,sakit rasanya melihat wanita tua yang selama ini membuatkan kue untuknya dengan senyum kasih sayang akhirnya pergi, sementara pria tua yang dulunya selalu menyebutnya lemah seperti anak perempuan itu akhirnya pergi juga meninggalkan dirinya.


Pria tua yang diam-diam selalu menyimpan sekotak brownies coklat untuknya didepan pintu saat dahulu,shura dan archana akan berebut kue dan shura kecil akhirnya menangis.


Rafendra,meski menistakan namun diam-diam pada malam hari akan selalu membawa sekotak brownies dan meletakkan benda itu di atas nakas kamarnya atau didepan pintunya.


Seorang kakek yang terlihat keras diluar namun begitu penuh kasih di dalam.


Tangis dan jeritan pilu terus terdengar dari para cicit Wiguna, sementara para menantu Rafendra harus dipapah karena terlalu banyak menangis dan akhirnya jatuh tak sadarkan diri.


"MOMMY... DADDY...! HIKS...." kayra menjerit,wanita baya itu berusaha berlari namun tubuhnya dipeluk erat oleh Jihan sementara Archana dan arabela sudah jatuh tak sadarkan diri sejak pertama jet pribadi itu mengudara menjemput pulang jenazah dua malaikat clan ini.


Asline berdiri dengan tangis teredam sembari mengusap perutnya.


Dua sosok yang begitu penyayang,dua sosok yang ia lihat untuk terakhir kali tersenyum teduh saat memasuki jet untuk terbang ke Swiss,kini hanya menjadi kenangan.


Anggi yang mengecup keningnya di pertemuan terkahir mereka,dan datang kedalam mimpinya untuk memberi tiga buah jeruk yang begitu besar.


Mengapa? rasanya sesakit ini?!.


Asline melihat sosok suaminya,Rayga berjalan dengan tubuh gemetar samar disamping sang ayah, Arkansas.


Keduanya memimpin menurunkan peti mati Rafendra.


Sosok Anggi telah berbaring untuk selamanya,dan sang suami.Rafendra dengan setia ikut menemani tertidur untuk selamanya.


Cinta sejati mereka adalah dua contoh nyata bagi para keturunanya.


Hanya tangis mengiringi disertai doa.


Sang ibu penuh cinta dan kasih sayang itu telah berpulang.


Sang ayah,pria tua yang penuh didikan keras namun begitu mencintai anak-anak memberi pelukan dan usapan hangat saat anak-anak lelakinya terpuruk.


Kini pria itu memilih pergi,pergi menemani sang istri tidur untuk selamanya.


..........


Gemuruh petir,dinginnya angin dan hujan yang perlahan jatuh tak membuat tiga sosok wanita berbeda generasi itu beranjak dari dua undukan tanah yang baru saja menjadi tempat peristirahatan terakhir kedua sosok malaikat mereka.


...Anggita Veleria Hermawan Wiguna...


...Lahir : 20 September 1xxx...


...Wafat : 1 November 2xxx...


...RIP...


...Rafendra Adyaksa Wiguna...

__ADS_1


...Lahir : 15 Januari 1xxx...


...Wafat : 1 November 2xxx...


Manik Arabela,archana juga kayra terlihat bengkak nan sembab.


Arabela memeluk nisan ibunya,bibirnya bergetar hebat sembari mata menatap nisan ayahnya.


Dadanya terasa begitu sesak,rasa sakit hingga seluruh dunianya terasa hancur.


Menangis bahkan tak sanggup lagi,hanya air mata tanpa suara.


Rion sudah mengangkat tubuh istirnya yang akhirnya down.


Dan arabela jatuh sesudahnya.


Dexter menunduk hormat sebelum membawa tubuh istrinya kembali.


Seluruh London berduka.


Hujan deras turun sepanjang hari.


Arkansas berjongkok,mengelus rambut putrinya yang menatap kosong dua gundukan tanah makam itu.


"Daddy.. dulu nenek selalu menemani Cha mandi saat Daddy tidak ada..nenek menguncir rambut Cha dan selalu berdebat dengan kakek saat kakek memaksa Cha untuk makan sayur....Daddy...mengapa sakit sekali...nenek dan kakeklah yang merawat Cha saat mommy tiada..Daddy bekerja dan kakak semua pergi menuntut ilmu... apakah sekarang kakek Rafen dan nenek valy sudah ketemu mommy? " Senyum getir itu menyayat hati Arkansas.


"Sayang...manusia suatu saat nanti pasti akan pulang...pulang kerumah abadi yang sebenarnya...mommy...kakek..dan nenek....kita semua pasti akan pulang sayang... hanya saja waktu kita tak sama...berdoa dan kenanglah mereka yang pergi dahulu...yang kuasa pasti akan menyatukan kita di masanya nanti" Arkansas berucap sembari tersenyum hangat,mengusap air mata putrinya juga ketiga anak-anaknya.


Anak-anaknya yang kini menjadikan dirinya sandaran.


Akhirnya,setelah doa singkat para pelayat kembali.


Namun,para Wiguna famili.


Mereka semua berkumpul di mansion utama.


Duduk bersama di ruang keluarga dengan sebagian duduk beralas karpet beludru.


"Tuan Arkansas...." Dyazel datang dengan wajah tua yang menyendu.


Pria tua itu didampingi Imanuel juga Yansen membawa dua kotak sedang satu di tangan masing-masing.


"Katakan paman..." Arkansas berucap dengan senyum samar.


Dyazel menatap keturunan tuan dan nyonya besarnya satu persatu.


"Nyonya besar meninggalkan ini untuk para tuan muda serta cucu dan menantunya.Surat-surat ini tolong dibaca,ada nama disetiap lembar untuk siapa.Dan...ada sebuah vidio pendek yang nyonya besar minta untuk diputar setelah proses pemakaman selesai" Dyazel menyerahkan sebuah flashdisk disusul Imanuel yang menyerahkan kotak ditangannya pada kayra dan Yansen yang menyerahkan bagiannya pada Rayga.


Kayra dengan tangan gemetar membuka kotak perhiasan cukup besar yang diserahkan Imanuel padanya.


"I..ini?" air matanya kembali luruh begitu deras .


Ada sebuah surat didalamnya.


...Untuk semua menantu mommy tersayang.....


...Rukun-rukun ya..jagalah suami juga anak-anak kalian,jadilah ibu dan istri yang sabar ....


...Didiklah cicit mommy dengan kesabaran dan kasih sayang.....


...Menantu-menantu mommy....terima kasih karena tetap menjadi pribadi yang baik yang bisa mengimbangi sifat para putra mommy.....


...Arabela...


...Kayra...


...Amber...


...Jessy...


...Daisy...


...Angel...


...Starla...


...Freya...


...Sakura...


...Dan yang kini bersama mommy...Liora....


...Kalung-kalung ini mommy desain sendiri,terima kasih dan selamat tinggal....


...



...


Kayra mengusap kotak perhiasan berisi belasan kalung ukiran tangan itu nanar.


Hanya ada tiga tipe,dan semua terbuat dari batu diamond biru.Dibuat khusus untuk dirinya dan para saudarinya.


Rayga membuka surat ditangannya.


...Untuk cucu-cucu nenek tolong berikan hadiah nenek nanti untuk para cicit nenek....


...Tetap kuat ya sayangnya nenek......


...Jagalah istri juga anak-anak kalian nanti....


...Terima kasih untuk tetap menjaga hati untuk tetap setia pada prinsip kakek kalian....


...Rayganta...


...Raider...


...Raino...


...Arshenio...


...Archana...


...Diego...

__ADS_1


...Gion...


...Alarik...


...Acella...


...Ryuga...


...Shura...


...Cristian...


...Xain...


...Maxim...


...Nenek meninggalkan pin berbentuk kepala serigala untuk masing-masing dari cicit nenek ,jadilah seperti serigala....


...Kompak dan selalu melindungi kawanannya....


...Selamat tinggal cucu nenek...nenek mencintai kalian....



Rayga menatap pin yang jumlahnya setara banyak putra-putranya,ada nama mereka dibalik setiap pin.Bahkan untuk bayi yang masih didalam kandungan.


Tangis shura pecah kembali di pelukan Xain yang tak mampu berucap.


Rion,pria baya itu membuka kotak ditangan setelah rayga membaca surat ditangannya.


...Untuk para putra mommy...


...Mommy tidak akan banyak berpesan...


...Terima kasih sayang......


...Terima kasih karena telah hadir menjadi anak-anak mommy...


...Jika tuhan berkehendak,maukah kalian tetap terlahir di keluarga ini? menjadi putra-putra kebanggan mommy lagi?...


...Mommy hanya bisa meninggalkan kalian pin bros hasil tangan mommy sendiri...


...Tolong tetap kuat dan jagalah cucu juga cicit mommy disisa hidup ini...


...Salam sayang dan cinta...ibu kalian....


Manik Rion memerah,membuka pin bros peninggalan terakhir ibunya.



( Bagian Arkansas,Rion,Dexter juga Xander )



...( Bagian Marsel, Ryu,Gabriel )...



...( Bagian Tristan, James juga Axel )...


Dan terakhir kotak berulir pin Bros emas.


Ini untuk Rayga dan para saudaranya.






Rayga menatap pin pewaris Wiguna ditangannya.


Dan melirik asline,istirnya yang tengah melempar senyum teduh penuh kasih.


"Dear..ini bagianmu..dan ada satu kalung untuk anak kita jika dia terlahir perempuan..ambillah" Ucap rayga tegar.


Asline meraih kotak beludru merah tertulis namanya.



...Tears of the ocean...


Atau air mata samudra.


Itu adalah berlian langka yang didapat Anggi dari hasil lelang amal,dan Asline tak menyangka akan ditempa untuk menjadi sebuah kalung! dan itu untuk dirinya!.


Selain itu,ada satu lagi kotak beludru.



Freya yang duduk disamping asline menutup mulutnya penuh kesedihan.


"Ini..ini adalah permata summer heart! Line..putrimu akan menjadi permata keluarga ini..jagalah baik-baik sayang..." Freya mengusap air matanya sembari memakai langsung kalung bagianya.


Jadi nenek mereka telah mempersiapkan semua dengan seadil-adilnya.


Menyesuaikan dengan selera masing-masing anak keturunannya dan semua merasa tenggelam dalam suka dan duka.


"Dad...Vidio terakhir kakek dan nenek..apa mau di putar sekarang?" Raino berucap getir.


Sungguh tak sanggup rasanya,namun melihat wajah seluruh keluarganya.


Entah kapan waktu akan kembali membuat mereka berkumpul kembali.


Semua generasi Rafendra hanya kini tersisa Lingga dan Bimo!.


Dan kedua pria tua itu bahkan kini duduk dikursi roda memandang kosong sembari mengenang masa lalu.


" Raino..kakek merasa lelah...kalian bisa meneruskan dan biarkan kakek beristirahat" Lingga berucap nanar,bersama Bimo keduanya dipapah masuk ke kamar oleh cucu mereka.


Ryuga juga Gabriel.


Hati tenggelam hanya memori yang terkenang hingga suatu masa akan jumpa.

__ADS_1



.....TBC.....


__ADS_2