
...Vote,like dan komentar ya ❣️...
.......☕........
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
.......☕........
Sore itu,terlihat salju yang turun cukup lebat.
Raider keluar dari gedung perusahaan WJC dengan wajah muram.
Pria tampan itu menaikan lengan jasnya dan menatap waktu yang kini telah menunjukkan pukul 6 sore.
"Sialan kau Rayga!! pergi dari siang bahkan kau tinggalkan aku dengan segunung pekerjaanmu!! lihat bagaimana aku memiliki waktu untuk para pasienku!! sialan!! " Maki Raider yang kini bersiap memasuki mobilnya hingga.
" Mr Raider!!" Suara panggilan keras cukup mengganggu pendengarannya terdengar.
Sialan! kali ini apa lagi?.
Raider berhenti dan menoleh untuk melihat sosok wanita dewasa berkulit eksotis dengan stelan formal ketat menuju kearahnya dengan langkah setengah berlari.
Senyum palsu Raider terbit kala mengetahui siapa yang kini berani menghampiri dirinya.
Si primadona kantor!!
Wanita itu membungkuk dengan nafas memburu,entah ia sengaja atau tidak hingga belahan dadanya tersingkap didepan mata seorang pembunuh berantainya Blood Eagle!.
Raider berdecak kesal,namun tak lama senyum teduh ramahnya terbit.Menunggu,dirinya menunggu mau apa kiranya wanita ini datang menghampirinya.
Jangan kira Raider tak tau bahwa sebenarnya wanita ini sudah lama begitu tertarik padanya.
Tapi, Raider.
Pria putra pertama dari anak kembar pasangan Arion dan Kayra ini sudah begitu bosan melihat wanita cantik tanpa otak yang entah malu-malu atau secara terang-terangan mendekati dirinya.
Sesungguhnya ini adalah sebuah pertunjukan hiburan dimata sang killer.
"Tu..tunggu Mr Raider,bo.. bolehkah saya bertanya?" Wanita itu dengan malu-malu menggenggam lengan Raider dengan senyum manja.
"Siapakah anda nona? apakah kau salah satu karyawan perusahaan ini?" Raider pura-pura bertanya dengan senyum yang terlihat begitu bercahaya dimata sang wanita.
"Mr Raider tidak kenal saya? sungguh?! saya wakil sekretaris utama Mr Rayga,saya Teresa!!" Wanita itu berucap bangga.mengigit bibir bawahnya menggoda dan dengan sengaja membusungkan dada berharap pria pujaannya ini akan tergoda.
Yah,satu dari 10 predikat most wanted man in London! .
Drrrtttt....
Raider hendak menjawab namun suara panggilan telpon dari saku jasnya terdengar.
"Sebentar" Raider berbalik mengangkat telepon dengan nama sang ibu tertera disana.
"Yes mi?" Raider bertanya dengan senyum tipis kala mendengar grasak-grusuk adik kecil mereka disana.
"Mami..mami minta kakak Raider bawakan Archa king burger!! Archa mau burger!!"
"Nanti sayang...mami belum bicara ini loh sama kakak kamu"
Raider mendengar dengan hikmat suara ibu dan adik kecilnya.
"Mami....Archa mau bicara sama kakak!! Archa mau itu loh mi...burger yang dekat toko bunga edelweis,iakan Shura? cepat mi Archa mau makan burger!!" terdengar Archana mencari dukungan dari sosok adik sepupunya, Shura.Putra satu-satunya dari Tristan dan Sakura.
"Aduh sayang...kemarin sudah burger,masa hari ini makan burger lagi? nanti perut kamu sakit baby!! ini lagi,Shura sayang..jangan ikuti kakak kamu ini!!"
Raider terkekeh mendengar suara frustasi sang ibu.
"No....pokoknya Archa mau burger!! PAPI.....HUAAAAA...MAMI PELIT,ARCHA TIDAK DIKASIH MAKAN HUAAAA..."
"Ia..Shura mau burger juga!! mau burger HUAAAAA!!"
"Aduh....duh...duh...ini anak cantik sama anak buntel mami jangan nangis ya sayang....bisa di amuk mami sama Daddy kamu nanti!! gila ini anak Liora,sakura! mau kasih mati aku pelan-pelan!!"
puftttt....
__ADS_1
Raider terkekeh geli mendengar suara tangisan kesal sang adik dan keputusasaan sang ibu.
Grasak-grusuk,raider mendengar dengan tenang drama manis keluarganya.
"Sini sayang sama papi Rion,mau burger HM? ya sudah ayo sama papi beli nanti,tapi satu saja jangan banyak-banyak dan setelah itu tidak ada burger dalam seminggu!!"
" Yah...papi kenapa begitu ?! Archa no like!!"
"Shura juga...Shura juga....no like!!"
"Raider....masih dengar mami?" Kayra bertanya pada sang anak yang sedari awal terhubung tak bersuara.
Raider akhirnya tersadar dari perdebatan manis keluarganya dan akhirnya kembali fokus .
"Yes mi, ada-apa?" Raider menjawab sembari meraih kantung celananya mencari kunci mobil sport miliknya.
Teresa,gadis itu mendengus saat acara pendekatannya hancur oleh telpon yang dirinya anggap tak berguna sama sekali.
"Sialan ! jika aku bisa menikahi tuan muda Raider,aku akan jauhkan keluarga tak berguna itu dari calon suamiku!!" Teresa membatin meski lelah juga dirinya tersenyum sedari awal .
"Tolong ambil pesanan dress mami dan para ibumu di Butik bunda Samantha,oh ia....jika disana nanti ada cela,suruh dia jangan sampai salah memilih model gaun rancangan Archa untuk musik ini"
Raider mengangguk tanpa menjawab.
"Kamu ini dengar mami tidak sih?!! " Kayra menyembur kesal.
"Ia mami...ia...sudah apa lagi? Raider sudah mau pulang ini" Raider menjawab sang ibu jengah.
"Ya sudah itu saja,ingat kamu bilang sama bunda Samantha dan Acella,modelnya jangan yang menye-menye banyak tingkah" Tegas Kayra dengan menyelipkan bahasa gaul orang Indonesia.
Raider mendengus,ibunya ini jiwa mudanya tidak habis-habis!.
"Ya-"
Tut.....
Raider mendengus saat layar ponselnya menghitam,ibunya ini suka seenak saja memutuskan telpon!.
"Mr Raider?" Raider kembali menoleh kebelakang,ia hampir saja melupakan sosok wanita tak penting yang mengganggu langkahnya ini.
"Ada-apa?" Raider kini terlihat tak seperti biasanya dimata Teresa.Senyum ramahnya hilang berganti wajah dingin dengan jawaban terkesan acuh.
"Ini...saya ingin menyerahkan proposal yang harus ditandatangani proyek besar Greenland" Teresa menjawab dengan senyum manis,bahkan sangat manis hingga raider ingin muntah rasanya.
"Sudah berapa lama kau bekerja disini?kau taruh dimana otakmu?" Suara dingin tanpa emosi diwajah tampan yang selalunya ramah itu membuat Teresa tersentak.
"Apa...apa maksud anda Mr Raider? mengapa anda berbicara sangat kasar pada...pada saya?" Teresa bertanya dengan wajah memerah menahan tangis.
Sial!..
Malu!!!.......
"Kau itu wakil sekretaris right? harusnya masalah tanda tangan kontrak besar kau bawa ke CEO langsung!! bukan pada wakil CEO,harusnya kau tau.... perusahaan tidak butuh vas cantik tak berotak! jadi menyingkir dari jalanku dan......." Raider menepis jarak,menatap tepat wajah memerah Teresa dengan sinis.
"Kau hanya satu dari sejuta wanita cantik yang tak berarti apapun dimataku,jadi jangan berfikir dengan dada silicon itu kau bisa menggodaku, bermimpi!!" Raider meniup wajah pias Teresa dengan dingin.
Brakhhhh....
Teresa tersadar saat suara pintu mobil tertutup keras terdengar
Bremmmmmm.......
Wanita itu menyentuh dadanya yang berdegup.
Sial!
Pesona seorang Raider Leanders Wiguna benar-benar sulit untuk di abaikan!.
"Aku tak akan menyerah untuk cinta!!" Teresa menyerigai,sudah begitu lama dirinya memimpikan bisa bersama dengan raider hingga dirinya begitu keras berusaha agar mampu bekerja di perusahaan multinasional sebesar WJC Coorporation itu,sejak bertemu di Indonesia dirinya sudah jatuh cinta dan sudah menyingkirkan begitu banyak perempuan yang mendekati pujaan hatinya itu.
Dan kini,apakah dengan ucapan kasar dan penolakan ia akan menyerah? Teresa tidak selemah itu!.
.......⚜️........
Sementara itu....
New Great Mansion Wiguna...
Seorang gadis remaja mungil nan manis berjalan mengendap-endap dengan sosok kecil anak laki-laki imut berjalan dengan tangan saling menggandeng.
"Shuuttt..Shura ingat ya jangan berisik!! nanti kalau ada yang lihat kita bisa diamuk sama mama saku dan mami Kayra! ingat jangan ribut!!" Archana memperingatkan sang adik dengan sungguh-sungguh,Shura kecil dengan pipi bakpao-nya hanya mengangguk polos.
Kedua makhluk manis beda usia dan gender itu tak menyadari mata para orang tua yang mengawasi keduanya dari layar cctv mansion.
"Kayra sayang..pergi lihat sana putri kita dan putra si setan ini!!" Rion melirik wajah mencibir Tristan yang baru saja pulang dari honeymoon laginya bersama sakura yang kini terlihat menahan tawa mendengar julukan Rion untuk suaminya itu.
Kayra mengangguk dan bersama sakura, kedua wanita cantik itu akan menangkap basah kedua bungsu mereka itu.
Disisi Archana...
"Kak...nanti kalau papi sama mami Kayra marah bagaimana? kata mami kita hanya boleh makan satu burger! jangan ya kak,kita balik ke ruang game saja yuk!!" Shura dengan manik cemas menyapu sekeliling mansion yang terasa aneh.
Sepi......
Kemana semua orang pergi?.
__ADS_1
Shura kecil yang terbiasa peka akan sekitar menjadi cemas, Mansion terasa horor.
"Shuuttt...Shura adik kakak yang paling tampan!! satu burger mana cukup buat perut kakak imutmu ini,kita pergi diam-diam terus kembali sebelum Daddy dan kakak kembar pulang!! hab-"
"Archa? Shura? mau kemana hem? kalian cosplay mau jadi maling ya?" Ucapan Archana terputus oleh suara main-main nan jenaka sang ibu rubah.
Kayra Romanov!.
"Mengendap-endap lagi!" Kini suara jenaka sakura yang menimpali.
"hehehe...mami Kayra..mama saku!! " Archana terkekeh malu diikuti Shura yang sudah menggaruk kepalanya malu.
Kedua wanita paruh baya cantik itu mendekat.
Kayra mencubit gemas pipi bulat Shura dan mengacak rambut panjang Archana gemas, dan sakura yang akhirnya menggenggam telapak tangan putranya menuju sofa ruang keluarga.
"sini duduk dulu sama mama!!" Sakura mengkode Archa untuk ikut duduk seperti putranya.
" mau kemana sih anak-anak mama ini?" Sakura bertanya geli melihat aksi saling kode Archana dan Shura.
"Ini lagi Shura,saos burger sampai belepotan dipipi tidak sadar hm? mau buat apa sih mengendap begitu?" Kayra memberi tisu basah pada sakura yang dengan telaten membersihkan wajah imut putranya.
"Mau pergi beli burger lagi lah mami!! shura sama kak Archa mau beli burger lagi,tinggal tunggu kurir burger datang terus ambil di pos depan!!" Dengan polos Shura menjawab dengan wajah melongo Archana atas mulut lemas adiknya itu.
"Ihhh..kenapa Shura kasih tau sama mami coba?!! lihat..mama sama mami jadi tau rencana kita!! burger kakak bagaimana sekarang?!! kamu ini!!" Bisik Archana tajam dibalas dengan mata membola Shura yang seketika menutup mulutnya dengan kedua tangan kecilnya.
"maaf kak!! shura lupa!!" Shura balik membisikan kakak cantiknya itu.
Sungguh kayra dan sakura hampir saja tak bisa menahan tawa.
Bisik apa? suara keduanya bahkan cukup besar hingga mampu tertangkap kamera perekam.
"Hayoo...mau burger lagi?" Kayra menggoda kedua anak manisnya yang sudah panik itu jahil.
Archana melambaikan tangannya panik.
"No..mami!! shura bohong mana ada burger!! " Sanggah Archana ribut.
Shura terpaksa mengangguk demi kakaknya tidak marah nanti.
Bisa repot kalau sampai kakak partner kriminalnya ini merajuk,bahaya!.
Tidak ada teman untuk mencuri desert,tidak ada teman menjahili para kakak laki-laki mereka dan tidak ada teman untuk memeras para ayah!.
Oh big no!!.....
"Ya sudah,sekarang naik kamar dan tunggu Daddy serta kakak kembar kalian pulang,kita makan malam! oh ia Archa...apa kakakmu Rayga tidak akan mampir makan malam?" Kayra bertanya kala sakura sudah bangkit membawa tubuh putranya untuk membersihkan diri.
Yah,malam ini Tristan dan Sakura datang menginap sebelum pulang ke vila mereka sendiri.
Archana mengangkat bahu tak tahu,Kayra menghela nafas berat.
Sulit sekali membuat kedua putra Liora itu untuk tinggal lama di Mansion.
Beruntung Arkansas tidak kesepian kala masih ada Archana dan Arion yang memutuskan tinggal mengisi kekosongan mansion besar Wiguna itu.
"Sayang...dengar mami!! bukanya mami tidak bolehkan kalian makan burger,tapi itu junk food sayang...makan itu keseringan tidak baik untuk kesehatan, maka dari itu mami hanya mengizinkan kalian semua anak-anak mami makan makanan seperti itu tidak lebih dari dua kali seminggu! sayang.... kesehatan itu penting,dan sehat dijaga dari pola makan.Archa ingat saat Shura datang bersama papa Tristan dan mama Sakura,bukankah Archa dan Shura sudah makan burger,kentang goreng,dan ayam KFC bersama kakak kembar kalian begitu banyak malam itu? baru kemarin loh sayang...masa Archana mau makan lagi? sudah papi Rion belikan burger dan sekarang Archa mau makan lagi? sayang kasihan perut kamu nanti sakit!" Kayra menjelaskan dengan sabar sembari mengelus rambut panjang putri saudari sekaligus sahabatnya itu dengan perasaan campur aduk.
Liora.....
Andai dirinya masih ada? mungkin Kayra tak akan begitu hancur demi menutupi sosok ibu dihati ketiga anak yang Liora titipkan.
Yah,Kayra kini menjadi ibu dari lima orang anak sekaligus.Anak-anak yang mulai bertumbuh dewasa dengan luka masa lalu dihati mereka masing-masing.
Tes......
Archana menunduk dengan tetesan air mata yang jatuh tak bisa dibendung.
"Ter... terimakasih mami sudah begitu perhatian pada Archa dan kakak-kakak Archana,maaf sudah buat mami susah dengan semua kenakalan Archa " Gadis itu berucap lirih.
Kayra memeluk tubuh bergetar Archana dengan sayang,mengusap punggung sempit putri kecil keluarganya.
"No sayang...kamu dan semua anak-anak mami tidak ada yang merepotkan apalagi menyusahkan,kalian adalah permata di hati mami dan semua orang tua kalian" Kayra tersenyum lembut kala sosok raider dan raino kedua putranya berdiri tersenyum tipis melihat interaksi dirinya dan Archana,adik kecil mereka.
meski beda orang tua,namun kasih sayang akan tetap sama.
"Archa....."
Suara Arkansas memecah suasana melow keduanya.
"DADDY!!! BURGER ARCHA MANA?!" Gadis manis itu mengusap air matanya cepat dan menengadahkan tangan dengan manik mengerjap lucu.
Kayra menepuk jidatnya jengkel.
Baru saja dikasih tau!!..
Masuk telinga kanan keluar telinga kiri!!..
Sabar...Sabar...
Raider dan Raino terkekeh sementara Arkansas hanya bisa menghela nafas tak mampu menolak tangisan memohon putri kecilnya yang ingin burger.
Dasar maniak burger!.
.......⚜️.......
...TBC...
__ADS_1