
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...
...Vote,like dan komen...
...🍃 Happy reading and keep health 🍃...
Setelah Victoria membawa keluar bayi-bayinya.
Kini asline memiliki waktu untuk mempersiapkan diri.
Asline memasuki kamar mandi.
Setelah tiga puluh menit membersihkan diri.
Ibu muda itu segera melangkah menuju walk in closed dengan tubuh masih berbalut bathrupe.
Segera,diatas meja ditengah ruang berisi segala pakaian dirinya dan sang suami.
Tiga buah kotak besar berwarna hitam dengan nama besar channel disana.
Rayga mengirimkannya pagi tadi,dan morio sendiri yang menjadi perantara disaat suaminya begitu sibuk demi membabat habis pekerjaan hingga seminggu kedepannya.
Senyum tak berdaya asline segera terbit dengan indahnya.
"Hubby....." Gumamnya bahagia.
Kotak indah pertama berisi set perhiasan berlian murni .
Dan sebuah memo kecil didalamnya.
...Dear.....
...Aku hanya memberi set kalung dan anting didalamnya,tidak ada cincin atau gelang....
...Cukup cincin pernikahan kita sebagai penghias jemari indahmu...
...Pakailah hadiah dariku,istriku akan terlihat semakin cantik dengan ini...
...Salam sayang...
...Your husband...
Senyum merona itu terbit dengan indahnya.
Sungguh betapa romantis dan manisnya Zeus itu dalam mencintainya.
Siapa yang akan menyangka,dibalik image yang terkenal dingin tak berperasaan itu.
Rayga adalah suami yang baik, penyayang dan ayah yang sabar!.
Kotak kedua berisi sepasang sepatu putih transparan.
...Dear.....
...Jadilah Cinderella-ku lagi...
...Bukan sepatu kaca,hanya sepatu dari jaring rajut sutra yang akan membuatmu nyaman....
Asline tertawa malu.
Kotak ketiga.
Set gaun pesta,manik indah itu berkaca-kaca.
Tanpa berkata sekalipun, Rayga tau apa yang istrinya sukai.
"Terima kasih hubby...aku akan pakai..." Asline meraih dress dari kotak hitam itu.
...........
Mobil Alphard hitam itu berhenti tepat didepan mansion utama Wiguna.
"Selamat datang tuan muda Rayga...." Sapa Imanuel diikuti tundukan kepala sederet penjaga yang menjaga pintu masuk dan para maid.
Rayga menatap Imanuel lamat,butler pengganti Dyazel itu mulai berfikir.
Jika tuan mudanya sudah menatap lamat begini,sudah pasti ada suatu pertanyaan yang harus ia jawab tanpa menunggu soalan dipertanyakan dulu.
Memang merepotkan memiliki bos yang sudah irit bicara,terlalu kaku juga acuh.
"Tuan muda ingin bertanya kemana semua orang?" Imanuel bertanya dengan ragu-ragu.
Rayga menatap wajah kikuk Imanuel sembari berjalan menuju ruang tamu.
"Ah..hahaha..semua orang sudah berangkat tuan muda..hanya tersisa nyonya muda Asline, sementara para tuan muda kecil dan triplet sudah dibawa oleh tuan besar Arkansas.." Jelas Imanuel cepat.
Rayga mendengus dingin.
Ayahnya itu tak bisa sehari saja tidak memonopoli anak-anaknya?!.
Sungguh niatnya ingin pergi membawa istri dan tiga buah hatinya harus gagal oleh ulah sang ayah.
Tapi,tidak apa masih ada istrinya yang pengertian menunggunya pulang!.
"Dimana istriku?" rayga bertanya saat pria dominan itu duduk dengan tenang di sofa single ruang tamu.
"Nyonya di-"
Ting......
Takh...Takh...Takh...
Segera bunyi lift yang terbuka,dan ketukan hils pada lantai marmer mengalihkan atensi kedua pria itu.
Rayga berbalik dan seketika senyum linlung terbit diwajah yang biasanya terkesan acuh dan dingin.
Asline berjalan dengan senyum malu.
Dibawah tatapan panas suaminya dan wajah kagum para penjaga serta maid
Gaun indah dengan desain warna galaksi bertabur berlian bak bintang yang menghiasi malam.
"Anda sangat mengagumkan nyonya muda! siapa yang menyangka dengan tubuh sebagus ini anda telah melahirkan tiga orang bayi?! " Imanuel berdecak kagum.
Rayga mendekat dan menarik pinggang istrinya dan merematnya puas.
"Aku cantik?" asline berbisik kala kepala pria tampan yang berstatus suaminya itu menunduk mengecup pipinya.
"No...." Balas Rayga dengan senyum jenaka.
Asline merenggut,lelah setelah berfikir bagaimana mendandani dirinya agar terlihat sempurna dimata suaminya,pria itu justru berkata tidak?!.
Rayga melirik para pekerja yang dengan sigap menyingkir dari majikan mereka.
__ADS_1
Puas atas kesadaran diri para pekerja.
Rayga meraih wajah masam istrinya.
"Cantik tidak cukup untuk gambaran dirimu kini....dear.. kamu...Sangat cantik menawan juga iblis penggoda!"
Cuphhhh
Asline yang sudah merona padam seketika membola kala bibir hangat itu menyambar bibirnya dengan luma*an penuh g*irah!.
"Mphhhh..nghhhh... Ray....!!" Rayga yang merasa istrinya kehabisan oksigen segera melepas cumb*an-nya tak rela.
Plakkk....!
Asline mendelik dan menampar dada bidang dihadapannya itu sengit.
"Lipstiknya rusak!!! dasar kamu ya setan cab*l!!!" Raung asline jengkel.
Rayga terkekeh melihat liptrik sang istri memang sudah rusak oleh ulahnya.
"Siapa suruh kamu terlalu menawan? aku tak kuat iman karena itu..jadi jangan salahkan aku!" Rayga berucap sembari meraih sebuah tisue basah diatas meja.
Yah,semenjak mansion utama ini memiliki anak-anak lagi.
Tisue basah sekali tersedia di segala ruangan yang ada.
Mengusap noda lipstik yang nampak melebar kemana-mana disekitar mulut istrinya.
Asline melirik jam, menarik tangan besar itu menuju mobil Alphard hitam yang akan digunakan membawa mereka menuju pesta pernikahan.
"Tidak rapikan dulu?" rayga bertanya kikuk pada wanita cantik yang sudah melempar tatapan tajam padanya sejak keluar mansion.
"Siapa yang salah?! kamu! sudahlah aku rapikan saja di mobil kalau naik lagi tidak akan sempat kita itu sudah telat hampir sejam dari waktu acara!" Omelan Asline disambut elusan dada sabar dari pria berjulukan Zeus itu .
Mobil melaju cepat kearah hotel Mariot.
Morio terkekeh kecil melihat wajah pasrah si diktator itu.
Jarang-jarang bisa melihat si tiran ini dijajah!.
.........
Setelah acara pemberkatan sederhana pagi tadi,malam kini menjadi acara penutupan pernikahan tiga generasi muda Wiguna.
Manik para tamu dimanjakan begitu memasuki ballroom dengan atap terhias lampu gantung bak hujan salju di musim dingin.
"Ini dia yang ditunggu-tunggu! lama sekali kalian ini...untung triplet tidak rewel!" Kayra berseru kala melihat kedatangan putra sulung keluarga nya.
"Belum keluar mi?" Asline bertanya kala melihat panggung para mempelai masih kosong.
"Belum..saudarimu yang lain sedang bersama Sera,Cha dan Saniya...ketiga gadis itu gugup! hahaha kau tau bahkan archa sampai menangis dan menjambak rambut shura akibat terlalu gugup menjadi mempelai hari ini! hahaha mami tidak bisa tidak tertawa mengingat kejadian tadi!" asline tertawa renyah mendengar sesi ghibah ibu mertua Rael itu.
Hingga...
"Pasangan mempelai memasuki ballroom....!"
Para tamu segera menoleh.
Pasangan pertama masuk.
Itu adalah putra tunggal clan Luksius!.
CEO Delta Times magazine !.
Xain dan istrinya,Saniya Luksius.
Dan suaminya,Brixton Kingsley.
CEO dari perusahaan biogas terbesar di Eropa .
Lalu, pasangan terakhir.
Pria gagah dengan seragam Mayor Jendral yang melekat sempurna di tubuhnya.
Arshenio dan dokter bedah termuda sepanjang sejarah medis.
Serafina adelwis sebasta.
Lagu dibawa oleh sebuah band yang divokaliskan oleh putra tunggal pemilik perusahaan baby things.
Tristar company.
Shura!.
Ya,anak laki-laki pencinta makanan manis itu kini menjelma menjadi remaja tampan yang terjun menjadi seorang penyanyi,membentuk sebuah band dan sukses diusia muda!.
Para tamu mulai memberi selamat,menikmati hidangan dan terlarut dalam hiburan.
Rayga menatap ayahnya yang menimang putrinya,Baby Z.
Pria baya itu diam dengan wajah sendu.
Rayga tau apa yang dirasakan sang ayah.
Melepas putrinya.
Untuk menikah dan hidup bersama pria yang telah meminang.
Kini beban Arkansas telah terlepas.
Anak-anaknya telah menikah dan menemukan jodoh yang terbaik.
Pria baya itu menunduk menatap wajah bayi mungil nan polos yang tersenyum padanya.
"Baby Z akan menemani kakek setelah ini..baby Z adalah mata hati kakek...semua sudah menemukan rumahnya masing-masing kakek telah menemukan rumah baru kakek dengan merawat baby Z...Zia... Angelia....terima kasih ada saat kakek merasa sepi menyapa..." Arkansas tersenyum kala bayi manis itu tertawa riang sembari menepuk rahangnya seakan menenangkan hati sang kakek.
Rayga dan Asline saling menatap,tersenyum lega kala sinar redup dimata ayah mereka perlahan mendapatkan cahayanya lagi.
Setitik sinar kecil yang suatu saat akan membesar dan menjadi seterang sinar sang surya.
.........
Sinar rembulan merambat masuk kedalam sebuah ballroom megah yang menjadi tempat tiga keturunan clan Wiguna generasi ketiga menikah.
Rayganta Alzeus,pria tampan nan gagah yang menggunakan toksedo hitam dengan garis benang emas.Dengan manik yang memghunus tajam berdiri dilantai dua ballroom dibawah cahaya rembulan yang masuk melalui kaca atap gedung.
Berdiri bak seekor serigala besar di malam yang disinari cahaya bulan,ganas dan kejam.
Memindai seluruh area tempat kedua adik juga saudaranya menikah,menjadi raja dan ratu semalam.
"Apa ada pergerakan?" Rayga berucap tanpa menoleh ,bahkan suara tapak kaki yang mendekati saja belum berhenti.
Pria yang mendekat dengan toksedo hitam bergradasi merah itu menghela nafas sabar,berhenti tepat disisi sang Zeus itu ikut menatap kelantai bawah ballroom.
Keduanya menyaksikan tamu-tamu berdansa,para istri yang berkumpul bersama ibu bercengkrama ria dengan anak-anak mereka.
Para pria terlihat santai,namun itu hanya topeng kala seluruh panca indra terpasang .
"Sampai saat ini...cctv seluruh tempat ini hingga tempat ber-radius 200 meter dari sini,belum ada apapun" Alarik berucap dengan senyum samar.
__ADS_1
Rayga berdiri kokoh,bak batu karang tak terpengaruh pasang surut gelombang.
Manik tajam itu,dari waktu ke waktu begitu dingin.
Bak jurang kelam yang akan menelan segalanya dalam kegelapan.
"Alarik..jangan terkecoh! cctv bisa dimanipulasi...kirim para srigala berpatroli..bawa tim Beta orang yang begitu keji menanam bom bunuh diri di tubuh anak buahnya...orang seperti itu bukan orang yang bisa dianggap remeh.Dari pada alat buatan manusia...dan manusia itu sendiri" Suara rendah rayga mengalun bak harpa dari tanah kematian.
Alarik merasa bulu kuduknya berdiri,bergerak perlahan menjaga jarak aman.
Aura Zeus ini benar-benar membuat orang bahkan mampu mati dalam keadaan berdiri!.
Manik tajam itu menatap pintu masuk ballroom dari lantai dua.
Terdiam sejenak lalu kembali bersuara.
"Lebih baik percaya pada insting para pemangsa....para srigala tak pernah salah dalam memindai bahaya.Kawan atau lawan..bergerak cepat!"
Alarik mengangguk dan segera berbalik turun menuju para inti berkumpul.
Para pria berparas tampan itu menoleh keatas,lantai dua tempat pemimpin mereka berdiri mengawasi.
Mengangguk dan bubar dalam langkah teratur tanpa menimbulkan kegaduhan.
Tiga mempelai pria melihat para pria itu bergerak,saudara mereka bergerak dalam ketenangan.
Arshenio melirik Brixton dan Xain.
Lalu istri mereka yang terlihat mulai kelelahan menerima sapaan selamat dari para tamu.
Pesta pernikahan mereka memang megah dan meriah.
Namun hanya segelintir orang yang menjadi tamu undangan.
Itupun hanya kerabat,rekan kerja yang memiliki basis tinggi dalam memberi keuntungan.
Mengingat belum lama ini,tuan dan nyonya besar Wiguna baru saja pergi.
Maka Arkansas sebagai tetua tak mau mengambil langkah salah dalam pernikahan para anak-anak nya.
Rayga meraih ponselnya yang berbunyi.
My dear calling...
Rayga segera menatap kearah istirnya.
Asline melambai dari lantai satu,kemudian menunjukkan kearah stroler bayi.
Rayga tersenyum samar mengetahui kode sang istri.
Disisi para wanita..
"Mi..line pulang duluan ya.. sepertinya baby Z sudah tertidur...Prince juga terlihat mulai rewel...." Asline menepuk punggung putra sulungnya.
Archer tidak menangis,bayi itu hanya terlihat menggerutu dengan suara khas bayi-nya!.
Terlihat lucu dan membuat hati para ibu tak tega dalam sekali waktu.
Sedang Arez,bayi tampan itu mulai mengemut jemari tangannya sendiri.
Rayga tiba tak lama,meraih putra keduanya dari tangan Victoria yang akhirnya melempar tatapan tak terima.
"Hei...kau ini seenaknya saja main rampas! terima kasih atau apa?! lelah tau menidurkan putra nakalmu itu..!" Victoria mendelik,rayga meraih sebuah kertas dari saku jas dalamnya.
Manik Victoria membola penuh binar.
"Cek kosong?!!!" Seru Victoria heboh.
Rayga merotasi bola matanya jengah.
"Tulis saja berapapun!" Jawab rayga acuh,memasukan putranya kedalam stroler modifikasi yang dibuat olehnya sendiri.
Stroler berukuran besar yang bisa masuk untuk tiga bayinya sekaligus.
Victoria linglung,hingga melirik kearah para saudarinya yang menatapnya frustasi.
Victoria dan uang adalah satu!.
"Nah..kalau begini kan untung..." Wanita cantik itu mencium cek kosong bertulis bank nasional Inggris itu girang.
"Dasar mata duitan kamu!" Daisy menatap menantu kayra itu geli.
"Duit? what is that mean?" Victoria bertanya setelah menyimpan cek harta karun itu dengan hati-hati.
"Duit...money you know?!" Raels berucap sembari menatap Victoria lucu.
"Ohhhh..duit is money? great..pasti itu bahasa Indonesia kan? " Victoria berucap bangga atas pengetahuannya.
Mengindahkan keadaan sekitar.
Rayga segera mendorong stoler menuju para ayahnya.
Asline mengikuti dari belakang setelah berpamitan pada para ibu juga saudarinya.
Namun...
Belum melangkah ke pintu.
Prankkkk......
"RIA!!!"
Raungan Raino juga suara kejatuhan piring demi piring segera menghentikan semua aktifitas di ruang pesta itu.
"Hiks.....nyonya muda ketiga Wiguna....saya tau saya salah tapi mengapa anda mendorong saya? ishhh......"
Seorang wanita dengan dress glamor menangis begitu menyedihkan dengan dress yang telah kotor ternoda segala tumpahan makanan yang menimpanya.
Didepan wanita yang terduduk menyedihkan itu berdiri sosok istri Raino yang menatap tanpa ekspresi dengan tanpa siapapun sadar salah satu tanganya gemetar dengan tetesan darah.
Raino berlari segera meraih tubuh istrinya yang berdiri bak batu karang ditengah terbaan gelombang yang datang terus tak berhenti.
Cibiran demi cibiran menerpa ibu dari Rexion itu.
Para tamu menatap sosok Margaretha.
Begitu menyedihkan dengan air mata mengalir dan pakaiannya sudah begitu kotor .
"Sayang kamu tidak apa-apa?!" Kayra menyeruk dari tengah tamu yang berkumpul.
Tatapannya jatuh pada dua sosok wanita yang memiliki perbedaan besar.
Manik kayra berkilat dan para menantu Wiguna segera meraih Victoria dari dekapan Raino dan menenangkan wanita itu.
Diam...
Victoria terdiam dengan manik memerah dalam,penuh lautan kesabaran yang dipaksa hingga ketitik tertinggi.
.....TBC.....
Maaf sekali ya guys..kemarin El tidak up soalnya banyak kerjaan ide dan tenaganya gak ada....
__ADS_1
Vote dan like ya..gratis!