
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...
...Vote,like dan komen...
...🍃 Happy reading and keep health 🍃...
"Apa kau tidak bosan membuat drama? jika bukan melihat silverster aku sudah akan membuat hidupmu berakhir! bangun..." Kayra meraung murka.
Wanita baya itu menunjuk ke arah Margareth geram, disampingnya berdiri amber juga Samantha.
"Mami sudah ingatkan dulu padamu No! wanita ini terlalu picik untuk kamu jadikan salah satu dari mantanmu! sekarang apa? hanya orang bodoh yang akan terhasut oleh tangis buayanya!" Amber ikut menimpali.
Samantha menunduk merasa malu,dialah yang mengizinkan Margaretha menghadiri pesta karena melihat perubahan sifat putri tirinya itu beberapa waktu belakangan.
Sedikit lebih baik dan tenang.
Namun siapa yang menyangka? hari ini wanita itu kembali bermain dengan sifat buruknya! Samantha menyesali perbuatannya.
"Cukup nyonya! Bukanya anda mendisiplinkan menantu kalian?! justru menghardik teman saya? kami hanya datang untuk menyapa..tapi siapa yang mengira menantu anda begitu impulsif? dia mendorong Margaret dan begitu menghina kami hanya karena status putri tiri pada Margaretha dan saya yang hanya saudari tak dianggap Saniya....tolong jangan terlalu memandang rendah kami..." Wanita lain disisi Margaretha berucap nanar.
Mata para tamu memandang tak percaya.
Seperti inikah wajah asli para nyonya dan menantu Wiguna?! memandang rendah orang lain hanya karena suami mereka adalah taipan kaya Inggris?!.
Plakkk!!!.
Bisikan ricuh seketika hening .
Mempelai wanita,salah satu dari mempelai wanita itu turun dan menampar wajah wanita yang tengah membantu Margaretha itu dengan begitu keras.
Suaranya bahkan menggema di seluruh aula.
Wajah cantik gadis bergaun pengantin merah itu begitu dingin.
"Saudari tak dianggap? beraninya kau bicara omong kosong!!! " Saniya mendesis murka.
Ternyata disini salah satu putri pria yang merusak hidup ibunya? pantas saja saat dirinya datang membatai satu keluarga itu,gadis ini tak ada.
Disini rupanya dia berani berdiri.
"Saniya! aku tau ayahku begitu melukai ibumu dan dirimu.. tapi ayah sudah tiada karena seseorang membunuhnya beserta seluruh keluargaku! tidak bisakah kamu menerimaku sebagai saudarimu? aku dan nenek sendirian saling menjaga jika kamu bersama kami setidaknya kita punya satu sama lain...mengapa kau harus begitu kejam?..." Wanita itu menitiskan air mata,ucapannya begitu lembut sarat akan keputus asaan.
Namun dibalik itu,ucapan itu adalah amunisi yang menyerang saniya secara tersembunyi.
Hanya orang yang berfikiran tajam yang bisa mengerti maksud ucapan wanita bergaun merah muda itu.
Saniya berbalik pada Victoria yang terlihat cukup besar menyimpan kemarahan.
"Mami kayra..ria terluka lihat tanganya.." Saniya berucap lugas.
Semua segera menatap kearah ibu dari Rexion itu.
Benar!.
Victoria terkekeh.
Inilah alasan dia mendorong Margaretha jatuh.
Wanita itu memakai sebuah besi setipis jarum saat menyenggol dirinya,besi itu menyambar lengannya hingga luka sayat panjang menimbulkan darah.
Cahaya remang pesta ditambah gaun berwarna gelap yang dirinya kenakan, Victoria sukses membuat orang-orang tak menyadari darah yang mengotori lengan kanannya.
"Apa kau tidak dengar apa kata istriku? kau seperti burung beo bicara omong kosong tidak berguna!" Xain maju,menarik Saniya yang dilanda emosi dibalik tubuhnya.
Hana,saudari tiri Saniya itu mematung saat kini dapat melihat wajah langsung suami dari putri yang tak pernah mendiang ayahnya anggap ada.
Tampan sekali!.
Xain menatap wanita itu jijik.
Wanita yang mengaku sebagai saudari istrinya.
"Sudah cukup! pergi...." Raino berucap dengan wajah tanpa ekspresi,nada suaranya terdengar rendah saat pria itu berdiri memapah istrinya.
Diego bergerak,menyadari keanehan dari saudari iparnya itu.
Wajah Victoria memucat,bibirnya mulai menghitam!.
Bahkan warna peach dari lipstik Victoria tak mampu menutupi warna aneh dari bibir wanita itu yang perlahan berubah!.
Sera dan Diego mengangguk cepat dikala deliana yang berdiri dibelakang Victoria menatap suaminya panik.
"PAPAH!!" deliana meraung kala Victoria limbung,beruntung Raino memapah istrinya,jika tidak Victoria pasti jatuh.
Diego dan Sera segera mendekat.
__ADS_1
"Mama cepat kemobil ambil kotak medis papa! Sera tolong jaga kepala Victoria tetap tegap!" Raino yang memegang tubuh lemas istrimu membeku!.
Tamu gempar.
Dan para tetua segera menghentikan pesta .
Para tamu dipulangkan,dan anak-anak mulai menangisi ibu mereka.
Para ayah muda segera mengamankan aula dan para wanita dikirim naik kelantai atas sementara para pria mulai menjadi waspada.
Margaretha dan Hana sudah diamankan oleh Ryuga dan para tim-nya.
"APA-APAAN?!! KENAPA KAMI DIPERLAKUKAN SEPERTI TERSANGKA?! LEPASKAN KAMI KALIAN JANGAN KETERLALUAN!!" Hana meraung panik.
Siapa orang-orang ini?!.
Margaretha tetap tenang.
Menatap Samantha dan ayahnya yang ikut dalam kesibukan mengurusi anak-anak keturunan clan besar itu dan memulangkan para tamu.
"Aku menyesal membiarkanmu menikahi ayahku..."
Samantha yang sibuk menenangkan Rexion terdiam.
memberikan Rexion yang menangis atas ibunya pada Jessy,berdiri dan berbalik menatap Margaretha dengan tatapan dingin.
"Aku mencintai ayahmu...cinta kami padamu awalnya sama besar dengan cinta orang tua lainya pada anak mereka...aku begitu berharap hubungan kita layaknya ibu dan putri mereka..tapi kamu terlalu banyak menghancurkan hati kami... Retha..jika sampai terjadi apa-apa pada Victoria..kau akan mati! tak perduli kau adalah putri dari suamiku!" Samantha berucap dengan suara tegas dan tatapan yang begitu dingin.
Margaretha tertawa sarkas.
"Aku akan mati? memangnya apa yang sudah aku lakukan pada wanita itu? disini akulah yang didorong olehnya! tapi tidak ada yang menanyakan kondisiku? lalu..dia terluka dan semua adalah salahku? hukum dari mana itu? dengar nyonya Luksius! aku tidak ada hubungannya dengan apapun yang terjadi pada Victoria! " Margaretha menjawab sarkas.
Bahkan disaat tubuhnya telah diikat dengan kedua tangan terborgol, kesombongan itu masih begitu tinggi!.
Plakkk!!!
Margaretha terhenyak.
Wajahnya tertoleh kesamping dengan keras dan sudut bibirnya sobek!.
Ryu berdiri dengan wajah terdistorsi.
"Tidak boleh ada satupun makhluk di bumi ini yang boleh berbicara hina pada ibu kami...melukai keluarga kami....bahkan mengangkat wajahnya tinggi pada kami! Margaretha...kau terlalu jauh melangkah!" Ryu berucap dengan suara mengalun penuh ancaman.
"Cih....aku juga adalah keluarga kalian! jika kau lupa wanita itu sudah menikahi ayahku!!" Raung Margaretha sengit.
Aroma anyir begitu terasa akibat tamparan Ryu yang tidak main-main!.
"Siapa ayahmu?"
Deg....
Margaretha melirik kearah belakang tubuh besar Ryu.
Silverster sang ayah,tepatnya pria yang hanya dirinya anggap diatas kertas sebagai ayah!.
Namun hatinya sudah lama membuang status itu demi segala keinginan dan obsesi menjadi bagian dari clan Wiguna.
Menjadi buta dan tuli pada kenyataan yang sudah memberi takdir bahwa apa yang menjadi angannya tak akan pernah terjadi.
"Kau... Margaretha bukan lagi putriku! mulai hari ini namamu tidak akan pernah lagi tercatat dalam silsilah keluargaku! kau membuang orang tuamu..maka aku,membuangmu jangan pernah menyebutku ayahmu lagi!"
Arkansas menatap silverster dengan wajah tanpa ekspresi,suatu kemalangan bagi seorang ayah jika memiliki seorang putri berhati batu!.
"Apapun yang terjadi pada dirimu..bukan lagi tanggung jawabku! " Silverster berbalik,membawa pergi istirnya bersama para istri Wiguna famili lainya meninggalkan aula besar yang terasa dingin.
"KAU ORANG TUA KEJI! KAU TINGGALKAN PUTRIMU DEMI MANUSIA-MANUSIA INI! TERKUTUK-"
PLAK....
Hana tercengang,dan Margaretha membola linglung.
Dalam sehari berapa kali dirinya terkena tamparan?!.
Kayra yang sudah geram segera berbalik dan menyambar wajah Margaretha dengan telapak tangannya.
Rion menarik tangan istirnya,tangan itu memerah luar biasa!.
"Honey harusnya kau pakai tangan orang lain memukul si wajah tebal ini! lihat tanganmu sampai merah begini!" Rion meniup telapak tangan istirnya frustasi.
Kayra mendorong wajah suaminya dan menunjuk wajah Margaretha jijik.
"Betapa sial...sial...dan sial silver memiliki putri seperti dirimu! jika aku jadi dia sudah kubunuh saja kau begitu kau bisa berlari! anak tidak tau diri.!!!!!! " Puas memaki,kayra menatap para putranya.
"Buat mereka membayar mahal!" Kayra berlalu pergi.
.........
__ADS_1
Rexion menatap ibunya yang kini berbaring ditengah penanganan dua ayahnya dan satu ibunya.
Sera bahkan tak sempat mengganti gaun pengantinnya.
"Ini racun black mamba! racun ini disilangkan dengan racun dari laba-laba black widow...." Diego berucap dengan wajah masam.
"Kau punya antidot bukan? kau kan spesialis racun dan antidot-nya!" Gion yang mulai menyayat luka dilengan Victoria berucap jengkel.
Sera sibuk mensterilkan peralatan bedah darurat.
"Racun ini sepertinya kombinasi baru! aku akan meneliti sebentar sementara ini gunakan dua antidot berbeda dulu! "
"Dr Diego...dr Gion sebaiknya kita cuci darah! racun ini membuat darah menghitam !" Sera menatap sel-sel darah yang berada pada luka sayat Gion menghitam.
"Cuci darah percuma!"
Ketiganya menatap pada pintu masuk.
Gabriel masuk dengan sarung tangan silicon siap turun tangan.
"Siapkan anestesi...racun harus dilawan dengan racun! jaga CC darah tetap stabil ambil Sempel racun cepat dan lihat di lab,racun mana yang bisa melawan racun ini?!" Ketiganya mengangguk cepat mendengar instruksi gabriel.
Sementara itu..
Diruang tunggu,para wanita duduk cemas tak bisa membantu .
Hanya mampu menenangkan anak-anak nakal yang untuk pertama kali menangis begitu putus asa.
"Huuuuuuu..mami...." Rexion terus menangis didalam gendongan ayahnya.
Kedua ayah dan anak itu terlihat menyedihkan.
"Rex tenang ya sayang..mami kamu pasti sehat! ada kakek Gabriel.. papa gion..papa Diego juga mama Sera yang merawat mami kamu..pasti mami akan sehat lagi,percaya pada mama Cha!" Archana mengambil Tubun Rexion dari dekapan putus asa kakaknya.
Raino berdiri dengan manik memerah.
Tubuh besarnya mengigil.
"Papa silver...jika terjadi hal buruk pada istriku...maukah papa memaafkan aku jika aku melenyapkan Margaretha?"
Hening......
Silver terdiam,senyum diwajahnya begitu hampa.
Menyakitkan.
Margaretha adalah darah daging dan cinta terakhir dari mendiang istirnya.
Tetapi...
Cinta dan toleransinya berubah menjadi bencana!.
"Apa yang saya bisa katakan ? meski saya sudah menikahi Samantha.. tapi bagi saya..anda dan keluarga ini tetaplah tuan bagi saya untuk selamanya..jasa kalian tak bisa saya bayar bagaimanapun saya mengabdi. .dan semua terasa sia-sia oleh perbuatan keterlaluan Margaretha sekarang saya tidak bisa apapun lagi...bahkan mendengar tuan muda sekalian memanggil saya papa,rasanya beban ini terlalu berat meski begitu....saya tidak akan pernah mengelak..saya sudah melepas tanggung jawab dan saya tidak apa-apa untuk itu.." Samantha menunduk,menangis dalam diam atas derita batin suaminya.
Hati ayah mana yang tak hancur dengan perilaku seperti Margaretha?
"Raino kau dengar? lakukan sesukamu!" rayga berucap dengan wajah tanpa ekspresi.
Oeekkkk...
Semua mata seketika terarah pada bayi kecil Zia.
bayi manis itu menangis tak seperti biasanya.
Manik bulat itu menatap sosok Raino dengan air mata mengalir deras.
Bayi manis ini seperti ingin menyampaikan sesuatu namun tidak bisa!.
Asline sebagai ibu,menenangkan bayi perempuan-nya namun bayi manis itu tak juga berhenti menangis.
"Line coba berikan baby Zia pada Raino! mama lihat dia selalu melihat Raino cukup lama...bayi adalah makhluk berhati suci hanya saja mereka belum bisa mengatakan apa yang menyebabkan hati mereka gelisah dan berakhir hanya mampu menangis!" Angel berucap penuh keyakinan.
Akhirnya Raino mengambil bayi manis itu dan ajaib.
Tangis Zia berhenti dan bayi manis itu menepuk wajah Raino senang .
Semua menatap baby Zia tercengang.
Begitu baby Zia tenang,Raino kembali memberikan bayi mungil itu pada asline.
Dirinya harus tetap pergi, hatinya butuh pelepasan atas keadaan sang istri dan dia harus pergi!.
Begitu Raino melangkah.
Tangis Zia kembali pecah.
Rayga menatap putrinya lamat,lalu kearah pintu yang telah tertutup diikuti raungan mobil sport yang melaju keluar arena hotel.
__ADS_1
"Something happen?"
.....TBC.....