Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
My everything


__ADS_3

...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan tinggalkan jejak ya 🌹...


...Vote,like dan komen...


...🍃 Happy reading and keep health 🍃...



Semilir angin,dibawah sinar fajar yang datang menyapa.


Pria itu,duduk dibalik kemudi dengan wajah dingin tersirat badai.


Garis wajahnya begitu apik menyimpan kekejaman.


Tak ada satupun perempuan yang berhasil meluluhkan benteng es didalam hatinya,hingga saat gadis itu datang.


Gadis yang kini berhasil ia ikat dalam ikatan pernikahan.


Wanita yang ia cinta dan sayangi setelah ibu juga adiknya.


Rayga mencengkram stir kemudi,semua orang yang berada di dalam bentangan sayapnya.


Para ibu...


Para ayah...


Para saudaranya...


Anak-anaknya....


Semua orang yang memasuki garis keluarganya.


Berani sekali orang-orang itu menargetkan keluarganya!.


Dari sejak seseorang memantau Residen, terlukanya istri saudaranya hingga penyerangan Raino.


Bip....


"Kau gila big bro! harusnya kau tidak memakai bom! kenapa tidak bawa basoka sekalian?!"


Rayga mendengus dingin,suara kesal Alarik terdengar begitu sambungan terputus.


" Bagaimana?" Rayga bertanya entah mengacu pada hal apa? terlalu banyak hal yang terjadi dalam semalam dan Alarik cukup pusing menebak hal apa yang kini dipertanyakan oleh Zeus irit bicara ini?!.


"Bagaimana apa? tanyalah yang spesifik jangan membuatku harus bekerja eks-"


" Semuanya! jangan membuatku menembak kepalamu!" Rayga mengeram rendah.


"Hehehe...ya baiklah, pertama.Victoria sudah melewati fase kritis,papi Gabriel berhasil mengekstrak racun melawan racun ditubuh ria bersama Gion juga Diego dan Sera tentu saja! Semua baik dan istrimu terjaga hingga pukul 3 pagi menunggumu dan kedua pangeranmu..mereka tidur tanpa beban dan bayi manisku..dia terlelap ditengah para kera nakal it-"


" Bayimu? Alarik..kau sudah bosan hidup?"


Hening......


"He..hehehe..aku hanya mencoba mengurangi suasana tegang! kau ini tidak bisa diajak bercanda a-"


"To the point! intinya..lepas para srigala biarkan mereka berpatroli disekitar mansion utama..dan kirim semua orang kembali ke mansion utama saat matahari terbit aku akan menyusul segera..."


Tut....


Rayga segera menutup sambungan earpeace dan kembali fokus mengejar waktu .


..........


Pagi ini...


Alarik segera memberi instruksi agar semua keluarganya bersiap untuk kembali.


Untuk sementara hingga semua orang tau siapa musuh mereka sebenarnya,maka rayga memberi instruksi agar menetap di mansion utama sementara waktu.


Tentu saja setelah Arkansas sebagai tetua pengganti ayahnya menyetujui.


"Ada yang punya pendapat? " Alarik bertanya kala semua pria telah duduk menunggu para istri mereka di ruang keluarga hotel.


"Apakan musuh kali ini cukup sulit?" Brixton bertanya,baru kali ini dirinya melihat wajah waspada para inti dimalam terakhir kali mereka berkumpul.


"Bukan sulit sekali juga, Rixton.Kami memang bisa menjaga diri sendiri..namun kami bukan lagi pria single yang hidup mati suka-suka kami! tapi..kami kini punya tanggung jawab! kami punya istri dan juga anak-anak kami! para ibu kami sudah terlalu tua untuk memegang senjata dan berkelahi sepeti saat mereka masih muda dulu..bahkan para ayah terkadang akan lengah! so..lebih baik jika kita tinggal di satu tempat untuk jaga-jaga sampai kami tau pasti bertemu siapa kali ini...." Alarik berucap dengan senyum tertekan.


Apakah dirinya harus menjadi juru bicara lagi kali ini? tidak cukupkah menjadi pengamat situasi dan memberi laporan? kini dirinya juga harus merangkap menjadi tutor kata?!.


Astaga!...


Brixton terkekeh atas wajah tertekan Alarik.


"Kami kembali....." Segera...


Raider dan Maxim kembali dari penelusuran area hotel bersama.


"Bagaimana?" Xain bertanya,tentu saja dirinya tak ikut saat hari itu dia adalah salah satu mempelai pria.


"Sialan memang! bersih sekali... tidak ada jejak meski kami membawa demon dan kawanannya! bikin kesal saja!" Maxim duduk menghempaskan tubuhnya di salah satu sofa disisi ayahnya yang terlihat setengah terjaga.


Ini baru saja lewat dari pukul 5 pagi.


"Papa kenapa? pagi-pagi itu awali coba dengan senyum meski banyak sekali masalah.... papa marah-marah begitu justru bikin orang lain sakit kepala!" Segera,Jihan datang dengan membawa nampak berisi kopi hitam untuk para ayah juga suami dan saudara iparnya yang lain.


Disusul Raels yang membawa beberapa piring berisi sandwich.

__ADS_1


"Daddy...papi rion....isi perut dulu sebelum minum kopi...yang lain silahkan ambil dan makam dulu sedikit sebelum kita kembali ke ibu kota!" Raels meletakkan sandwich-sandwich buatan para ibu itu diatas meja sisi teko kopi.


"Anak-anak jangan dibangunkan dulu..biarkan mereka tidur nanti biar suami kalian menggendong anak-anak turun kasihan mereka pasti atas kejadian semalam!" Xander berucap dengan suara lelah.


"Baik papa Xander..." Ucap Raels diangguki saudarinya yang lain.


"Line sudah bangun?" Arkansas bertanya pada kayra yang baru saja keluar dari dapur.


Yah,lantai teratas hotel bak sebuah panthouse mini.


"Sudah..line masih mengurus ketiga bayinya kita kembali pukul berapa?" kayra bertenya pada Alarik yang sibuk dengan perangkat digitalnya.


Sebuah laptop dengan beberapa drone yang dikendalikan menggunakan jaringan situs Security sistem milik perusahaan Arkansas.


Xain menyikut Alarik yang terlihat sibuk sendiri.


"Apa?" Alarik menatap Xain sengit.


Ayolah,dirinya sibuk merakit jaringan cctv memalui pemantau radar dari drone.


Dan konsentrasinya pecah oleh sikutan Xain yang tak main-main!.


Masih bagus jika pria itu menyenggol lengannya,ini?.


Xain justru menyikut ulu hatinya!.


Memang laknat!.


"Mami bertanya padamu,jangan lihat aku seperti itu aku masih normal dan masih suka goa istirku daripada batang!" Ucap Xain frontal .


Para menantu menatap wajah tanpa ekspresi Xain dengan wajah memerah dengan dengusan para ibu dan tawa tertekan para ayah.


Raider dan para inti yang ada segera tersedak kopi mereka atas ucapan frontal Xain.


Sejak kapan si muka pucat ini pandai bermain kata?!


Segera ,Alarik menatap kayra yang menatapnya jengah.


Tersenyum kikuk,Alarik melepas drone di tangannya dan berdehem.


"Jam 6 nanti mi..menghindari keramaian dan yah..hanya mencari waktu dimana udara baik bagi anak-anak.." Ucap Alarik kembali menghela nafas.


Apa tidak bisa seseorang jangan bertanya dulu padanya?!.


Kapan alat-alat pemindai jalur ini selesai jika dirinya terus dicecar pertanyaan oleh orang-orang yang berbeda?!.


Kayra mengangguk dan meneguk jus Apple yang dirinya buat.


"Bwabwa.."


Segera..


Asline keluar dari kamar istirahatnya bersama baby Zia digendongnya dengan Archer digendong oleh archana dan Arezian yang digendong oleh shura.


Terpaksa sebenarnya saat para kakak iparnya sudah sibuk di dapur dan hanya tersisa dirinya dan archana didalam kamar masih tertidur memeluk bayi manis itu.


Tentu saja setelah diam-diam semalam shura melempar kembali para keponakan kecilnya kembali ke kamar orang tua mereka.


Picik sekali bukan?.


Arkansas bangkit, menjulurkan kedua tangannya pertanda pria baya itu ingin menimang cucu perempuannya.


Rion dan para saudaranya menatap Hades itu sinis.


Sedang para ayah muda menatap bayi cantik itu gemas.


Jumpsuit karakter kelinci menjadi pakaian yang dikenakan bayi manis itu pagi ini.


Sementara Archer menggunakan jumpsuit karakter singa dan Arezian menggunakan jumpsuit karakter beruang madu.


Sungguh menggemaskan!.


Bagaimana iblis Zeus ini bisa mendapat keturunan yang begitu lucu dan manis?!.


Bahkan kedua putra kembarnya sekalipun begitu menggoda hati untuk para ayah!.


Asline tertawa renyah,memberikan Zia kecil pada ayah mertuanya perlahan.


"Bayimu sudah diberi ASI?" Arkansas bertanya saat baby Zia kini berada didalam pelukannya.


Begitu mungil...


Lembut...


Juga wangi buah!..


Cucunya benar-benar penenang hati!.


"Sudah dad.." Asline menjawab sembari menerima gelas teh hangat dari Aira.


"Tidak bisakah kau sehari saja memberi jalan yang lain untuk menimang baby Z? kau ini serakah sekali!" Dumel Rion sinis.


Arkansas menatap saudara kembar tak seirasnya itu acuh.


"Siapa cepat dia dapat.." Jawabnya acuh.


"Kau itu bukan siapa cepat dia dapat! bagimu siapa saja yang cepat ujung-ujungnya akan kau rampas juga..." Sinis Marsel.

__ADS_1


"Untuk cucuku yang manis hukum rimba berlaku! tentu saja yang terkuat,tercepat juga terpicik yang dapat...kalian ingin melangkahi aku? mimpi..." Ucapan Arkansas sukses membuat manik-manik tajam para pria baya itu menghunus jijik.


Para ayah muda hanya mampu menatap miris dan mengelus dada disertai tawa geli para ibu dan menantu mereka.


"Bwa..bwa..." Baby Zia berceloteh riang sembari menepuk rahang kakeknya.


Arkansas tertawa lepas sembari mencium ganas pipi bulat nan halus cucunya.


"Hei orang tua..masih ada dua bayi laki-laki disini..serahkan baby Z padaku!" Arshenio dengan kurang ajarnya memaki ayahnya.


Arkansas menatap remeh dan dengan seringai penuh kemenangan,pria baya itu menoel pipi montok cucu perempuannya dihadapan mata ganas para putra juga saudaranya!.


"Sialan!"


Plak!!..


"Aduh!! Sayang?" Arshenio memekik kaget saat bibirnya di tampar cukup keras oleh istirnya.


Sera,meski wajahnya memerah oleh panggilan sang suami.


Namun wanita muda itu benar-benar kesal akan mulut tanpa filter suaminya.


Bagaimana jika anak-anak mencontoh perilaku kurang ajar suaminya?.


Sera tidak rela!.


"Kamu itu ya!! sama Daddy harus sopan sebagai anak! coba beri contoh yang baik,malu sama jabatan!" Kesal Sera disambut jempol terangkat tinggi para ayah mertuanya.


Rasakan itu wajai anak durhaka!.


Begitulah arti tatapan mengejak yang Arshenio baca dari mata para ayahnya terutama, Arkansas!.


Mengalah,demi istri yang tercinta asal dia bahagia!.


..........


Raino menyeringai dingin.


Melangkah diikuti Ryu juga Cristian disisi kiri kanan tubuhnya.


Anggota mereka berdiri di sepanjang lorong bawah tanah.


"LEPASKAN KAMI!! AKHHHHH!!!!!"


"HIKS...AKU TIDAK TAU APA PUN AKU TIDAK TERLIBAT APAPUN BIARKAN AKU PERGI!!"


"BAJINGAN AKHHHHH.. BAGAIMANA KALIAN BISA MEMYIKSAKU?!!"


Semakin dekat,suara jeritan penuh kemarahan dan putus asa terdengar.


Dua suara berbeda.


Dengan keluhan yang sama.


"Second comand..." Anggota delta yang berdiri didepan pintu bercat hitam itu menunduk saat tiga inti mereka datang.


"Buka..." Ryu berucap dan pria bertato lambang elang itu mengangguk.


Trankkkk.....


Pintu besi itu naik.


Di dalam ,dua orang pria sibuk mencambuk tubuh Margaretha juga Hana.


Margaretha mengangkat wajahnya saat merasa ada yang datang.


Segera...


Kemarahan dan putus asa jatuh kala melihat pria yang ia cintai setengah mati berdiri dihadapannya dengan wajah dingin.


"Ano...kamu datang untuk melepaskan aku bukan? ingat masa-masa kita bersama duku? Ano lepaskan aku ya...aku akan memberikan apapun padamu setelah ini...Ano..kamu tau aku cinta sama kamu kan? Ano.....meski tidak mengingat masa lalu kita,tolong ingat aku masih putri dari keluarga kalian meski hanya anak tiri! hiks... Ano lepaskan aku...aku akan jadi wanita yang paling patuh disisimu.." Margaretha menangis dengan wajah memelas.


Pakaiannya koyak oleh cambukan dengab darah dan daging tubuhnya yang telah merusak kecantikannya!.


Hana menatap wajah tampan pria yang begitu dicintai oleh Margaretha.


Tampan...


Namun terlalu dingin!...


Plakkk!!!..


Margaretha mematung dengan tubuh jatuh terlempar.


Uhuk!!!.


Darah terciprat dari mulutnya.


Raino mengerahkan hampir 80 persen kekuatan pada telapak tangannya.


Gigi graham Margaretha tanggal seketika!.


"Bagus bukan hadiah dariku? melepaskanmu? putri tiri keluargaku? omong kosong!"


Deg...


.....TBC.....

__ADS_1


__ADS_2