Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Strom


__ADS_3

...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...


...Vote,like dan komen...


...🥀...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...And...


...Keep spirit...


...🥀...


PS : Buat yang tanya sama El Mateo kakak Liora? Bukan ya guys...Itu Mathew Anderson nah kalau yang baru ini,Mateo Kovacic!.


Jelas guys....


so...jangan salah lagi ya🖐️



...----------------...


Asline duduk di ruang kerjanya,tepat disamping ruang kerja sang suami yang berada di mansion utama Wiguna.


Wanita yang terlihat semakin cantik diusianya yang semakin dewasa itu sibuk membolak-balik kertas-kertas yang menyangkut hotel miliknya.


"Mommy...tapan uncle Jai datang cini lagi bawakan z puding buatan te solaya? " Balita manis yang sibuk dengan puzzel-nya itu mendongak dan bertanya pada ibunya.


Asline tersenyum geli atas ucapan putrinya.


...( Masih ingat jaiden? sahabat asline yang selain Aira,rubi,raels juga Aldo? yah,sebelum Victoria masuk ke lingkaran persahabatan mereka! dan Soraya,dia istri jaiden kini )...


" A..mommy lupa beri tahu baby..Tante Soraya sekarang lagi hamil baby,uncle Jai tidak bisa seperti dulu yang selalu kemari bawakan z puding...." Asline terkekeh melihat kedipan polos bayi kecil kesayangannya itu.


"Mil? apa tu mil,mommy?" Zia meletakkan potongan puzzle ditangannya,bangkit dan berjalan menuju ibunya duduk.


Begitu sampai,gadis kecil itu segera mengangkat kedua tangannya.

__ADS_1


"Mommy mau pangku cama mommy..." Asline kembali dibuat tertawa melihat puppy eyes yang kini berkedip lugu.


Sungguh mengapa putrinya sangat menggemaskan?!.


Asline meraih tubuh kecil nan mungil itu,meletakkan tubuh putrinya diatas kedua pahanya dan keduanya duduk dengan tubuh kecil Zia yang menghadap padanya.


"Nah..cekalang mommy jawab peltanyaan z tadi" Bibir mungil itu berucap tak sabar.


Asline mengusap rambut selembut sutra sang putri.


"Hamil itu...ada adik bayi dalam perut Tante Soraya...itu anak uncle jaiden" Jelas asline dengan senyum lembut.


Manik bak boneka itu mengerjap horor.


"Hah....jadi te solaya maam adik bayi? tenapa ante solaya jaat mommy...kacian adik bayi na!"


Hahahaha....


Tak kuasa,tawa tak berdaya itu pecah.


Ya Tuhan betapa polos bayi kecil ini!.


"Sayang...Tante Soraya bukan memakan adik bayi....tapi adik bayi sedang tumbuh di dalam perut Tante Soraya sebelum adik bayinya cukup besar untuk melihat dunia....paham sayang?" Asline mencubit pipi bulat itu gemas.


Z menatap ibunya memicing.


Asline semakin tergelak atas tatapan tak percaya itu.


"Jadi te solaya ndak maam adik bayi na? nanti adik bayi na kelual kalau cudah besal begitu? hm....baiklah cekalang z pelcaya dulu..tapi kalau adik bayi na ndak lahir,z mau kacih tau uncle Jai cupaya malahin te solaya yang cudah maam adik bayi na!" Zia kecil berucap dengan tangan terkepal dikedua sisi pipi bulatnya,manik indah itu berbinar berapi-api.


Asline hanya mampu menggeleng tak berdaya.


"Mommy...tapan tata pulang cekolah na? Dy juga pulang kelja na lama...ndak ada ciapa-ciapa di mansion! opa lion cama oma kayla pelgi ke lumah na mama Daisy...z bocan mommy...." Gadis kecil itu mengadu dengan helaan nafas panjang penuh beban.


"Z tidak mau main sama Lucifer,Hades dan Zeus?" Asline bertanya pada Zia kecil,biasanya kala bosan.


Asline tau bahwa tiga serigala yang dibawa putra sulungnya akan menemani putri kecilnya bermain.


Yah,tiga serigala putih jantan yang kini bak anak puppy begitu putri kecilnya ingin bermain!.


Asline awal mulanya merasa takut.


Namun,lama kemudian asline menyadari satu hal.


Para serigala dengan bulu putih bak salju itu tidaklah buas.


Yah,perkara lain dengan orang asing.


Pada putrinya,tiga serigala putih jantan itu justru menjaga dan selalu membuat Zia kecilnya tertawa riang.


Asline begitu lega.


"Ndak mommy...kacian Lucifel kaki na telluka kalena bellatih bercama tata alchel cemalam..Hades cama Zeus lagi bobo,z ndak mau ganggu..." Asline mengangguk ingin membalas namun suara dering ponselnya terdengar.


Aldo calling....


Asline mengeryit,tidak biasanya Aldo menghubunginya disaat jam kerja seperti ini.


"Princess diam dulu ya sayang..mommy mau menerima telpon dari uncle Aldo dulu" Zia mengangguk sembari memainkan ujung rambut panjang ibunya.


Asline menggeser layar hijau pada ponselnya .

__ADS_1


"Line gawat!"


Belum membuka mulut,suara gusar Aldo terdengar.


"Tenang dulu do! coba bicara perlahan" Asline berucap sembari mengelus pipi putrinya yang terlihat mengantuk.


"Line kamu tau kan aula hotel hari ini disewa untuk sebuah acara pernikahan putri dari seorang anggota dewan?!"


"Ya...bukankah aku dan kak gara sendiri yang turun tangan sebelumnya? ada masalah apa sekarang?" Asline berucap mulai merasa perasaan ada yang tidak beres.


"ITU DIA LINE... SEBAGIAN TAMU KERACUNAN! SEKARANG HOTEL KACAU BALAU KARENA KELUARGA MEMPELAI MENGAMUK DAN MENUNTUT KITA! LINE KALAU BISA DATANG SEKARANG!"


Asline tak dapat berkata-kata mendengar teriakan gusar Aldo.


"Dimana Kak gara dan paman Willie?" Asline dengan perlahan berdiri, menggendong tubuh Zia yang kini gadis kecil itu sudah terbangun kala teriakan Aldo terdengar olehnya tadi.


Namun si kecil tetap diam,tau bahwa ibunya sedang menghadapi masalah!.


"Kak gara dibawa ke rumah sakit karena pihak keluarga mempelai pria mengamuk...paman Willie masih mencoba menangani namun disini kacau line..JAIDEN BAHKAN HAMPIR TERKENA HANTAMAN KURSI!!"


Tut....


Aldo menutup sambungan, terdengar sekali bahwa pria itu tenaga sibuk dan panik.


Asline terdiam mematung,tidak pernah hal seperti ini terjadi terutama saat segala prosesnya dirinya sendiri ikut turun tangan!.


"Mommy cepat kacian uncle gala dan uncle Jai!" Seruan Zia menyadarkan aslien dari pukulan telak itu.


"Z disini ya sama mami Victoria..mom akan pergi sekarang z jangan nakal!" Asline membawa keluar Zia dengan tergesa-gesa,wajah cantik itu terlihat pias.


Ini bukan hal sepele,keracunan massal adalah badai besar untuk bisnis sebuah hotel!.


Bukan hanya cabangnya yang akan hancur,namun pusatnya!.


"Line kenapa panik begitu?" Raels berucap begitu memasuki mansion,wanita dewasa itu baru pulang menjemput anak-anak dari sekolah mereka.


"Mom?" Archer berucap dengan wajah dingin dan tatapan tajam.


"Raels ceritanya nanti saja..tolong jaga z aku akan pergi ke hotel ada masalah!" Zia segera beralih ke gendongan raels.


Begitu asline keluar mansion, Victoria keluar dari dapur dengan tubuh penuh noda tepung.


"Kenapa?" Istri dari Raino itu bertanya begitu mendengar suara deru mesin mobil yang keluar dari gerbang kedua sebelum melaju meninggalkan gerbang awal.


"Ada masalah dihotel sepertinya!" Ucap raels cemas.


Mendengar pembicaraan kedua ibunya,manik archer menajam.


Rex,rain juga Arez bergidik.


"Nah anak-anak makan siang dulu setelah itu ganti baju dan tidur siang!" Ucap raels menuntun anak-anaknya memasuki lift.


Begitu raels berbalik.


Archer melesat cepat keluar mansion.


Dia harus bersama ibunya dalam situasi apapun!.


.........


"Mari lihat apakah putri gradian itu akan muncul setelah guncangan besar ini? seperti apa sosok istrimu... Zeus?"

__ADS_1


.....TBC.....


__ADS_2