
...Vote,like dan komentar ya...
...🍃...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🍃...
Arshenio berdecak kesal,sungguh menjengkelkan dikala harus mengeluarkan tenaga untuk ikut berburu.
Dorrrr....
Kini, dijalanan yang cukup jauh dari lokasi katedral.
Puluhan senjata api mengarah kesatu pria yang telah terjatuh dengan kaki tertembak peluru dari short gun ditangan Maxim.
"Setan!! larimu cepat juga ya....huft...." Maxim memaki sembari mengatur nafasnya yang terasa berat.
Lelah.....
Sangat lelah berlari dengan toksedo juga sepatu kulit formal.
Pria itu tidak mengerang ataupun berteriak meski darahnya terus mengalir,hanya saja tatapan matanya menjadi liar dan gelisah!.
"Siapa kau?" Gion bertanya dengan malas,maniknya memicing tajam.
Diam.....
Pria itu diam membisu,Arshenio mendekat dan menatap wajah pria itu intens.
Ada sesuatu yang terasa salah!..
"Tidak perlu banyak bicara disini brother ,bawa dia ke markas!" Arshenio berucap rendah.
"Tunggu..bawa ke markas mana dulu ini? RE atau BE? yang jelas ka-"
Bughhh..
"SETAN!! KENAPA KAU MENAMPAR KEPALAKU?!!" amuk Maxim kala Gion dengan ganas menggeplak kepalanya.
Sungguh Gion kesal,mengapa disaat seperti ini kebodohan Maxim makin menjadi?!.
Sabar....
Ingin buang ke laut tapi saudara,tidak dibuang buat sakit kepala!.
"Dengar ya CEO Houston Intertaiment.....RE bagaimanapun adalah markas dengan alur sistem militer negara! kau mau bawa seseorang kesana dan menyiksanya untuk interogasi tanpa izin militer? bodoh itu jangan dipelihara brother! buang sana kebodohan dirimu itu!!!" Gemas Raino yang diacungi jempol oleh Gion.
Maxim melongo linglung.
"Salahkah?" Maxim masih bertanya dengan wajah bodohnya.
Ryu menghela nafas sabar, Arshenio menggeleng miris.
"Salahlah bodoh!! bawa ke Markas BE!" Kesal Gion emosi.
Maxim mengangguk tanpa beban dan menyarungkan kembali pistol baretha miliknya.
"Bawa dia!" Arshenio bertitah dan para BE membawa calon mangsa mereka.
Sedang RE sudah kembali ke posisi demi menjaga pesta malam nanti.
........🍃.........
Bughhh...
Satu hantaman keras terdengar kala sebuah tongkat besi menghantam perut pria yang kini terikat dengan kedua tangan tergantung layaknya salip.
"Speak bastard!" Arshenio mengeram kala pria itu tetap bungkam meski sudah dihajar habis-habisan .
"Arshenio..back off Now...me!" Raino menyergai dalam.
Tali terputus oleh Gion yang tertawa renyah melihat para saudaranya,dan tubuh pria itu dengan lemah jatuh keras kebawah.
Raino,pria tampan itu meraih sebuah belati,namun..
"Hei...ini giliran ku!!' Amuk Raino kala Arshen merebut belati itu dan maju menuju wajah yang mereka biarkan tetap utuh tak tersentuh sejak awal.
"Kau bisu..... buang-buang waktu saja!" Arshenio mendekat dan mulai membawa ujung tajam belati milik Raino kewajah korban mereka
Srethhhh....
Satu sayatan dalam diarea pipi,hingga darah segar mengalir begitu deras.
__ADS_1
Namun..
"Apa ini?!" Arshenio bangkit dan menatap tajam sebuah benda yang tersangkut dbelatinya.
Kulit buatan!..
"Kalian semua bodoh! wrong person!"
Degggg..
Manik kelima pria tampan itu menoleh cepat kala mendengar suara berat dipenuhi amarah terdengar mengerikan.
Rayga,pria tampan berwajah tanpa ekspresi itu berjalan dengan tatapan tajam menuju tengah ruang eksekusi.
Ryuga,Maxim,Gion,Raino, Arshen mereka menatap wajah saudara sekaligus pemimpin mereka dengan kening mengeryit dalam.
"Apa maksudmu big bro?! kami jelas-jelas menangkap dan melihat jeli wajah pria mencurigakan ini!" Raino berucap tegas,tak mungkin mereka salah saat jelas mereka sendiri yang bergerak turun memburu pria asing itu.
"Ryuga...kau tau wajah siapa itu?!" Rayga bertanya tajam,Ryuga menoleh menatap kembali wajah pria yang sudah berlumur darah itu dengan jeli.
"Dia Feromon Brook pria berusia 26 tahun pemilik dari Brook Furniture bukan? aku tau wajahnya..tapi kenapa? kenapa dia menyusup ke Vila Gradian dan menyerang asline?" Ryuga berucap panjang,berfikir keras sembari menatap wajah tanpa ekspresi Rayga.
"Dia bukan Brook!" Rayga tersenyum dingin,dan meraih belati ditengah arshen dengan cepat.
Srakhhhh...
Sekali sayatan panjang,kulit palsu itu jatuh dan menampakkan wajah aslinya.
"Siapa orang jelek ini?!!!" Maxim berujar hebohnya, Gion menggeleng miris.
Kasihan ibu mereka Jessy bisa mendapat putra berotak setengah gila seperti Maxim ini!.
"Tunggu..jika dia adalah feromon.. lalu mana feromon yang asli?" Raino memijit pangkal pelipisnya pening.
"Dia sudah mati!" Semua menatap sosok pria dengan wajah kalem dengan kaca mata ciri khasnya.
Alarik...
Pria dengan sebuah gadget canggih ditangannya itu berjalan santai dibelakang Rayga,mengeleng dan mengangguk sesekali.
"Tunggu dulu! pantas saja aura pria itu berbeda dengan saat aku bertemu dengannya di katedral! bagaimana bisa?...." Arshenio berdecak kesal.
Dia dipermainkan!
Sialan....!!
"How you know big bro?" raino berucap mulai mengerti.
Rayga tersenyum dingin,melirik alarik yang sudah memasang senyum masam.
Baiklah,waktunya jadi guru dadakan dimulai!.
Menjelaskan dengan sabar,Alarik mulai meraih proyektor dan bergegas memutar deretan tayangan cctv yang sudah dirinya edit.
"Dengar,dan lihat karena aku tidak menyediakan siaran ulang!" Tegas Alarik kesal.
"DAMN IT!! BAGAIMANA BISA KITA DITIPU?!!" Raung Raino dengan wajah berang.
"Jadi Feromon sudah tewas satu bulan yang lalu? lalu seseorang membuat wajah tiruan serupa dan hidup dengan identitas feromon,lalu datang ke vila gradian lalu menyerang.....apa masalah orang gila itu sebenarnya?!" Ryuga berucap setelah mengambil kesimpulan sendiri.
Arshenio bangkit dan menginjak perut pria yang kini hampir sekarat dibawahnya.
"Tapi ini berbeda kakak! " Arshenio tak merasakan bahaya sengit seperti bahaya dari aura pria yang ia hadapi di katedral saat itu.
"Tentu saja....satu orang memanipulasi lalu satu lagi lolos dengan bebas!" Alarik mencibir sarkas.
Rayga berjalan, Arshenio mundur kala melihat sang kakak berjongkok dan menancapkan belati itu tepat dilengan kiri korban mereka dan menekan dalam dengan putaran perlahan yang membuat meringis ngilu.
Klangg..
Sebuah Micro chip terlihat diantara darah dan daging yang terkoyak belati.
"Amazing!!! kita disadap...." Pekik Maxim heboh dengan tawa iblisnya.
"Sialan! jadi ini hanya pemancing?! penyusup yang sebenarnya menyuruh orang lain memakai topeng yang sama lalu dia mengganti topengnya dan bebas lagi dengan mudah?! bajingan!! dia mau main kucing-kucingan dengan kita!!" Arshenio menatap Micro chip itu dan wajah tenang kakaknya penuh minat.
Apa yang tengah direncanakan Zeus ini?...
"Rik mode silet room!" Titah Rayga menyeringai buas.
Alarik terkekeh licik dan mulai melakukan tugasnya dengan cepat.
Empat buah kotak besi baja dengan cepat mengeluarkan sinar memenuhi setiap penjuru dan para inti segera terkurung dalam sebuah sinar hologram yang melingkupi seluruh ruangan.
"Ini akan menjaga suara kita tidak tertangkap penyadap asing...kita bisa bicara leluasa" Jelas alarik angkuh.
Benar,teknologi kemanan hasil rancangannya benar-benar luar biasa.
Bahkan alat spy agent pemerintah saja kalah!.
Ryuga mencibir sinis,Maxim menatap jijik,Raino menggeleng miris.Sungguh meski memang kenyataan namun kesombongan alarik ini sungguh diluar batas!.
"Jangan iri..salahkan saja kapasitas otak kalian tidak lebih dariku!' Alarik berucap jenaka,para saudaranya hanya bisa mendengus kesal.
Sabar....
"Tidak perlu ribut mencari siapa...Zergan! dia adalah buruan Eagle!" Rayga berucap dingin,duduk disebuah kursi dan duduk dengan kaki bersilang angkuh.
"Zergan? si gila Half of death itu?! ck..ck...ck...sudah masuk teritori orang banyak tingkah!" Gion mencibir sinis.
"Mau apa dia?" Ryuga berucap jengah,menatap alarik menuntut.
"Kurasa dia menjadi gila..lebih gila karena asline mengabaikan peringatannya dan akhirnya menikah dengan big bro" Balas Alarik santai.
"Tunggu...tunggu...jadi maksudmu si gila itu menyukai asline? cinta begitu?! wah....sinting!" Raino bertepuk tangan heboh,wajahnya menggambarkan ejekan jelas.
"Not love Raino....but obsession!" Jelas Alarik melarat ucapan Riano yang telah menatapnya horor.
__ADS_1
Dicintai oleh seorang Zeus saja sudah begitu mengerikan,lalu kini ditambah oleh sosok Zergan!.
Raino merasa kasihan pada hidup asline yang harus menghadapi dua monster gila!.
"Dia terus memakai topeng dan terus mengganti jika topeng satu terkuak..lalu bagaimana kita bisa mengeksekusi bajingan itu?! dia bisa memaki wajah siapa saja untuk mengelabui kita!" Maxim berucap jengkel.
Rayga mengeruk jarinya cepat disandarkan kursi,menatap wajah alarik dalam.
Alarik menyerigai dalam.
"Insting... Arshen...kau bisa jelas perbedaan aura penyusup itu bukan? bukan hanya Arshenio..tapi kita semua juga punya insting yang tajam! perlu sekali saja bertemu... lalu...ini.." Alarik mengeluarkan 9 kotak kaca kecil.
"Semua inti harus membawa satu dimana pun dan kapan saja! benda ini lebih bekerja dari sebuah penyadap!" Jelas alarik tanpa menatap wajah horor saudara-saudaranya.
"Benda apa yang terlihat mengerikan ini?!! kenapa didalam jam tangan ini ada serangga jelek seperti ini?!!' Pekik Maxim horor.
Alarik merotasi bola matanya jengah.
"Mana kecil lagi!" tambah Raino menatap serangga yang entah bagaimana mendiskripsikanya namun tubuh terlihat berwarna putih dan terbuat dari besi berlapis silikon.
Bukan serangga biasa,namun serangga yang tubuhnya berisi kabel-kabel tipis juga beberapa kamera Micro disetiap kakinya.
"Sekali serangga buatan ini mengigit! kita bisa tau dimana saja posisi target dengan jelas!"Alarik menyerigai puas.
Rayga benar-benar mengerikan dalam menciptakan sesuatu,bahkan kemampuan mereka semua jauh dibawah Zeus itu.
"Tidak perlu mencari jauh...cukup siapkan penjagaan disekitar Asline...juga... Archa" Alarik berucap samar yang sukses membuat darah para inti naik terbakar.
"KENAPA DENGAN ARCHA,KAK RIK?! JIKA SESUATU TERJADI PADA ADIK KECILKU,AKU AKAN HANCURKAN KOTA INI!!" Arshen meledak dengan amarahnya.
Tidak..
Tidak satupun boleh menyakiti adiknya!.
"Tenang Arshen! tidak ada satupun yang bisa menyentuh adik kita! " Rayga berucap penuh penekanan,aura tiran-nya benar-benar menindas.
"Jadi benar tersangka utama dalam kasus penyerangan ini?! jangan katakan pria itu akan mengincar adik kita?!" Raino benar-benar merasakan gatal dikedua tangannya, benar-benar ingin mencabut nyawa seseorang kali ini!.
Para inti bangkit setelah mengangguk akan ucapan Raino,meraih kotak berisi jam tangan dengan rakitan teknologi tinggi.
"Ah...aku melupakan sesuatu!" Alarik menyentak langkah para saudaranya yang bersiap keluar.
Pria tampan dengan manik berbingkai kaca mata 3d itu membuka satu koper lagi,koper yang diletakkan bersisian dengan koper berisi kotak-kotak jam tangan itu.
"Nah...ambil dan berikan pada kekasih juga para ibu kita..dan untuk para ayah..kurasa tidak perlu turun tangan melindungi mantan para iblis itu!" Alarik berucap tanpa beban, benar-benar anak kurang ajar yang tidak menghormati para ayah!.
Jika saja salah satu dari para ayah itu dengar,entah bagaimana nasib jenius IT itu?!.
"Well..selera fashion jewelrymu lumayan..biar kutebak! ada gps didalamnya?" Gion mencibir sinis wajah sombong alarik.
Alarik terkekeh dan menepuk dadanya bangga.
"Agar kita tak perlu lelah mencari setiap lokasi jika terjadi sesuatu! ah..bukan kita,tapi aku nanti yang akan lelah mencari lebih dari satu gadis para saudaraku..." Balas Alarik jengah.
Raino terkekeh dan menepuk bahu alarik tanpa dosa.
"Itu tugasmu kawan....makanya kau punya empat mata!!" Ucap Raino dramatis sembari menaikan kedua alisnya jenaka.
"Bastard kau!!" Maki alarik paham akan ejekan atas mata minus nya.
"Sudah kembali dulu...acaranya beberapa jam lagi,kita butuh bersiap!!" Ryuga berucap dengan nada tinggi setelah melihat Rayga telah meninggalkan lokasi bersama Arshen.
Sedang mayat malang itu telah dibawa menuju kandang para aligator.
..........🍃..........
Rubi memekik tertahan didepan cermin,terus berputar melihat dress couple yang dirinya dan para sahabatnya kini kenakan.
"Ini gila!!! bunda Samantha benar-benar jenius disainer!! kau lihat ada mutiara di gesper gaun kita!! ini benar-benar mengerikan...." Raels menghela nafas panjang,jiwa miskin penuh hemat sumber daya miliknya meraung keras.
Para gadis itu kini duduk berjejer didepan meja rias.
Para nyonya Wiguna tersenyum geli melihat calon-calon menantu mereka.
Para ibu itu telah selesai dirias dan kini giliran para calon menantu mereka.
"Tidak apa sayang... inilah kelas kita! kami tidak pernah berfikir dua kali untuk pesta janji suci putra-putra kami..pesta yang dilakukan sehidup sekali harus benar-benar total! mami beritahu kalian..bukan hanya Asline..kalian juga akan diperlakukan sama dalam keluarga ini!" Kayra mengelus pucuk kepala raels yang masih duduk didepan cermin rias.
Terharu...
Hati gadis yatim piatu itu terasa hangat, kehangatan sampai menembus relung hatinya.
"Terimakasih mami...raels tidak akan mengecewakan mami dan seluruh keluarga Wiguna... terimakasih telah menerima gadis sepertiku!" Raels menatap pantulan wajah kayra dicermin,menunduk demi menutupi matanya yang telah memerah.
"Kalian semua adalah putri kami juga kini...jangan saling menyakiti dimasa depan..jagalah sesama saudari..jaga perasaan keluarga..dan yang paling utama..jangan kotori hati kalian dengan keiri-an,saling melindungi dan terbuka jika ada masalah...nenek hanya berharap...saat nanti dimasa depan.. kelurga ini akan semakin kokoh! nenek menanti generasi ke 4!!" Anggi berucap lembut,wajah tuanya sungguh membawa rasa damai dan kasih.
"Nah..sekarang cepatlah selesaikan riasan para calon menantuku Mrs Wang...setelah itu kami harus menuju ruang rias pengantin!' Amber berucap heboh,Mrs Wang.Sang kepala MOU mengangguk paham.
Dan dengan cepat riasan anggun dan elegan para perempuan beda generasi itu diselesaikan.
Disisi lain..
Victoria menunduk, mengepalkan kedua tangannya erat.
Dirinya takut,masa lalunya.
Secret agent yang dipergunakan untuk membunuh!.
Dirinya takut, orang-orang itu akan datang dan menyakiti orang-orang baik ini,calon keluarga sejatinya!.
"Tuhan..kumohon..sekali saja..jauhkan mereka selamanya dariku! jangan buat mereka menemukanku disini..ditengah bahagia yang selama ini kuimpikan!"
Menatap pantulan wajahnya di cermin, Victoria bangkit setelah riasan wajah nya selesai,satu yang gadis itu tak sadari.
Kayra,ibu dari Raino menatap wajah cantik itu penuh arti.
...🍃...
__ADS_1
...TBC...