
Vote,like dan komentar ya 🍁
...♣️.....♣️...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...♣️.....♣️...
Vila James.
"SALSA......MANA GADIS YANG BERNAMA SALSA ITU?!! FREYA.... JANGAN MEMBUATKU MEMBAKAR VILA INI!!" Para penjaga bergidik begitu tau pasti siapa yang berteriak bahkan sebelum mesin mobil itu mati.
Mobil Audi hitam itu berhenti di pelataran vila,Wanita paruh baya cantik dengan cardigan hitam keluar dengan wajah murka.
Suara pintu terbuka,Freya berlari keluar dengan wajah penuh tanya.
"Kak kayra? ada-apa,mengapa kakak berteriak marah begini?" Freya bertanya pada kayra yang kini keluar dari mobilnya.
"Freya...mana salsa?! mana gadis tidak tau diri itu?!! beraninya dia membuat putri keluarga kita terluka!!" Raung kayra dengan wajah memerah.
"Bibi siapa? mengapa mencari sa-"
Plak......
Hening.....
Para penjaga mundur dengan wajah meringis.
Freya menutup mulutnya tersentak kaget.
Sementara salsa,gadis itu menyentuh pipinya dengan manik bergetar dan kepala tertoleh kesamping.
Archana keluar dari mobil kayra dengan tertatih,wajahnya syok.
Ibunya menampar wajah salsa!.
Beberapa waktu kemudian,setelah keheningan mencekam.
Dibalik sinar terik matahari yang jatuh melukis indah sosok manis nan cantik yang kini tengah duduk merengek pada sang ibu,mereka duduk di sofa tamu pelataran vila.
"Mami....please,ini bukan salah kakak salsa! Archa jatuh sendiri tadi mami....tolong jangan beritahu Daddy, ayah-ibunya Archa yang lain apalagi kakak! mi..... matanya jangan melotot seperti itu,nanti jatuh baru tau rasa!" Gadis cantik dengan rambut dikuncir dua itu merenggut kala wajah seram sang ibu tetap sama,tak berubah sedikitpun.
Menatap kearah seorang gadis yang sibuk menunduk dengan tubuh bergetar.
Tubuh Salsa tampak menyedihkan,air matanya terus mengalir benar-benar bak teratai rapuh yang terlihat sangat mengiba.
Tapi apa kayra perduli?.
Tidak!.
Wanita paruh baya dengan tatapan tajam itu masih menatap tajam sosok salsa yang duduk di sofa single vila besar James.
Freya mendesah,mengganti perban baru dilutut naas putri kecil mereka.
Wanita itu kehilangan kata-kata.
Kayra datang langsung setelah mendengar pengaduan dari Acella ,dan begitu kegiatan kampus dibubarkan,tanpa banyak kata ia langsung datang ke vila pribadi James.
Enak saja putri manis mereka dilukai saat seekor nyamuk saja tak mereka biarkan mengigit kulit mulus tuan putri Wiguna itu.
Lalu apa kabar dengan lutut mulus yang kini terbalut perban? Kayra emosi luar biasa!.
__ADS_1
"Kau tau? Freya mengatakan dan menyakinkan kami semua bahwa kau adalah gadis yang baik juga masuk akal! tapi aku tak menyangka....kau membiarkan putri dari wanita yang kau panggil bibi itu terjatuh hanya karena mengejar dirimu?! tidak ada satu orangpun yang kami biarkan hidup jika berani mengabaikan putri kami! apalah.....yang Freya lihat hingga menyimpulkan bahwa kau itu adalah gadis yang baik dan penuh rasionalitas!!" Kayra berucap dengan wajah dingin,meski tak membentak,namun tekanan di setiap ucapannya mampu membuat seluruh tubuh salsa membeku.
Siapa wanita ini?
Mengapa auranya begitu menakutkan?
Salsa bahkan tak berani mengangkat wajah.
Tapi dirinya tak ingin dihina atas sikapnya.
"Nyonya....saya tak mengenal anda,saya tau saya hanya tamu di rumah bibi Freya,saya hanya anak yatim-piatu dengan beasiswa,saya tau anda adalah orang berada.Saya maklum jika anda memandang rendah diri saya,tapi luka yang putri anda alami itu bukan keinginan saya! saya terlahir dari keluarga miskin dan tak mengerti kerapuhan dari gadis manja dengan keluarga kaya,hiks.....mengapa anda berkata seolah luka itu disebabkan oleh saya?!" Salsa terisak menyedihkan,menatap wajah kayra berkaca-kaca penuh luka.
Air mata palsu yang ia keluarkan dari semua kebencian yang mulai mengakar jauh.
Freya menggeleng tak percaya.
Apa kayra dibantah?.
Istri James itu menatap wajah dingin kayra dengan manik bergetar.
"Kak salsa bicara apa? kaya miskin itu sama....selama seseorang bisa menjaga perilaku dan moralnya.Kak salsa tidak berhenti bahkan saat Archa memanggil,Archa hanya ingin tanya sesuatu mengapa kak salsa seakan tidak mendengar meski Archa sudah berteriak?'
Tak menggubris,salsa kembali menatap wajah cantik wanita dengan pakaian branded itu.
"Saya dan Archa sama-sama gadis yang baru beranjak dewasa,hiks..tapi mengapa saat Archa terluka kalian semua mempertanyakan saya?! Archana...dia mendapat semua kasih sayang dari paman James dan bibi Freya disini meski dia tak tinggal disini.Saya tak apa karena saya hanya orang asing yang beruntung diizinkan tinggal oleh bibi Freya.Saya tidak mengharapkan apa-apa saat bisa tinggal disini,mengapa saya juga harus menerima semua tuduhan ini saat setitik luka terjadi pada putri anda? hiks....apakah saya yang mendorongnya hingga jatuh? mengapa anda,kalian begitu jahatnya pada saya..." Salsa menunduk,semakin dalam mencubit pahanya diam-diam,wajahnya memerah dengan lelehan deras air mata.
Freya,wanita paruh baya itu menatap salsa dengan pandangan yang berubah, punggungnya bersandar pada sandaran sofa dan mengusap kepala Archana yang menyandarkan kearah bahunya.
Putri kecil mereka ikut menangis.
Kayra menyeringai dingin,duduk tenang dengan tangan bersidekap ingin mendengar lebih jauh apa yang akan diucapkan gadis muda ini.
"Hiks..apakah kalian sudah mengenal saya lama? apakah kalian pernah melihat kehidupan saya hingga anda dan nona Acella mempertanyakan sikap saya? rasionalitas saya? apakah saya masuk akal dalam berprilaku? hiks....saya tau saya hanya menumpang,tapi tidak bisakah anda semua tidak bersikap bias? Tolong jangan menghardik saya sesuka anda " Salsa berucap lirih,air matanya jatuh layaknya air bah.
Sosoknya yang terlihat rapuh dan lemah dengan wajah penuh air mata,sukses membuat Archana menangis dengan keras.
Iba.....
Freya menggeleng sesal,rupanya keputusannya salah!.
Dia tidak seharusnya membawa gadis ini masuk.
Sekali lihat saja gadis ini penuh tipu daya.
Tapi dirinya telah berjanji untuk menanggung hidup salsa hingga gadis itu bisa berdiri sendiri ,dan kini Freya menyesalinya.
Apa yang dilakukan kayra sukses membuka matanya.
"Saya lahir dengan kenangan kematian seluruh keluarga besar saya.Saya hidup dengan berbagai macam manusia dan sifat mereka...salsa,aku sudah hidup dalam rantai antara hidup dan mati saat usiaku sepantaran denganmu, trik-trik kecil seperti yang kau lakukan hanyalah mainan anak-anak bagiku,lalu...sifat manusia seperti apa yang kau pikir belum aku lihat di dunia ini?!"
Kayra menyeringai licik, tatapannya menghunus tajam.
Degggg...
Salsa menegang,semua ucapannya untuk membalas seakan tertelan kembali.
"Mengapa kamu tinggal disini saat James sudah berinisiatif memberimu sebuah rumah bahkan membiayai pendidikanmu? mengapa kau terus tinggal dan mengoles Freya dengan madu hari demi hari? Kau katakan Oxford impianmu pada Freya begitu tau putri kami akan kuliah disana.Apa yang kau rencanakan?! jika hanya membalas budi,tak perlu kau sampai kekeh ingin tinggal disini dengan membujuk Freya! Kau tau area dimana kau tidak boleh melewati batasanmu.Tapi apa yang kau lakukan?!"
"Kau menginginkan semua barang yang sudah jelas tidak boleh disentuh oleh orang asing? Kau bertanya mengapa aku mempertanyakan rasionalitas dan betapa tidak masuk akalnya dirimu? salsa...sadarlah,kau sudah memojokkan Freya dengan alih balas budi.Apa kau pikir saya tidak tau gadis seperti apa dirimu ini? bahkan Medusa yang jauh lebih berpengalaman jauh dari dirimu sudah pernah kuhadapi,jangan coba-coba bermain dengan keluargaku!"
Kayra menghardik dengan kejam.
Salsa menggeleng lemah,tidak dirinya sangka,wanita paruh baya dengan semua barang brended yang menghiasi tubuhnya itu benar-benar memiliki lidah yang tajam.
Kayra memutus semua jalan keluarnya dengan sekali pandangan mata dan lidah tajamnya.
Wanita paruh baya itu tak membiarkan dirinya lolos satu katapun,lalu apa gunanya wajah polos menyedihkan yang selama ini dirinya jaga? salsa mengepalkan tangannya erat .
"Salsa....anda masih muda,jangan mencoba sok pintar dihadapan saya! Freya terlalu lembut dan tak mampu melihat semua tipuanmu,tapi saya.....saya bahkan sudah membunuh orang saat saya baru berusia 15 tahun! Kau fikir keluarga kami memandang orang dari kaya atau miskin-nya mereka? terlalu picik! Jangan gunakan air mata buayamu didepanku!"
Kayra mengusap rambut Archana disampingnya, menatap Freya yang mengangguk paham.
"Jika keluarga kami tidak memandang James dan Freya...kamu bahkan tidak akan sampai bahkan hanya dibatas gerbang saja!" Ekspresi dingin kayra berubah secepat kedipan mata,wajah cantik berubah ganas.
Wajah salsa berubah pucat,keringat dingin mengucur dari keningnya.
Gemetar....
" Young lady...tidak bagus menjadi begitu ambisius saat kau masih bergantung pada orang lain,tapi jika takdir telah tertulis bahwa kau tidak bisa menjadi seorang putri dimana putri sejati telah ada,jangan bermimpi terlalu tinggi,jangan mencoba meraih apa yang bukan milik kamu.Jangan terbang terlalu tinggi dan menyelam terlalu dalam,atau kau sendiri yang akan menghancurkan dirimu,dengan berakhir menyedihkan!"
Degggg....
Salsa menoleh dan tubuhnya seakan mati rasa begitu melihat siapa yang berbicara.
James menyorot dingin,menatap Archana yang terlelap di bahu sang istri.
Salsa mengigil lebih hebat, kata-kata telak itu bak palu yang menghantam telak jantungnya.
__ADS_1
Bukan hanya penghinaan,namun sesuatu yang terasa begitu menakutkan.
James berjalan,lewat tanpa menoleh padanya.
Mengangkat tubuh mungil Archana dan membawanya memasuki kamar khusus putri kecil mereka di vilanya.
Kayra mencibir sarkas,menepuk pundak Freya dan bangkit.
"Freya...aku pulang,berharap saja semoga kakak ipar dan Zeus itu tak tau,kamu tau bukan seberapa kejam mereka jika mengetahui Archana terluka....dan....Daddy....hah....hari yang menyusahkan!" Kayra berlalu menatap wajah sesal Freya.
"Bibi hiks sals-"
Salsa tergugu,freya mengangkat satu tangannya dan berlalu menuju lantai dua tanpa kata.
.........♣️..........
Kediaman Fernandez terasa mencekam begitu kedua sosok tua yang paling dihormati perlahan keluar dari mobil dan berjalan masuk dengan wajah dingin tanpa ekspresi.
Tapi,bukan hanya itu yang membuat manik sepasang suami istri itu bergetar.
Melainkan,seorang gadis yang keluar setelah sosok Retha berdiri disisi Ferdinan.
Asline!.
Gadis cantik itu tersenyum simpul,berjalan disamping tuan Ferdinan dan Retha.
Bryan sebagai kepalanya keluarga segera bergerak cepat menyambut kedua orangtuanya.
Meski ia tak tau bagaimana gadis itu bisa bersama kedua orang tuanya setelah dua bulan menghilang.
"Ayah...ibu..mengapa kalian tidak menghubungi kami jika ingin datang agar aku atau Jonathan bisa datang menjemput alih-alih ayah datang sendiri kemari" Bryan berujar tak habis fikir dengan kelakuan ayah dan juga ibunya itu,pria itu melirik asline dengan anggukan kaku dan dibalas senyum simpul gadis cantik itu.
Ferdinan mendengus dingin,sementara Retha berhenti melangkah dan menatap tajam wajah putra sulungnya itu.
"Heh...kau masih ingat masih punya orang tua? apa yang kulihat disini? kalian berani mengadakan sebuah acara tanpa persetujuan kami?!" Sarkas Retha dengan cemoohan tajam,membiarkan asline berjalan lebih dahulu bersama Ferdinan .
Bryan menghela nafas berat,melihat punggung sang ayah yang perlahan memasuki mansion.
"Ibu....bukan begitu, hanya...hanya saja ka-"
"Diam! sekarang lihat bagaimana kalian akan menjelaskan semua ini pada ayah kalian?!" Retha berlalu setelah menyentak puteranya dengan dingin.
Bryan terdiam kaku, Chintya datang mengelus punggung sang suami dengan wajah pias.
"AGAM,TELPON WANITA ITU DAN KELUARGANYA...SURUH DIA KEMARI DALAM WAKTU 15 MENIT,JIKA TIDAK KAU LIHAT SAJA APA YANG BISA KAKEKMU INI LAKUKAN!!" Bryan dan Chintya tersentak kala memasuki mansion dengan suara menggelegar penuh amarah Ferdinan yang terdengar meraung keras.
Agam,pria muda itu menatap syock wajah kakeknya begitu dirinya turun dari lantai dua dan langsung diserang oleh amarah sang kakek,Agam.anak bungsu dari putra kedua Ferdinan, yang tinggal di mansion Bryan dimana kedua orang tuanya berada jauh di Indonesia membangun bisnis mereka.
Pria muda itu beralih menatap sosok cantik yang begitu ia kenali,dibalik semua konflik keluarga ini.Mantan calon kakak iparnya.
Chintya meneguk salivanya ngeri, bagaimana pria tua itu tau masalah ini?.
Mereka sudah memastikan tidak ada satupun berita yang sampai ke telinga kedua orang tua itu,tapi apa yang terjadi?.
Dan bagaimana gadis perusak matanya itu bisa bersama kedua mertuanya?.
"Dimana Jonathan? suruh dia menghadapku!" Ferdinan menghentak tongkatnya diatas meja kayu mahoni ruang tamu.
Suara keras hantaman tongkat beradu dengan meja itu sukses membuat keringat dingin Chintya mengalir .
"Ya Tuhan...semua pria tua pemarah ini tidak membuat celaka putra ku!!" Chintya membatin ngeri.
........♣️........
Dante,lucinda juga grizela berjalan tergesa memasuki halaman kediaman Fernandez.
"Papa... bagaimana ini?! kakek tua itu sudah datang...dan...dan !!" Grizela bahkan bergidik kala beberapa maid yang berjajar menatapnya horor.
"Tenang grizela jangan ribut begini?!" Dante berhenti,menegur dan langkahnya terhenti begitu mendengar suara mobil dibelakang mereka.
Jonathan keluar dengan ekspresi wajah tak terbaca.
"Asline sayang...cuaca musim semi ini cukup hangat,minum dulu teh susu ini,nenek bukanlah tuan rumah yang tak tau cara merawat tamu!"
Jonathan berhenti melangkah,maniknya bergetar kala melihat tiga sosok yang memiliki pengaruh besar dalam hidupnya.
Lucinda menatap pias sosok gadis muda yang diapit hangat oleh tuan besar Fernandez bersama istrinya.
Kata-kata menohok itu,wanita itu tau .Semua kata-kata itu ditujukan pada Chintya yang terduduk pucat .
"Kakek... nenek..." Kedua pasangan tua itu menoleh,mencibir sarkas.
"Oh...lihatlah sayang....bukankah ini cucu keparat kakek?! lihat betapa sopan mereka membuat orang tua ini menunggu!!" Sentak Ferdinan membuat wajah semua orang didalam ruangan ini membeku.
__ADS_1
...TBC...
Sumpah El mau tepar......