Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
finishing


__ADS_3

...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...



Vote,like dan komen jangan lupa juga beri ulasan kalian tentang novel ini... terima kasih


...✍️...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...And...


...Keep spirit...


...✍️...


Sang bandar tersenyum penuh arti,mengangkat tangannya perlahan namun pasti.


1 detik......


5 detik kotak perlahan terangkat.


" 6....6 besar!"


"KEAJAIBAN!!" Raino memekik heboh.


"BIG BRO... MENANG?!" Diego berseru dengan wajah tercengang.


"Mati kau!!" Sembur Raider dengan senyum iblis diwajahnya.


"TIDAK MUNGKIN!!" Ansol meraung tak percaya.


Zantos tercengang,maniknya terbelalak tak percaya akan apa yang ia lihat!.


"Tidak...tidak mungkin ini pasti salah!!!" Pria baya itu bangkit dan menunjuk pada sang bandar.


Pria dengan setelan kemeja putih dan rompi merah khas seragam club itu menatap wajah Zantos sengit.


"Tuan Zen! anda tau peraturan kami! bahkan jika pemenang meminta pihak club memotong tangan pihak yang kalah...kami akan lakukan tanpa pandang bulu! jangan pernah mempertanyakan eksistensi kami!" sang bandar berucap dengan suara mengalun rendah penuh peringatan.


Zantos terduduk lemas.

__ADS_1


50 juta US Dollar miliknya!...


Lenyap dengan sekali pria muda itu membalik telapak tangannya!.


Rayga duduk,memainkan lidahnya didalam rongga mulut,bertopang kaki dengan gaya yang begitu arogan nan malas.


Zantos menatap arogansi pria muda itu nanar.


"Tidak...tidak mungkin aku kalah! sudah berkali-kali aku memainkan permainan ini dan aku sudah menang hingga kemenangan itu tak berarti apapun lagi! bagaimana kau bisa mencurangi aku?! kau pasti bermain trik!!!" Zantos menunjuk wajah angkuh Rayga dengan telunjuk gemetar.


"Trik? tunjukan buktinya jika saudaraku bermain trik?! hati-hati dengan mulutmu..kalah ya kalah jangan banyak drama! jika tidak sanggup atas taruhan jangan besar mulut!" Sarkas xain atas tuduhan pihak Zantos pada Rayga.


"HAHAHAH...LIHAT DIA SAUDARAKU?! BETAPA KASIHAN SUDAH MELAMBUNG TINGGI LALU JATUH TERHEMPAS!!" suara menggelegar Maxim terdengar disambut tawa remeh para inti.


"Mamp*s kalian semua!" Raino bertos ria bersama Maxim,kedua pria ini rupanya menyimpan begitu besar dendam!.


Rayga terkekeh rendah.


mengetuk jari telunjuknya pada meja poker.


"Well...raja judi sepertinya hanya isapan jempol! satu kali kemenangan dan dia berharap menjatuhkan keluarga besar Wiguna? merebut nyonya besar kedua Wiguna?"


Deg .....


Zantos menegang,menatap horor pada sosok yang kini bersandar malas pada kursi duduknya.


Rayga menguap dengan postur tubuh penuh kemalasan,acuh tak acuh pada sekitar.


Maniknya yang tajam bak jurang tak berdasar, menenggelamkan seluruh arogansi Zantos hingga ke dasar.


Melihat manik itu,Zantos bergidik.


Entah mengapa dirinya merasa takut oleh pria yang sudah jelas kalah jauh dari segi pengalaman underground.


Bahkan untuk pembunuh sekelas dirinya!.


Zantos meremang!.


"Kau bicara apa? nyonya besar kedua Wiguna ? Si..siapa yang kau maksud?!" Zantos mencengkram pegangan kursi tempatnya duduk.


Buku jarinya memutih disertai urat biru yang menonjol menghiasi sepanjang lengannya yang penuh otot.


Para inti terbelalak tak percaya mendengar penuturan saudara sulung mereka.


Nyonya besar Wiguna kedua?!.


Siapa yang tak kenal gelar itu?.


Setelah mendiang Liora menempati posisi sebagai nyonya besar pertama,maka posisi kedua tentu saja di tempati oleh istri dari tuan muda Arion Drew Lysander Wiguna!.


Kayra Romanov, yang kini lebih dikenal sebagai Kayra Arion Wiguna!.


Rayga tertawa rendah,bangkit dan berjalan menuju posisi para inti.


Meraih jas-nya dari tangan raider yang menyeringai bengis dan menatap pada Maxim.


"Hukum underground Eropa.... Pertama...tidak ada satupun hal yang lolos dari mata Zeus! " Rayga berbalik dan bersidekap dada,menatap kelompok Zantos dengan senyum iblis.


"Kedua....kami selalu benar! sentuh milik kami maka rasakan pembalasan yang berkali-kali lipat! ketiga... underground Eropa..kami adalah hukum! dan itu mutlak!" Rayga duduk kala arshenio dengan senyum bahagia menarik sebuah kursi untuk dirinya.


"KAU BEDEBAH! PERATURAN KALIAN ADALAH OMONG KOSONG! INI TIDAK VALID!" Ansol meraung murka.


Perasaannya tidak enak,pria muda ini..

__ADS_1


Dia lebih kejam dari pembunuh manapun yang pernah berelasi dengan organisasi Hall of death!.


Dan dia,Zeus.Adalah penyimpanan dendam!.


Siapa yang tau apa yang Zeus ini akan minta?!.


"Tidak valid?! hahahaha..kalian dengar dia?" Arshenio tertawa sarkas.


Putra bungsu Arkansas itu menatap sang bandar yang berdiri dengan wajah tidak senang.


"Inilah sebabnya..lain kali jangan terlalu mendongak keatas.. sekali-kali lihat kebawah.. berhati-hati atas ucapan dan tindakan.. sekarang jika kalian kalah maka berkata tidak valid! saat menang kalian tertawa begitu pongkah?! sekarang mana tawa kalian itu? sekarang rasakan sensasinya dipermalukan!" Ucap ryuga yang disambut tawa remeh para inti lainya.


Zantos menatap kearah meja poker,dimana posisi dadu itu telah menjadi kabar duka baginya!.


Telapak tangan pria itu terukur ingin meriah dadu dengan kilatan penghancur dimatanya.


Namun...


Wushhhh..


Takhhh.....!!


"ARKHHHHH...APA YANG KAU LAKUKAN BEDEBAH?!!!" Zantos meraung saat sebuah belati menatap di kaki kirinya.


"Sudah kukatakan... hati-hati!" Ucap Rayga jenaka.


Pria muda itu kini berdiri di depan sisi Zantos dan kedua kaki tangan,ansol juga Greg .


Mengulurkan tangannya,merapikan kerah kemeja Zantos yang meringis atas rasa sakit.


Rayga tau,luka tusuk belati ini tak akan berarti apa-apa bagi pria pembunuh seperti Zantos.


"Apa kau berfikir begitu mudah mendambakan milik kami? jika kau berani memimpikan sesuatu yang bukan milikmu...bukan hanya lewat hartamu yang hilang...bukan juga lewat permainan dadu...aku akan langsung membinasakan seluruh kelompokmu secara langsung..face to face...kau harus berhati-hati..." Rayga mundur perlahan,menyeringai bengis.


"Maxim...tentukan bagaimana cara kau membalas..aku memberimu hak!" rayga meraih kunci mobil,memakai kembali mantelnya serta melangkah menuju pintu keluar club.


Ini hampir pukul 1 dan sudah melewati batasnya kembali pulang menemui istri juga bayi-bayi mereka yang manis.


"Tunggu! aku mau satu ronde lagi!!!" Zantos meraung tak ingin kalah begitu saja.


Para inti mencibir jijik.


Rayga acuh,terus berjalan hingga siluetnya yang gagah menghilang dari balik pintu .


Mereka kalah 15 juta US Dollar...


Namun Rayga membalik di ronde kedua dengan membawa kemenangan 50 juta US Dollar ditambah taruhan kejam yang kini berputar di otak Maxim untuk membalas penghinaan terhadap dirinya.


"Well...." Maxim menyeringai menatap kelompok Zantos yang sudah menatapnya penuh kebencian.


Krakh....


Maxim menggerak-gerakkan jemarinya hingga terdengar suara tulang.


"Bersimpuh...dan menggonggong seperti an*ing!....bukankah kalian memintaku mengelap sepatu kalian dengan kemejaku? sekarang buka pakaian kalian dan menarilah striptis diatas panggung sana! lakukan cepat.... Rik siapkan kameramu! underground akan semakin heboh atas tayangan ini! hahahaha..." Maxim tertawa terbahak-bahak begitu sadis atas balas dendamnya.


Alarik menggeleng tak habis fikir,sudah jatuh tertimpa tangga pula!.


Uang hilang kini harga diripun hilang!.


Bukankah Zantos sudah mempermalukan diri sendiri?.


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2