Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Guest


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya...



...🔱.....🔱...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🔱.....🔱...


Terlihat seorang pria setengah abad berpakaian begitu elegan layaknya seorang bangsawan datang,mendekat dengan seorang pria muda nan tampan yang membawa aura bangsawan yang begitu kuat.


"Hay.. Rafendra selamat...selamat kawan atas acara pertunangan generasi ketigamu!!" Ucap pria yang terlihat seumurnya dengan tetua clan Wiguna itu.


Rafendra menatap malas sosok mantan pria nomor satu di Britania raya itu.


"Mau apa kau tua bangka? harusnya kau ucapkan itu pada putra dan cucuku! tidak perlu memperlihatkan wajah menjengkelkan dirimu itu padaku! " Sinis Rafendra menatap malas kawan lamanya itu.


Mantan sang raja Inggris!.


King Brinlaid Algari Roman.


Raja tua yang sudah lama pensiun dari jabatannya itu tertawa melihat respon sahabat lamanya itu.


Benar.


Sangat aneh melihat interaksi seorang mafia dan seorang raja dimasa lampau.


Namun itulah yang terjadi.


Rafendra merupakan teman sekaligus rival sang raja dulu,saat keduanya masih muda dan berada di akademi demi meraih gelar.


Yah,siapa yang menyangka.


Dari Rival menjadi sahabat.


Anggi menghela nafas,menampar lengan suaminya jengkel.


"Hormatlah sedikit Rafen!! dia itu bagaimanapun adalah yang mulia raja! meski sudah mangkat!" Anggi tersenyum tidak enak menatap wajah sang raja.


Yah,sang raja dan suaminya memiliki pahatan wajah yang benar-benar bak pinang dibelah dua dulu saat pertama kali ia melihatnya.


Itulah mengapa mereka menjadi sahabat meski cara pendekatan mereka begitu ekstrem.


Rafendra yang berusaha membunuh Brinlaid dan sang raja yang berusaha meracuni ketua Blood Eagle itu.


Aneh bukan?.


Tapi pada akhirnya hubungan membaik dengan tawa kedua pria itu.


Blood Eagle yang membantu menjaga keamanan serta kedamaian negara,dan pihak royal kingdom yang tetap memberi kebebasan dalam organisasi mafia itu bergerak.


Inilah persahabatan antara raja dan pejahat!.


Perduli? Rafendra dan Brinlaid acuh selama mereka merasa nyaman dalam berteman.


"Hahaha.. Veleri,suamimu memang tidak pernah hormat padaku sejak dulu! dia itu batu!" Kelakar Brinlaid menatap wajah jengkel Rafendra jahil.


"Cih..gila hormat kau raja tua!" Rafendra membalas sarkas.


Dibelakang sang raja berdiri sosok pria muda nan tampan dengan baju kebesaran kerajaan.


"Oh..siapa ini?" Anggi memekik memecah tatapan laser Rafendra pada Brinlaid.


Pria muda berwajah tampan itu menatap kearah panggung dengan wajah begitu dingin tanpa ekspresi.


Melirik kala suara hangat menyapa dirinya.


"Ohhh..dia cucuku,prince Azura Milean D'Roman putra mahkota!" Brinlaid menarik kedepan tubuh cucu lelakinya.


Pria tampan itu menatap Anggi dengan senyum simpul,keramah tamahan seorang bangsawan.


"Selamat malam nyonya besar Wiguna,senang bertemu dengan Anda.Saya pangeran Azura memperkenalkan diri menyapa anda..." Azura meraih tangan anggin dan mengecupnya hormat.


Rafendra mendelik jengkel.


Beraninya pria muda ini menggoda istrinya!.


"Kyaaaa..itulah putra mahkota Inggris?!! dia sangat tampan!!" Raels memekik heboh.


Raider mendelik menarik wajah kekasihnya dengan senyum menyeramkan.


"Omoooo... Daebak....inikah devinisi pangeran berkuda putih!!" Aira memekik heboh.Entah kemana jiwa tenangnya?.


Alarik melirik sinis wajah putra mahkota itu.


Aira saja tak pernah seantusias ini melihat wajahnya! mengapa pria asing ini sudah membuat posisinya terancam dimata kekasihnya?.


Alarik mendengus dingin.


"Itu sang pangeran?! kyaaaa..aku ingin meminta foto bersamanya!!" Rubi memekik tertahan,maniknya berbinar tak kalah dari kedua sahabatnya itu.


Ryu mencibir kesal.


Dia juga adalah keturunan bangsawan clan Hara di Jepang! apa statusnya ini tidak cukup membuat calon istrinya itu puas?.


Ryu mengelus dada sabar.


"Tak kusangka wajah asli pangeran mahkota begitu tampan! tidak sia-sia aku merias diri malam ini!" Victoria menatap wajah pangeran Azura dengan manik berbinar.


Entah kemana jiwa Agent berdarah dalam dirinya?.


Raino melotot geram,apa telinganya tak salah? pangeran itu tampan?.


"Tampan apanya?! akulah yang paling tampan disini Victoria....masa kamu tidak sadar betapa tampannya wajah calon suamimu ini?!!" batin Raino kesal.


Rayga menatap wajah sang putra mahkota Britania raya itu dengan wajah jauh lebih dingin dari biasanya.

__ADS_1


"Dear...jangan coba-coba melirik pria lain saat cincin dariku sudah tersemat dijari manismu! ingat...aku tidak segan-segan membunuh pria itu!" Asline merengut kesal,baru saja ia ingin menoleh kala mendengar suara heboh para wanita juga sahabat-sahabatnya disana.


Namun titah mutlak nan kejam yang baru memasuki pendengarannya membuat nyalinya ciut seketika.


Rasa penasarannya hilang oleh manik berkilat tajam penuh intimidasi dari Zeus itu.


Lihat....


Belum sah saja sudah posesif luar biasa, bagaimana jika sudah menikah nanti?.


Bisa dikurung dirinya dalam sangkar emas tanpa bisa melihat dunia.


"Jangan melotot dear....wajah pangeran itu biasa saja..kau tidak perlu cari pria tampan lain cukup lihat saja calon suamimu ini!" Ucap Rayga dengan seringai menyeramkan diwajahnya.


Asline menghela nafas berat,memang benar juga wajah si Zeus ini sangat tidak manusiawi! yah,asline menurut sajalah memang benar!.


"Sini peluk....." Asline tersenyum malu,tubuhnya tenggelam dalam kehangatan sang dominan.


Tubuh maskulin dengan aroma hutan pinus yang menenangkan.


Dilain sisi...


Grephhh..


"Jangan pegang tangan istriku lama-lama anak muda!" Sentak Rafendra menarik tubuh Anggi dan merangkul pinggang istrinya itu dengan wajah dingin menatap wajah tak berekspresi sang putra mahkota.


BWAHAHAHAHAH...


"Aduh Rafendra!! ingat umur brother.....astaga tidak pernah absen sekali saja aku tidak tertawa melihat keposesifan dirimu! " Gelak Brinlaid tak sanggup menahan tawa.


Hilang sudah image wibawanya sebagai seorang raja jika sudah berinteraksi dengan ketua clan Wiguna itu.


Sementara itu...


Seorang gadis remaja manis sudah menatap wajah kakak kembar juga ayahnya dengan mata merah yang terlihat lucu.


"Hiks...hiks...Daddy lihat Shura.... cake-nya habis!! HUAAA..." Arkansas menghela nafas berat,menggendong ala koala putri manisnya yang menangis kejer.


"Archa..cake yang lainkan masih banyak dek..mengalah ya sama Shura.." Bujuk Arshenio frustasi.


Shura?


Bocah itu masa bodoh akan tangisan sang kakak,mulut kecilnya sudah menggembung seperti ikan buntal.


Kedua tangannya penuh akan cake yang bertumpuk diatas piring.


Bahkan Tristan dan sakura sebagai orang tua sudah menyerah akan kerakusan putra kecil mereka itu.


"Tidak mau!! Shura bagi cake nenek sama kak Archa!!" Shura menjulurkan lidahnya mengejek dan berlari dengan piring terakhir penuh cake itu dengan wajah penuh kemenangan.


Archana menatap kearah sang adik dengan bibir gemetar menahan tangisnya.


Para kakak juga ibu gadis manis itu mati-matian menahan tawa.


Sangat menggemaskan!.


"Jangan menangis sayang,


besok Daddy minta nenek buat seloyang besar khusus untuk princess! don't cry okey...kita temui kakek dan nenek mau?" Bujuk Arkansas lembut.


"Janji daddy..." Gadis manis itu menunjukkan jari kelingking imutnya dengan mata berbinar.Asline terkekeh melihat interaksi sabar sosok Arkansas pada putri tunggalnya itu.


Asline menghela nafas akan rasa sesak kenangannya bersama sang ayah.


Grephhh...


"Stttt..don't cry baby..we are your family now" Bisik Rayga memeluk tubuh asline dengan lembut,memeluk dan mengusap wajah sendu itu dengan hangat.


Arkansas mendekat dengan sang putri yang berjalan riang disamping pria paruh baya itu.


.


"Paman Laid...apa kabar?" Suara berat Arkansas menghentikan tawa raja tua itu.


Degggg..


Azura yang tak sengaja menoleh terdiam mematung.


Tubuhnya kaku dengan jantung yang berdebar tak biasa.


"Apa aku sakit jantung?" batin Azura tak waras.


Manik tajam pria muda berusia 24 tahun itu menatap kearah sosok remaja manis yang berdiri dan menatap lugu interaksi para orang tua didepanya itu.


Rayga menatap penuh arti dalam badai es dimatanya.


Seringai iblis pria itu terbit.


Arshenio maju,berdiri didepan tubuh adiknya dengan wajah seakan menatap musuh!.


"Keep your eyes safe your higness!" Suara dingin Arshenio memicu keheningan yang mencekam terjadi seketika.


Azura menyerigai dalam,bersidekap dada dengan postur tubuh tenang.


"Apa masalahnya? aku hanya melihat sebuah bunga kecil langka yang indah...." sang pangeran berucap dengan senyum ramah yang berbahaya.


Rafendra menatap ketiga cucu lelakinya juga sang putri kecil keluarganya dengan mata menyorot dalam.


Raider disisi kiri sang adik,Arshenio di depan dan Raino disisi kanan.


Para putra clan Wiguna mengelilingi cucunya posesif.


Lion king vs Alpha Wolf.


"BOYS!! NENEK PERINGATKAN...." Aura kegelapan saling membantai itu lenyap seketika.


"Maafkan cucu nenek,Azura..jangan masukkan kedalam hati!" Anggi mendelik menatap wajah kembar R juga Arshenio yang menatapnya protes.


Arkansas?.


Pria paruh baya itu membawa wajah putrinya yang cantik tenggelam dalam dada bidangnya.


Dia tak rela wajah manis putrinya ditatap bak buaya kelaparan oleh putra mahkota yang terkenal dingin nan angkuh itu.


"Princess...tutup mata saja ya sayang..jangan lihat kedepan!" Ucap Arkansas lembut.


Brainlad menjatuhkan rahangnya melihat kelakuan pria yang terkenal dengan julukan Hades itu.


BWAHAHAHAHAH...


Pecah sudah tawa raja tua itu.


"Hahah..astaga...ayah dan putranya sama saja!! kalian berdua gila Rafendra!!" Gelak Brainlad tak habis fikir.


Archana menggaruk pipi chabbinya binggung,hingga otaknya yang polos menangkap ucapan pria seusia kakeknya itu dengan baik.


"Kakek asing jangan sembarangan sebut kakek dan Daddy Archa gila ya!! " Remaja manis clan Wiguna itu melotot garang menatap sosok raja tua Inggris itu dengan kesal.


Sayang sekali...

__ADS_1


Bukanya menakutkan,wajah manis itu justru jatuhnya mengemaskan.


Bwaahahh..


Kembali Brainlad tertawa hingga mata tua itu berair.


Berjalan mendekati dibawah tatapan bak predator para pria clan Wiguna itu.


"Tidak sayang...bukan begitu maksud kakek..sekarang boleh kakek bertanya? nama gadis manis ini siapa?" Brainlad bertanya dengan wajah lembutnya.


Archana mengerjap polos,menatap sang ayah yang terlihat berwajah gelap.


"Tapi...kata Daddy tidak boleh sembarangan berkenalan dengan orang asing" Gadis manis itu menjawab lugu.


BWAHAHAHAHAH...


Brainlad tertawa bahkan lebih keras mendengar ucapan polos putri keluarga mafia itu.


Apa ini? darimana para iblis itu bisa memiliki malaikat polos seperti ini?.


"Tertawa terus..kau akan mati dalam tertawamu itu..."Dengus Bimo tidak sopan sama sekali.


"Hallo gadis manis?"


Duaarrrrr....


Tawa Brainlad terhenti,wajah tenang Arkansas juga para putranya pecah .


Rafendra?.


Pria tua itu terdiam linglung,hampir saja terkena sernahan jantung!.


Manusia kutub yang terkenal Dingin, angkuh juga alergi bersikap baik pada makhluk bernama perempuan tiba-tiba menyapa rendah hati pada sosok perempuan!.


Marvelous!...


Rayga menarik tubuh adiknya menjauh dari sosok raja juga pangeran mahkota itu.


"Yang mulia harap jaga batasan anda.." Rayga berucap penuh arti,wajah dinginnya benar-benar gelap mengerikan.


Asline meraih tubuh Archana dan membawa calon adik iparnya itu menjauh sesuai kode sang Zeus.


Zeus dan Azura...


Kedua nama mitologi dewa neraka itu menatap dengan sengit.


"You know my family so well..jangan memancingku!" Rayga memberi dengan jelas kibaran bendera perang.Tenang, ketenangannya yang membawa bahaya!.


Azura menyerigai dalam.


"Your little sister....on my way..." Balas Azura tenang.


"Bedebah itu ingin mati!" Raino berucap sarkas.


Bahkan tiada wajah jenaka lagi darinya, victoria bahkan bergidik melihat wajah gelap pria penggoda itu.


"Hem..royal family? siapa perduli!" Maxim menyahut dingin.


"Aku tak sungkan membunuhnya!"Ryuga terkekeh dingin.


"Akan kuambil jantungnya demi penelitianku!"Diego menyerigai licik.


"Mau mengusik adik kita! dia mau mati?!"Xain menjilat bibirnya penuh arti.


Darah...


Para elang muda itu ingin daging segar!.


Arshenio menatap dalam kilatan mata penuh keinginan membunuh.


Adiknya tidak boleh dekat dengan pria selain keluarganya!.


Adiknya masih terlalu kecil untuk terganggu oleh tatapan seorang pria! terlebih pria yang umurnya cukup jauh dari mereka.


Sementara itu....


"Dengar kakak ya dek! Acha tidak boleh sembarangan bersikap baik pada orang asing,apalagi itu adalah laki-laki! terlebih....jangan bicara dengan orang itu!" Raider berucap begitu sang adik dibawa asline padanya.


Menangkup wajah manis itu tegas.


Archana?.


Gadis manis itu menatap wajah tegas sang kakak dengan bingung.


Kenapa tidak boleh bicara dengan orang lain? apalagi itu kakak tampan yang menyapa dirinua dengan ramah tadi?!.


"Raider..Dia itu putra mahkota Inggris ingat! jangan mengajari adik kecilku menjadi gadis tidak sopan begitu!" Raels mendelik pada sang kekasih.


Raider mendengus kesal.


"Masa bodoh! mau dia putra mahkota atau raja sekalipun...aku tidak akan pernah sudi membiarkan adikku didekati oleh manusia kutub itu!" Raider membalas kekasihnya itu tajam.


Raels berdecak kesal,kepala batu!.


"Tapi kakak...kenapa kakak begitu sama kakak tampan it-"


"HEII....KAKAKMU INI LEBIH TAMPAN ARCHA!!"


Pekikan kompak para inti memotong ucapan adik kecil mereka.


Archana tersentak,menatap wajah garang para kakak laki-laki miris.


Telinganya sakit right!.


Malam itu akhirnya sang raja pulang dengan tawa membahana penuh rencana.


Dan fikiran penuh sang pangeran atas tuan putri Wiguna itu.


.......🌠.......


Pagi menyapa dengan sinar hangat sang mentari.


Terlihat kesibukan di sebuah Mansion mewah nan megah yang terletak dikawasan wilayah tanah pribadi.


"Jaga cucu manisku...jangan biarkan anak kurang ajar itu mendekati cucuku!"Wajah tua Rafendra terlihat begitu gelap.


"Daddy fikir aku sudi putriku dilirik pria diusia bak bunga mekar sekarang? tidak! putriku masih kecil!"Arkansas bahkan lebih mendung dengan manik berkilat tajam.


"Hm..kami juga tak sudi adik kecil kami didekati oleh pria selain keluarga kita!" Raino menyahuti semikiran dengan isi otak para saudaranya.


"Bagus...keep watching!"Rafendra menyerigai licik,mari lihat setangguh apa prince of London itu jika memang pria muda itu bertekad.


Suram...


Ruang keluarga itu terasa begitu mencengkram oleh aura gelap para laki-laki itu.


Sedang para wanita yang berada di dapur tidak perduli dan sibuk membuat sarapan.


...🍁...

__ADS_1


...TBC...


__ADS_2