
Hai jumpa lagi....
Mohon bersabar...kita akan memasuki konflik!.
...🍃...
...E...
...N...
...J...
...O...
...E...
...Y...
...A...
...N...
...D...
...H...
...A...
...V...
...E...
...F...
...U...
...N...
...🍃...
"Apa kau yakin rencana ini akan berjalan sempurna? bagaimana kau tau apa yang nanti akan dilakukan tuan muda Wiguna itu? ingatlah bagaimana dua bidakmu mati oleh para kaki tangannya tanpa ampun! dengar..aku tidak mau kali ini gagal!" Seorang wanita dengan tudung hitam menutupi kepalanya berucap begitu ia memasuki ruang besar yang terisi oleh puluhan patung yang terpahat menyerupai sosok asline dengan ekspresi ngeri.
Pria ini gila!...
Pria itu,berdiri merapikan pakaiannya dengan senyum manis menatap satu patung yang begitu terpahat sempurna seakan itu adalah sosok asline sendiri.
Ruang itu begitu dingin,pria itu menjaga suhu ruang agar patung-patung yang terbuat dari lilin itu tidak meleleh dan berubah bentuk.
"Aku sendiri yang akan turun tangan...aku tak butuh pion tak berguna seperti kedua budak dungu itu!" Pria yang memiliki wajah hampir setara dengan ketampanan sang Zeus itu memainkan sebuah pistol ditangannya dan mendekati sosok wanita yang sedari awal masuk tidak berhenti mengoceh.
Sangat mengganggu!.
"Tapi bagaimana kau bi-"
"Diamlah..aku bosan mendengar cicitanmu! bersyukurlah aku tidak menembak kepalamu! dengar grizela....kau masih disini karena kau masih berguna! jadi jangan menguji kesabaranku!" Pria itu menatap tajam sembari menempelkan ujung pistol dingin itu diatas bibir grizela.
Benar...
Wanita itu adalah grizela!.
"Bu..bukan begitu tuan zergan ak-"
"Syuttt...Calvin Harris! ingat namaku..." potong zergan sebelum grizela selesai bicara.
Wanita itu mengangguk kaku,sial.
Aura pria ini hampir mendekati keganasan seorang Rayganta!.
"Kau..kau mau kemana?" Grizela berbalik begitu zergan melangkah keluar.
Pria itu menyerigai tanpa berbalik,wajahnya terlihat dipenuhi kebahagiaan.
"Tentu saja....wanitaku sekarang sendiri...dia butuh seorang pria untuk membuatnya bahagia! aku akan menjemput calon istriku dan membawanya pergi dari sini.....Rusia akan menjadi rumah barunya" Zergan terkekeh rendah,bayang wajah cantik yang memerah dibawah kungkungannya sukses membuatnya tak mampu mengendalikan kesabaran lagi.
Grizela menyerigai senang.
Jika asline tidak ada,bukankah akan lebih mudah mencari muka dihadapan keluarga besar Wiguna itu?.
Dia bisa mendekati sosok wanita tua kesayangan para pria tampan itu dan menerobos masuk untuk mendekati salah satu dari deretan tuan muda itu!.
Jika dirinya tak bisa mendekati tuan muda Rayganta,lalu menggoda yang lain tidak masalah bukan?.
Grizela gemetar oleh rasa puas yang luar biasa!.
Siapa yang akan menjadi target awalnya?!.
Tuan muda Raider? tidak! pria itu terlalu penuh dengan kepalsuan.
Tuan muda Raino? tidak! pria itu adalah pembunuh Devano!.
Lalu Diego?
Ryuga? atau Gion?.
Tidak!
Xain? pria itu terlalu misterius!.
Lalu pilihan terakhir,Maxim!.
Yah,tuan muda clan Houston terlihat lebih baik,bukankah dia seorang playboy?.
Dengan menggaet Maxim,bukankah menjadi ratu industri hiburan akan semudah menjentikkan jari?!.
"Hahahaha..yah,aku bisa mendekati clan Houston dengan perginya asline! wanita murahan itu adalah pijakanku memasuki 10 garis besar taipan Eropa ini...hahahaha...yah...bawalah dia tuan zergan! bawa pergi hama itu dari kota ini HAHAHAHAH!!" Grizela duduk dan tertawa dengan begitu menggebu,menyenderkan tubuhnya di sandaran sofa dan menatap jijik patung lilin berupa asline itu dengan senyum miring.
............🍃.............
Alarik menatap kearah asline yang menatap kosong mobil petugas interpol yang telah melaju membawa pergi suaminya.
Pukh...
Mengangkat wajahnya dan menatap sosok alarik yang tersenyum tipis.
"Tenanglah saudari ipar....ada aku dan tim hukum kami disini! aku bersumpah akan mengeluarkan saudara rayga sebelum siang nanti! yah...aku tau aku tak bisa membawanya sebelum fajar nanti sesuai yang kau harapkan! " Alarik menghela nafas tak enak.
Bukan,bukan dirinya tak mampu.
Ini bukanlah kepolisian metro kota London!.
Dirinya harus sedikit keras karena yang turun kali ini untuk menggertak sang big bos adalah interpol internasional yang meminta bantuan langsung pada FBI!.
Betapa hebat bukan sang Zeus itu hingga bahkan harus melibatkan FBI hanya untuk menahannya selama beberapa jam saja?!.
Alarik ingin tertawa!.
"Kenapa begitu kak alarik? berapa lama kak Rayga akan ditahan?" archara bertanya jengkel.
"Bukan ditahan dek,mereka saat ini hanya bisa menginterogasinya saja! dan kakak mungkin bisa mengeluarkan pukul 10 pagi nanti.Ada beberapa hal yang harus kakak urus,nah....sekarang kalian pulang akan kakak kirim beberapa penjaga untuk mengawal kalian,cepatlah ya kakak harus segera bersiap !" Ucap alarik sembari mulai mengetik sesuatu dengan cepat pada gadgetnya.
Archara mengangguk paham.
Bagaimanapun besar kuasa keluarganya,jika menyangkut aspek interpol internasional akan rumit!.
__ADS_1
Jangan sampai image keluarganya rusak oleh isu buruk,yah meski sebagian itu memang kebenaran.
"Alarik..tolong keluarkan suamiku dengan cepat...entah mengapa perasaanku tak enak" Asline berucap lirih,wanita itu melirik sekeliling kantor besar Z'industies itu dan seakan ada sesuatu yang terus mengawasinya.
Alarik yang tenggelam dalam urusannya mendial para anggota Beta tak mendengar jelas dan hanya bergumam rendah menanggapi.
"Tuan alarik mobil sudah siap!" Alarik mengangkat wajahnya begitu mendengar suara seorang pria menginterupsi.
"Yah..baiklah Falcon,kau kepala kemanan kantor ini kupercayakan langsung membawa pulang adik serta istri big bos.Ada beberapa mobil anggota kita nanti yang mengikuti dari belakang...lakukan tugasmu dengan baik!" Ucap alarik sembari menarik keluar adik serta aslire menuju pintu keluar diikuti pria bernama Falcon.
"Tentu tuan alarik!" Pria itu menjawab tegas.
Archara menarik asline memasuki mobil Alphard hitam yang sudah menunggu mereka dengan seorang supir disana.
"Asline...kau punya nomor ponselku jika terjadi sesuatu! jangan kembali dulu ke Vila...pulanglah ke mansion utama ada Daddy Arkansas,papi Rion juga kakek Rafendra disana" Ucap alarik sebelum menggeser pintu mobil kembali tertutup.
Asline dari balik kaca mengangguk samar.
Dan begitu mobil melaju pergi dengan tiga buah sedan hitam dibelakangnya,alarik akhirnya berbalik pergi dengan earpeace ditelinga menuju basemant,dirinya memliki setumpuk hal yang harus diurus sebelum pergi ke biro internasional untuk mengeluarkan sang bos.
...........
Iringan mobil hitam terlihat keluar dari jalur gedung besar Z'industies,Alphard hitam elegan itu dikawal oleh tiga buah mobil sport hitam dibelakangnya.
Selama mobil melaju,archara perlahan menguap akibat kelelahan yang dirinya rasakan.
" Dek..kalau kamu mengantuk tidur saja..jika sampai kakak akan bangunkan" Asline membujuk archara yang terlihat memiliki mata sayu dan terhitung sudah lima kali gadis itu menguap sejak memasuki mobil.
"Tidak kak! aku tau kakak sedang gelisah sekarang,jadi bagaimana aku bisa meninggalkan dirimu dan tidur santai? aku senang kakak mencemaskan kakakku Rayga,dan aku senang kakak menjadi kakak ipar ku! aku akan selalu menemani kakak sampai kita tiba di mansion utama! " Archara berucap sembari meraih telapak tangan dingin asline.
Archara tau apa yang tengah melanda batin kakak iparnya.
Istri mana yang tidak cemas saat suaminya ditahan didepan umum?.
Meski kakaknya sangat berkuasa,kakaknya juga adalah manusia biasa.
Dan setiap manusia tidaklah sempurna betapapun berkuasanya dia!.
Yah,archara sadar.
Kali ini musuh mereka benar-benar memeras otak guna membelenggu kebebasan sang Zeus!
Betapa lucunya!.
Hening setelah keharmonisan yang terjadi antara saudari ipar itu.
Hingga...
"Mayday!! Falcon sesuatu terjadi di jalur kami! percepat kem-"
DUARRR!!...
Asline dan archara tersentak begitupun Falcon yang mengemudi.
Mobil mereka terdorong ke depan dengan hempasan kuat saat jalur diantara jarak mobil Alphard mereka dan mobil para pengawal diledakkan oleh dentuman kuat!.
Ckiiitttt....
"TUAN FALCON ADA APA DIBELAKANG?! MOBIL PARA PENGAWAL? KENAPA DENGAN MEREKA?!!!" archara menyembur kaget.
Asap hitam tebal membumbung,dan sudah dipastikan tiga mobil dibelakangnya telah hancur!.
Sungguh tidak terduga!.
"Nona..nyonya muda tetaplah didalam kunci pintu mobil ini dengan benar! saya akan keluar memeriksa dan saya akan ubah mode mobil ini ke mode tempur ada lapis baja kalian aman didalam!" Falcon berucap tergesa-gesa,wajahnya tetap tenang namun punggungnya terasa dingin.
Jika ini seperti yang dirinya takutkan? maka dirinya pasti kalah dan bagaimanapun caranya dia harus membawa putri dan menantu clan Wiguna ini menjauh meski harus bertukar nyawa!.
"Tuan Falcon.Kami tidak bisa meninggalkan orang-orang kami menghadapi bahaya sendiri! biarkan saya ikut memeriksa!" Asline menarik lengan Falcon begitu keduanya telah keluar dari mobil.
Dia lebih takut dibantai oleh sang Zeus jika istri pria itu sampai lecet!.
Jadi bagaimana Falcon bisa membiarkan aslien ikut?!.
" Nyonya muda,saya disini atas perintah menjaga anda berdua! jika saya tak kembali dalam 10 menit,pergi saja jangan berbalik!" Seru Falcon tegas.
Sementara itu,Archara menatap perdebatan itu dengan kening mengeryit dalam.
Gadis itu menekan sebuah tombol di balik kursi kemudi.
Dan sebuah kotak besar dibawahnya terbuka dengan beberapa set senjata api berbagai bentuk!.
"Tidak ada alasan darah Wiguna takut! bahkan akupun tidak akan mengalah! siapapun musuh yang berani mengusik aku akan melawan balik!"
Archara keluar,berjalan menuju Falcon dan asline tengah berdebat.
" Mr Falcon! ganti senjatamu!" Archara menyeru dan melempar sebuah senapan Laras panjang berkaliber 9mm dan senjata itu ditangkap oleh Falcon dengan shock.
Ini senjata darimana?!.
"Nona ini?" Falcon bertanya horor.
"Apa lagi? kau seperti tidak tau saja! semua mobil keturunan keluargaku telah dimodifikasi,bahkan mobil milikku! asal kau tau Mr Falcon,seluruh tempat duduk mobil ini dibawahnya penuh dengan senjata api! bagaimana,aku hebat bukan tak kalah dengan para kakakku?" Kekeh archara dengan seringai iblis diwajahnya.
Falcon menggeleng ngeri, benar-benar putri hades!.
Asline menarik nafasnya dalam,berusaha membuat dirinya tenang.
Gadis remaja itu membagi senjata menjadi tiga, masing-masing dari mereka membawa satu dengan sebuah rompi anti peluru.
"Dengar...jika semua berubah diluar kendali....m-"
Brrrrmmm...
Falcon membeku,belum selesai berbicara deru mobil datang dengan suara begitu keras.
"Damn it!!!!" Falcon segera merapatkan diri dengan asline disisi kiri,dan archana dikananya.
Menjadikan body mobil sebagai tameng.
Ckiiitttt....
Ketiganya memasang mode waspada begitu sebuah mobil Pajero hitam berhenti dengan beberapa mobil Jeep senanda disekitarnya,semua mobil itu memenuhi jalan!.
Tatapan ganas melintas dimanik asline begitu melihat sosok pria keluar dari dalam Pajero.
" Calvin Harris! sudah kuduga kau bukan pria biasa! latar belakangmu...siapa kau?!" Desis Asline begitu melihat sosok Calvin berdiri angkuh disisi lain mobil mereka.
"Senang kau mengingatku Mrs Alzeus...oh..tidak! Miss gradian...." Suara berat itu mendayu jenaka,ada kilatan bahagia yang berlebihan dimatanya.
Bughhhh....
Semua mata menoleh kearah gadis yang baru saja meninju hidung seorang pria yang mendekat perlahan dengan ujung senjatanya.
"Heh...kau fikir aku buta? ingin menarik kakak iparku? mimpi saja!" Raung archara hina.
Calvin,bukan.
Zergan menatap kearah putri Arkansas itu dengan geraman rendah.
Seekor pengganggu!.
__ADS_1
"DASAR GADIS SIALAN! HIDUNGKU!!" pria yang mendapat serangan dari archara itu meraung kala darah menetes dari hidungnya.
Tidak terduga! gadis yang terlihat lemah itu ternyata begitu kasar!.
DORRRRRRRRRRR...
"Damn you man!!!' Archara mengumpat kala sebuah peluru hampir mengenai jantungnya.
Berlusin pria dengan masker hitam mengepung .
Falcon berdecak jengkel.
Apa-apaan! penyergapan!.
" Bawa wanitaku kemari!" Titah zergan tegas.
Archara membuang luda* dan maju bersama Falcon.
Gadis itu berlari dan dengan tangan memegang senjata dirinya berzig zag menghindar serangan brutal pukulan telak.
Bughhhh..
Uppercut sengit!..
Putri Arkansas itu meninju telak rahang bawah pria yang menghadang.
DORRRRRRRRRRR...
Sembari memukul satu peluru ditembakkan bertubi-tubi.
Asline berdiri dengan tenang,mengokang senjata api ditanganya.
Wushhhh..
Gadis itu berlari maju kesisi kanan archara.
Satu tenaganya meraih bahu seorang pria yang mendekat dengan sebuah senjata api.
Brugkhhhh
Berputar sengit dan tubuh pria itu terjerembab dengan keras.
DORRRRRRRRRRR...
Dengan kilatan dingin,asline menembak langsung kepala bawahan zergan itu.
Zergan tersenyum dingin,melihat betapa kuat wanitanya menjatukan seorang pria dewasa dengan tubuh rampingnya itu!.
" Merpati kecil yang liar...." Gumam Zergan mulai bangkit dari kap mobil tempat dirinya bersandar.
"Siapapun kau....tidak tau malu!" Sengit asline dan langsung menembak para penyerangnya .
Asline membuang senjata api begitu pelurunya habis,gadis itu menyingsingkan lengan dress hitam yang ia kenakan dan menarik rambut panjangnya keatas mengikatnya dalam satu cepolan.
Menit berlalu dengan darah yang terus tumpah oleh perlawanan sengit tiga orang itu.
Duakhhh..
Dibawah mata zergan,asline menendang satu lagi pria itu.
Brakhhhh..
Menggeleng penuh binar kala wanita cantik itu menginjak telak pada tulang rusuk pria itu dengan ujung runcing hills yang ia pakai.
Uhukkk....
Pria itu memuntahkan seteguk darah oleh serangan fatal istri rayga itu.
Zergan kini berdiri langsung dihadapanya.
Tersenyum jenaka.
"Tidak perlu melawan....lihat adik iparmu sudah hampir kehabisan amunisi..dan lihat pengawalnya,dia hampir tumbang!"Zergan menyeru tenang.
Mengepalkan kedua tangannya,menarik nafas.
"Rayga......." Lirih asline sembari menarik belati di dalam ikat pahanya,tajam dan runcing.
"Kak....." Archara tiba,wajah dan tubuhnya penuh darah entah darahnya atau darah musuh.
Tapi penampilan sungguh kacau!.
Zergan melirik para bawahnya yang tumbang.
Terkekeh rendah.
Benar-benar putri seorang iblis Hades!.
Dan kini,sudah waktunya berhenti bermain-main! akan dirinya tangani sendiri!.
.......
Kantor polisi Internasional ...
" Rayga......."
Deggggg....
Rayga,pria yang semula menutup matanya itu kembali duduk tegak dengan ekspresi gelap.
Asline....
Itu suara istrinya!...
Rayga membuka kaca arloji yang ia kenakan,memutar jarum jam itu hingga sebuah tombol terlihat.
Tak lama,ia memakai sebab kaca mata transparan.
Dan hologram mulai terbentuk.
Tapi hanya dirinya yang bisa melihat layar,orang lain tidak akan mampu melihatnya karena set kaca tiga dimensi dari kaca mata telah terhubung otomatis kedalam hologram.
"Bos! tenang saja aku bersumpah akan membawamu keluar lebih cepat! tim kami sudah ber-"
" Istriku? kau sudah pastikan dia pulang dengan selamat?" Rayga memutus ucapan alarik.
" Ten-"
Bipppp...
Sebuah suara samar dibelakang alarik berkedip merah.
Alarik dan rayga saling melirik.
"DAMN IT! ALARIK PERCEPAT!!!!" Raung rayga dengan gerakan cepat berdiri hingga kursi yang ia duduki diruang interogasi itu terjungkal keras.
Dan para pengamat disisi lain menegang.
Ada-apa?!.
Mereka bahkan belum memulai dan Zeus itu terlihat sangat marah!.
...🍃...
__ADS_1
...TBC...
Sabar....tahan emosi ingat ini bulan puasa 😅