Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Kepanikan apakah ini?


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya...



...E...


...N...


...J...


...O...


...Y...


...A...


...N...


...D...


...H...


...A...


...V...


...E...


...F...


...U...


...N...


...............


Embun bahkan belum sirna,sinar matahari bahkan belum terlihat terpancar sempurna.


Namun...


Sosok lelaki dengan mantel hitam terlihat duduk ditepi sebuah danau buatan,sebuah joran pancing berada di satu tangannya dan wajah tanpa ekspresi itu terlihat dipenuhi kesunyian.


Hingga...


Sebuah kekehan terdengar jenaka...


"Woahhhh..kau benar-benar menjadi pengangguran yah sekarang big bro?"


Seorang pria dengan mantel coklat datang dengan tawa jenaka mendekat dengan langkah santai namun penuh aura kharisma.


Arkansas!.


Bahkan setelah mendengar ejekan itu tak perduli,bahkan tak mengangkat wajah hanya untuk sekedar menatap lawan bicaranya sekarang.


Axel mendengus,namun sorot mata geli terpancar dari matanya.


"Ck..ck..ck..bahkan tak ada sapaan hangat seorang saudara..kau bahkan tak mau menyambutku? aku tamu asal kau tau..." Rajuk Axel mencibir jengkel.


Hingga..


"Khe..khe..khe...Tuan pengusaha anggur...jika saja kau adalah seorang assassin mungkin kami semua akan keluar untuk menyambutmu dengan meriah!' Rion berjalan mendekat dengan sesekali menguap malas.


Axel mengelus dada sabar...


"Jika seperti itu..lain kali aku datang siapa yang harus KUBUNUH?" Kesal Axel atas ujaran jenaka Rion.


Rion,pria itu terdiam menatap prihatin wajah jengkel Axel.


Kemudian tak lama...


Krakhhhh...


Rion mengangkat wajah horor,sepertinya sudah terlalu lama saudaranya ini berada dalam ketenangan,hingga bahkan suara tulang dari peregangan saja sudah membuat orang yang mendengar takut!.


Rion hanya takut...


Bagaimana jika Hades ini justru menjadikan mereka sebagai ajang untuk mengendurkan otot dan tulangnya!.


Sial....


Rion maupun Axel dengan teratur menarik sebuah bangku kayu sedikit menjauh dari hades yang terlihat masih menunjukkan tanda ketenangan.


Kedua pria paruh baya itu menatap kearah Arkansas terduduk.


Bahkan hanya dengan duduk diam tanpa kata ,pria ini tetap memancarkan keagungan yang begitu menyilaukan mata!.


Siapa yang bisa mengira? bahkan sosok tenang itu adalah pembunuh kejam dimasa mudanya dulu!.


Axel menatap joran pancing tak bergerak itu dengan alis mengeryit.


"Sejak kapan kau melakukan hal tak berguna seperti ini Brother?" Axel bertanya dengan senyum aneh diwajahnya.


Arkansas menghela nafas panjang,menatap Axel dengan alis mengeryit tak suka.


"Sepertinya kau benar-benar menjadi pengangguran? banyak bicara!" Arkansas terduduk malas,menghunus dingin dengan kekehan kikuk Axel sebagai balasannya.


"Khem..kau sudah mendapat berapa banyak ikan dari danau ini? " Axel berucap dibawah hawa dingin menusuk yang Arkansas keluarkan.


Rion mengulum bibir menahan tawa.


Axel melirik sekitar tempat Arkansas duduk,tak ada apapun yang terlihat digunakan untuk menampung hasil pancingan.


Melirik kearah pintu belakang mansion yang langsung terarah menuju dapur.


Satu pikirnya absurd terlintas.


"Jangan katakan padaku bahwa kepala pelayan sudah membawa ikanmu masuk untuk dimasak dan dijadikan menu sarapan pagi?! astaga ikan di danau ini semua adalah bibit unggul ikan mas ! Daddy Rafendra sendiri yang melepaskan mereka semua untuk budidaya didanau ini!" Axel menyeru heboh sendiri,berdiri dan menatap prihatin danau buatan itu.


Rion meraup wajahnya frustasi.


Sejak kapan mantan IT Wiguna group ini menjadi begitu bodoh?!.


"Wahai tuan besar Axel Lumiro.....kepala koki tidak berencana memasak ikan hasil tangkapan big bro..." Frustasi Rion tak habis fikir akan jalan fikiran seorang Axel.


"Dan satu lagi.... bagaimana mau ada ikan,tidak ada apapun diujung joran itu !" Jelas Rion emosi.


Entah tidak habis fikir dengan kelakuan aneh Arkansas pagi ini.


"Tidak ada umpan? lalu kau memancing apa big bro? astaga kau menunggu ikan itu jatuh dari langit?! gila..." Racau Axel tidak menyadari senyum manis Arkansas yang terlihat berbahaya!.


"Axel..sudah lama samsak tinju di Mansion ini rusak... bagaimana jika kita melatih otot kita yang perlahan menua lagi? lupakan pancing ini... setelah sarapan aku tunggu di ruang boxing.." Arkansas beranjak senyum miring terlihat mengerikan hingga wajah Axel memucat seketika.


"He..he..he..big..big bro..kau tau tulang-tulangku perlahan dimakan usia? aku bahkan sudah tak mampu lagi mengangkat sarung tinjuku... bagaimana bila bertukar? ajak saja Rion! lihat ototnya bahkan terlihat seperti pria berusia 25 tahun..." Rion mendelik atas ucapan Axel,enak saja mau melempar dirinya menjadi kambing hitam.


"Cih..25 tahun apa?! jangan bawa-bawa namaku!' Rion bangkit dan berlalu pergi,cari aman saja!.


.........🍃...........


Z'Manor.......


Manik indah itu perlahan terbuka, perempuan cantik dengan piyama putih lembut itu terbangun dan meraba samping ranjangnya.


"Huft....Rayga tidak pulang ternyata..." Asline menghela nafas,gadis cantik itu terduduk diatas ranjang perlahan mengumpulkan kesadarannya.


Melirik jam dinding mewah dikamar itu,bangkit dan berjalan menuju jendela besar.

__ADS_1


Menarik tirai dan membiarkan sinar hangat mentari menyiram tubuhnya.


"Selamat pagi untuk diriku" Asline berucap jenaka,berbalik memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri.



Perlahan menaiki beberapa anak tangga kecil dan mulai membuka seluruh pakaiannya,memasuki bath tub dan mulai menuangkan sabun aroma lavender kedalam air yang mengisi penuh bath tub .


Busa menutupi seluruh tubuhnya,maniknya terpejam merilekskan diri.


Yah,masa tamunya telah berakhir.


Dan dalam ketenangan atas ketidak beradaan suaminya,asline sebenarnya merasa tegang!.


Uap yang mengepul mengantarkan hawa hangat yang membuat seluruh kulit tubuh dan wajahnya memerah dengan godaan yang begitu berbahaya.


Iblis cantik yang memikat!.


Krrrr...


Lampu kamar mandi itu berbunyi aneh.


Klik..


Asline membuka mata, gelap!.


"A..ada apa ini?! masa rayga belum membayar listrik?" begitu takut hingga ucapan akward lolos dari bibir ranumnya.


Satu hal yang tidak diketahui siapapun,asline adalah gadis yang takut akan gelap!.


Dan...


Makhluk halus!....


Tubuh gadis itu mengigil dalam kegelapan,meringsut semakin merapat kedinding bath tub.


"Ke..kenapa? kenapa lampunya mati?!" Asline bergetar hebat,tanganya meraba dinding tempat bathrupe tergantung.


Mandi tidaklah penting lagi,kini dirinya ketakutan!.


Tidak mungkin berteriak,dirinya sadar ini kamar mandi kamar utama,seluruh dinding kedap suara dan pelayan semua ada di lantai bawah!.


Byurrr..


"AAAAAAAAAAA!!" Asline terpekik kala merasakan air di bathtub itu bergejolak, seperti ada seseorang yang ikut masuk.


"Ra..rayga...hiks...itu kamu kan?" Baiklah,lolos sudah Isak tangis gadis itu.


Asline sungguh ketakutan.


Didalam kegelapan dan tubuh polos tanpa sehelai benangpun terkubur didalam air busa,dirinya ketakutan!.


Hening....Asline meringsut kesisi lain bathtub.


Dan air bergejolak saat sosok itu mendekat.


"Tidak.... siapapun jangan dekati aku!!" Asline mengigil,begitu meraih bathrupe gadis itu merangkak keluar dari bathtup dengan air mata ketakutan.


Berlari keluar tanpa perduli jejak air yang ia tinggalkan.


Sementara sosok itu terkekeh dibalik kegelapan.


Sosok tinggi nan tegap dengan otot tubuh dan perut yang tercetak jelas akibat kemeja yang ikut basah itu berdiri,berjalan keluar dari bathtup dengan senyum miring diwajahnya.


"Aku lapar....."


Krkkkkkk...


Pintu geser kamar mandi itu terbuka paksa,asline menatap kamar tidurnya yang gelap gulita.


Kenapa tirai gorden juga kembali tertutup?!.


Kaki jenjangnya hendak berlari kembali.


Hingga..


"AAAAAAAAAAA..MENJAUH... HANTU...HANTU...JANGAN DEKATI AKU!! HIKS...." asline menjerit,sungguh akibat dari menonton triller horor semalam bersama Aira sukses membuat phobia nya memburuk!.


Grephhhh...


"AAAAAA...DADDY...KAKEK......RAYGA!!! " Asline menjerit sejadinya,menarik tuas hingga teriakannya terdengar hingga mansion utama melalui sistem interkom begitu kedap suara dinonaktifkan.


"Amour....."


Tangis ketakutan asline langsung lenyap berganti dengan ekspresi linglung.


Klik.....


Lampu menyala terang,gadis itu mendongak menatap sosok yang ia fikir adalah hantu itu.


Menyerigai nakal dengan manik yang tak lepas menatap wajah menggemaskan yang menatapnya linglung.


"Hiks..rayga.....RAYGA!! KETERLALUAN!!" Asline meraung kesal,mencubit geram sosok yang kini terlihat menahan tawa dengan senyum mautnya.


"Bagaimana kamu bisa berbuat sekejam ini?! menakuti istrimu! bagaimana jika aku terkena serangan jantung ?!! sini..kemari akan kupukul kau dasar suami gila!!" Asline meraung,meraih banntal dan memukul beringas sosok yang kini sudah tertawa terpingkal-pingkal melihat wajah kesal istrinya.


"Hahahaha..aduh..maaf amour...hahaha..astaga sudah...sudah sayang kita berdua ini masih basah!! atau...." Rayga yang sibuk berlari main-main memutari seluruh kamar mereka berucap jenaka,melihat sang istri yang sibuk mengatur nafas dan menatapnya penuh permusuhan.


"Apa?!atau apa?!" Balas asline emosi.


Sial....


Kemana perginya dewa iblis berhati es itu?!.


Mengapa kini hanya terlihat olehnya adalah pria jahil nan menjengkelkan saja?!.


Iblis mesum ini!!...


Rayga mendekat dengan senyum miring,asline mundur dengan ekspresi ngeri begitu melihat Zeus itu perlahan membuka kancing kemejanya satu persatu.


"Bagaimana kau bisa sakit jantung sayangku...jika jantung mu itu adalah milikku.." suara rendah yang terkesan menggoda dengan senyum jahil yang tergambar dalam.


Lidah basah itu menjilat bibir dengan tatapan panas membakar.


"Bi..bicara apa kamu ini?!" Asline gemetar oleh aura menindas berbahaya dari sang Zeus.


"Kau menggodaku sayang...kau harus tanggung konsekuensinya!"


Grephhhh....


"AKKHHHHH..."


Brukhhh..


Asline dipeluk dengan sentuhan panas yang membakar hingga ujung.


Wajah tampan itu mendekat dengan kilatan buas dimatanya.


Bathrupe yang digunakan asline tidak diikat kencang,pakaian itu merosot hingga lembah itu memperlihatkan kedua gunung kembar yang mengintip malu-malu.


Darah pria tampan itu mendesir dengan rasa memabukkan yang membuat kedua maniknya memerah gelap.


Ini adalah hidangan ekslusif yang tidak akan dirinya dapatnya dimana pun!.


Lapar.....

__ADS_1


Dirinya lapar....


Jemari kokoh itu terulur,menarik simpul jubah mandi yang menutupi tubuh polos Istrinya dengan sembrono.


Sedikit lagi.....


Glek.....


Jakunnya bergerak menahan godaan luar biasa ini.


Asline gemetar kala salah satu tangan kokoh itu perlahan mengencang melilit pinggang rampingnya.


"Aku lapar.....lapar hingga aku tak ingin menyisakan sejengkal pun kulitmu sayangku..." Asline mengigil,tidak pernah ia merasakan godaan yang begitu berbahaya seperti ini seumur hidupnya!.


ini terlalu berbahaya!...


Dibanding dengan banyaknya pria yang mendekatinya dulu!.


Sedikit lagi....


Deg....Deg...deg...


TOK...TOK


"ASLINE..MENANTU MAMI...KAMU KENAPA TERIAK SAYANG? BUKA PINTUNYA! MAMI DAN SEMUA ORANG DISINI... ASTAGA!!"


Karena terlalu lama menunggu reaksi,Kayra menyuruh rion mendobrak pintu kamar pribadi itu.


"Damn it!!" Rayga mengumpat,memutar memeluk erat tubuh istrinya menjauh dari pandangan seluruh keluarganya.


Entah kecepatan bagaimana hingga orang-orang ini bisa datang begitu cepat dan berdiri didepan pintu kamarnya!.


Asline meringsut kedalam dekapan suaminya,jubah mandi yang hampir jatuh serta keadaan basah kuyup!.


Ini memalukan!...


"Dad...Kakek! apa yang kalian semua lakukan didepan kamarku?" Rayga berucap dengan senyum mengancam.


Abai, Rafendra melirik jenaka sosok cantik yang tersembunyi dalam-dalam pelukan cucunya.


"Asline..katakan pada kakek! kenapa kamu berteriak hingga interkom kamarmu membuat kami bisa mendengar teriakanmu itu" Rafendra berucap dengan senyum polos.


Anggi saling melirik dengan kayra,kedua wanita beda generasi itu sibuk menahan tawa.


Jauh-jauh mereka berlari dari mansion utama melewati lorong panjang untuk sampai ke Vila pribadi rayga.


Dan ternyata itu sepadan!


Menyaksikan betapa lucunya tingkah pasangan baru itu.


Rayga melirik sosok cantik yang sibuk menyembunyikan wajah memerahnya dibalik tubuh tegapnya.


Kulit tubuhnya terasa geli kala bersentuhan dengan kulit lembut nan mulus istrinya.


Godaan terkutuk!.


"Tadi ada tikus kakek..." Rayga menjawab malas.


Sungguh,tidak bisakah mereka membiarkan dirinya menghabiskan pagi yang indah bersama istrinya yang menggoda ini?!.


"Tikus? alasan bodoh apa itu kak?.. jangankan tikus..nyamuk saja tak akan berani menampakkan diri di vilamu ini..." Arshenio yang berdiri dibalik punggung Arkansas mencibir.


Arkansas terkekeh geli,dirinya tau sensasi apa yang dirasakan putra sulungnya ini.


Dan....


Dirinya juga pernah mengalami saat membuat Liora dulu menjerit akibat ulahnya yang jahil.


Arkansas termenung,hingga sebuah tangan mungil nan halus menarik jari-jarinya.


"Daddy you okey?" Sosok manis itu bertanya dengan wajah penuh kecemasan.


Arkansas menarik sebuah senyum dan menepuk pucuk kepala putrinya dengan sayang.


"I'm fine cupcake" Archana tersenyum manis setelah melihat wajah ayahnya kembali cerah.


Sementara itu...


"Apa yang kakek dan daddy lakukan..dan kalian semua? pergi sana!" Usir rayga kejam tak perduli raut syok para tetua itu.


"Anak kurang ajar ini!!!" Dengus Arkansas akan kelakuan putra sulungnya.


Asline mencubit perut dengan 8 kotak menggoda itu dengan geram.


Lihatlah mata nakal para orang tua itu kini menatap dirinya curi-curi pandang!.


"APA YANG KALIAN TUNGGU?! AKU INGIN SEGERA MEMBUAT RAYGA JUNIOR!! PERGI DARI KAMAR DAN VILAKU!!" Amuk rayga melihat wajah dan senyum miring kakek dan kedua ayahnya!.


Para orang tua ini!!!!!!!...


Akhirnya Anggi yang kaget menarik tangan Rafendra dengan kayra yang linglung menarik tangan rion serta raider dimana rion menarik tangan arshenio yang mendelik sinis menatap tak terima.


Arkansas?.


Pria itu menutup telinga putrinya dan mendelik tajam pada wajah jengkel putra sulungnya.


Dan akhirnya berbalik pergi tanpa menutup pintu kamar itu lagi.


"Daddy kata kakak mau buat rayga junior? kakak dan kakak ipar asline buatnya pakai apa?"


"Khem..itu..kau tau kue jahe saat perayaan natal sayang? itu..itu kakak iparmu dan kakakmu akan buat rayga junior pakai tepung..yah..pakai tepung"


"Benarkah?"


"Haha....benar sayang..nanti tanya saja nenekmu"


Samar-samar terdengar obrolan akward Arkansas yang membalas panik pertanyaan polos putrinya.


Dan dikamar.


Rayga saling melirik dengan Istrinya.


Dan tak lama..


HAHAHAHAH


"Aduh kasihan Daddy!" Asline ditengah tawanya mengasihani nasib Arkansas kala menghadapi kepolosan putrinya itu.


"Sudah tertawanya...sekarang..." Rayga menyerigai licik.


Asline melotot horor.


Sial


Dia lupa disini masih ada predator lagi!.


Greppp...


"KYAAAAA..TURUNKAN AKU!!"


Dan yah, akhirnya hanya teriakan panik asline yang terdengar.



...TBC...

__ADS_1


__ADS_2