Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
drama mini


__ADS_3

...Jangan lupa tinggalkan jejak ya 🌹...


...πŸ’ HAPPY READING πŸ’...



Hiruk pikuk keramaian kota terlihat jelas kala asap kendaraan mulai menambah panasnya udara kota.


Panas kota kini mulai memasuki fase terendah,kala musim segera akan berganti.


Wanita cantik itu menatap melalui jendela mobilnya, tersenyum dengan wajah lembut sembari mulai membaca daftar belanjaan.


Pukh..


"Aduh..maafkan mami ya sayang,coba saja butler Dyazel tidak sibuk mengurus hari gajian para pekerja.Tentu saja mami tidak akan memaksamu menemani mami berbelanja untuk hadiah persembahan pernikahan alarik!" Wanita cantik itu tersenyum kala wanita paruh baya disampingnya menepuk punggung tangannya penuh sesal.


Aslien tergelak geli menatap wajah tertekan kayra.


Yah,ini adalah awal bulan sebelum memasuki natal.


Dan sebelum salju pertama nanti akan turun,pesta pernikahan dari clan Lumiro akan berlangsung.


"Mami bicara apa ? tentu saja menemani mami belanja untuk seserahan bukan hal berat bagiku? ini juga bagian tugasku sebagai menantu keluarga Wiguna!" Ucap asline dengan wajah geli akan ekspresi tertekan kayra.


"Bukan begitu sayang..... masalahnya adalah kondisi tubuhmu yang belum pulih sepenuhnya! mami tidak mau berurusan dengan suamimu itu! tapi mau bagaimana? semua serba terpaksa mami lakukan,tidak mungkin juga mami mengajak nenek kalian! fisiknya sudah tak segesit saat muda dulu,nenek kalian akan mudah lelah dan berakhir sakit jika kita bawa berjalan seharian " Kayra menghela nafas panjang,aslien mengangguk tanpa kata.


Mobil mereka mulai memasuki kawasan elit distrik butik milik Selenia yang kini dibawa oleh putrinya Samantha!.


"Kita akan lihat dulu pakaian untuk keluarga setelah itu menemui amber untuk membahas katering! pernikahan seluruh clan akan diurus oleh nyonya besar Wiguna,namun karena nenek sudah tua maka tugas ini berlimpah pada mami karena....." kayra nampak sangat sedih,wajahnya begitu sendu dengan pandangan jauh.


"Karena mom Liora tidak ada maka mami harus mengambil tanggung jawab... Yah,asline tau itu mi.Sebagai pemimpin dari sembilan clan yang masuk dalam lingkaran Wiguna kingdom,sudah tugas pihak wanita Wiguna untuk mengambil tanggung jawab untuk pesta pernikahan setiap generasi! Ryu....setelah pernikahan di Jepang saat itu nenek drop ditambah dengan masalahku! jadi kini mami yang mengambil tugas nenek sebab mommy Liora sudah tiada" Aslien menepuk punggung tangan kayra dengan penjelasan panjang yang dirinya pahami melalui waktu bicara dengan suaminya.


Clan Wiguna sangat besar,bukan hanya diisi oleh Rafendra generasinya.Namun seluruh bagian dari para inti organisasi.


Bimo Smith awal dari seluruh clan Smith berkembang hingga ke generasi Gabriel lalu kini Gion.


Alex Lumiro menurun pada generasi Axel juga kedua anak kembarnya,Alarik juga acella.


Lingga Stevano lalu menurun pada Ryuji lalu Ryuga pada generasi ketiga.


Setelah itu ada Jeremi Russel yang membawa James yang sayang sampai kini tak bisa memperoleh keturunan sebab Freya yang memang bermasalah pada rahimnya.


Lalu ada Thomas Alfa,ayah dari Cristal juga Tristan yang menjadi pendiri clan Alfa dan kini dari Tristan berlanjut pada generasi Shura.


Setelah enam clan masuk empat clan lagi,mulai dari Houston,Luksius, Wishnutama yang terakhir.


Aslien merenung,begitu banyak clan yang harus berada dibawah keputusan nyonya besar Wiguna untuk mengurus pernikahan!.


Wanita cantik dengan dress putih itu mengerjap cepat,dimasa depan akan ada masa dirinya mengambil alih tugas!.


Apakah dirinya mampu? ini bukan sekedar pernikahan biasa! Namun ini adalah pernikahan para pewaris!.


Katakan bagaimana dirinya yang hanya seorang gadis yatim piatu akan mampu mengambil tanggung jawab?!.


Kayra tersenyum menatap wajah asline yang tercermin akan kegelisahan.


"Dulu....sebelum mami masuk ke clan ini...ada Liora,sahabat mami.Ibu kandung Rayga yang akan bergerak bersama nenek kalian,mertua mami.Keduanya bekerja simphoni mengatur keluarga besar meski waktu begitu singkat disisi Liora,dia adalah pusat hidup kami..." Kayra mengerjap dengan manik yang terasa memanas.


Menatap Asline dengan lamat kala mobil perlahan berhenti bergerak.


"Sayang....waktu akan menjadi guru terbaik untuk mami...untukmu dan untuk setiap generasi menantu clan besar ini.Wiguna bukan sekedar nama dari keluarga pengusaha! Tapi kita berbeda,kita adalah pilar dari sembilan penopang perekonomian negara ini! Kita dibawah kerajaan,namun dimata dunia kita sejajar dalam setiap kontribusi! Bahkan sudah merambat dalam kemiliteran,Asline bukan takdir tapi tekad! Pria Wiguna memiliki kita sebagai wanita mereka,karena mereka yakin.Sejalan waktu kita mampu berdiri sejajar dalam mengembang tugas! Be Brave..." ujar Kayra tegas mengetahui kegundahan Aslien mengenai tugas seorang wanita Wiguna.


Asline terdiam,tertegun dengan ucapan kayra.


Wanita yang selalu ia lihat cukup acuh pada sekitar kecuali keluarganya,kini memperlihatkan sisi lain.Tanggung jawab juga pesona tangguh penuh ketegasan!.


Asline tersenyum samar mengangguk pasti .


"Nyonya kedua..nyonya muda apakah anda akan tetap dimobil atau turun dan menemui nyonya Samantha? " Suara morio terdengar jenaka,namun sorot mata dari balik spion dalam menunjukkan pria itu dilanda putus asa.


Lelah menunggu!.


Kayra mendengus menatap sinis kepala penjaga sekaligus sopir dadakan itu!.


"Dengar morio... sekali-kali cobalah tunjukan wajah ramah! jangan wajah suram terus kau perlihatkan, bagaimana ada wanita yang mau padamu? percuma wajahmu tampan tapi tak laku!" Kayra menghina dengan mata terbuka tanpa beban.


Pria itu,morio.


Mengelus dada sabar atas mulut bak lahar gunung berapi istri dari tuan keduanya itu .


"Nyonya...anda terlalu kejam mengatai saya!" Morio berucap sembari tersenyum paksa.

__ADS_1


"Kenyataan, bagaimana bisa kamu mengatakan aku,mengatai mu? Morio...umurmu bahkan lebih tua dari alarik,lihat dia bahkan sudah hampir menjadi ayah! cepat menikahlah dan jangan berwajah bak dunia berhutang padamu! tenang saja aku yang akan mengurus pernikahanmu,yah....jika itu ada gadis yang mau dengan pria beraura suram seperti dirimu!" Ucap kayra dengan helaan nafas dramatis.


Sudut bibir aslien berkedut menahan tawa,dan perempat imajiner terbentuk di sudut alis morio.


"Mami.. sudahlah jangan menggoda morio lagi! dia akan menagis nanti...." gelak Aslien disambut pekikan geram morio


"NYONYA MUDA ANDA SAMA SAJA! KAPAN SAYA MENANGIS?!" Moria memekik dengan suara pintu mobil tertutup keras .


Yah,kedua wanita beda generasi itu sudah ambil langkah seribu meninggalkan morio dan segala kejengkelannya!.


"Andai gaji dan tunjangan hidup disini tidak besar...aku lebih memilih pensiun dari harus menghadapi nyonya jahil seperti nyonya kedua! dan kini..nyonya muda ikut tertular? Ya Tuhan beri aku 1000 hati agar tidak sakit hati menghadapi kejahilan nyonya!!!" Raung Morio dramatis.


"Dan... akupun ingin menikah juga asal anda tau nyonya! tapi bagaimana aku bisa mencari jodoh saat aku harus sedia 1Γ—24 jam? malangnya diriku..." Morio menangis imajiner .


Yah,derita para bawahan dengan majikan otoriter!.


..........


Empat orang wanita dengan pakaian sederhana yang terlihat dibalut merek high class.


"Dress ini apa tidak terlalu berat untuk Aira? tidak bisa diganti lagi? aku lihat terlalu banyak permata diarea pinggang!" Wanita paruh baya dengan potongan rambut pendek sebahu berucap penuh perhitungan.


"Amber.....kau itu tidak tau fashion! bukankah kau juga sebelumnya sudah setuju? mengapa kini mau ganti? lagipula ini dirancang langsung oleh Accela dengan sedikit perubahan oleh archana!" Wanita cantik dengan rambut bergelombang glamor berucap jengkel.


Samantha meraih gelas jus dan meneguknya tandas.


"Sam...." Rengek Amber putus asa.


"Tidak bisa diganti kakak ipar amber...putramu itu akan menikah 6 hari lagi! ini adalah wedding dress,bukan perkara mudah membuatnya! itu adalah jahitan tangan!..." Disisi lain, Arabela.Ibu dari Diego itu terus membolak-balik lembar majalah fashion.


"Sudahlah terserah saja..." Amber mendesis pening.


"Pakaian wanita nanti semua akan mengambil tema purple dan pria akan menggunakan jas Armani hitam!" Jelas Samantha melapor akan telah rampungnya tugasnya.


"Bagus....untuk WO sudah aku minta Jessy urus bersama Daisy yang mengurus katering! semua sudah siap,nah...sudah waktu makan siang mari turun cari makanan untuk lunch!"Kayra berucap menyudahi rapat singkat mereka.


"Maaf Kay, sepertinya aku tak bisa keluar bersama kalian.Aku masih harus menemui client penyedia kain untuk butik dan makan siang bersama mereka!" Samantha berucap penuh sesal,kayra menghela nafas sabar.


Samantha dan segala kesibukannya!.


"Aku juga Kay,aku akan kekantor Dexter cabang disini! dia meminta aku datang dan makan bersamanya..." Arabela tersenyum malu-malu,sungguh diusianya yang sudah berkepala hampir 40.Dexter selalu sukses membuatnya kembali merasakan nortalgia masa muda!.


Kayra menatap kedua iparnya dengan wajah murung,lalu beralih menatap amber.


"Kalian tega sekali......" kayra mendengus jengkel,para wanita paruh baya itu tertawa tak enak hati.


"Mi..asline masih ada! kita makan berdua saja tidak masalah.."Aslien menepuk punggung tangan istri dari Rion itu dengan senyum geli .


"Hmphh..karena urusan suami kalian,kalian meninggalkan aku? aku saudari kalian sendiri? ya Tuhan betapa malangnya nasibku ini..." kayra meratap dramatis.


Amber menepuk keningnya frustasi,kembali sisi menjengkelkan kayra!.


Sudut mata Samantha berdenyut malu sendiri saat tatapan para tamu butik menatap mereka .


Sial,kayra ini membuat malu tak tau situasi!.


Dan entah sejak kapan,gadis yang dulunya adalah pembunuh bayaran berhari dingin berubah menjadi drama Queen?!.


Sedang Ara,wanita itu saling melirik dengan Aslien sembari tersenyum paksa.


"Mi sudah jangan main-main lagi,mari pergi kita ke resto bawah mall Wishnutama!" Asline,dibawah desakan mata ketiga ibu itu segera meraih lengan kayra dan menariknya paksa keluar dari butik sebelum Samantha yang tak sabar melempar mereka keluar dari butiknya.


...........


Wishu Great mall..


Akhirnya setelah sedikit drama,Aslien dan kayra kini tiba di pusat perbelanjaan terbesar salah satu pilar wishutama.



Asline menyipitkan manik grey-nya saat melihat siluet sosok gagah yang begitu familiar.


Pria itu dengan tubuhnya yang tinggi terbalut jas hitam Armani ,begitu tampan juga menawan dalam satu kali lirikan mata.


Mata demi mata para wanita terus mengikuti langkahnya dan pria itu berjalan dengan wajahnya yang tanpa ekspresi,bersama beberapa orang pria berjas formal yang sibuk berbicara di setiap sisinya.


Tanpa sadar,kaki jenjang berbalut booth putih itu berlari menuju sosok pria tampan beraura bak kaisar itu.


"Eh?!! Aslien kenapa tinggalkan mami??! aslien..mau kemana dia?!" Kayra yang ditinggal berseru frustasi.


Grephh...

__ADS_1


Tangan putih dengan jemari lentik itu bertengger memeluk tubuh tegap itu dari belakang.


Hampir saja sebuah gerakan menghempas tubuhnya jika sang pria tidak memiliki penciuman tajam,dimana wangi parfum yang begitu akrab menyelamat situasi.


"Hubby....." asline berucap dengan lidah yang menjulur keluar main-main.


Mengabaikan pekikan histeris para wanita pengunjung mall.


Yah,Aslien sengaja memeluk tubuh tegap nan gagah itu dihadapan para wanita dengan tatapan predator.


Pria ini suaminya!.


Berani sekali wanita-wanita rubah itu menatap damba pada prianya?!.


Rayga,sosok tampan itu terkekeh saat menyadari siapa yang tengah memeluk dirinya.


Mengabaikan wajah tercengang para eksekutif yang sibuk mengoceh.


"Kenapa hm?" Rayga meraih tubuh Aslien dan membuat istrinya berdiri tepat didepannya.


Tangan kokoh itu terulur,merapikan helaian rambut sang istri yang terlihat cukup berantakan.


"Kesini sama siapa? kenapa lari-lari? seperti gadis kecil saja...." Rayga menghela nafas penuh kesabaran,menyisir rambut panjang istrinya dengan jemarinya dan membiarkan para penonton mengigit jari penuh iri.


"Sama mami..itu disa- Eh!! kenapa papi Rion ada? tadi aku sama mami berdua saja!!" Asline terpekik horor kala melihat pasangan yang saling beradu pandang sengit itu,mereka perlahan mendekat.


Rion,entah datang dari mana sudah merankul bahu kayra dan mendekati pasangan muda itu.


"Heiii... what's up boy?!" Rion menyapa dengan wajah jenaka.


Rayga merotasi bola matanya malas dengan Aslien yang sudah terkekeh geli melihat sikap humble Rion.


Kayra menghela nafas sabar,suaminya yang begitu akward.


Asline, tersenyum dengan riang meraih lengan kekar Rayga dan mendekat.


"Papi menyapa Rayga saja....aku tidak papi sapa begitu?" Aslien memicing dengan wajah teraniaya.


"Aduh sayang...jangan ikut tertular drama dengan papi kalian ini! biarkan dia gila sendiri kamu jangan ikut-ikutan!!" Kayra berucap dengan senyum penuh ketidakberdayaan.


Sungguh,tidak sadarkah kayra ini bahwa dirinyapun adalah ratu drama?!.


Akhirnya,dibawah otoriter kayra.


Mereka memasuki sebuah restoran dengan hidangan Asia sebagai menu utama.


Kayra menatap intens pinggang Aslien yang dirangkul mesra oleh puteranya.


"Rion....papi!!" Kayra memanggil suaminya yang sudah berjalan dahulu dengan sibuk mengetik pada ponsel.


"Apa mi?" Rion menyahuti tak peka.


Kayra menunjuk pinggangnya.


Rion dengan wajah polosnya menatap balik pinggang sang istri.


5 Detik.....


"Mami encok?!! astaga bukanya semalam kita tidak olahraga ranjang?! papi harus minta die-"


Plakkk......


Suara heboh Rion terputus oleh tamparan keras kayra pada pipi pria paruh baya itu.


Dibawah wajah tercengang semua orang.


Sudut bibir asline berkedut menahan tawa.


Sungguh papi mereka yang satu ini semakin tua semakin tak peka!.


"Dasar tua Bangka!! encok your head!!!!!!!!!" Kayra meraung emosi.


Dirinya hanya ingin dirangkul manja seperti saat muda dulu,tapi suaminya ini justru berkata bahwa' pinggangnya encok!'


Sungguh kayra rasanya malu dihadapan putra juga menantunya!.


"sekarang apa lagi salahku? nasib punya istri pemarah!!" Batin Rion nelangsa.


...πŸ’...


...TBC...

__ADS_1


πŸ™ Sorry ya guys..El lama.....up!


Salam hangat dari El buat reader baik yang bagi-bagi jejak and likeπŸ’ž


__ADS_2