Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Time for us


__ADS_3

...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...


...Vote,like dan coment...


...🍷 Happy reading 🍷...



Mansion clan Lumiro kini terlihat begitu ramai oleh para wanita,seluruh masyarakat keturunan Indonesia yang bermukim di tanah Eropa nampak memenuhi pelataran clan Lumiro.


Anggi duduk bersama para wanita lansia seusia dirinya.


Bercengkrama dengan bahasa Indonesia yang fasih sementara para menantunya sibuk menyapa para tamu.


Hari ini ritual pertama dari seluruh proses 7 bulanan Aira dilakukan.


Sungkeman.


Aira dan alarik memberi penghormatan pada Axel juga amber,disusul para tetua keluarga Aira.


Setelah itu dilakukan proses siraman.



Para tetua dari seluruh clan Wiguna berkumpul bersama para tamu yang berasal dari Indonesia.


Duduk dan makan bersama setelah semua proses dilakukan dengan lancar.


Sementara itu...


Didepan gerbang vila Lumiro yang dipenuhi mobil-mobil para tamu undangan,sebuah mobil Limosin putih berhenti tepat didepan gerbang.



Dan tak lama seorang pria tinggi dengan wajah dipenuhi keseriusan turun .


"Aku datang.... maaf terlambat.."


.........


Tawa bahagia terdengar,Aira ditengah godaan para sahabatnya juga para ibu yang terus mengelus perutnya nampak bahagia,cella duduk disisi kiri saudari iparnya itu.


Wajah wanita cantik itu terlihat lebih baik,rona wajahnya kembali sehat dan bukan hanya aira.Cella juga beberapa kali tersenyuk malu saat beberapa calon saudari iparnya mulai menggoda.


"Nah...ini Sera bukan? kekasih arshen? cantik ya..." Kayra maju membawa seorang gadis remaja yang terlihat menatap kikuk semua wanita berparas cantik dan bermartabat itu.


"Hallo...saya Sera....salam kenal para kakak cantik.." Sera bergidik sendiri didalam hati atas ucapannya.


Sungguh bukan dirinya sekali!.


Gadis tomboy yang masa bodoh pada orang asing!.


Asline dan para saudarinya tersenyum maklum,Rubi menarik Sera duduk bergabung diantara Jihan,Naomi juga Archana yang nampak berkedip seakan melihat sesuatu yang menakjubkan!.


Sera meringis ngeri sendiri!.


Kembali pada para wanita yang lebih dewasa.


"Wah...line coba lihat,perut cella nampak hampir sama bulat dengan Aira! kurasa pasti bayi kembar.....cie.....3 bulan montoknya...." Rubi mencolek dagu cella yang sudah berwajah merona pekat.


"Rubi..." Cella merenggut dalam wajah merona malu.


Sementara itu,para pria di sisi lain duduk bersama .


"Aku akan bunuh pria itu jika dia berani datang!" Axel nampak tersenyum saat melihat wajah putrinya yang kembali bahagia ditengah para kekasih putra-putranya.


Wajah boleh saja tersenyum,namun kata-katanya sukses membuat para tamu pria yang duduk bersama sedikit menjauh ngeri.


"Tenang kenapa papi?...otot kami bisa membantu!" Raino berucap dengan senyum jenaka.


"Hm...rupanya masih ada yang berani mengganggu adik kami...yah,membuat samsak dari manusia bukankah lumayan?" Maxim berucap santai sembari meraih sebuah jajanan bulat yang terbuat dari tepung ketan.


"Oh ya..sudah lama sejak kita tinggal di Indonesia dulu...apa nama kue ini? aku sepertinya lupa!" Maxim menatap kue hijau kenyal dengan parutan kelapa itu penasaran.


"Klepon! dasar bodoh kau max,itu saja kau lupa..." Diego menjawab sembari menikmati bubur sumsum dengan lelehan air gula merah yang begitu kental.


Sungguh,rasanya kembali menjadi remaja!.


"Yang ini lebih enak....apa ya namanya? akupun sepertinya lupa!" Xain ikut berujar sembari menatap makanan basah dengan dibalut daun pisang.


"Lemper itu !" Gion menjawab dengan mulut yang terus mengunyah.


Arshen masuk tak lama ikut bergabung,raino segera melempar senyum jahil.


"Cie....ada yang bawa girlfriend mana anaknya gadis masih anak-anak lagi... arshen...kakak tidak menyangka kau seorang pedo!" Raino bermain drama.


Arshen mencibir malas,duduk meraih sebuah piring prasmanan berisi nasi kuning.


Dirinya lapar!.


"Kau makan terus Gion! papa lelah melihatmu mengunyah terus,malu sama calon istrimu!" Gabriel menatap putranya miris.


Gion menatap ayahnya sinis.


"Papa jangan sibuk! kalau tidak ada acara begini mana bisa Gion makan jajanan seperti ini puas-puas! siapa suruh kue-kue ini begitu lezat?! ya masuk perutlah..lagipula Naomi saja tidak marah kenapa papi yang sibuk? " Balas Gion berdecak malas.


"Bukan begitu Gion,masalahnya kamu sudah habis satu loyang resol itu!!!" geram Gabriel.

__ADS_1


Mengapa putranya jadi rakus begini? dia bahkan seakan bersaing dengan Raino juga shura dan Maxim!.


Siapa yang makan paling cepat dan banyak?!.


Gabriel menepuk jidatnya pening kepala.


Hingga....


Morio masuk dengan wajah terdistorsi.


Pria muda itu mendekat dan berbisik pada Rafendra sebagai yang tertua.


Manik pria tua itu segera mendingin.


"Axel..... tamu tak diundang akhirnya datang" Ucap Rafendra dengan seringai dingin dan tidak butuh waktu lama,para pria itu berdiri dibawah tatapan ngeri para tamu.


Kenapa dengan ekspresi wajah itu?!.


Dan tak lama.


Axel,dengan para putranya berdiri didepan pintu masuk sembari menatap seorang pria yang seusia Rayga tengah berdiri dengan wajah dipenuhi penyesalan menghadap mereka.


"Aku memohon...tuan Axelio Lumiro...aku ingin menemui putrimu dan meminta maaf padanya...."


Hening...


Begitu kata-kata penuh penyesalan itu jatuh disertai wajah sang pengaku yang dipenuhi permohonan.


Wajah Axel segera menghitam,kedua tinjunya terkepal disertai urat-urat yang menonjol keluar.


Pria paruh baya itu sangat murka!.


Namun wajahnya tersenyum lebar.


"Kau berani datang juga rupanya anak muda?! sudah bosan hidup?" Axel maju bersama alarik disampingnya,pria muda itu menatap sang pelaku kehancuran adiknya penuh dendam.


"Maaf tuan Lumiro...itu semua benar-benar diluar keh-"


Bukhhhh...


Tak lama pekikan panik pecah.


Axel menerjang dengan senyum mengerikan diwajahnya.


Rafendra menahan putra dan para cucunya.


Ini urusan kehormatan seorang ayah dengan pria yang menodai putrinya!.


Biarkan axel melepas kemarahannya!.


Jika Pria itu sampai mati,itu berarti dia tak cukup kuat untuk menerima kebaikan maaf dari Acella nantinya.


Pria ini.....


Pria yang membuat putrinya hancur!.


Bukhhhh!...


Axel menghantam tinjunya kuat kearah perut Dixon,tangan itu gemetar oleh kemarahan hingga tenaganya menjadi begitu kuat!


Dixon tak melawan,tubuhnya terhempas hingga menabrak meja prasmanan.


"BEDEBAH KAU! BANGUN DAN BALAS AKU! BERNAINYA KAU MENYAKITI HATI PUTRIKU!!" Axel meraung murka,pria paruh baya itu tak main-main.


Dixon mengindari pukulan maut itu sebisa mungkin.


Axel meraih sebuah tongkat bisball yang ia raih dibalik pintu ruang tamu.


Dixon sudah menduga kemarahan seperti apa yang akan ia dapatkan.


"Pasti mati...!" Celetuk Maxim ngeri melihat betapa brutal ayah mereka satu itu.


"Pukulan papa Axel benar-benar kuat! siapa yang mengira mantan IT itu punya pukulan tenaga badak?!" Raino berucap horor sembari meneguk segelas cendol miliknya sembunyi-sembunyi,yah.Takut dirinya apabila kemarahan alarik ataupun Axel mengarah padanya!.


"Woahhh..berasa nonton smack down!" Seru Maxim kagum.


Dixon akhirnya mulai tak sabar.


Dia kemari hanya ingin bicara dan menemui cella,tapi ayah wanita cantik itu begitu pemarah!.


Tidak bisakah dia menebus dulu kesalahan nya baru kemudian sesi baku hantam?!.


Wushhhh..


Tinju Axel ditahan oleh Dixon,pria muda itu menatap ayah dari cella dengan senyum permohonan.


"Tidak cukupkah dulu? " Dixon melawan kembali dan kali ini Axel terhempas oleh pukulan Dixon pada perutnya.


Alarik bergerak cepat menahan tubuh ayahnya.


"Giliranku!" Alarik segera bergerak cepat,Dixon menerima pukulan tiba-tiba itu dengan senyum jengkel.


Hancur...


Satu kata untuk pelataran berisi meja-meja prasmanan itu.


Melihat tuan mereka mulai terkepung,para penjaga yang dibawa diam-diam oleh Aldrick sahabat Dixon mulai bergerak.

__ADS_1


Bagaimana tidak terkepung?.


Raino yang sudah gemas melihat kekuatan tempur Dixon ikut maju bersama Maxim ,kedua pria yang suka mencari keributan itu ikut terjun sembari tersenyum main-main.


Time to party! right?.


.........


Piring berisi bubur merah ditangan cella jatuh,amber bahkan sudah berlari keluar bersama kayra juga para wanita lainya.


Begitu berita perkelahian di pelataran terdengar sampai kebagian belakang dimana para wanita berada,Asline segera bergerak bersama Victoria sebelum amber menyusul bersama kayra juga yang lainnya meninggalkan Anggi bersama para lansia juga Aira dan cella yang dalam keadaan hamil.


"CUKUP!" Amber meraung murka.


Tempat ini seperti habis terhantam badai.


Meja-meja terbalik,makanan berserak dengan para tamu yang sudah berdiri berkumpul disudut mengigil.


"KALIAN SUDAH GILA?! KALAU MAU SALING HANTAM PERGI KELAPANGAN BELAKANG! MENGAPA KALIAN HANCURKAN ACARA MENANTUKU?!! DASAR TIDAK PUNYA OTAK!!" amber yang sudah terlanjur emosi menyumpah serapahi siapa saja.


Para pria muda itu meringsut mundur,melihat kemarahan amber seperti melihat ada sepasang tanduk iblis diatas kepala wanita paruh baya itu!.


"Kami tidak ikut m-"


"DIAM KAMU MAXIM! " max merenggut saat ibunya,Jessy ikut menghardik dengan wajah memerah murka.


Asline menyatukan kedua tangannya didepan dada,memohon maaf pada para tamu dan mengiring mereka pulang.


Amber menarik nafas dalam-dalam,menatap ayah mertuanya dengan senyum paksa.


"Dad...mengapa tidak menghentikan mereka merusak acara? setidaknya sebagai ayah dan kakek..Daddy bisa membawa mereka bertarung di tempat lain!" Amber menyeru frustasi.


Rafendra mengangkat bahu santai dan menjawab dengan wajah tak berdosa.


"Bagaimana mau dihentikan?! mereka tidak bilang mau berkelahi dulu,mana Daddy tau mereka akan membuat tempat ini hancur!" Rafendra menjawab dengan santainya.


Apakah pria tua ini lupa siapa yang memberi izin berkelahi? yah,maklumi saja fikiran orang tua!.


Kayra menggeleng lelah,ayahnya ini memang minta di eksekusi!.


"Xain tolong bantu pria itu berdiri...." Daisy berucap begitu melihat putranya yang tidak bisa diandalkan,lihatlah bagaimana putranya itu masih sempat meraup sebuah dodol diatas nampan yang mejanya sudah terbalik!.


Benar-benar rakus mendadak putranya ini!.


"Dan Marsel bantu papamu berdiri!" Kayra berucap melihat kondisi Axel yang terlihat mengenaskan dengan rahang membiru.


"Hubby jangan lihat saja! bantu alarik bangun!" asline menatap gemas suaminya yang asik menonton sembari bersidekap dada bersama Arkansas ayah mertuanya dan Arion yang sibuk mengambil gambar!.


Definisi ayah laknat memang!.


Dixon berdiri dibantu oleh xain yang terlihat enggan disisi kiri dan Aldrick disisi kanan.


"Dix kau seperti mayat hidup!" Bisik Aldrick melihat sahabatnya itu.


Amber menatap pria yang dipapah xain lamat,manik wanita itu mendingin cepat.


"Kau....Dixon Hyuga?"


Hening.....


Arkansas yang terlihat acuh mulai bereaksi begitu mendengar nama belakang pria yang habis dihajar oleh Axel itu.


Dixon dan Arkansas saling menatap beberapa detik sebelum pandangan pria itu kembali pada amber.


"Ya....nyonya besar Lumiro.." Jawab Dixon berusaha berdiri tegak.


Tanpa siapa sadari.


Acella berdiri tak jauh dibelakang Amber, maniknya bergetar dengan hebat,tubuhnya mengigil.


Mundur dengan terhuyung.


Dixon?!


Mengapa pria itu datang?!


"Cella kenapa pergi keluar? ini urusan para ibu... cella?" Aira yang menyusul tak sempat selesai berucap saat melihat tatapan kosong Acella dan tubuh gemetaran itu.


Brukhhhhh...


"CELLA!!!" Aira terpekik saat Acella tiba-tiba limbung dan jatuh dengan wajah kosong menatap ke depan.


Amber segera bereaksi begitupun para pria dan semua orang.


Berbalik dan tercengang.


"CELLA!!" Amber berbalik dan berlari.


Namun tak terduga,Dixon yang semula lemah berhasil maju dan meraih tubuh cella .


Mengangkatnya dalam pose bridal.


"Dimana aku harus membawanya?" Dixon bertanya dalam kepanikan.


Semua terdiam mencerna.


..........

__ADS_1


....TBC....


El minta maaf sedikit dulu ya guys,lelah bekerja el butuh break besok sambungan lagi .


__ADS_2