SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 100


__ADS_3

"Siapa juga yang lihat kamu," ucap Amara ketus.


"Wanita emang beda ya, lain di hati lain di mulut, Di mulut bilangnya nggak suka, tapi di hatinya pasti bilanya 'aku cinta mati'," ucap Syafiq terkekeh.


"Dia kenapa sih," ucap Amara memutarkan bola matanya.


Tak lama Dosen pun masuk ke kelas.


Ding ding


Misi baru.


Gombal dosennya.


Hadiah 500.000.000.


"Aduh!" ucap Syafiq. "Ini misi kok lama-lama, mengadi-ngadi ya," ucap Syafiq dalam hati.


Dosen pun mulai membagi materi dan menjelaskan.


Syafiq memiringkan kepalanya.


"Ada apa Syafiq?" tanya Dosennya.


"Eng... Ibu bisa mundur dikit nggak?" ucap Syafiq.


"Oh papan tulisnya nggak kelihatan ya," ucap dosen.


"Bukan, cantiknya ibu kelewatan," jawab syafiq.


"Ea... ea... ea...," mereka pun tertawa bersama dan dosen itu jadi tersipu malu.


"Kamu ya, belajar yang benar dulu, baru boleh gombal-gombalan," ucap dosennya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Ya Bu, tadi cuma becanda doank," ucap Syafiq.


Ding ding


Misi selesai


Selamat Anda mendapatkan 500.000.000


Hadiah Anda menjadi 10.046.000.000


Selamat mendapatkan 20 poin.


Poin Anda menjadi 130 poin.


Dan pembagian materi pun berlangsung.


Tak lama kuliah bubar, masing-masing berhamburan keluar dan juga tak ketinggalan Syafiq juga menuju parkiran.


"Iya, berarti hari ini nggak jadi aku mencari perusahaannya, ya udah kalian ayo ke rumah Bibiku," ajak Syafiq.


"Ya udah, aku jemput Grizelda dulu untuk berangkat ke rumah Bibimu," ucap Sahara.


"Baiklah," jawab Syafiq mengangguk dan ia segera masuk ke mobilnya.


Yedi dan Sahara pun naik mobil masing-masing dan segera bergegas berangkat.


Syafiq dan Yedi langsung kerumah Bibinya, sedangkan Sahara mampir ke rumah Syafiq.


"Griz, ayo ke rumah Bibinya Syafiq, kita bantu-bantu di sana," ucap Sahara.


"Ya udah, Ayo," ucap Grizelda mengambil kunci rumah dan segera mengunci rumahnya.


Grizelda berlari menuju mobil Sahara dan segera menaikinya.

__ADS_1


Sahara langsung melajukan mobinya di jalanan.


Sesampainya Syafiq dan Yedi di rumah Bibinya, rumah sudah tampak ramai, orang-orang sudah membawa pelaminan dan trataknya dan sebagian mereka memasang dekorasi yang mewah.


"Sepertinya tidak perlu kita yang bekerja nih, sudah ada yang mengerjakannya," ucap Yedi.


"Hey! Akhirnya kalian datang juga," sapa Jelita.


"Eh Jelita, kamu udah di sini aja," ucap Syafiq.


"Iya, nungguin kamu lama, ya udah aku pesan duluan, bagaimana? cantik nggak?" tanyanya.


"Kamu yang pesan? Cantik, cantik, cantik, makasih ya Jelita udah ikut bantu," ucap Syafiq.


"Udah nggak apa-apa, oh iya aku juga udah pesan Catering makanan di restoran mahal untuk besok dan juga udah nentuin tukang salon yang bagus untuk Bibimu dan Bibimu sudah setuju semua dan juga sekarang, kamu sebarin undangannya, Bibi kamu udah pesan undangan di tempat Art desain kamu tingga ambil dan sebarin," ucap Jelita.


"Oke, kami pergi sekarang," ucap Syafiq mengeret tangan Yedi masuk ke dalam mobilnya.


Mereka bergegas menuju tempat yang ingin mereka tuju.


"Bang berapaan Ini?" tanya Syafiq kepada pemilik tempat desain itu.


"Oh sudah di bayar," ucap abang itu.


"Baiklah jika begitu, terima kasih ya," ucap Syafiq yang bergegas masuk mobilnya dan mencari alamat para undangan.


"Yedi kamu kasih tau Dosen dan anak kampus lainnya buat datang ke acara bibi besok lewat web kampus, sertakan alamat lengkapnya, jika tidak, nanti mereka nyasar pula," ucap Syafiq memutar mobilnya.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2