SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 113


__ADS_3

"Terserah kamu lah, tapi ada benarnya juga, bagaimana nanti tiba-tiba ya kejadiannya seperti ini, atau barang tidak laku, otomatis pendapatan berkurang dan para investor meminta uangnya kembali," jawab Glinda.


"Kamu ngerti tentang perusahaan kenapa tidak bekerja denganku saja?" tanya Syafiq.


"Aku masih nyaman dengan menjadi polisi kriminal seperti ini, nanti setelah aku bosan nanti aku akan minya pekerjaan denganmu," ucap Glinda.


"Pantes saja galak, kerjanya menangkap penjahat terus," ucap Syafiq bercanda.


"Ayolah, aku tidak semenakutkan itu," ucap Glinda meluruskan.


"Oke baiklah untuk semua karyawan berkumpul!" teriak Syafiq.


Para karyawan itu berkumpul, semuanya ada 18 orang.


"Kalian tetap bekerja seperti biasanya dan di tempat masing-masing dan masalah gaji, perbulannya kalian di gaji berapa?" tanya Syafiq.


"2,5 juta perorang," jawab salah satu karyawan.


"Baiklah gaji kalian aku naikkan 3 juta," ucap Syafiq.


Mereka pun bersorak senang, dan bertepuk tangan. "Terima kasih Tuan Ceo," ucap merek senang.


"Kita akan memperbesar tempat ini dan menambah koleksi lagi dan menambah jumlah pegawai, nanti setiap tahun baru kalian akan dapat bonus," ucap Syafiq.

__ADS_1


Mereka kembali bersorak senang.


"Baiklah jika begitu, kalian kembali bekerja dan aku akan menyerahkan uangnya kepada Grizelda dan Sahara, sebagai uang reward awal aku menjadi ceo, perorang 1.000.000 dan semuanya kebagian," ucap Syafiq.


"Terima kasih Tuan ceo," ucap mereka menundukkan kepala memberi hormat.


"Kalian biasa datang jam berapa dan pulang jam berapa?" tanya Syafiq lagi.


"Datang jam 08:00 pulang jam 10:00," jawab mereka.


"Baiklah kalau begitu, kalian datang seperti biasanya saja," ucap Syafiq.


Mereka pun kembali bekerja seperti biasanya di pekerjaan mereka masing-masing.


"Oh ya aku belum mengatakan pada kalian ya, aku di skor selama 1 minggu, jadi 1 minggu ini aku di perusahaan ini untuk memantau kondisinya," ucap Syafiq.


"Haish... gara-gara kejadian itu, membuli Roni,' jawab Syafiq.


"Terus Roninya gimana?" tanya Yedi penasaran.


"Dia di skor 2 minggu termasuk hari sakitnya," jawab Syafiq.


"Yeee... kalo sakit ya bukan di skor, orang dia emang sakit," jawab Yedi lagi.

__ADS_1


"Tapi kenapa Roni masuk rumah sakit?" tanya Sahara.


"Kalian nggak tau kan? Waktu malam pernikahan bibi dia datang bersama temannya untuk merusak dekorasi yang sudah terpasang itu, ya aku hajarlah dia sampai babak belur, makanya dia masuk rumah sakit," jelas Syafiq.


"Kenapa? Apa dia mau balas dendam karena kekalahannya ya?" tanya Yedi.


"Ya apa lagi," jawab Syafiq memangunkan mulutnya.


"Nanti itu bagaimana jika dia keluar, apa dia babak belur kau hajar Syafiq?" tanya Yedi bersemangat.


"Wajahnya penuh darah dan jalan aja sempoyongan, ku rasa dia pingsan di tengah jalan, entah siapa yang menemukannya atau mungkin teman-temannya yang membawakannya pulang," ucap Syafiq.


"Kenapa kau tidak membangunkanku, aku juga ingin menonjok muka nyebelinnya itu," ucap Yedi.


"Nyatanya kamu bangun tapi malah tidur lagi, berarti kamu ngantuk itu," ucap Syafiq.


Pantasan ada yang rusak sedikit, ku pikir gara-gara kamu tidur di sana," ucap Grizelda.


"Iya, ya udah ini udah hampir gelap, kita pulang dulu, nanti malam kita akan ke sini lagi," ajak Syafiq.


"Oh iya, aku belum masak," ucap Grizelda.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2