SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 136


__ADS_3

"Apa ada yang lain lagi Tuan?" tanya kepala koki itu.


"Oh Tentu saja, khusus makanan saya, saya ingin memantaunya sendiri, karena saya orangnya sedikit pemilih," ucap Syafiq.


"Tapi peraturan restoran pengunjung tidak di bolehlan berada di dapur," ucap koki itu.


"Bagaimana jika aku beri Anda uang 40.000.000 sebagai gantinya, saya janji tidak akan mengikuti resep kalian tapi saya sendiri mengarahkannya," ucap Syafiq.


"Baiklah jika begitu," angguk mereka setuju.


"Baiklah, jika begitu sebutkan nomor rekeningnya, nanti kalian bagi-bagi ya," ucap Syafiq.


Kepala koki itu menyebut nomor rekeningnya dan Syafiq langsung menstransfer uangnya.


Ding ding


Hadiah Anda di kurang 40.000.000


Sisa hadiah Anda 29.460.600.000


Setelah masuk kerekening, koki itu pun masak, Syafiq memperhatikan yang lain.


Seorang koki berjalan masuk tak sengaja menyenggol Syafiq. Syafiq pun melihat ke arah koki itu yang sedang mengunakan masker, memang ada beberapa yang memakai masker.


"Sepertinya salah satu antara mereka, jadi aku bisa memperkecil pencarian orang," ucap Syafiq.


"Sebentar, aku ambilkan tomat di sana," ucap Syafiq.


"Tapi ini tidak mengunakan tomat," ucap koki itu.


"Aku mau yang pakai tomat," ucap Syafiq. Ia pelan-pelan mendekati koki yang memakai masker yang menyenggolnya tadi dan Syafiq berdiri tepat di belakang koki itu.


Ketika koki itu melirik kiri kanan, Syafiq berjongkok dan ketika koki itu fokus, Syafiq berdiri dan terlihat koki itu membuka botol kecil dan ingin menumpahkan ke dalam masakannya.


Secepatnya Syafiq menangkap tangannya.


"Hey mau apa kamu?" tanya Syafiq memegang erat tangannya.


Semua koki melihat ke arah Syafiq dan merasa heran.


"Ada apa?" tanya koki itu.


Koki yang tangannya di pegang Syafiq menjatuhkan botol kecil dari tangannya dan salah satu koki di sana mengambil botol tersebut.


Ia pun mencium baunya. "Aku rasa dapur kita tidak punya bumbu yang baunya seperti," ucapnya.


"Kita juga tak punya bumbu di taruh dalam botol kecil ini," ucap mereka.


Syafiq membuka masker koki itu dan terlihat wajahnya.


"Seis, bukannya kamu sudah di pecat, kenapa kamu ada di sini?" tanya koki itu heran.


"Aku..." Ia bingung mau jawab apa.


"Lalu benda apa yang kau bawa ini?" tanya yang lain.


"Itu... dia yang menyuruhku memasukkan obat itu kedalam makanan ini, itu dia menyuruhnya," ucap wanita bernama Seis menunjuk ke arah Syafiq.

__ADS_1


"Dia yang melakukan?" tanya mereka menunjuk ke arah Syafiq.


"Iya, dia menguruhnya," angguk Seis cepat.


"Jika dia yang menyuruhmu, lalu kenapa dia menangkapmu?" tanya mereka.


"Itu... itu... ia agar terlihat seperti heroin, pahlawan dan akhirnya kalian terus mengingat jasanya," ucapnya berusaha menyakinkan.


"Aku dari indonesia, aku tidak perlu jasaku untuk di ingat," ucap Syafiq menghempaskan tangan Seis.


"Kau yang sudah melakukannya jangan menuduh orang, bilang saja kalau kau sakit hati karena kau di pecat dan memasukkan racun agar pengunjung di sini sakit dan dengan begitu kau puas sudah membuat nama restoran ini hancur, aku ke dapur ini dengan alasan menyelamatkan restoran kalian, jika kalian tidak percaya ya sudah," ucap Syafiq melangkahkan kaki pergi.


"Tuan tunggu!" teriak salah satu koki itu. Syafiq pun menghentikan langkahnya. "Apa yang di kata Tuan benar, terima kasih sudah menyelamatkan dapur kami, jika tidak kami juga kehilangan pekerjaan juga karenanya," ucap koki itu menundukkan kepala memberi hormat.


"Baguslah jika kalian sadar," ucap Syafiq.


"Ayo, kita bawa Seis ke hadapan pemilik restoran," ucap mereka sekitar 2 orang memegang tangan Seis dan membawanya pergi.


Syafiq kembali ke mejanya dan duduk.


Seorang koki datang membawa napan di tangannya "Maaf Tuan, sebagai gantinya, makanan ini gratis untuk Tuan, semoga Tuan suka," ucap koki itu menyiapkan makanannya di meja.


"Terima kasih," angguk Syafiq.


"Wah... siapa dia sampai koki sendiri yang menyediakannnya, biasanya hanya pegawainya saja yang datang mengantar?" tanya pengunjung itu kagum.


"Sepertinya dia sangat spesial," ucap mereka mengangguk-angguk.


"Iya, di gratiskan lagi," ucap mereka setuju.


"Jangan bilang ini makanan yang tadi aku suruh bikin, gimana rasanya?" tanya Syafiq dalam hati berdelik ngeri.


Melihat semua orang melihat ke arah Syafiq, Grizelda mengerti jika mereka kagum dengan Syafiq.


"Selamat Syafiq, meskipun aku nggak tau kamu ngapain di sana, tapi kamu cukup terkenal," ucap Grizelda tersenyum.


Ding ding


Misi selesai


Selamat Anda mendapatkan hadiah 4.000.000.000


Hadiah Anda menjadi 33.460.600.000.


Selamat anda mendapatkan 30 poin


Poin Anda menjadi 240 poin.


Syafiq mengambil sendok dan menyendokkannya.


Hap!


"Hm... ternyata enak juga ya," ucap Syafiq mengangguk-angguk.


"Apa mereka mengantikannya setelah mencicipi yang aku suruh bikin itu nggak enak," ucap Syafiq terkekeh.


Makanan untuk Emerson dan Grizelda pun datang. "Maaf Nona dan Tuan, agak lama, karena ada sedikit kendala," ucap Pegawai pengantar makanan itu.

__ADS_1


"Iya tidak apa-apa," jawab Emerson.


Grizelda yang tidak mengerti hanya diam saja.


"Kok lama banget sih," gerutu Grizelda.


"Emeng kamu nggak dengar apa yang di katakan pelayan itu, maaf lama katanya," ucap Syafiq mengartikan.


"Bukan aku nggak dengar, tapi aku nggak ngerti," ucap Grizelda.


"Ayo di makan," ucap Syafiq.


Grizelda memegang sendok dan garpunya dan melahapnya.


"Astaga!... ini sangat enak," ucap Grizelda senang. "Lama pun rasanya terbayarkan juga," ucap Grizelda melahap dengan pelan.


"Makanya lain kali jangan mengerutu," ucap Syafiq.


Mereka pun melahap makanannya dan setelah selesai Emerson membayarnya.


"Makananku tadi gratis, dan untuk Grizelda biar aku yang bayar," ucap Syafiq.


"Nggak usah, aku sudah janji padamu untuk mentraktir kalian," ucap Emerson.


"Ya sudahlah terserah kamu," jawab Syafiq pasrah.


"Berapa billnya?" tanya Emerson.


"20.000.000," jawab pegawai itu.


Emerson mengeluarkan kartu ATM-nya dan mengesek di mesin pembayaran.


"Sudah selesai, ayo aku bawa kalian kesuatu tempat," ajak Emerson.


Mereka pun masuk mobil kembali dan Emerson menuju tempat yang akan mereka kunjungi.


"Emerson, katanya kau punya toko parfum, apa tidak apa-apa kau tinggali?" tanya Syafiq ketika mereka di perjalanan.


"Aku minta adik sepupuku menjaganya menjelang aku pulang," jawab Emerson.


Syafiq mengangguk. "Oh ya sebelumnya aku dan Grizelda besok akan ke toko tas dan jam tangan apa kau mau ikut?" tanya Syafiq.


"Bagus juga, aku juga ingin menganti jam tanganku," angguknya setuju.


Perjalanan mereka pun berlangsung cepat, mereka sampai di tempat yang sangat cantik.


"Oh My God, cantik bangeeeeettt," ucap Grizelda terkagum melihat taman dengan air pancur warna warni dan ada patung di sana.


"Syafiq, kapan kita menara Eiffel?" tanya Grizelda.


"Besok kita pergi ya," bujuk Syafiq.


"Janji ya," ucap Grizelda.


"Iya, ya udah ayo turun," ajak Syafiq.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2