
"Benar, dia tidak mungkin melakukannya dia adalah orang baik dan dia sangat pengertian, aku sering curhat dengannya jika aku dan Rendi dalam masalah," ucap Lia tak terima.
Kemal hanya terdiam.
"Jawab aku Kemal, bukan kamu yang melakukannya 'kan?" tanya Lia dengan mata yang berkaca-kaca.
"Ini adalah buktinya, sebuah kancing yang terlepas dari kancing tangan bajumu, salahnya kau tidak mengantikan bajumu karena kau buru-buru ingin membeli kotak hadiah untuk mereka, coba aku tebak kotak hadiah itu pasti isinya acak karena itu juga tak berguna untuk mereka dan juga alibimu datang lebih lambat dari mereka," ucap Syafiq.
Lia langsung memegang lengan kemeja Kemal dan memang ada 1 kancing yang hilang dan itu sama dengan kacing yang di pegang Syafiq.
"Kemal apa kau serius melakukannya?" tanya Fizan tak percaya.
"Kau pasti tidak menyadari jika kancing lengan bajumu hilangkan?" tanya Syafiq.
"Kemal, katakan apa alasan kau melakukannya?" tanya Lia mulai menangis.
"Apa kau tidak sadar juga Lia, itu semua karenamu?" tanya Syafiq.
"Aku? Kemal katakan apa alasannya kau melakukannya, kau tidak mungkin melakukan tanpa sebabkan biar aku bisa memaafkamu," ucap Lia berlinangan air mata.
__ADS_1
"Kau salah memilih orang untuk curhat masalah hubunganmu, dia mencintaimu, di tambah kau curhat dengan saat kau dan Rendi dalam masalah yang tidak baik-baik saja, niat ingin melindungimu begitu besar dan kau malah tak menyadarinya itu," ucap Syafiq lagi.
"Kemal, benar apa yang di katakan dia?" tanya Lia mengoncang tubuh Kemal.
Kemal terdiam.
"Jawab Kemal!" teriak Lia.
"Iya," jawab Kemal dengan suara pelan sambil menundukkan kepalanya.
Lia mundur kebelakang beberapa langkah dan ia pun terduduk lemas.
Tak lama kemudia, mobil polisi datang membawa Jerry keluar dari mobil tersebut.
Jerry berlari ke arah teman-temannya.
"Di mana Rendi, di mana dia?" tanya Jerry gelapan.
"Dia sudah di bawa ke rumah sakit untuk di otopsi," jawab Glinda.
__ADS_1
Jerry melihat Kemal dan ia langsung mengakap mengengam erat baju Kemal dengan geram.
"Pasti kau yang membunuhnya 'kan! Dasar kurang ajar, dia adalah teman kita dan kau tega membunuhnya demi wanita ini!" teriak Jerry marah dan ingin menghajar Kemal, namun polisi memisahkan Jerry yang emosi tak bisa ia bendung lagi.
"Aku melindunginya dari pria brengsek sepertinya," jawab Kemal.
"Sebrengsek apa pun dia, tapi tidak mesti harus kau bunuh dia, aku sudah menasehatinya dan dia sudah berubah, dia benar-benar mencintai Lia dan hanya ingin serius dengan dia!" teriak Jerry.
"Brengsek tetaplah brengsek, menikah pun dia pasti akan mengulanginya lagi," ucap Kemal tanpa merasa bersalah.
"Kau benar-benar keterlaluan Kemal, kau bukan manusia, tapi kau monster!" pekik Jerry yang benar-benar ingin menghajar Kemal, tapi tetap saja ia di tahan oleh polisi.
"Siapa suruh dia menyakiti Lia, orang yang aku cintai dalam diam, aku tidak rela jika ia menyakitinya meski sedikit pun, dan aku juga berharap jika Lia mencintaiku saat Rendi sudah tiada, pria brengsek sepertinya lebih baik mati saja, aku melihat dia ke hotel bersama wanita lain, sedangkan dalam beberapa hari lagi mereka akan merencanakan pertunangannya, dan di saat itu aku sudah bertekat untuk membunuhnya," ucap Kemal dengan suara datar.
"Itu dia di jebak oleh mantan pacarnya yang sudah lama, kenapa kau tidak mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu, dia sudah menelponku untuk memintaku untuk menjempunya pulang karena ia dalam keadaan yang hampir tidak sadarkan diri karena minumannya di beri obat, aku mencarinya di cafe dan tidak menemuikannya, aku melacak ponselnya dan ternyata ia sudah di bawa ke hotel, di sana aku melihat Rendi sudah pingsan, aku langsung membawanya pulang kerumah sedangkan wanita itu sudah aku peringatkan agar tidak menganggu kehidupan Rendi lagi, kau melihat Rendi ke hotel lalu kenapa kau tidak mendatanginya dan menolongnya dan kau malah membiarkannya, meskipun ia khilaf adanya kau datang kepadanya dia pasti akan sadar kecuali dia tidak mendengarkan peringatanmu," jelas Jerry panjang lebar hingga suaranya serak karena berteriak.
"Bukan hanya itu akau juga melihat dia duduk di taman bersama wanita lainnya," ucap Kemal tak mau kalah.
"Hari itu aku dan dia sedang berjalan di taman mencari inspirasi untuk membuat acara pernikahannya, gadis itu cacat dan seorang suster menitipnya sebentar untuk membeli minuman, hanya itu saja," ucap Jerry.
__ADS_1
Bersambung