
"Hehehe, anggap aja gitu," ucap Syafiq dalam hati.
"Oh gitu ya," jawab Yedi mengangguk-angguk entah dia ngerti apa tidak.
"Eh, ayo masuk, bentar lagi dosen masuk," ajak Syafiq mengalih pembicaraan agar Yedi nggak nanya lagi.
"Oh oke ayo," angguk Yedi.
Keduanya masuk ke ruangan, meskpun di ruangan berbeda, Syafiq memilih mata kuliah manajemen negara Sedangkan Yedi ia memilih mata kuliah Akutansi.
Amara masuk ke ruangan melihat Syafiq yang sedang bermain ponsel.
Sejak Hari pertama Syafiq masuk kuliah, ia sesikit berubah dan perubahannya semakin besar saatnya berjalanya waktu yang kini ia lebih terlihat macho.
"Eh, ngqpain kamu lihat-lihat dia Amara?" tanya temannya karena Amara menatap Syafiq lekat, tanpa sengaja Syafiq juga melihat ke arah Amara dan Amara langsung membuang mukanya menghadap kedepan.
"Nggak ada, emang kalian lihat aku lihat dia," ucap Amara menyembunyikan rasanya.
"Kepala kamu tadi mengarah ke sana," ucap temannya memutar kepala Amara mengarahkan ke arah Syafiq yang masih menatap Amara.
Amara membulatkan matanya dan Syafiq malah tersenyum.
Wajah Amara memerah dan kembali memutarnya kepalanya. "Sialan kalian!" umpat Amara malu menutup wajahnya dengan membaringkan kepalanya di atas meja yang di pangku dengan kedua lengannya.
"Kipas mana kipas," ucap Temannya.
__ADS_1
"Untuk apaan?" tanya temannya yang satu lagi.
"Amara kepanasan, tuh wajahnya memerah," jawabnya.
"Oh ya ini ada Buku," ucap temannya memberikan kepada teman yang satu lagi dan mereka mengipasi Amara.
"Aku nggak kepanasan," ucap Amara.
"Iya, dia cuma butuh berendam di air mawar selama 7 hari 7 malam," Sahut Syafiq.
"Diem lo Syafiq!" bentak Amara. Syafiq malah terkekeh.
"Ternyata kamu manis juga kalau sedang marah," goda Syafiq sambil tersenyum.
Wajah Amara kembali memerah dan ia kebali menutup wajahnya.
"Hahahaha... Ayolah Amara, Orang yang seharusnya kau tunjuk itu aku," ucap Syafiq mendekati Amara dan meraih tangan Amara menunjuk ke arah dirinya.
"Hey! Beraninya kamu menyentuh Amara!" bentak Roni ketika masuk ruangan.
Syafiq, Amara dan kedua teman Amara seketika melihat ke arah pemilik suara tersebut.
Syafiq melepaskan tangan Amara. "Kamu iri? Kalau iri kamu bisa mencobanya," ucap Syafiq.
"Bangsat! Aku bukan wanita murahan! Aku benci kalian berdua!" teriak Amara kesal dan ia lari keluar ruangan.
__ADS_1
"Amara kok kamu ngomong gitu?" tanya Roni menatap kepergian Amara. Syafiq malah terkekeh.
"Ini pasti gara-gara kamu!" ucap Roni marah.
"Aku tidak peduli, toh dia juga tidak menyukaiku," ucap Syafiq kembali ke tempat duduknya sedangkan Roni mengejar Amara.
Tak lama kemudian, dosen pun masuk ke ruangan untuk membagi materi.
Ding ding
Misi baru
Menolong seorang wanita yang di lecehkan oleh pria di toilet wanita.
Hadiah 700.000.000
"Bu permisi ke toilet," ucap Syafiq.
"Ya," jawab dosen itu kembali melanjutkan penjelasannya.
Syafiq berlari menuju toilet wanita yang di saksikan oleh Amara dan Roni yang hendak menuju ruangannya.
"Lihatlah ternyata Syafiq mesum, itu wajah aslinya," ucap Roni.
Karena penasaran Amara berlari mengikuti Syafiq pergi.
__ADS_1
"Amara Tunggu!" teriak Roni yang juga membuntuti Amara.
BERSAMBUNG