
"Eh, kenapa aku menjelaskannya," ujar Amara dalam hati.
"Bukan urusanmu!" ucap Amara ketus sambil pergi meninggalkan Syafiq dan Roni.
"Hehehe... kau masih mau mengejar dia yang sudah jelas mencampakkanmu," ujar Syafiq tersenyum mencibir.
"Bukan urusanmu!" bentaknya pergi meninggalkan Syafiq.
"Hey! Ingat kau jangan melakukan sesuatu padanya seperti pria itu lakukan tadi, atau kau masuk penjara meskipun kau kaya!" teriak Syafiq mengingatkan sambil tertawa dan menyinggungnya.
"Diam kamu!" teriak Roni dari kejauhan.
"Hahahaha...." Syafiq tertawa penuh kemenangan. Amara anak orang kaya, Ayahnya pembisnis besar, Syafiq selalu ingin menjadinya dan ayah Amara adalah idolanya.
Siapa sangka ia jatuh cinta pada anak idolanha tapi malah menghinanya sedemikian rupa.
Syafiq pun kembali ke ruangannya.
Ding ding
Misi selesai
Selamat Anda mendapatkan hadiah 700.000.000.
Hadiah Anda menjadi 6.300.000.000.
__ADS_1
Selamat Anda mendapatkan 30 poin
Poin Anda menjadi 140 poin.
Syafiq kembali duduk di kursinya.
"Di beritahukan kepada yang bernama Syafiq harap ke ruang dekan sekarang, sekali lagi, yang bernama Syafiq harap keruang dekan sekarang." terdengar dari pengeras suara.
"Syafiq, Kamu ke ruang dekan sekarang," ucap dosen yang sedang mengajar.
"Baik Buk," ucap Syafiq kembali keluar ruangan dan menuju ruang dekan.
Sesampainya di ruang dekan Syafiq di persilskan masuk.
"Duduk! Apa kamu tau kenapa kamu di panggil ke sini?"tanya dekan itu mengintrogasinya.
"Sudah tahu kamu malah tanya, kenapa kamu melakukannya?" tanya dekan itu.
"Seharusnya dekan juga sudah tau apa yang aku lakukan, apa hanya kejahatanku saja yang terlihat, apa kebaikanku tidak bisa di rekamoleh CCTV?" Syafiq balik bertanya.
"Di dalam toilet mana mungkin di kasih CCTV, bapak harap alasanmu masuk akal," ucap dekan itu.
"Aku datang menyelamatkan seorang gadis yang di lecehkan oleh salah satu mahasiswa di kampus ini, ketika pria itu masuk ke toilet perempuan kenapa tidak ada yang memantaunya atau memberhentikan pria itu masuk? Kenapa saat aku menghancurkan pintu itu dan menolong gadis itu baru terlihat? Bagaimana jika aku terlambat sedikit saja, mungkin gadis itu benar-benar tak bisa di tolong lagi, bajunya saja sudah robek begitu, jika terjadi sesuatu pada gadis itu nama kampus ini pasti di pertaruhkan," ucap Syafiq menjelaskan panjang lebar.
Dekan itu terdiam sesaat, apa yang di katakan Syafiq benar semua.
__ADS_1
"Baiklah, kamu bisa keluar," ucap dekan itu pasrah.
"Aku tidak akan pergi begitu saja, aku akan pertanggung jawabkan perbuatanku, aku akan ganti rugi pintu itu," ucap Syafiq mengambil uang dari sistemnya tanpa sepengetahuan dekat tersebut lalu meletakkan uang sekitar 10.000.000 di atas meja.
Dekan sangat terkejut dengan uang segepokdi atas meja.
"Uang apa ini?" tanya dekan itu mengerutksn dahinya..
"Uang ganti rugi pintu," ucap Syafiq meninggalkan ruang dekan tersebut.
Ding ding
Hadiah Anda di kurang 10.000.000
Sisa Hadiah Anda 6.290.000.000.
Syafiq kembali menuju ruangannya dan ternyata kelas sudah selesai.
"Ketinggalan deh," ucap Syafiq membereskan tas dan bukunya.
Yedi datang dari ruang sebelah. "Syafiq maaf ya, aku pulang dulu," ucap Yedi merasa bersalah.
"Udah nggak apa-apa, pamanmu lebih penting," ucap Syafiq tersenyum sambil menepuk pundak Yedi.
"Ya udah aku duluan ya," pamit Yedi buru-buru
__ADS_1
BERSAMBUNG