SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 88


__ADS_3

"Nona Nona yang di depan, udah pada makan belum?" tanya Bude dari dapur.


"Sudah Bi," jawab mereka hampir bersamaan.


"Mau bikin dekor yang kayak mana?" tanya Sahara.


"Ngapain pusing, tinggal cari saja di internet," jawab Jelita.


"Ya udah pilih yang cantik, kan dia yang tukang bayarnya," ucap Glinda.


Mereka pun mencari di internet bersama-sama.


"Yang ini manis," ujar Jelita.


"Boleh juga," ucap Grizelda mengangguk-angguk.


"Ya udah yang ini aja," jawab Sahara setuju.


Mereka pun langsung memesannya untuk hari besok dan tidak lupa fotografernya dan komsumsi.


"Bagaimana? Apa yang bisa kalian kerjakan?" tanya Syafiq setelah selesai makan.


"Kita udah pesan semua, kuno banget sih kamu," ujar Sahara.


"Okelah kalau begitu, jadi ngapain lagi?" tanya Syafiq.


"Jelita, anterin kakak pulang donk," pinta Glinda.


"Ya udah ayo," ajak Jelita. "Kami pergi dulu ya," ucap Jelita berpamitan.

__ADS_1


"Oke!" jawab Sahara dan Grizelda.


"Oh ya, Grizelda kamu nggak pingin pulang?" tanya Sahara.


"Aku... masih takut, tapi aku juga binggung," ucap Grizelda sedih.


"Kamu ada masalah apa?" tanya Sahara lagi.


"Kemarin itu aku di selamatin Syafiq karena aku mau di bunuh oleh 4 orang teman priaku di karaokean, untung saja Syafiq datang tepat waktu, aku punya ayah dan ibu sambung, mereka nggak peduli denganku, makanya aku ikut 4 orang teman priaku itu, mereka bilang ingin balas dendam karena dahulu Ibu tiriku itu pernah menikah dengan ayah salah satu teman mereka dan ibu tiriku itu meninggalkannya demi ayahku, sebenarnya aku juga takut jika mereka melakukan hal berbahaya pada Ayahku juga, meskipun Ayah tak peduli lagi denganku," ucap Grizelda menjelaskan.


"Bagaimana jika kita ke sana dulu lihat keadaan, aku berharap mereka ya baik-baik saja," ucap Syafiq.


Grizelda mengangguk setuju.


"Ya udah kita berangkat sekarang," ucap Syafiq. "Bude kami pergi dulu ya, kalo di tanya Sama Bibi bilang aja mau nganterin Grizelda," pesan Syafiq.


"Iya Bude," jawab Syafiq. Mereka pun pergi dengan 1 mobil yaitu mobil Sahara. Syafiq yang mengemudinya.


"Di mana rumah kamu?" tanya Syafiq.


"Di jalan srimawar masuk gang dikit," ucap Grizelda.


Syafiq mengikuti petunjuk arah yang di beri tahukan oleh Grizelda. Saat mereka masuk gang di depan rumah Grizelda sangat ramai.


"Ada apa ya di depan rumahku sangat ramai?" tanya Grizelda.


"Kurang tahu juga, ayo kita turun," ajak Sahara.


Mereka pun turun dari mobilnya dan menfatagi rumah Grizelda.

__ADS_1


Ding ding


Misi baru.


Ungkap kematian ayah Grizelda.


Hadiah 2.000.000.000


"Ayahmu meninggal Grizelda?" ucap Syafiq spontan.


"Apa! Nggak mungkin!" ucap Grizelda berlari masuk ke rumahnya dengan mata berkaca-kaca.


"Ayo kita ikuti dia," ajak Sahara. Sahara dan Syafiq pun mengikuti Grizelda masuk dalam rumah.


"Ayah," lirih Grizelda termenung melihat ayahnya terbujur kaku. Ia berlutut dan tak bisa menahan bendung air matanya.


"Ayah, ayah kenapa pergi," isak tangis dari Grizelda pun terdengar.


"Mengungkapkan pelakunya berarti ini kasus pembunuhan, aku harus telpon Glinda nih," ucap Syafiq dalam hati.


Syafiq segera mengirim pesan singkat kepada Glinda.


Glinda, di sini sepertinya ada kasus pembunuhan kamu bisa datang ke sini sekalian bawa petugas forensik, kalau masalah detektiv kamu nggak perlu khawatir, aku yang jadi derektinya.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2