SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 141


__ADS_3

Pembelian tas dan jam tangan pun selesai, Mereka lanjut ke arah tempat Emerson.


Evelin meminjam mobil temannya dan pergi mengikuti Emerson.


Sesampainya di sana mereka pun turun dari mobilnya dan masuk ke toko Emerson.


"Waww... banyak banyak banget, harganya juga fantasy," ucap Grizelda.


"Siapa mereka?" tanya Adik sepupunya.


"Oh mereka teman kakak, mereka datang untuk memborong parfum kakak," ucap Emerson menjelaskan.


"Waw... itu sangat bagus," ucap adiknya senang.


"Hy, namaku Edwin," ucap Adik sepupu Emerson mengulurkan tangannya, Syafiq menyambutnya.


"Namaku Syafiq," ucap Syafiq.


"Syafiq, nama yang unik," ucap Edwin.


"Aku dari indonesia," jawab Syafiq.


"Waw... pantas saja namanya berbeda," angguk Edwin.


"Emerson, Aku mau 100 buah, beri aku diskon," ucap Syafiq.


"Oke! tidak masalah," ucap Emerson. "Silakan di pilih nanti aku jumlahkan," ucap Emerson.


"Kalian berdua pilihlah," ucap Syafiq kepada 2 gadis itu.


Grizelda dan Evelin memilih dan meletakkan di atas meja.


"Oke semua sudah di pilih," ucap Grizelda.


"Oh ya, aku janji aku sudah janji sudah kasih kompensasi kepada Grizelda karena kejadian tadi malam, jadi aku akan berikan parfum limited edition," ucap Emerson memberikan sebuah parfum berwarna ungu dan ada gambar menara Eiffel yang di ukir di botolnya mengunakan emas 24 karat.


"Are you serious, this is for me?" tanya Grizelda dengan mata berbinar.


"Yes, this is for you Grizelda," angguk Emerson.


"Waaaw... thank you, thank you verry much, Emerson," ucap Grizelda memeluk parfum dengan erat sambil tersenyum.


"You are wellcome," ucap Emerson.


"Itu berapa harganya?" tanya Syafiq.


"Murah saja, 1 milyar," ucap Emerson.


"Kau sangat royal ya," ucap Syafiq.


"Ini ada juga untuk Evelin, meskipun bukan limited edisi, harganya juga fantasy kok," ucap Emerson memberikan parfum kepada Evelin berwarna biru laut dan di sana ada gambar air pancuran.


"Thank you Emerson," ucap Evelin.

__ADS_1


"Sama-sama," angguk Emerson


"Ini berapaan?" tanya Syafiq.


"Ini 450 juta," ucap Emerson.


"Untukku mana?" tanya Syafiq mengosok-gosokkan tangannya berharap dapat juga.


"Untukmu ya harga diskon," ucap Emerson.


Syafiq langsung manyun. "Kau harus beri alu diskon 2 milyar," ucap Syafiq tak mau kalah.


"Ah! Rugilah aku," tolak Emerson.


"Curang," umpat Syafiq. Emerson terkekeh.


Emerson pun menghitung harganya. "Semuanya 7,5 milyar, aku kasih diskon menjadi 7 milyar saja, setujukan?" tanya Emerson mengulum senyumnya.


"Ya udah deh," ucap Syafiq setuju dan ia mengeluarkan kartu ATM-nya dan mengesek di mesin pembayaran.


Dung ding


Hadiah Anda di kurang 7.000.000.000


Sisa hadiah Anda 15.040.600.000.


"Barang-barangnya kita letakkan di sini dulu, kita pergi ke menara Eiffel," ucap Emerson.


"Seneng banget," celetuk Syafiq.


"Nggak usah munafik kamu, kamu juga senangkan?" ucap Grizelda.


"Aku juga senang tapi nggak senorak kamu," ledek Syafiq


"Biarin aja," ucap Grizelda.


"Edwin, tolong jaga barangnya ya, sama mobil teman kakak, nanti kakak kasih bonus," ucap Emerson.


"Wiiihhh Oke!" jawab Edwin bersemangat.


"🎶🎶🎶🎶 lalala."


Mereka pun berangkat ke menara Eiffel, ini perjalanan yang sangat mengembirakan bagi Grizelda, karena di sepanjang Grizelda tersenyum terus.


Mereka hanya mengunakan 1 mobil saja agar mereka tetap bersama.


Sesampainya di sana, Mereka semua turun.


"Aaaaa... akhirnya aku sampai juga di sini, I come Parissss!" teriak Grizelda sambil berlari.


"Hey jangan lari-lari, nanti kamu jatuh," pesan Syafiq.


"Aku bukan anak kecil," sahut Grizelda.

__ADS_1


"Haishh... aku seperti baby sister saja," keluh Syafiq.


"Syafiq, fotoin aku donk sama Evelin," ucap Grizelda ceria.


Ckrek!


Ckrek!


Grizelda menyimpan banyak foto di ponsel Syafiq sebagai momen terindahnya.


Grizelda juga mengambil Foto mereka berempat dan foto momen lainnya.


"Aku Vedio call sama Sahara deh," ucap Grizelda.


Tuuut


Tuuut


Tuuut


"Hay Grizelda," sapa Sahara.


"Hay Sahara, tebak aku di mana?" tanya Grizelda.


"Mana aku tau, cuma wajahmu saja yang terlihat," ucap Sahara.


"Dan...." Grizelda memperlihatkan Menara Eiffelnya.


"Aaaaaaa..... kamu curaaaaaangg Grizelda, aku juga mauuuu!" teriak Sahara menangis.


"Jangam nangis beb, nanti kita curi uang Syafiq dan kita bersama-sama ke sini," bisik Grizelda tersenyum.


"Hey, bisikanmu terdengar di telingaku," ucap Syafiq mengambil ponselnya dan melihat wajah Sahara. "Hay Sahara, I love u, i love u menara Eiffel," ucap Syafiq.


"Kurang ajar kamu ya Syafiq! Aku kamu suruh nungguin perusahaan sedangkan kalian bersenang-senang di sana, aku minta kompensasi yang besar pokoknya, kalian jahat, kalian jahaaaaaatt!" teriak Sahara.


"Kamu mau minta apa, nanti biar di belikan Geizelda," ucap Syafiq.


"Aku mau kesana bersama kalian," ucap Sahara sedih.


"Oke! Tahun depan, itu pun kalau aku ada duit," ucap Syafiq terkekeh.


"Kalau kamu nggak ada duit aku lelang perusahaanmu buat aku pergi ke sana," ucap Sahara.


"Oke! Aku punya uang, tapi jangan lelang perusahaanku," ucap Syafiq mengalah.



Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2