SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 153


__ADS_3

"Ayo," ajak Syafiq.


"Kamu turun dulu donk, ini kopermu juga mau di masukkan dalam bagasi, mana bisa aku ngangkatnya," ucap Grizelda.


"Iya," jawab Syafiq keluar dari mobil lalu mengangkat kedua koper itu lalu memasukkan ke dalam bagasi mobil.


"Ya udah ayo," ajak Syafiq setelah mereka masuk di dalam mobil.


Grizelda pun masuk ke dalam mobil dan mereka pun melajukan mobilnya untuk pulang ke rumah.


Sesampainya di sana, rumah ternyata terkunci.


"Di antara mereka siapa ya yang membawa kuncinya?" tanya Syafiq.


"Hm... siapa ya? Kak Glinda? Kak Jelita? Atau Sahara?" tanya Grizelda juga ikut berpikir.


"Pasti Sahara, kan dia pulang paling cepat," tebak Syafiq.


"Iya juga, tapi sekarang waktunya pulang kuliah, apa mungkin dia langsung ke perusahaan?" tanya Grizelda.


"Kamu capek nggak?" tanya Syafiq.


"Kan cuma duduk di pesawat aja, kenapa emangnya?" tanya Grizelda.


"Yuk ke perusahaan," ajak Syafiq.


"Ya udah kalau gitu," angguk Grizelda setuju.


Mereka berdua kembali masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya di jalanan.


Ding ding


Misi baru


Seseorang anak kepalanya terjepit di antara tiang dan tak bisa keluar.


Hadiah 2.000.000.000


Syafiq memelankan laju mobilnya dan tak jauh dari sana terlihat beberapa anak berusaha mengeluarkan kepala temannya dan anak itu menangis.


Beberapa orang dewasa membantunya, tapi tetap tak bisa keluar dan tangis anak itu makin menjadi.


"Ayo keluar," ajak Syafiq.


"Kemana?" Tanya Grizelda.


"Tu," tunjuk Syafiq dengan mulutnya ke arah anak yang sedang menangis.


"Kepala anak itu terjepit?" tanya Grizelda.


"Iya, ayo," ajak Syafiq dan mereka pun turun dari mobil dan mendekati perkumpulan tersebut.


"Pak biar saya bantu," ucap Syafiq.


"Kamu mau bantu? Ya udah cobalah," ucap bapak-bapak di sana.


Syafiq mencoba mengangkat anak itu ke atas, mencoba meminta bantuan memegang badan anak itu dan Syafiq memutar kepalanya. Tapi tetap saja tidak bisa.


"Hm... ini tiang berguna nggak?" tanya Syafiq.


"Ini tiang listrik," jawab bapak tersebut.


"Sulit juga ya, jika tiang ini tidak berguna, tumbangkan saja salah satunya," ucap Syafiq.


"Kalau kita bisa memiringkan sedikit saja, mungkin tidak apa-apa," ucap salah satu bapak-bapak di sana.


"Tidak apa-apa memangnya jika di miringkan?" tanya Syafiq memastikan.


"Tidak apa-apa, nanti kami akan menyemennya kembali agar tiangnya kuat dan tidak tumbang," ucap bapak itu.


"Baiklah jika begitu, biar aku sendiri saja yang memiringkannya," ucap Syafiq memegang tiang listrik tersebut.


"Kamu sendiri emang kuat?" tanya bapak itu tak percaya.


"Kuat, lihat saja nanti," ucap Syafiq.


"Nggak perlu bantuan kami nih?" tanya bapak itu memastikan lagi.


"Nggak," ucap Syafiq mengelengkan kepalanya lalu memegang kedua tiang listrik itu lalu merenggangkannya.


"Segini cukup ya," ucap Syafiq.


"Iya," angguk bapak itu dan kepala anak itu akhirnya bisa keluar dengan selamat.


"Wah kamu sangat kuat anak muda," ucap bapak itu mengancungkan jempolnya.


"Terima kasih pak," angguk Syafiq dengan bangga.


"Jika begitu saya permisi dulu ya pak," pamit Syafiq.


"Iya, terima kasih banyak ya sudah membantu," ucap bapak itu.


"Iya sama-sama," ucap Syafiq mengangguk.


Syafiq dan Grizelda pun kembali ke mobil.


mereka masuk dalam mobil dan tiba-tiba terdengar suara sesuatu yang jatuh.


Duuaaakkk!


Ternyata tiang listrinya tumbang dan sekompleks jadinya mati lampu.


"Alamakkkkk!!!! Kenapa bisa begini!" teriak bapak-bapak itu memegang kepalanya.


Syafiq langsung menginjak pedal gas mobilnya dan melaju kencang.


"Syafiq apa yang kamu lakukan sampai tiangnya roboh?" tanya Grizelda.


"Hihihi tidak tahu, padahal aku hanya merenggangnya sedikit saja," jawab Syafiq.


"Lalu kenapa bisa roboh? Tenagamu yang terlalu kuat," ucap Grizelda.


"Mungkin saja, yang pentingkan aku sudah membantu anak itu," jawab Syafiq enteng.


Ding ding


Misi selesai


Selamat Anda mendapatkan hadiah 2.000.000.000


Hadiah Anda menjadi 1.063.548.400.000


Selamat Anda mendapatkan 40 poin


Poin Anda menjadi 270 poin


Sesampainya di perusahaan.

__ADS_1


"Wah... pelanggannya sudah mulai ramai ni," ucap Grizelda senang.


Mereka berdua punkeluar dari mobil dan masuk ke dalam tokonya.


"Aaaaa... Grizelda!" teriak Sahara dan langsung memeluk Grizelda.


"Kamu pulang kok nggak ngasih kabar," ucap Sahara.


"Iya, kami baru sampai dan langsung ke sini mengira kamu pasti ada di sini," ucap Grizelda.


"Mana oleh-olehnya?" tanya Sahara menampung tangannya.


"Maaf ya, oleh-olehnya nggak bisa ku bawa," ucap Grizelda.


"Hm... gitu ya," ucap Sahara kecewa.


"Maaf ya," ucap Grizelda.


"Udah, nggak apa-apa, tapi mana barang yang kalian beli?" tanya Sahara.


"Nggak bisa di bawa juga, mana boleh bawa barang banyak dalam pesawat," sahut Syafiq.


"Jadi kalian pulang nggak bawa apa-apa nih?" tanya Sahara.


"Ada bawa pakaian kotor," jawab Syafiq enteng.


Sahara langsung manyun.


"kalian gimana sih, jadi kalian pergi cuma liburan aja nih, kalian jahat banget," ucap Sahara ngambek.


"Iya, kami minta maaf ya Sahara, aku juga mau minta maaf sama kak Glinda dan Jelita juga," ucap Grizelda dengan wajah yang menyesal.


"Ya udah nggak apa-apa," ucap Sahara.


Grizelda melihat ke arah Syafiq dengan mengkedipkan sebelah matanya sambil tersenyum.


Syafiq menyunggingkan senyumnya.


"Gi mana penjualan beberapa hari Sahara?" tanya Syafiq.


"Lumayan," jawabnya singkat.


"Oh iya, aku ingat sesuatu, aku ingin menelpon seseorang," ucap Grizelda.


"Iya, aku juga ingin menelpon Emerson," ucap Syafiq.


"Oh gitu setelah enak jalan-jalan kalian dapet teman baru dan teman lama di lupakan," ucap Sahara panas.


"Temanku temanmu juga," ucap Grizelda segera menelpon Evelin.


Tuuut!


Tuuut!


Tuuut!


"Hay Grizelda," sapa Evelin melambaikan tangan sambil tersenyum.


"Hay Evelin, apa kamu sedang bekerja?" tanya Grizelda.


"Hm aku istirahat sebentar, gimana kamu sudah sampai ke indonesia?" tanya Evelin.


"Sampai dengan selamat, Evelin ini teman aku kenalin namanya Sahara," ucap Grizelda memeluk Sahara.


"Hay Sahara, aku Evelin, salam kenal ya," ucap Evelin melambaikan tangannya.


"Hay," jawab Sahara.


"Maaf ya Evelin, temanku sedang PMS biasanya dia nggak gitu kok, dia sangat ramah dan baik hati," ucap Grizelda tersenyum.


"Oh nggak apa-apa? Aku ngerti kok, aku juga perempuan," jawab Evelin.


Buuuk!


Sebuah tas melayan di kepala Grizelda.


"Auuuu!" jerita Grizelda memegang kepalanya yang sakit.


"Kenapa Grizelda?" tanya Evelin.


"Nggak apa-apa, ada UFO melayang," ucap Grizelda terkekeh.


"Ah masa, Griz maaf udah dulu ya, aku mau lanjut pekerjaanku, kamu sehat-sehat di sana ya, btw makasih ya sayang kenang-kenangan darimu, aku suka banget," ucap Evelin.


"Eh i-iya," jawab Grizelda pelan-pelan melihat Sahara yang menatapnya tajam. "Semangat kerja ya Evelin, semoga gajimu naik dan di sayang bos," ucap Grizela.


"Iya makasih bye bye," ucap Evelin melambaikan tangannya.


"Bye," jawab Grizelda dan mereka pun memutuskan panggilannya.


"Helo," jawab Emerson ketika Syafiq menelponnya.


"Halo, aku sudah sampai di tempat," ucap Syafiq.


"Syukurlah, jika begitu," ucap Emerson lega.


"Kapan paketnya sampai?" tanya Syafiq.


"Tadi aku sudah mengkonfirmasi katanya malam ini akan sampai," ucap Emerson.


"Baiklah terima kasih ya Emerson," ucap Syafiq.


"Sama-sama," jawab Emerson.


"Ya udah dulu ya, aku sedang di perusahaanku, nanti jika paketnya sudah sampai konfirmasi ya," ucap Syafiq.


"Oke!" jawab Emerson.


Mereka pun memutuskan panggilannya.


"Syafiq sejak kapan bisa bahasa inggris?" Tanya Sahara heran.


"Aku dari dulu emang bisa bahasa inggris kok, kamu aja yang nggak tahu," ucap Syafiq nyengir.


"Oh ya, anggap saja begitu," ucap Sahara memutar bola matanya.


Syafiq duduk di antara dua gadis itu sambil memainkan ponselnya.


Kedua gadis itu sengaja memepet hingga tubuh Syafiq terjepit. "Aduuuh! Kalian perempuan tenaganya kuat banget sih," ucap Syafiq.


"Kamu juga ngapain nyempil," ucap Sahara.


Ding ding


Misi baru


Seseorang mencuri sebuah parfum

__ADS_1


Hadiah 900.000.000


"Anjiiiirrrrrr! Ada yang berani mencuri di tokoku ya," ucap Syafiq geram.


"Ada apa?" tanya Sahara.


Syafiq merangkul kedua gadis di dekatnya itu dan mendekatkan kepala mereka ke kepalanya. "Kalian berdua lihat-lihat siapa yang menyolong parfum, aku dapat Firasat jika ada yang nyolong," bisik Syafiq.


"Oh ya, ayo kita lihat," ucap Grizelda.


"Grizelda, kamu lihat CCTV, aku dan Sahara memantau keadaan," ucap Syafiq.


Mereka bertiga pun berpencar.


Di dalam tokonya ada 12 orang pembeli dan mereka semua sedang melihat-lihat sambil memilih.


Ada sepasang kekasih sedang memilih parfum couple'an, ada 3 emak-emak memilih tas sambil mengosip, seorang pria sedang melihat-lihat dan memilih merek jam tangan.


Ada 2 orang pria juga sedang memegang botol parfumnya dan mencium wangi dari botolnya. 2 orang gadis memilih jam tangan cewek dan 1 orang memilih parfum dan 1 orang memilih jam tangan.


Syafiq mengirim pesan kepada Grizelda dan Sahara


(Yang kita pantau khusus yang memilih parfum)


Mereka membalas jika mereka mengerti.


(Syafiq, ada 5 orang yang memilih parfum) Grizelda mengirim pesan


(Di mengerti) balas Syafiq.


Syafiq menarik Sahara agar mendekat dan memantau khusus 5 orang dari balik pintu kaca dan berpura-pura tidak melihat.


Seorang pria melihat kiri dan kanan, karena merasa tidak ada yang memantau ia pun memasukkan dalam saku baju dalam dan ia pun pergi diam-diam bersama sepasang kekasih tadi yang sudah membayar dan pria itu mengikuti mereka dari berdampingan seolah-olah mereka temannya.


Syafiq langsung menghadang mereka.


"Ada apa?" tanya pria pacar wanita itu.


"Bukan kalian, kalian pergilah, saya hanya butuh pria ini," ucap Syafiq memegang tangan pria itu.


"Ada apa ini!" ujarnya mengerutkan dahi pura-pura ia tidak tahu apa yang terjadi.


"Kamu jangan kura-kura dalam perahu, pura-pura tak tahu," ucap Syafiq.


"Apa'an sih! Hey tunggu!" teriaknya kepada sepasang kekasih itu.


Mereka menoleh heran. "Kenapa sih dia?" tanya wanitanya.


"Nggak tau, mungkin dia manggil yang lain," ucap prianya dan mereka pun masuk mobil.


"Tuh kan gara-gara kamu mereka ninggalin aku," ucap pria itu menyalahkan Syafiq.


"Kamu nggak usah pake drama deh, kalo mereka teman kamu kenapa mereka nggak kenal kamu dan malah kayak nggak kenal gitu sama kamu, kamu bohong ya," sahut Sahara menunjuk ke arah pria itu.


"Mana mungkin aku bohong! Kalian ini sebenarnya kenapa sih?" tanya pria itu kesal.


"Jangan sok kesal kamu, kembalikan parfum yang kamu colong itu," pinta Syafiq.


"Parfum apaan nih?" tanya mengerutkan dahinya.


"Kembalikan atau ku laporkan polisi," ancam Syafiq.


"Parfum apaan sih! Mana aku nyolong!" bantahnya.


"Kamu nggak mau ngaku ya," ucap Syafiq memeriksa tubuh pria itu, namun pria itu menghindar.


"Ini lagi kalian nggak sopan banget sih sama pengunjung!" bentaknya marah.


"Oh gitu, kamu sepertinya tidak bisa cara yang baik-baik nih!" ucap Syafiq memegang kedua tangannya lalu memutarkannya kebelakang.


"Sahara periksa seluruh tubuhnya," ucap Syafiq.


"Hey! lepaskan!" teriaknya.


Semua pengunjung memandang ke arah keributan tersebut.


Sahara memeriksa tubuh pria itu dan terasa ada yang menganjal dan Sahara pun memeriksanya dan itu sebuah parfum yang seharga 70 juta.


"Aku mendapatkannya," ucap Sahara.


"Hey kalian jangan sembaragan ya, itu aku sudah bayar ya," ucapnya.


"Tapi di sini tidak ada tanda pembayarannya, jangan bohong, jika ada pembayarannya ada cap di belakang harganya dan ini nyatanya masih kosong, ya sudah kita laporkan saja ke polisi," ucap Sahara.


"Jika berani kalian lapor polisi aku tidak akan tinggal diam, pamanku juga polisi akan aku lapor balik atas pencemaran nama baik," ancam pria itu.


"Hehehe... lapor apa sama pamanmu, lapor agar dia menangkapmu, kamu sudah terekam kamera CCTV," sahut Grizelda keluar membawa laptopnya.


"Itu pasti kalian edit," ucap pria itu.


"Mau edit kayak mana pun tangan kamu nggak bisa bohong, udah lapor saja polisi, kita punya bukti yang kuat kok," ucap Grizelda.


"Itu bukan aku yang mencurinya, nggak tau kenapa benda itu ada dalam sakuku," ucap pria itu tetap tidak mengaku.


"Emang dia punya kaki? Bisa jalan sendiri," ucap Sahara.


"Lepaskan! Awas saja kalian ya," ancam pria itu menghempaskan tangannya dan terlepas dari tangan Syafiq.


"Berani kamu mengancamku, rekaman CCTV ini duluan yang sampai di kantor polisi," Syafiq balik mengancam.


Pria itu pun pergi dengan kesal.


Para Pengunjung lainnya melanjutkan aktivitasnya lagi.


"Kok kamu lepasin dia sih?" tanya Sahara.


"Aku nggak niat menangkapnya, aku hanya berharap parfumnya kembali saja," ucap Syafiq.


"Kamu kok jadi orang kok baik banget sih," ucap Grizelda.


"Benarkah aku baik, terima kasih sudah memujiku, kalian adalah wanita terbaikku," ucap Syafiq.


"Hehehe... aku berterima kasih kepada pria itu, bukan hanya parfumnya yang dapet, aku juga dapet hadiah dari misi๐Ÿ˜ˆ๐Ÿ˜ˆ," ucap Syafiq dalam hati sambil terkekeh.


"Oh, hanya mereka wanita terbaik, jadi kami nggak?" terdengar suara seseorang dari belakang.


Syafiq pun melihat ke arah pemilik suara tersebut.


"Eh kalian, hehehe kalian juga yang paling best," uca Syafiq menyacungkan jempol.


"Best apa? Besseler," celetuk Glinda.


"Kalian pulang kok nggak ngabarin sih," ucap Jelita memeluk Syafiq lalu cepika cepiki dengan Grizelda.


"Kami barusan pulang kok, dan kalian malah ke sini, tumben jam segini keluyuran?" tanya Syafiq.


"Hari ini sepi, nggak ada penjahat mau di tangkep," ucap Glinda duduk di kursi.

__ADS_1


Bersambung


Mampir ke (System super kultivasi)


__ADS_2