
"Ya udah, kita berjaga-jaga di sini," ucap Syafiq.
Jam 02:00 waktunya orang-orang akan tidur, Roni dan para anggota gengnya mulai beraksi, mereka memakai penutup wajah dengan kaos hitam yang perlahan-lahan mengendap mendekati pelaminan yang sudah di hiasi.
Peringatan!
Peringatan!
Ada bahaya!
Ada bahaya!
Syafiq yang tadinya baru saja terlelap, ia langsung segera bangun.
"Benar juga kata Jelita, pasti ada orang nggak senang dengan pernikahan ini, tapi siapa ya?" tanya Syafiq dalam hati.
Syafiq melihat sekeliling dan terlihatlah
seorang pria dengan berbaju hitam membongkar pelaminan dan Syafiq berlari dengan cepat lalu memeluk pria itu dan melemparnya.
"Aku tidak tau siapa kamu dan apa maumu, kau sudah menghancurkan tempat ini, terima akibatnya," ucap Syafiq menghajarnya dan meninjunya terus menerus wajah pria di balik penutup kepalanya.
"Rasakan ini," ucap Syafiq menghantamnya tak kenal ampun.
Datang 3 orang temannya menghadang Syafiq.
"Maju sini, biar kuhabisi kalian," ucap Syafiq maju dan mereka juga bersamaan menyerang Syafiq.
__ADS_1
2 yang lain menendang Syafiq dan Syafiq menghindar dan malah ia menghantam teman yang satunya.
1 sudah rubuh, tinggal 2 orang lagi Syafiq meninju pria di depannya sedangkan pria yang satu lagi menangkap Syafiq dari belakang dan Syafiq membungkukan badannya memegang kedua bahu pria itu lalu menjungkirkannya dan ia terjatuh, Syafiq memegang tangannya lalu mematahkannya.
Krak!
Suara patahan tulang terdengar membuat yang lain terkejut.
"Aaaaaaaa...!" teriak pria itu menjerit kesakitan.
Yang tadinya yang hantaman Syafiq tidak terlalu parah, mereka berusaha bangun dan menenteng temannya itu sedangkan pria yqng Syafiq hajar tadi kepalanya masih pusing dan bangun dengan sempoyongan.
Syafiq membuka penutup kepalanya dan dia adalah Roni dengan wajah yang sudah babak belur dan keluar darah dari hidung dan mulutnya.
"Ternyata kamu Roni," ucap Syafiq tertawa melihat wajah bengkak Roni dan luka-luka karena hantaman tulang tinju Syafiq.
"Sepertinya dia akan balas dendam lagi, lalu siapa teman-temannya itu?" tanya Syafiq dalam hati.
"Hoaaam.... ada apa Syafiq?" tanya Yedi sambil menguap.
"Oh, bukan apa-apa, ya udah ayo tidur lagi," ucap Syafiq.
"Oh baiklah," ucap Yedi yang kembali memejamkan matanya.
"Ya sudah, sepertinya aku juga tidur biar besok tidak mengantuk," ucap Syafiq.
Syafiq pun membetulkan pelaminannya dan ia tidur di sana, jika ada yang datang ia cepat menyadarinya.
__ADS_1
xxx
"Syafiq, ayo bangun ," panggil Sahara.
Perlahan-lahan mata Syafiq terbuka dan melihat keadaan, ternyata sudah pagi.
"Oh iya, boleh aku tidur sebentar lagi di sana, aku masih mengantuk," ucap Syafiq.
"Ya udah, 30 menit ya," ucap Sahara.
"Oke!" ucap Syafiq. Ia pindah tempat untuk tidur lagi.
Sahara, Glinda, Grizelda dan Jelita mereka semua sudah memakai kebaya dan berdandan cantik, mengatur di acara pernikahan bibi Syafiq.
Para tamu sudah mulai berdatangan dan sahara meilih beberapa teman kampusnya untuk di mintai menjadi penerima tamu.
"Syafiq ayo bangun, mandi sana biar segar, para tamu sudah datang nih," ucap Jelita membangunnkan Syafiq.
Meskipun dengan mengantuk, Syafiq bangun dan segera kekamar mengambil handuk dan segera mandi.
"Wah... baru terasa segar," ucap Syafiq. Ia pun memakai baju batik yang sudah di sediakan oleh Bibinya.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1