SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 186


__ADS_3

"Kamu telpon koki itu?" tanya Jelita.


"Iya, besok aku berkuliah jadi suruh dia yang handle restoran, dan juga sudah ku trasfer uangnya," ucap Syafiq.


"Kamu nggak takut uangnya di bawa kabur?" tanya Glinda.


"Aku melihatnya dia adalah orang yang jujur dan teliti, aku rasa dia bisa di percaya, dan jika ia bawa kabur uangnya yah itu rezeki dia, tapi ya hanya sebatas itu saja, tapi kalau dia ikut denganku rezekinya bisa lebih dari itu karena sejauh apa pun ia kabur aku bisa membekukan uangnya di bank kapan aku mau. Oh ya, tapi aku harus cari karyawan lain lagi nih, aku ingin bapak itu menjadi kepala koki dan memantau para koki yang lain," ucap Syafiq.


"Butuh berapa orang?" tanya Jelita.


"Kalo koki cari 2 orang aja dulu, untuk pelayan 3 orang aja, sama 2 orang pekerja harian untuk membersihkan vila," ucap Syafiq.


"Nanti biar aku tanya sama karyawanku siapa tau mereka punya kenalan," ucap Jelita.


"Bener banget, jaringanmu 'Kan luas, pasti cepat dapat orang," ucap Syafiq.


"Iya dan tubuhku sangat capek, aku ingin tidur dulu," ucap Jelita merenggangkan tubuhnya hingga nampak lekuk tubuhnya.


Glinda memeluk tubuh Jelita. "Ih... tubuh kakak langsing banget, aku iri deh," ucap Glinda.


"Tubuh kamu juga bagus kok, kamu aja yang menyadarinya," jawab Jelita mencubit pipi Grizelda. "Ya udah, ayo tidur, tidur, tidur besok kita akan mengedarai mobil baru," ucap Jelita.


"Oke!" jawab mereka yang berjalan beruntun di belakang Jelita kecuali Glinda, dia sudah dewasa tentu saja malu jika seperti anak-anak.


"Baiklah, aku juga akan tidur," ucap Syafiq masuk ke dalam kamarnya.


xxxxx


Ke esokan harinya.


"Syafiq... Syafiq... pak koki sudah datang tuh!" panggil Sahara dari balik pintu kamar.


"Iya sebentar," jawab Syafiq dari dalam kamar.


Cklek!


Pintu terbuka.


"Mana?" tanya Syafiq dengan mata yang sipit.


"Di ruang tamu," jawab Sahara menunjuk ke arah ruang tamu.

__ADS_1


Syafiq berjalan dan melihat bapak itu bersama istri dan 2 anaknya.


"Tuan," ucap Bapak koki itu menyalami Syafiq.


Syafiq mengangguk.


"Cepat salami dia," ucap Bapak koki itu pelan kepada anak dan istrinya.


"Tuan, apa kabar," ucap Istri bapak itu menyalami Syafiq.


"Kabarnya baik," jawab Syafiq juga ikut duduk di sofa.


"Wah... ini keluarga bapak ya?" tanya Syafiq mengacak-acak rambut si bungsu.


"Iya, mereka mau ikut dan sangat ingin melihat tempatnya, saya janji jika mereka tidak akan membuat kekacauan,"


"Tidak apa-apa pak, mereka kan sudah besar juga, jika ibu mau membawanya mereka bisa berustirahat di vila," ucap Syafiq.


"Vila?" tanya Jelita.


"Eh... anu, hadehh.... iya di samping restoran ada vila jelek," jawab Grizelda.


"Iya kak, boleh di katakan itu bukan vila, melainkan cuma pondok kecil, Syafiq aja yang menyebutnya berlebihan," sambung Sahara.


"Bener kak," jawab Sahara.


"Terima kasih Tuan," ucap pak koki.


"Sebentar ya, aku mandi dulu, nanti kita akan berangkat," ucap Syafiq.


"Baik, silakan Tuan," ucap pak koki.


Syafiq pun kembali masuk kamarnya. "Hey kalian nggak berangkat lagi?" tanya Syafiq melihat para gadis itu berkumpul.


"Iya, ini juga mau berangkat," ucap Grizelda.


"Oke! Hari ini aku ke kampus, kamu jaga sendirian dulu ya," ucap Sahara.


"It's oke! tidak masalah," ucap Grizelda mengacungkan jempolnya.


Glinda, Grizelda dan Jelita berangkat dengan mobil masibg-masing den tujuan berbeda. Hanya Sahara yang belum berangkat.

__ADS_1


"Pak, kok banyak perempuan di rumahnya, apa semua perempuan itu istrinya?" tanya Istri bapak itu dengan nada pelan.


"Ssssstttt... kamu jangan ngomong sembarangan, nanti kalo dengar dia gimana? Habislah kita," ucap bapak koki itu berbisik.


"Iya, iya, iya," angguk istrinya nurut.


Setelah mandi dan berpakaian rapi, Syafiq pun keluar.


"Mari pak kita berangkat," ajak Syafiq.


"Iya Tuan, mari," ucap bapak koki itu mempersilakan.


"Kok kamu belum berangkat?" tanya Syafiq kepada Sahara.


"Eh... iya, ini aku mau berangkat," ucap Sahara.


"Jangan lupa kunci rumahnya," ucap Syafiq kepada Sahara.


"Oke!" jawab Sahara membiarkan mereka pergi dahulu.


Setelah mobil Syafiq melaju, ia cepat-cepat mengunci rumah dan masuk mobilnya dan membuntuti Syafiq dari belakang.


"Aku sangat penasaran di mana letak vilanya," ucap Sahara melajukan mobilnya.


Sesampainya di sana, mobil Syafiq dan pak koki parkir di tempat vilanya.


"Wahh... ini sangat menabjubkan Tuan, pasti di sini bakal ramai pengunjungnya," ucap bapak koki kagum dengan keindahan tempatnya.


Mobil Sahara pun sampai di tempat, namun ia memarkirkan agak sedikit jauh.


"Astaga!!!! Tempatnya cantik banget," ucap Sahara gregetan.


"Iya, semoga saja begitu ya pak, dan para pekerja ini sudah hampir selesai, tolong bapak lihat dan laporkan kepada saya jika tempatnya sudah selesai," ucap Syafiq.


"Baik Tuan, saya pasti akan bekerja keras," ucap pak koki dengan senang hati.


"Terima kasih ya pak, jika begitu saya kembali ke kampus, jika ada kendala apa pun segera hubungi saya, Oh ya untuk bapak pemborong, dia yang akan memantau pekerjaan kalian ya, jika begitu saya permisi dulu," ucap Syafiq.


"Siap Tuan," ucap Bapak pemborong.


"Iya Tuan, hati-hati di jalan," pesan Pak koki.

__ADS_1


Syafiq membunyikan klakson mobilnya dan melaju di jalanan.


Berasambung


__ADS_2