SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 243


__ADS_3

"Ini adalah keluarga dari korban, katanya Anda ingin menginvestigasi mereka," ucap polisi itu.


"Hm… Aku hanya ingin mencari tahu siapa pacarnya," ucap Syafiq.


"Silakan Tuan," ucap polisi itu keluar dari tempat tersebut dan berjaga di luar.


"Selamat pagi pak Buk," sapa Syafiq.


"Selamat pagi juga," angguk bapak itu.


"Maaf sebelumnya, tapi bolehkah aku menanyakan siapa pacar anak bapak?" tanypaa Syafiq.


"Nama pacar anak kami adalah Al, dari mana kamu mengtahui jika anak kami punya pacar?" tanya bapak itu.


"Ehm... kami teman tapi bukan teman dekat, hanya teman yang bahkan bukan di sebut teman, hanya sekedar teman saja, bisa di katakan bukan teman juga, atau mungkin temannya bisa di sebut bukan temannya juga karena kami tidak dekat," ucap Syafiq membuat si bapak binggung 7 keliling.


"Oh begitu," jawab bapak itu mengangguk-angguk meskipun ia tak paham.


"Jadi di mana alamatnya?" tanya Syafiq.


"Alamatnya di jalan maha karya blok B nomor 09," jawab Bapak tersebut.


"Apa bapak sudah memberi tahu jika anak bapak sudah meninggal?" tanya Syafiq.


"Belum, kami baru saja sampai tidak sempat menghubunginya," jawab bapak itu.


"Baiklah, aku ke sana sekarang ya pak," ucap Syafiq.


Bapak itu mengangguk meskipun heran.


Syafiq menarik tangan Sahara untuk pergi dari tempat itu dan kembali masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Syafiq melajukan mobilnya menuju alamat yang di beri tahu.


"Lihat-lihat rumahnya," ucap Syafiq.


"Oke," jawab Sahara.


Syafiq memelankan mobilnya melihat kiri dan kanan.


"Syafiq, itu rumahnya," ucap Sahara ketika melihat rumah sesuai alamat.


Syafiq memberhentikan mobilnya lalu turun dari mobilnya.


Pintu rumah itu terbuka dan Syafiq mengentuk pintu.


Tok!


Tok!


Tok!


Seorang pria mendekati pintu, "Ya ada yang bisa saya bantu?" tanya pemilik rumah.


"Saya ingin bertemu Ali, bolehkah saya bertemu dengannya?" tanya Syafiq.


"Saya sendiri Ali, ada apa ya?" tanya pria bernama Ali.


"Bukannya kamu punya pacar?" tanya Syafiq.


"Iya, wanita itu adalah temanku," ucap Ali.


"Aku mendapat pesan terakhir dari pacarmu," ucap Syafiq.

__ADS_1


"Dari pacarku? Dari mana kamu bisa mendapatkan pesan terakhirnya? Memangnya apa terjadi sesuatu pada Hera?" tanya Ali panik.


Syafiq memundurkan tubuh Ali dan mendudukan di atas sofa. "Kamu tenang dulu, aku datang ke sini ada pesan yang ingin dia sampaikan padamu, ini," ucap Syafiq memperligatkan sebuah kalung lalu memberikan kepada Ali.


"Iya, ini kalung Hera aku yang memberikannya kepadanya, tapi kenapa ada padamu?" tanya Ali heran.


"Itu panjang ceritanya, tapi dia mengatakan jika dia sangat mencintai kamu di dalam hidupnya sampai akhir hanyat, jadi dia memintaku untuk memberikan kepadamu," ucap Syafiq.


"Lalu di mana Hena?" tanya wanita yang duduk di sofa itu yang bernama Alies.


"Dia sudah meninggal," ucap Syafiq.


"APA!!!! Di mana dia!" teriak Ali panik yang langsung berdiri.


"Tenang dulu, duduk, dia tidak akan lari di rumah sakit itu," ucap Syafiq.


"Apa maksudmu! Aku ingin bertemu dengannya," ucap Ali tak sabaran.


"Apa kamu tidak ingin mencari pelakunya?" tanya Syafiq.


"Maksudmu dia di bunuh?" tanya Ali.


"Jika dia di bunuh kenapa ada kalungbya ada denganmu?" tanya Alies.


"Ini sangat sulit aku jelaskan yang pasti ini adalah pesan terakhirnya," ucap Syafiq.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2