
"Ya udah, moga mimpi indah," ucap Sahara.
"Yang ada aku setiap hari mimpi buruk," ucap Syafiq.
"Oh jadi kami ini mimpi burukmu?" ucap Sahara membulatkan matanya.
"Eh bukan, kalian adalah masa depanku, hehehe iya benar, kalian masa depanku," ucap Syafiq tertawa yang terpaksa ia buat.
"Berani kamu ngomong gitu, ku robohi rumahmu," ucap Saraha. Dan merekapun tertawa bersama.
Hari pun semakin gelap menandakan malam sudah tiba dan lampu kota mulai menampakan warna cantiknya menambah keindahan kota.
"Syafiq, Syafiq, ayo bagun, udah malam nih," teriak Jelita dari balik pintu kamar Syafiq.
Syafiq bangun dan melihat jam di dindingnya menunjukan pukul 18.50 menit.
"Terus kalo malam kenapa?" tanya Syafiq.
"Ayo bangun!" teriak Glinda mengedor-gedor pintu kamarnya.
"Hey! Jangan gedor lagi, aku sudah bangun, kalau kamu yang gedor yang ada pintu kamarku langsung jebol," jawab Syafiq.
Syafiq membukakan pintu kamarnya.
"Kalian mau kemana dengan pakaian cantik begini?" tanya Syafiq.
"Mau acara ulang tahun kenalan aku, dia mengundangku dan teman-temanku, tentu saja aku harus membawa kalian, ya udah nih, sana cepat mandi," ucap Jelita melempar setelan jas lengkap ke arah wajah Syafiq.
"Iya, iya, tapi awas ya kalo kalian mengintip," ucap Syafiq menutup kembali pintu kamarnya.
"Eh... punyamu kecil, mana selera kami," ucap Glinda mencibir.
"Emang mereka udah pernah lihat punyaku apa," ucap Syafiq melemparkan jas di atas tempat tidurnya dan ia pun masuk ke kamar mandi.
"Astaga! Baju kotorku banyak banget, ku suruh saja mereka melondrikan," ucap Syafiq mengangkat bahunya dan ia pun mandi.
Setelah mandi Syafiq mengenakan baju yang di berikan oleh Jelita di depan cermin sambil bergaya.
"Wah... aku sangat tampan ya," ucap Syafiq bangga dengan menyisir rambunya ke samping.
"Syafiq kok lama banget sih, apa kamu berdandan dulu!" teriak Sahara yang berada di ruang tamu.
"Astaga mereka ini, aku nggak dandan aja di bilang lama, mereka yang dandannya sampai orang berjamur apa nggak lama," sungut Syafiq dari dalam kamar.
"Iya, aku pake baju dulu," ucap Syafiq menyemprotkan minyak wanginya di bajunya.
"Wah... harum banget," ucap Syafiq mencium bau parfumnya kemudian ia pun keluar dari kamarnya.
"Ya udah ayo berangkat," ucap Syafiq.
Mereka berdiri dan dan beranjak dari tempat duduknya menuju mobilnya.
Sahara dan Glinda di mobil Sahara, Jelita dan Glinda di mobil Jelita sedangakn Syafiq sendiri di mobilnya.
__ADS_1
"Syafiq, lain kali kamu beli mobil yang tempat duduknya banyak donk, biar kta berangkat 1 mobil aja," ucap Jelita.
"Bener tuh, dan juga biar kami juga irit bahan bakar," ucap Sahara terkekeh.
"Terus siapa supirnya?" tanya Syafiq.
"Ya kamulah," ucap mereka bersamaan.
"Duit aku, mobil aku, aku supirnya," sungut Syafiq
"Kenapa kamu nggak ikhlas?" tanya Glinda.
"iya, iya, untuk kalian apa sih nggak," ucap Syafiq terpaksa.
"Ya udah kita udah telat nih," ucap Jelita yang terlebih melajukan mobilnya yang di ikuti mobil Sahara dan kemudian mobil Syafiq.
Tiba-tiba Jelita memberhentikan mobilnya.
"Hey ada apa?" tanya Sahara kaget.
Jelita dan Glinda keluar dari mobilnya. "Kita ke tempat ulang tahun, masa nggak bawa kado, kita mampir di sini yuk," ajak Jelita.
"Benar juga," ucap Sahara yang kemudian keluar dari mobilnya yang di ikut Grizelda.
Syafiq juga keluar dari mobilnya.
"Tapi aku nggak punya uang nih," ucap Sahara.
"Iya, aku juga," ucap Glinda dan mereka bersamaan melihat ke arah Syafiq.
"Pinjam duitmu dulu," ucap Glinda.
"Kenapa kalian nggak bilang minta aja sekalian, kalian ngomong minjam itu bikin hatiku sakit karena belum tentu kalian bayar," ucap Syafiq duluan masuk ke toko aksesoris.
"Kamu emang pengertian Syafiq," ucap Jelita tertawa.
Mereka mengikuti Syafiq masuk.
"Wah... banyak banget barang branded di sini," ucap Sahara.
"Yang ulang tahun laki-laki apa perempuan?" tanya Syafiq.
"Laki-laki," jawab Jelita.
Syafiq mengangguk-angguk ia tahu apa yang harus ia belikan.
Mereka memilih barang untuk kadonya masing-masing.
Sahara memilih Jam tangan dan tidak lupa memilih untuknya juga.
Jelita memilih Sepatu dan ia juga memilih heels untuknya.
Grizelda memilih dompet pria dan ia juga membeli tas untuknya.
__ADS_1
Glinda memilih ikat pinggang dan ia memilih Gelang berlian untuknya.
Syafiq membeli dompet warna pink dan sambil cekikikan. "Ini bakal di bungkus, dia nggak mungkin tahu siapa yang memberiannya," ucap Syafiq.
"Kamu kenapa tertawa?" tanya Jelita.
"Nggak apa-apa," jawab Syafiq tersenyum.
"Berapa semuanya?" tanya Syafiq setelah mereka selesai memilihnya sedangkan pilihan Syafiq ia sudah membelikan kotak khusus.
Pegawai itu menscan harganya.
"Semuanya 170.000.000," ucap pegawai itu.
Syafiq mengeluarkan kartu ATM-nya dan meletakkan di mesin pembayaran.
Ding ding
Hadiah Anda di kurang 170.000.000
Sisa hadiah Anda 11.786.000.000
Mereka kembali melanjutkan perjalanannya. Beberapa menit di perjalan, akhirnya sampai di tempat pesta.
Mereka pun turun dari mobilnya dan bersama-sama masuk ke dalam.
"Wah, ulang tahun aja pestanya mewah begini, lain kali aku ulang tahun akan bikin acara paling mewah," ucap Syafiq mengangguk-angguk.
"Kamu mau mau bikin ualng tahun juga?" tanya Grizelda.
"Iya, kira-kira 1 Milyar cukup nggak ya?" tanya Syafiq.
Mereka semua manyun.
"Ada apa dengan wajah kalian seperti itu?" tanya Syafiq.
"Bilang saja jika kamu pamer," ucap Glinda mencibir.
"Hehehehe... iyakah," ucap Sultan nyengir.
"Anak orang kaya aja palingan habisnya ratusan juta saja," sahut Jelita.
"Oh begitu," ucap Syafiq melihat sekeliling.
"Ya udah itu yang berulang tahun, kita samperin yuk," ucap Jelita menunjuk ke arah pria yang berada di depan.
Mereka berlima menghampiri Pria itu dan bersalaman.
"Hay Romi, selamat ulang tahun ya, ini teman-temanku," ucap Jelita memperkenalkan mereka.
Mereka pun bersalaman.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih