SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 290


__ADS_3

"Ayo kita keluar, mungkin ada sesuatu hal besar yang terjadi," ucap Bara.


Mereka semua pun menunggu di luar taman.


"Baru aja mau bersenang-senang, ada aja kejadiannya," ucap Yedi.


Syafiq mencari-cari ranjau tersebut.


"Di mana tempatnya ya?" tanya Syafiq melihat sekeliling.


Syafiq melihat sekelip cahaya merah di antara lampu-lampu yang berkelipan.


Syafiq pelahan-lahan mendekati cahaya tersebut dan membukanya.


"Astaga!! Ini bom waktu, hanya tinggal 24 menit lagi," ucap Syafiq.


Syafiq melihat sebuah toa kecil milik penjual buah.


"Pak saya pinjam toanya ya," ucap Syafiq langsung mengambil tanpa persetujuan pemilik tersebut.


"Perhatian! Perhatian! Di dalam taman ini sedang tidak aman, harap pengunjung dan pedang keluar segera, karena di sini sangat berbahaya, harap semuanya keluar dari taman ini," ucap Syafiq.


"Hey! Apa yang kamu lakukan! Jangan buat kekacauan di sini," ucap penjual itu.


"Aku tidak berbohong, di sana bom waktu dan sekarang hanya tinggal beberapa menit lagi, bantu saya untuk mengevakuasi pengunjung di sini," ucap Syafiq.


"Bom apa bom waktu, pergi kamu sana, jangan buat kekacauan di sini," usir pedabgan tersebut.


"Jika tidak percaya mari ikut saya untuk melihatnya," ajak Syafiq.


"Alah, jangan beralasan kamu. Aku sudah lama berjualan di sini, tidak ada pun aku temui bom di sini, kamu yang hanya ingin mebuat keributan di sini, sana pergi sana," ucap pedagang tersebut kesal.


"Aku tidak berbohong, ini demi keselamatan kalian semua," ucap Syafiq.


Syafiq kembali berteriak mengunakan toa tersebut.

__ADS_1


Toa di tangan Syafiq di rampas oleh pemilik pedangan tersebut.


"Kamu lebih baik pergi atau saya akan lapor kamu ke polisi," ancam pedang tersebut.


"Bagaimana ini, mereka semua tampaknya tidak peduli dengan ucapanku, sedangkan bom itu di tanam, aku takut jika di angkat itu akan membuat bom itu meledak seketika dan melukai orang-orang di sini," ucap Syafiq khawatir.


"Di sini ada berapa bom ya kira-kira mereka pasang, jika ada 2 atau 3 bom, berarti ledakan bomnya kecil, jika hanya ada satu berarti ledakannya besar, aku harus menjinakkan bom yang di sana dulu," ucap Syafiq.


Syafiq kembali melihat bom waktu tersebut dan mencoba melihat kabel yang berwarna tersebut.


"Jadi, warna apa yang harus aku cabut. Ini hanya tinggal 17 menit lagi," ucap Syafiq.


"Lihatlah, apa yang di lakukan pemuda itu di sana," ucap pedagang tersebut mengejeknya.


"Biarkan saja, tidak usah pedulikan dia," jawab temannya.


Syafiq mencabut kabel berwarna merah dan itu mempercepat waktunya.


"Astaga! Waktu menjadi cepat, di mana mau ku buang?" tanya Syafiq binggung karena di sebelah kiri ada yang jualan makannan dan sebelah kiri ada jualan mainan, di depan jalan raya, sedangkan di belakang ada rumah warga.


Syafiq melihat sekeliling dan mencari tempat yang sepi lalu melemparnya di sana, beberapa orang yang di sana, Syafiq membawa orang itu lari menjauh


Ledakan yang cukup dasyat menghancurkan tempat tersebut.


"Ledakannya tidak besar, berarti masih ada yang lainnya," ucap Syafiq kembali berlari mencari tempat lain.


"Astaga, beneran ada bom," ucap pedangan itu berlari menyelamatkan diri.


"Tunggu! Bawakan mereka juga," ucap Syafiq kepada pedang itu menunjuk ke arah wanita yang terduduk tersebut.


"Telpon polisi secepatnya, karena masih ada bom yang lain," ucap Syafiq.


Pedang itu mengangguk dan mengangkat seorang wanita yang kakinya terkilir dan temannya pun menelpon polisi.


"Di mana lagi?" tanya Syafiq melihat sekelilingnya.

__ADS_1


Terlihat lagi sebuah cahaya merah dan Syafiq berlari ke arah tersebut.


Syafiq membuka tempat penutup bom tersebut dan melihat di sana tinggal 2 menit lagi.


"Sepertinya tidak ada orang lain di sini, biarkan saja bomnya meledak.


Syafiq berlari, namun terdengar suara seorang anak yang menangis di sudut lampu-lampu.


Syafiq mengahampirinya.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Syafiq mengangkat tubuh anak tersebut, namun kakinya tersangkut sesuatu.


"Tali apa ini?" tanya Syafiq menariknya.


Ternyata ada bom di tanam di dalam tanah.


"Astaga!! Bom lagi, berapa banyak yang mereka letakkan di sini?" tanya Syafiq memutuskan Memutuskan tali tersebut dengan giginya.


Duuuuaaaarrrrr!!!!


Duaaaaarrrrrrr!!!!


Dua bom sekali gus meledak.


"Syafiiiiiiiiqqqqqqq!" Teriak Sahara yang ingin berlari masuk ke dalam taman itu, namun ia di tahan oleh Brima dan Yedi.


"Tenang saja, dia tidak apa-apa, takutnya kamu malah yang kenapa-napa," ucap Yedi.


"Iya, dia punya caranya sendiri untuk melindungi dirinya sendiri," ucap Brima.


"Tapi... tapi bagaimana jika dia kenapa-napa," ucap Sahara khawatir.


"Tidak akan, dia tidak akan kenapa-napa," ucap Yedi.


Bersambung

__ADS_1


jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2