SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 92


__ADS_3

Sedangkan pria itu di tangkap dan di bawa ke kantor polisi. Ibu itu menangis histeri tak terima anaknya di tangkap.


"Jika begitu tangkap aku juga, biarkan aku menemaninya di penjara," ucap ibu itu menangis.


"Maaf Ibu, kami hanya menangkap orang yang bersalah saja," ucap polisi itu.


Ding ding


Misi selesai


Selamat Anda mendapatkan 2.000.000.000


Hadiah Anda menjadi 9.796.000.000


Selamat anda mendapatkan 20 poin


Poin Anda menjadi 90 poin.


Pemakaman pun selesai, hari juga sudah semakin larut Grizelda membawa semua pakaiannya ke dalam koper.


"Ya udah kita berangkat," ujar Glinda memegang pundak Grizelda.


Sebelum ia pergi, Grizelda melihat seisi rumah yang penuh dengan kenangan itu, sedih rasanya jika meninggalkan rumah yang penuh kenangan bersama Ayah dan ibunya waktu itu, dulunya mereka hidup bahagia, karena kematian ibu, mereka seperti saling tak peduli lagi.


Hanya kenangan yang terpendam namun tak bisa terulang lagi.


"Ayo masuk," ajak Sahara membukakan pintu mobilnya.


Glinda membawa Grizelda masuk ke dalam mobil milik Sahara.

__ADS_1


Mereka pun berangkat pulang kerumah Syafiq dan hari pun hampir mendekati tengah malam.


Suasana yang sangat menyedihkan, Grizelda pergi dengan hati yang hampa.


Mobilpun bergerak perlahan meninggalkan rumah milik Ayah Grizelda. Ia membiarkan rumah itu begitu saja tanpa menempatinya, karena rumah itu atas namanya.


"Kamu tidak apa-apakan?" tanya Glinda hati-hati.


"Aku baik-baik saja kak, meninggalkan rumah itu bisa di bilang agar aku tidak mengingatnya lagi, aku memang butuh tempat dan suasana yang bisa membuat aku tenang, aku ingin cari pekerjaan di sana untuk menghidupi diriku sendiri. Aku tidak bisa hanya numpang tinggal dan makan di rumah Syafiq," ucap Grizelda.


"Udah nggak apa-apa, kamu tinggal saja di rumahku, biar ada yang jagain jika aku pergi-pergi. Masalah pekerjaan kamu nggak perlu pusing, kerjakan saja pekerjaan rumah, nanti aku yang bayar, biar rumahku tidak terlihat kotor," jawab Syafiq menyengir.


"Aku tidak enak denganmu Syafiq, masa tinggal di rumahmu mengerja pekerjaan rumah masa kamu yang bayar," ucap Grizelda tidak enak hati.


"Udah nggak apa-apa, kakak juga tinggal si sana juga," ucap Glinda.


"Rencana aku mau beli perusahaan, jadi nanti kamu bisa kerja di sana," jawab Syafiq.


"Terima kasih Syafiq," ucap Grizelda.


"Iya sama-sama," angguk Syafiq dan mereka pun melaju di jalanan.


Perjalanan yang sudah sepi membuat suasana jadi mencengkam, apa lagi mereka melewati jalan sepi dan tak ada rumah di sana.


Peringatan!


Peringatan!


Ada bahaya! Ada bahaya!

__ADS_1


Ding ding


Misi baru


Kalahkan 3 orang begal


Hadiah 1.000.000.000


Seorang pria terbaring di tengah jalan yang di sinari oleh lampu mobil Sahara.


"Ada orang!" teriak Sahara. Syafiq terkejut lalu mengrem mendadak. Rencananya tadi Syafiq mau menabraknya langsung karena ia tahu jia itu akal-akalan tukang begal.


Pria pingsan itu langsung berdiri dan menghampiri jendela mobil Sahara.


"Buka pintunya!" perintahnya.


"Ingat! Apa pun yang terjadi kalian jangan keluar, biar aku menanganinya," ucap Syafiq.


"Mana bisa begitu, aku polisi," bisik Glinda.


"Justru kamu polisi mereka akan kabur dan kita tidak bisa menangkapnya," balas Syafiq.


"Ya sudah terserah kamu, tapi kalo ada apa-apa aku tetap harus bertindak," ujar Glinda


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2