SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 274


__ADS_3

Yedi pun masuk ke dalam mobil duduk di samping Sahara.


Pria itu membuka tas


Syafiq memasukkan kepalanya ke jendela mobil.


"Kalau ada kesempatan, kalian kabur," bisik Syafiq.


Sahara dan Yedi mengangguk mengerti.


"Sekarang aku berubah pikiran, aku mau kepala, uang dan mobilmu," ucap Pria itu.


Mereka pun semua tertawa.


"Wah... tidak hanya mendapat uang yang banyak, kita juga akan naik pangkat," ucap temannya tertawa senang.


"Serang dia," ucap pria itu.


Mereka pun menyerbu ke arah Syafiq.


"Lari!" teriak Syafiq.


Yedi tancap gas, 2 orang yang menghalangi mobil Yedi, tanpa pikir panjang Yedi menabrak orang itu dan tetap melajukan mobilnya.


"Hey! Apa mereka mati kami tabrak?" tanya Sahara melihat kebelakang.


"Ah bodo amat! Mau dia mati, mau di ko'it siapa suruh menghalangi jalan," ucap Yedi melajuka terus mobilnya.


"Oh ya, tadi bukannya Bang Brima ngikuti kalian? Di mana mereka?" tanya Yedi.


"Nggak tau, Aku telpon mereka sekarang," ucap Sahara.


Di sisi lain, Syafiq sedang bertarung dengan sekelompok pria itu.


Syafiq mengambil tasnya kembali dari tangan pria itu lalu melemparnya ke atas, lalu menendang pria yang mengelilinginya itu.


Saat tasnya jatuh ke bawah, Syafiq menangkapnya tas itu lalu melempar ke kepala sekelompok pria itu.


"Kalian kejar mobil itu!" perintah pria itu.


2 orang keluar dari sekelompok itu dan mengambil motor mereka.


Baru saja motornya berjalan, Syafiq berlari dan salto depan lalu menendang pria yang di atas motor tersebut hingga pria itu terjatuh lagi.


Syafiq langsung meghantam ulu hatinya lalu meninju wajah pria itu hingga keluar darah dari mulutnya.


Sekelompok itu pun menuju arah Syafiq. Syafiq membalikkan badannya lalu mengangkat tubuh pria itu lalu melemparkan ke arah teman-temannya, lalu Syafiq menendang tan pria yang lain hingga terjatuh dan menginjak kepalanya.


Pria Yang lain juga melayangkan balok kayunya ke arah kepala Syafiq.


Syafiq menendang kayunnya hingga patah terbagi menjadi 4 bagian, pria itu kaget Syafiq langsung pitingan leher dan menendang kepala temannya yang ada di depan.


Sisa beberapa orang lagi.

__ADS_1


Syafiq pasang kuda-kuda, ia ingin menghabisi mereka dengan sekali pukulan.


Mereka pun kembali menyerang Syafiq dan Syafiq melompat lalu menghantam mereka, menendangnya lalu menghajarnya tanpa ampun. Mematahkan tangan mereka dan mematahkan tulang punggung mereka, hingga mereka tak bergerak lagi


Syafiq menarik kerah baju pria yang memberi perintah tadi.


"Aku tadi sudah berbaik hati untuk memberikan uang yang lebih banyak, tapi sayangnya kamu sangat serakah dan ingin memiliki semuanya, coba saja kau terima tawaranku, mungkin aku akan mengambil kalian sebagai anggotaku dan menjadi kalian pengawalku dengan bayaran mahal, tapi kamu malah tidak mau, dasar naif," ucap Syafiq lalu mematahkan kedua tangannya.


Kraak!!!


"Aaaaaaaaaaaaaaaaa...!!!!" teriakan yang sangat keras.


"Rasakan akibatnya, bukan hanya uang yang tidak kalian dapat, hidup kalian juga sudah tak berguna," ucap Syafiq menghempas tubuh pria itu.


Syafiq mengambil kembali tasnya lalu memasukkannya ke dalam mobil Yedi.


Ding ding


Misi selesai


Selamat Anda mendapatkan hadiah 700.000.000.000


Hadiah Anda menjadi 5.700.140.000.000.


Selamat Anda mendapatkan 50 poin.


Poin Anda menjadi 1850 poin.


"Oh Sudah habis semua?" tanya Brima keluar dari mobil.


"Kalian ngapain ke sini?" tanya Syafiq.


"Tentu saja mengkhawatirkan kamu," ucap Sahara.


"Aku nggak kenapa-kenapa kok," ucap Syafiq.


"Aku akan telpon polisi yang lain untuk membawa mereka ke kantor polisi," ucap Brima.


"Aku takut keuangan kalian menjadi bangkrut untuk menyembuhkan mereka," ucap Syafiq.


"Kamu terlalu sadis, saking sadisnya kami juga kena imbasnya," ucap Brima.


"Mungkin jika 1-2 orang tidak masalah, 12 orang yang terluka parah begini. Telpon ambulan sana," ucap Glinda.


Brima mengangguk dan ia pun menelpon Polisi dan ambulan.


"Aku lapar, apa tidak ada makanan yang kalian bawa?" tanya Syafiq.


"Adanya roti tuh di dalam mobil, aku ambilkan sebentar," ucap Glinda masuk ke dalam mobilnya membawa beberapa roti.


Syafiq mengambil bungkusan roti lalu melahapnya.


"Apa kalian tak punya air minum?" tanya Syafiq.

__ADS_1


"Hm... adanya cuma botol minumku dan bekas minuman Brima," ucap Glinda.


"Ya udah nggak apa-apa, dari pada mati tersedak, tapi kalian nggak penyakitan 'kan?" tanya Syafiq.


"Ye... kapo penyakitan aku nggak berdiri di sini aku," Sahut Brima tak terima.


"Siapa yang tau kalo Abang punya bakteri yang belum terlihat penyakitnya," Ucap Syafiq.


"Jangan kasih dia minum," ucap Brima menahan botol mineral yang di pegang Glinda.


"Ah... aku 'kan cuma bercanda aja, sini minumannya," ucap Syafiq.


Glinda melempar botol air mineral kepada Syafiq dan Syafiq menangkapnya lalu meneguknya.


Tak berapa lama, mobil polisi dan mobil ambulan datang.


"Astaga, ini terlalu banyak, jika hanya 1 mobil ambulan," ucap polisi itu.


Komandan itu menghampiri Syafiq.


"Kamu yang menghajar mereka semua?" tanya komandan itu.


"Iya, saya minta maaf, tapi saya juga harus membela diri dan melindungi pacar dan teman saya," ucap Syafiq.


"Tidak apa-apa, kamu tidak akan mendapat masalah, itu mereka yang sudah cari masalah denganmu. Ada masalah apa mereka denganmu?" tanya momandan itu.


"Tidak tahu, tapi katanya ada yang menginginkan kepalaku, aku tidak tahu siapa yang dwndam padaku," ucap Syafiq.


"Jika begitu, kamu harus hati-hati, karena hari ini gagal, mereka pasti akan mencari cara lain untuk melukaimu. Lain kali saya tidak akan memanggil Glinda dan Brima lagi untuk ke kantor polisi, mereka aku khususkan untuk menjagamu saja," ucap komandan tersebut.


"Kalau aku tidak masalah, tapi aku takut orang di sekitar saya yang mereka lukai. Jadi, Bang Brima dan Glinda khusus menjaga pacar dan teman-teman saya saja sampai saya ketemu dengan pelakunya," ucap Syafiq sambil melihat para sekelompok pria itu di masukkan ke dalam mobil ambulan.


"Saya juga akan mengerahkan beberapa buser untuk membantu mencari pelakunya," ucap komandan itu.


"Terima kasih komandan atas bantuan Anda," ucap Syafiq menundukkan kepalanya.


"Tapi ada 'kan yang masih hidup?" tanya komandan itu tersenyum.


"Tenang komandan, mereka tidak mati kok, paling parah cuma nggak bisa ngapa-ngapain aja kok," ucap Syafiq.


"Mereka seperti itu pasti memilih lebih baik mati dari pada hidup tapi seperti orang mati," ucap komanda.


"Salah siapa? Padahal aku sudah memberi uang 10x lipat dari yang mereka dapat dari orang yang menyuruh mereka, tapi mereka malah ingin mengambil uang dan kepalaku, itulah akibatnya," ucap Syafiq.


"Kamu ternyata sangat sadis juga ya," ucap komandan.


"Ya beginilah aku komandan, mereka sadis, aku lebih sadis lagi jika mereka mengusikku," jawab Syafiq


Bersambung


jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2