SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 299


__ADS_3

Tak berapa lama, makana mereka pun sampai.


"Berapa Semuanya pak?" tanya Yedi kepada kurir.


"4,3 juta pak," ucap pak kurir.


"Apa! Ba-baiklah," ucap Yedi yang sempat terkejut dengan harga makanannya yang menurutnya fantastic.


Yedi pelan-pelan mengambil ponselnya sambil memandang Bara.


"Cepat bayar, udah lapar nih," ucap Jelita.


"Iya, iya," jawab Yedi.


Ia mengscan kode pembayaran.


"Sudah ya pak," ucap Yedi memperlihatkan layar ponselnya.


"Baik Tuan, terima kasih," ucap pak kurir dan kemudian pergi.


"Selamat makan," ucap Syafiq.


Mereka pun menyatap makanannya karena jam juga sudah menunjukkan pukul 11:36 menit.


Saat mereka sedang asik-asiknya menyantap makanannya, para wartawan dari berbagai stasiun televisi berdatangan.


"Ada apa itu?" tanya Brima.


"Permisi, Pak! Pak! Bisakah Anda keluar sebentar, kami ingin mewawancarai Anda sebentar?" tanya salah satu wartawan yang berkerumun di depan pintu perusahaan Syafiq.


"Bentar aku lihat, berisik banget sih di luar, mau makan aja nggak tenang," ucap Yedi. Ia pun keluar dari ruangan tersebut menuju depan pintu.


"Ada apa ini?" tanya Yedi.


"Maaf Tuan jika kami menganggu Anda, tapi izinkan kami untuk mewawancarai Tuan Syafiq sebentar saja," ucap wartawan tersebut.

__ADS_1


"Sebentar, aku harus menanyakan pada orangnya dulu, jika tidak ini sama dengan melanggar privasi orang," ucap Yedi menenangkan.


Mereka pun menjadi tenang menunggu di luar.


"Syafiq, di cariin tuh," ucap Yedi duduk di meja dan kembali melahap makanannya.


"Kenapa tidak kau saja yang mewakiliku," saran Syafiq.


"Ya di cari kamu, bukan aku, nanti malah aku yang di hajar mereka," ucap Yedi.


Syafiq menyeka mulutnya dengan tissu lalu pergi menuju pintu masuk, Sahara juga mengikuti Syafiq keluar.


"Apa Anda Tuan Syafiq?" tanya salah satu wartawan tersebut.


"Iya benar," angguk Syafiq.


"Berarti Anda adalah pemilik perusahaan SFQ," ujar wartawan itu.


"Dari mana kalian tau jika aku pemilik perusahaan SFQ?" tanya Syafiq.


"Lalu dari mana kalian tau di tempatnya?" tanya Syafiq lagi.


"Tentu saja dari media sosial juga," jawab mereka.


"Jangan bohong, kalian pasti tau dari seseorang'kan?" tanya Syafiq.


"I-iya Tuan," angguk mereka. "Tapi semua itu tidak penting, yang terpenting adalah bagaimana Anda baru saja bergabung menjadi perusahaan, dengan sepak terjang Anda dan langsung menjadi perusahaan yang berpengaruh di dunia, bagaimana Anda melakukannya?" tanya wartawan itu.


"Bagaimana aku melakukanya, tentu saja rahasia," ucap Syafiq.


"Apa yang Anda pikirkan, kenapa Anda harus membangun perusahaan SFQ?" tanya wartawan itu.


"Aku awalnya tidak terpikir untuk membangun perusahaan sendiri di sini, tiba-tiba saja aku secara tak sengaja di tolak salah satu perusahaan karena aku hanya punya usaha kecil-kecilan, dan akhirnya terpikir olehku untuk jual beli saham, dan menaikkan persentase nilai pasar dan jadilah seperti ini," jawab Syafiq.


"Katanya hanya waktu sebentar, Anda bisa langsung menjadikan perusahaan yang teratas, kira-kira berapa jam sejak di mulainya Anda jual beli saham dan menaikan persentase perusahaan Anda?" tanya wartawan antusias

__ADS_1


"Cukup lama bagi saya, yaitu 3 jam," jawab Syafiq.


"Wah, itu adalah waktu tersingkat yang pernah saya dengar, namun bagi Anda ini sangat lama, jadi jika waktu yang tercepat bagi Anda berapa jam?" tanya wartawan kagum.


"Beberapa menit saja," jawab Syafiq.


"Anda sangat hebat, jika begitu di mulai pukul berapa Anda memulaikan aksinya dan berapa karyawan yang membantu Anda?" tanya wartawan itu lagi.


"Dari pukul 9-11 siang, dengan 5 karyawan," jawab Syafiq.


"Waw… itu sangat fantastic ya, karena Hanya butuh beberapa jam dan hanya 5 orang karyawan bisa langsung membuat perusahaan SFQ berpengaruh, apa ada yang ingin Anda sampaikan?" tanya wartawan itu.


"Saya hanya ingin mengatakan, buat kalian yang perusahaan kecil tetap bertahan di kedua kaki kalian untuk berdiri, dan juga buat perusahaan yang lain jangan coba-coba untuk mengusik perusahaanku, karena aku Syafiq hanya perlu 10 detik bisa menghancurkan perusahaan kalian, ingat itu!" ucap Syafiq.


"Bagaimana jika kami memberi julukan untuk Anda?" tanya wartawan itu lagi.


"Terserah, kalau begitu kalian bisa kembali, karena aku ingin istirahat," ucap Syafiq dan ia pun masuk kembali ke dalam ruangannya.


"Tuan! Tuan! Tunggu sebentar!" panggil wartawan tersebut.


"Tolong tutup pintunya," pinta Syafiq.


"Baik Tuan," angguk pegawainya.


"Maaf ya, pintu harys kami tutup, Tuan kami ingin istirahat," ucap Karyawan Syafiq menutup pintu lalu menguncinya.


"Sudah Tuan," ucap mereka.


"Baiklah, kalian duduk di sini dulu," ujar Syafiq kepada karyawannya. Para karyawan itu duduk melingkar.


"Besok kita pindah dari sini, cari gedung yang lebih besar lagi, mungkin kalian Ada yang tahu di mana tempat jual gedung di sini," ucap Syafiq.


Bersambung.


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2