
Cekrek!
Cekrek!
"Hihihi... mereka kok terlihat seperti anak-anak kucing yang sedang makan bersama," ucap Syafiq tertawa kecil.
"Terus parfum itu kenapa cuma satu?" tanya Sahara.
"Yeeee... ini aku di kasi Emerson tau sebagai tanda perkenalan dan kalian tau harganya berapa?" tanya Grizelda membulatkan matanya.
"Ya mana kami tau," jawab Sahara manyun.
"Harganya 1 M tau," ucap Grizelda memanjangkan muncungnya.
"Masa, kamu di tipu nggak?" tanya Glinda.
"Mana mungkin di nipu, ini parfum edisi terbatas tau, dari botonya aja ada ukiran dari emas 24 karat coba cek di internet," ucap Grizela.
"Coba aku lihat," ucap Jelita mengambil parfum dari tangan Grizelda dan menelitinya.
Mereka bersama-sama melihat di ponsel.
"Ikh... benar lho, dan ini hanya ada 20 botol di dunia," ucap Sahara.
"Wihhh... keren banget! Aku juga mau," Jelita memeluk botol parfum milik Grizelda.
"Kakakkan bisa beli, aku nggak," ucap Grizelda.
"Bukan masalah beli atau nggaknya, aku rasa parfum ini bukan sembarangan orang yang punya, punya uang pun kita, kalau nggak masuk kreteria ya juga nggak dapet, kamu benar-benar beruntung deh," ucap Jelita.
"Iya kah? Waaahh aku paling beruntung ya," ucap Grizelda tertawa senang.
"Kalian nggak ke mana-mana kan? Aku mau ke rumah bibikku mau antar oleh-oleh dulu," ucap Syafiq.
"Oke," jawab mereka yang masih sibuk dengan pembagian sembakoknya.
Syafiq membawa baju dan aksesoris ke dalam mobilnya dan menuju rumah bibinya.
Sesampainya di sana Syafiq keluar sambil menenteng paper bag masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Eh Nak Syafiq," sapa Bude Rania.
"Bude," sapa Syafiq menyalami tangan bude Rania.
"Bibi mana Bude?" tanya Syafiq.
"Mereka keluar Barusan," ucap Bude.
Tiba-tiba sebuah mobil datang.
"Akh... itu mereka," ucap bude Rania melihat keluar.
"Syafiq, kamu kok baru main ke sini? Udah lama kamu nggak ke sini lho," ucap Bibinya.
"Iya Bi, maaf ya, Alviso sini kakak kagen lho," ucap Syafiq merentangkan tangannya dan Alviso pun berlari ke arah Syafiq lalu memeluknya.
"Kakak," ucap Alviso.
"Astaga... adek kakak udah besar ternyata, ngomongnya saja sudah jelas banget," ucap Syafiq mengosok kepala adik sepupunya itu.
"Kakak bawa apa?" tanya Alviso melihat paper bag di tangan Syafiq.
"Makasih kak," ucap Alviso menerimanya dengan senang hati.
"Bagaimana kabar kamu?" tanya Rocky menepuk pundak Syafiq.
"Baik Paman, paman gimana kabarnya?" Syafiq balik bertanya.
"Paman bibi dan Alviso sehat semua, kapan-kapan kami main ke rumahmu ya," ucap Rocky.
"Oh iya, eh... jangan!" tiba-tiba Syafiq ingat sesuatu.
"Kenapa?" tanya Bibi.
"Hm... anu Bi, rumahku... rumahku sekarang jadi rumah kost'an," ucap Syafiq.
"Hm? Kamu nggak mungkin kekurangan uangkan sampai rumahmu jadi kost?" tanya Bibi.
"Nggak sih, cuma... aduh...sulit ku jelaskan pokoknya," ucap Syafiq.
__ADS_1
"Kamu nggak boleh kami ke sana jangan-isinya wanita semua," tebak Bibi.
"Eh... i-iya," jawab Syafiq dengan pasrah.
"Kamu nggak ngapa-ngapain anak orang kan?" tanya Bibi.
"Nggak Bi, suer aku nggak berani ngusik mereka, apa lagi salah satunya polisi, bisa mati di tembak aku," ucap Syafiq.
"Kamu boleh berteman dengan siapa pun, tapi ingat! Jaga mereka, mereka itu bagaikan bunga yang indah di jambangan, kalian para pria ini bagaikan kumbang yang haus madu, jika itu bukan punya kalian, jangan di sentuh," pesan Bibi.
"Iya Bi, aku dan mereka hanya berteman saja," ucap Syafiq menundukkan kepalanya.
"Tapi Bibi percaya kok, keponakan bibi orangnya baik," bibi tersenyum.
"Hehehe... iya Bi," ucap Syafiq nyengir.
"Baguslah jika begitu," ucap Bibi.
"Hm Bi, aku pulang dulu ya, kakak pulang dulu ya Alviso," ucap Syafiq mengelus kepala Alviso.
"Iya kamu hati-hati di jalan," ucap Rocky.
"Iya, oh iya, minta nomor rekening Bibi, aku ada sedikit uang untuk jajan Alviso," ucap Syafiq mengeluarkan ponsel dari saku celanya.
"Nggak usah Syafiq, uang itu untuk keperluan kamu saja," tolak Rocky.
"Udah nggak apa-apa Paman, aku jarang-jarang ke sini," ucap Syafiq.
"Ya udah kalo kamu maksa, ini nomor rekeningnya," ucap Bibi menyodorkan ponselnya dan memperlihatkan di layar ponselnya.
Syafiq mencatatnya dan kemudian ia mengirim sejumlah uang ke rekening bibinya.
Ding ding
Hadiah Anda di kurang 45.400.000.
Sisa hadiah Anda 1.965.500.400.000
"Bi kasih bude juga uangnya karena lupa bawa oleh-oleh untuk bude," ucap Syafiq
__ADS_1