
"Syafiq, aku mau semuanya," ucap Grizelda melihat ke arah Syafiq.
"Terserah kamu, tapi pikirkan cara membawanya nanti," ucap Syafiq.
"Paketkan saja bersama barang-barangmu," ucap Grizelda.
"Terserah kamu deh," ucap Syafiq juga ikut memilih gelang pas untuknya.
Mereka berfoto sambil memilih gelang dan setelah siap Grizelda memilih.
"Bayar gih," ucap Grizelda.
"Berapa pak?" tanya Syafiq.
"9.600.000," ucap Penjual itu.
"Bapak punya rekening?" tanya Syafiq.
"Punya," angguk penjual tersebut.
"Saya transfer saja ya," ucap Syafiq. Penjual itu mengangguk dan Ia pun menyebut nomor rekeningnya.
Ding ding
Hadiah Anda di kurang 9.600.000.
Sisa hadiah Anda 34.954.000.000.
"Tolong bawakan," ucap Grizelda keberatan. Karena yang ia beli full 1 kardus besar.
Syafiq mengqngkatnya masuk ke dalam bagasi mobil.
"Kamu ini mau beli oleh-oleh apa mau jualan sih?" tanya Syafiq.
"Ye... teman kitakan banyak, dan aku beli untuk mereka masing-masing 100 buah, ucap Grizelda.
"Mau taroh di mana? Bikin semak aja," celetuk Syafiq.
"Diam aja kamu! Perempuan itu hatmrus banyak hiasan di kamarnya agar tampak menarik, emang kamar kamu kosong melompong," ejek Grizelda.
"Entahlah, aku nggak ngerti isi kepalamu," ucap Syafiq mengeleng kepala.
"Yuk ke mall," ajak Emerson. Dan mereka pun pergi menuju ke arah mall yang tidak jauh dari sana.
"Sepertinya aku juga harus beli oleh-oleh untuk Bibi sekeluarga deh," ucap Syafiq teringat.
__ADS_1
Syafiq memilih baju dan aksesoris untuk bibi, Alviso dan paman barunya, berkeliling, belanja, shoping.
Ding ding
Misi baru
3 orang terjebak di dalam lift
Hadiah 22.000.000.000.
"Lift? Lift yang mana?" tanya Syafiq bingung.
Syafiq mendekati salah satu kartawan. "Permisi, apa di mall ini ada lift?" tanya Syafiq.
"Ada dari lantai satu menuju lantai 9 dan itu hanya di gunakan oleh orang khusus saja," ucap Pegawai itu.
"Jika orang biasa apa bayar untuk menaikinya?" tanya Syafiq.
"Bisa, Anda bisa membayar senilai 1 milyar, tapi orang biasa, mereka lebih memilih jalan alternatif saja di banding membayar uang sebanyak itu" ucap pegawai itu.
"Baiklah jika begitu, terima kasih atas infinya," ucap Syafiq.
"Tidak mengapa hilang 1 milyar demi mendapatkan 22 milyar," ucap Syafiq.
Syafiq pun menghampiri teman-temannya. "Kalian belanjalah terlebih dahulu, aku pergi sebentar saja, nanti tunggu aku di parkiran saja jika aku lama ya," ucap Syafiq.
"Kekamar mandi, sakit perut," ucap Syafiq ngasal.
"Oh ke kamar mandi, apa perutnya tidak cocok dengan makanan tadi?" tanya Emerson mencibir dan mereka bertiga kembali memilih barang yang mereka sukai.
Syafiq turun ke lantai bawah dan menemui pejaga lift.
"Permisi, apa saya bisa naik lift ini?" tanya Syafiq.
"Tunjukkan kartu khusus Anda," ucap pegawai itu.
"Aku tidak punya," ucap Syafiq.
"Jika begitu Anda harus bayar 1 milyar," ucap pegawai itu.
"Baiklah, sebutkan angka rekeningnya, saya akan transfer," ucap Syafiq.
"Apa Anda punya kartu ATM?" tanya petugas itu.
"Oh iya, saya punya," angguk Syafiq mengeluarkan kartu ATM-nya dan mengesek di mesin pembayaran.
__ADS_1
Ding ding
Hadiah Anda di kurang 1.000.000.000
Sisa hadiah Anda 33.954.000.000.
Syafiq pun di perbolehkan masuk ke dalamnya.
"Dia kan bukan orang khusus kok dia bisa masuk ke dalam, apa peraturan di mall ini sudah berubah?" tanya salah satu pria yang berbaju jas.
"Tapi asalkan ada 1 milyar bisa masuk," ucap temannya.
"Apa dia kelihatan seperti banyak uang?" tanyanya lagi.
"Hm... entahlah, jika di lihat stel bajunya paling harga ratusan ribu," ucap temannya melihat penampilan Syafiq dan Syafiq hanya diam tanpa menpedulikan ucapan mereka.
"Nanti setelah lift ini rusak baru kalian ketakutan," ucap Syafiq dalam hati sambil mencibir. "Tapi aku bukan menolong kalian, aku hanya ingin mendapatak hadiahmu saja," sambungnya sambil memutar bola matanya.
Di dalam ada 4 orang termasuk Syafiq dan 1 orang perempuan yang memakai gaun merah yang di dadanya banyak di kelilingi bulu angsa berwarna merah dan lipstik merah merekah di bibirnya.
Lift pun naik perlahan-lahan, menunjuk setiap angka yang mereka naiki. Tiba-tiba saja lift bergoyang hebat dan lampu berkedip-kedip.
"Aaaaaaa.... apa yang terjadi!" teriak wanita itu memeluk kedua orang pria yang berada di dekatnya.
lift itu berhentu bergoyang sejenak, tiba-tiba saja bergoyang lagi. "Bahaya nih jika Liftnya jatuh ke bawah," ucap Syafiq.
"Apa! Liftnya bakalan jatuh ke bawah?" tanya wanita itu dengan wajah pucat.
Lift berhenti dan pintu tidak bisa di buka, sedangakan lampunya terus berkedip-kedip, menandakan ada kerusakan, tombol darurat untuk meminta bantuan tidak berfungsi dan mereka semua jadi panik.
"Bagaimana ini?" tanyanya pria itu berusaha memencet tombol lift berulang kali, tapi tetap tidak terjadi apa pun.
Wanita itu pun berteriak meminta tolong, tapi tidak ada yang mendengar.
Kedua pria itu berusaha membuka pintu lift tapi pintunya tertutup rapat dan tidak bisa di buka.
"Hey! Apa kau akan diam saja di saat kita terjebak di sini dan tidak berusaha untuk mengeluarkan diri?" tanya pria itu marah.
"Kalian berusaha saja sendiri, aku hanya menunggu mati saja di sini," ucap Syafiq santai.
"Sialan!" teriaknya geram.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih