
Tak lama, Syafiq keluar dari taman tersebut membawa seorang anak keluar.
"Anakku!" Teriak salah satu ibu-ibu berlari ke arah Syafiq.
"Jaga anak ibu baik-baik, jangan sampai hilang sampai dia di manfaatkan oleh orang yang tak punya hati," ucap Syafiq.
"Iya, terima kasih banyak," ucap ibu itu memeluk anaknya.
Syafiq mengangguk dan kemudian Syafiq balik badan.
Seorang pria yang ia lihat tadi keluar dari kerumunan.
Syafiq mengejar pria tersebut. Syafiq memegang bahu pria tersebut dan pria itu menepisnya lalu berlari menjauh.
"Hey berhenti kamu!" Teriak Syafiq sambil mengejar pria tersebut.
Para polisi berdatangan dan memeriksa taman tersebut.
Kejar-kejaran terjadi, pria itu berlari hingga menabrak para penjual di sana.
Syafiq mengambil sebuah batu sebesar gengamannya lalu berputar dan melempar ke arah pria itu.
Duaakk!
Batu itu menghantam bagian belakang pria itu.
"Aduh!" Teriak pria itu berlari sambil memegang badannya yang sakit.
Syafiq berlari cepat dan menendang bokong pria itu hingga terjatuh tersungkur.
Syafiq menarik baju pria itu lalu menghantam perut pria tersebut.
Syafiq langsung memeriksa tubuh pria tersebut dan menemukan sebuah ponsel di saku celananya. Syafiq memeriksa isi ponsel tersebut.
Saat memeriksanya, Pria itu ingin kabur, Syafiq menendang kembali pria itu mengenai kakinya dan ia terjatuh kembali.
__ADS_1
"Aku mendapat buktinya," ucap Syafiq memasukkan ponsel ke dalam saku celananya.
Syafiq pun mengangkat tubuh pria itu lalu membawanya ke tempat tersebut.
"Lho? Siapa ini Syafiq?" Tanya Brima mendekat.
"Dia yang memasang bom di taman," ucap Syafiq.
"Benarkah?" Tanya Brima.
Syafiq mengangguk.
"Pak dia perlakunya yang sudah menanam bom di taman," ucap Brima kepada polisi yang sedang berjaga.
"Apa ada buktinya?" Tanya polisi itu.
"Ini buktinya," ucap Syafiq memberikan ponsel tersebut kepada polisi tersebut.
Polisi itu mengecek isi ponsel tersebut.
"Baiklah, ini bisa menjadikan bukti," angguk pak polisi itu dan menangkap pria itu dan memasukkan ke dalam mobil polisi, sedang polisi yang lain masih memeriksa temapt tersebut.
"Apa kita akan mengikutinya?" Tanya Syafiq.
"Tentu saja, kau bahkan bisa mendapat penghargaan di luar negeri," ucap Brima merangkul pundak Syafiq dan memasukkannya ke dalam mobil.
Mereka semua mengikuti mobil polisi tersebut ke kantor polisi.
Sesampainya di sana.
"Seramai ini yang datang?" Tanya polisi itu.
"Iya, mereka adalah teman-temanku, maaf apa ini menganggu?" Tanya Syafiq.
"Oh tidak, sama sekali tidak. Oh maaf, siapa nama Anda Tuan?" Tanya polisi tersebut.
__ADS_1
"Eh... nama saya..."
"Namanya Syafiq pak polisi," sahut Yedi.
"Oh saudara Syafiq, saya adalah komandan di sini, seperti yang di janjikan Anda sudah berhasil menangkap penjahat yang sudah meletakkan bom di salah satu taman dan Anda juga sudah mengamankan barang buktinya jadi yang seperti di janjikan, kami ingin memberikan penghargaan kepada Anda, berupa tropi kaca dari negara kami," ucap komandan tersebut.
"Terima kasih komandan, saya akan menjaga penghargaan ini dengan baik," ucap Syafiq.
"Saya harap di mana pun Anda berada, Anda bisa membantu kepolisian dan bisa memberantas kejahatan," harap komanan tersebut.
"Baik komandan, aku akan selalu membantu sebisa yang aku mampu," ucap Syafiq.
"Baiklah, hari ini kamu pasti sangat lelah, pulang dan istirahatlah," ucap komandan tersebut.
"Baik komandan terima kasih atas penghargaannya," ucap Syafiq.
Namun sebelum Syafiq dan yang lain pergi, mereka berfoto terlebih dahulu sebagai kenang-kenangan dan sebagai tanda jika Syafiq juga menoreh prestasinya di luar negeri.
Mereka pun kembali masuk ke dalam mobil dan melaju pergi kembali ke hotel tersebut.
Ding ding
Misi selesai
Selamat Anda mendapatkan Hadiah 1.000.000.000.000
Hadiah Anda menjadi 8.020.787.500.000.
Selamat anda mendapatkan 100 poin
Poin Anda menjadi 2100 poin.
"Tidak menyangka, kamu juga mendapatkan penghargaan dari luar negeri," ucap Sahara memegang penghargaan itu dengan bangga.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih.