SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 297


__ADS_3

"Akhirnya selesai juga," ucap Yedi memandang tulisan yang sangat sederhana itu.


"Untuk sementara tidak masalah sih, tunggu saja nanti perusahaan ini pasti akan menjadi perusahaan yang sangat luas," ucap Brima.


"Seperti yang di janjikan, kalian sudah membantu perusahaan dan bekerja keras menaikkan nama perusahaan ini menjadi yang teratas jadi aku akan menghadiahkan seperti yang aku bilang tadi, jadi berikan nomor rekening kalian," ucap Syafiq.


"Baik Tuan," angguk mereka mengeluarkan ponselnya masing-masing.


Syafiq pun mengirim uang kepada karyawannya.


Pengiriman berhasil✔


Ding ding


Hadiah Anda di kurang 5.000.000.000


Sisa hadiah Anda 19.015.185.500.000.


"Terima kasih Tuan, kami pasti akan bekerja lebih keras lagi," ucap karyawan tersebut.


"Terima kasih atas kerja keras kalian," ucap Syafiq.


Sala satu wartawan itu melihat ke arah gedung milik Syafiq.


"Eh… tidak mungkin ini 'kan?" tanya wartawan tersebut.


"Ada apa?" tanya temannya.

__ADS_1


"Itu perusahaan SFQ yang kita carikah?" tanya wartawa itu menunjuk ke arah gedung milik Syafiq.


"Serius nih, perusahaan yang baru beberapa menit itu menjadi perusahaan yang berpengaruh di dunia itu sebuah perusahaan yang… yang sangat kecil ini?" tanya temannya.


"Ayo kita datangi saja, siapa tahu ini memang tempatnya," ajak wartawan tersebut.


"Mari kita coba," angguk temannnya setuju.


Tok!


Tok!


Tok!


"Permisi!" ucap wartawan itu.


"Eh ada yang datang, siapa ya? Aku pergi lihat dulu," ucap Yedi.


"Apa ini adalah perusahaan SFQ yang baru terkenal itu?" tanya wartawan tersebut.


"Benar sekali, inilah perusahaannya, kalian jangan melihat tempatnya tapi karena kami belum siap untuk menjadikan tempat ini perusahaan dengan fasilitas mewah, tapi yang terpenting, perusahaan ini sudah menjadi yang perusahaan yang berpengaruh," ucap Yedi dengan bangganya.


"Kalian yakin tidak mengunakan nama perusahaan itu untuk menaiki pamor?" tanya wartawan itu.


"Hey Syafiq, ada wartawan yang meragukan kemapuan kamu nih," panggil Yedi sambil tertawa.


"Jika dia tidak percaya ya sudah, suruh dia pulang saja," ucap Syafiq.

__ADS_1


"Jika begitu bolehkah kami masuk untuk melihat-lihatnya?" tanya wartawan itu.


"Mereka mau masuk, di bolehkan afau tidak?" tanya Yedi.


"Ya sudah, biarkan mereka masuk," ucap Syafiq.


"Terima kasih," ucap mereka dan masuk ke dalam.


"Eh beneran," ucap mereka. Wartawan itu membuka ponselnya dan melihat pemilik perusahaan SFQ.


"Eh, ini beneran perusahaan Anda," ucap mereka terbelalak.


"Jadi tempat ini meragukan jika menjadi perusahaan berpengaruh, wajar saja jika kalian ragu, karena baru saja aku membangun perusahaan ini," ucap Syafiq.


"Tidak menyangka, baru saja membangunnya perusahaan Anda menjadi yang berpengaruh, bagaimana Anda melakukannya?" tanya Wartawan itu.


"Tunggu sebentar, kami akan merekamnya," ucap temannya.


"Ya, begitu lebih bagus, biar ada yang melihatnya," ucap Syafiq.


"Kamera action," ucap temannya merekam.


"Baik, sekarang saya sedang berada di salah satu perusahaan yang bernama perusahaan SFQ, perusahaan yang baru saja di bangun hari ini dan nama perusahaan SFQ langsung menjadi perusahaan yang berpengaruh, bolehkah kami tahu, apa yang Anda lakukan sehingga nama perusahaan kalian menjadi seperti ini?" tanya wartawan tersebut.


"Terima kasih, saya hanya melakukan jual beli saham saja, namun saham yang ada di tangan saya, saya bisa membuat saham itu menjadi angka persennya naik di pasaran, kemudian saya jual lagi dan begitulah seterusnya," jawab Syafiq.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


terima kasih


__ADS_2