SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 166


__ADS_3

"Beneran nih?" tanya Jelita dengan wajah takut.


"Iya bener," ucap Syafiq.


Mereka bertiga pun berbaring di kasur Syafiq.


Duuuuaaaaaaaaarrrr!


"Aaaaaaaaa..." jerit mereka lagi.


Diam-diam Glinda melompat dan ikut baring di atas kasur Syafiq dan memeluk jelita.


"Eh kak Glinda kesini juga?" tanya Jelita.


"Nggak enak tidur sendiri," ucap Glinda.


Duuuuaaaaarrrrr!


"Aaaaaaaaaa....," jerit mereka lagi dan Glinda juga ikut menjerit.


Mereka memeluk Syafiq dengan erat.


"Astaga mereka ini takutnya luar biasa, pelukan mereka sampai aku nggak bisa bernafas," keluh Syafiq dalam hati pasrah dengan keadaannya saat ini.


Syafiq mencoba bergerak sedikit karena tubuhnya terasa kram.


"Jangan bergerak," ucap Jelita.


"Iya iya, aku nggak gerak," jawab Syafiq.


"Tuhan... aku takut khilaf, baru saja tadi sore di ceramahi oleh Bibiku, dan sekarang mereka malah datang sendiri," ucap Syafiq menangis dalam batin.


Hujan masih terus berlanjut seiringnya waktu petirpun kembali reda dan akhirnya para gadis itu tidur dengan nyenyak di dalam selimut.


Sedangkan Syafiq ia tetap berjaga, bukan untuk menjaga mereka, melainkan tidur sambil di kelilingi 4 gadis, dan lagi mereka tidur secara berdempetan dan Syafuq palibg tengah, bisa penyet dia.


Diam-diam Syafiq bangun, dari pada terjadi sesuatu yang tak di inginkan, lebih baik ia kabur dan lari ke sofa.


"Semoga mereka tidur dengan nyenyak," ucap Syafiq. Ia pun tidur di sofa.


xxx


Pagi harinya para gadis itu bangun.


"Eh mana Syafiq?" tanya Sahara.


"Nggak tau, mungkin udah bangun," jawab Jelita.


Mereka pun keluar dari kamar Syafiq dan mendapati Syafiq sedang tidur di sofa.

__ADS_1


"Ternyata dia tidur di sini," ucap Sahara kasihan.


Jelita pun kembali kekamarnya dan mengambil selimut lalu menyelimutinya.


"Dia pasti ngantuk banget, biarkan saja dia tidur, ayo kita duduk di meja makan," ajak Grizela.


Mereka pun berempat duduk di meja makan makan yang di tengah meja ada beberapa gelas dan sebuah teko kaca yang berisi air penuh.


"Makan apa kita hari ini?" tanya Jelita.


"Aku mau sarapan desser box alvokado sama susu aja," jawab Sahara.


"Aku juga, mau pesan Desser box kacang almond dan jus alvokado," jawab Grizelda.


"Aku makan apa ya? Desser box juga? Hm... rasa keju aja deh," jawab Jelita.


"Aku makan yang berat-berat, soalnya aku kerja butuh energi banyak, aku mau makan nasi goreng sama ayam goreng," ucap Glinda.


"Makan yang berat tapi tubuh kakak masih aja langsing," celetuk Sahara.


"Gimana nggak langsing, kerjaku meraton terus, lari sana lari sini," jawab Glinda.


"Terus Syafiq makan apa?" tanya Grizelda dan mereka saling berdiskusi.


"Pesan apa yang kita pesan, selera dia 'kan semuanya masuk," jawab Glinda.


"Oke kita pesan," ucap Jelita. Dan Jelita memesan makanan yang mereka pesan.


"Kemana mereka?" tanya Syafiq berdiri.


Syafiq pun berjalan ke dalam kamarnya dan melihat kamarnya kosong kemudian ia melihat kamar mereka tapi tetap juga kosong.


"Nggak mungkin mereka pergi sepagi ini kan?" tanya Syafiq heran.


"Sssssstttt, Syafiq udah bangun, kita kagetin yuk," ucap Glinda jail.


"Ayo sembunyi di balik tembok," ajak Jelita.


Mereka berempatpun sembunyi di tembok jalan menuju ke dapur.


1 menit...


2 menit menunggu.


3 menit...


4 menit menunggu.


5 menit...

__ADS_1


10 menit


Krik...krik...krik...


Syafiq tidak menuju ke dapur, ia malah kembali masuk dalam kamarnya dan tidur lagi.


Tok!


Tok!


Tok!


"Paket!" panggil pengantar makanan.


Syafiq bangun dan segera menuju pintu utama.


"Pak ini pesan makanannya," ucap pengantar makanan itu.


"Oh terima kasih, siapa yang memesankan makanan ini?" tanya Syafiq.


"Atas nama nona Jelita," ucap kurir itu.


"Banyak banget, Berapa semuanya?" tanya Syafiq.


"Udah di bayar lewat aplikasi," jawab kurir itu.


"Oh baiklah terima kasih," ucap Syafiq menerimanya dengan senang hati.


"Sama-sama," jawab kurir itu dan melangkahkan kaki pergi kembali ke motornya.


"Wah mereka baik banget, makanannya pun banyak banget," ucap Syafiq tersenyum dan meletakkan paketnya di atas meja sofa.


"Makanannya sudah sampai," ucap Sahara dan mereka berlari mendekat duduk di sofa.


Syafiq berubah jadi wajah manyun.


Keempat gadis itu mengambil makanannya masing-masing.


"Kirain kalian udah pada pergi," ucap Syafiq.


"Gila apa pergi jam segini," ucap Jelita.


"Tapi inikan udah jam 06:50 menit," jawab Syafiq.


"Masih adalah waktu buat ngapa-ngapain lagi," jawab Jelita sambil menyantap makanannya.


"Terus punya aku yang mana?" tanya Syafiq.


"Tuuuh," ucap Jelita memonyongkan mulutnya ke arah desser box rasa pisang dan susu kental manis.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2