SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 241


__ADS_3

"Kalau begitu kami pulang dulu ya," ucap paman.


"Baik paman," angguk Syafiq.


Paman, bibi dan Alviso mereka pun masuk ke dalam mobil baru yang melaju pergi menuju rumahnya.


Syafiq dan sahara berangkat barengkat bareng, Yeddi berangkat sendiri dan Grizelda menuju tempat kerjanya.


Jelita juga berangkat ke perusahaannya.


Saat di perjalanan.


"Emang nanti kita ke mana?" tanya Sahara.


"Eh iya, ke mana ya?" tanya Syafiq binggung.


"Apa aku telpon komandannya aja ya?" tanya Syafiq.


Syafiq mengambil ponselnya dan menelpon nomor komandan polisi.


Tuuut


Tuuit


Tuuut


"Halo," jawab komandan.


"Maaf menganggu komandan, apa Anda menemukan ponsel korban?" tanya Syafiq.


"Tidak, sepertinya ponselnya di ambil oleh orang tersebut, saya rasa di ponsel itu ada bukti sehingga mereka menghilangkannya, namun para petugas akan mencarinya sampai dapat," ucap Komandan.


"Hm… apa keluarganya sudah ada yang tahu?" tanya Syafiq.

__ADS_1


"Belum, namun kita akan mencari keluarganya berhubungan tubuhnya masih bisa di kenali juga, dan kita akan menyebarkan melalui media sosial juga," ucap Komandan.


"Baik komandan, jika ponselnya di temukan beri tahu aku, karena aku mendapat pesan terakhir darinya, dan kita juga akan mengetahui otak pelaku yang sebenarnya," uca0 Syafiq.


"Baik, akan saya beri tahu saudara Syafiq secepatnya jika ponselnya dapat di temukan," ucap Komandan itu.


"Terima kasih komandan, jika begitu saya tutup panggilannya," ucap Syafiq.


"Sama-sama," ucap komandan, Panggilan pun terputus.


"Pesan terakhirnya apa?" tanya Sahara.


"Hm… wanita itu minta aku mengantarkan kalungnya kepada kekasihnya, tidak apa-apa aku membantunya 'kan?" tanya Syafiq melihat ke arah Sahara.


"Ya tidak apa-apa sih, Amanda yang masih hidup aja aku iklas kamu membantunya meskipun kamu hampir saja mati, apa lagi menolong orang yang sudah mati," jawab Sahara.


"Kira'in kamu cemburu," ucap Syafiq tersenyum.


"Hahahaha iya, iya, makin cinta deh aku sama kamu," ucap Syafiq tertawa.


"Jangan tertawa seperti itu denganku, sangat menyeramkan," ucap Sahara.


"Pppffftttt… Kamu sangat lucu," ucap Syafiq tersenyum.


Mobil pun melaju terus di jalan. Tak lama mereka pun sampai di kampus.


Tririring


Tririring


Tririring.


Ponsel Syafiq berbunyi.

__ADS_1


"Siapa?" tanya Sahara.


"Dari komanda, aku angkat dulu ya," ucap Syafiq. Sahara mengangguk.


"Halo komandan," jawab Syafiq.


"Halo, saudara Syafiq, keluarga korban sudah mendatagi korban, mungkin Anda bisa mencari kesimpulan dari keluarganya," ucap komandan.


"Baiklah komandan saya meminta izin dulu dengan dosennya dulu, oh ya apa ponselnya sudah di temukan?" tanya Syafiq lagi.


"Masih dalam pencarian, namun pelaku pembunuhan sudah di temukan, namun ia tidak tahu siapa yang sudah membayar mereka, mereka hanya menerima uang dan lalu mengirim foto si korban," jawab komandan.


"Baiklah komandan jika begitu saya akan ke sana sekarang," ucap Syafiq. Syafiq pun memutuskan panggilanya.


"Aku ikut," ucap Sahara.


"Gimana kamu nggak ikut, mobilnya cuma satu. Sepertinya kamu lengket banget samaku," ucap Syafiq.


"Udah ayo isi absen dulu," ajak Sahara keluar dari mobil.


Mereka pun keluar dari mobil dan menuju ruang dosen.


Saat Sahara dan Syafiq lewat, Amara hanya bisa melihat ke mesraan mereka.


"Selamat ya Syafiq, selamat Sahara," ucap mereka para teman-temannya.


"Terima kasih ya, doakan semoga langgeng," ucap Syafiq tersenyum.


Bersambun


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2