SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 99


__ADS_3

Yedi merekam vedio lalu memasukkan menjadi statusnya.


"Tunggu dulu, bukannya waktu itu di suruh merangkak dulu," ujar salah satu mahasiswa.


"Iya, benar, waktu itu bukannya di suruh merangkak juga," jawab yang lain.


"Ayo mereka suruh kamu merangkak, jadi ini adalah perjanjian yang kamu buat sendiri lho, jangan salahkan mereka menagihnya, kau tidak mungkin menjilat kembali ludah yang sudah kau buangkan?" tanya Syafiq tersenyum.


"Iya benar, dia sendiri yang mengatakannya, ayo Roni merangkak, merangkak, merangkak, merangkak," sorak mereka lagi sambil menepuk tangan.


"Kalian jangan tak tahu diri ya! Aku sudah melakukan apa yang kalian Suruh, kalian jangan meminta lebih!" teriaknya tak terima.


"Itukan perjanjianmu, mereka tak salah jika memintanya, ayo lakukan dengan cepat, aku malas berlama-lama melihat wajahmu," ucap Syafiq.


"Kamu jangan kurang ajar ya Syafiq! Aku sudah melakukan apa yang sudah kamu suruh, kamu jangan menambah-nambah!" ujar Roni dengan wajah merah padam.


"Itu kau buat peraturan sendiri dan malah kau langgar sendiri, kalau kau laki-laki harus kau tepati, atau kau akan di panggil banci nanti," ucap Syafiq santai sambil menyender di depan mobilnya.


Dengan geram Roni pun membungkukan badannya dan ia pun mulai merangkak, dengan suka cita mereka merekamnya.

__ADS_1


"Roni, aku tidak menyangka datang juga di mana harimu seperti ini, waktu itu kau menyakitiku dan datanglah karma hari ini, yang lebih menyakitkan lagi," ucap Yedi menyeringai.


"Diam kamu! Tunggu saja pembalasanku, kalian akan merasakan sakit yang lebih dari ini " ucapnya geram dengan wajah memerah karena malu, ia pun segera masuk mobilnya dan memutar lalu pergi dari kampus.


Mereka semua pun bersorak bertepuk tangan. "Selamat Syafiq!" teriak mereka, Syafiq melambaikan tangannya dengan penuh kemenangan.


Yedi mendekati Syafiq dengan tersenyum mengembang.


"Dia pasti sangat kesal dan malu," ujar Yedi.


"Kamu jangan senang dulu, aku tidak percaya jika dia hanya tinggal diam, dia pasti akan membalaskan dendamnya hari ini, trutama kau yang harus hati-hati, dia pasti tidak akan melepaskanmu nanti, dalam beberapa hari ini tetaplah bersamaku, aku takut jika dia melakukan sesuatu padamu," ucap Syafiq.


"Bangsat!" Teriak Syafiq menendang bokong Yedi.


Syafiq dan Yedi masuk ke ruangannya masing-masing.


"Wah, penampilanmu keren hari ini," ujar Sahara menghampiri Syafiq.


"Penampilan apaan? emang sedang ada komedian? Aku itu hanya menunjukkan jika aku tidak lemah," ujar Syafiq.

__ADS_1


"Ya dan Vedio sudah banyak di tonton lho," ucap Sahara.


"Aku pasti kena marahi sama dosen, tapi ya sudahlah, semua juga saksi jika ia sendiri yang membuat perjanjian dan itu semua sudah di katakan dalam Vedio," jawab Syafiq.


"Iya, dan semua juga sudah menyatakan jika Roni yang memulai duluan, meskipun sebenarnya kau yang mengajaknya taruhan terlebih dahulu," ujar Sahara.


Syafiq tersenyum. "Aku yakin dosen pasti tidak akan membiarkannya begitu saja," ujar Syafiq.


"Ku rasa kau pasti dapat hukuman, ya udah aku masuk dulu ya, bentar lagi dosen masuk," ujar Sahara melihat arloji di tangannya.


"Baiklah," angguk Syafiq dan kemudian Sahara keluar dari ruangan Syafiq.


Selang tak berapa lama, Amara masuk ruangannya sambil melihat Syafiq.


"Ada apa liat-liat, naksir ya," ucap Syafiq menyeringai.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2