
"Kalau langsung ambil ngapain pake nanya dulu," ucap Syafiq mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.
"Yang pentingkan aku udah bilang," ucap Yedi.
Sahara pun sampai di rumah Syafiq.
"Di mana Syafiq?" tanya Sahara kepada Grizelda.
"Mandi," jawab Grizelda singkat.
Sahara pun ikut duduk di sofa dan meletakkan bingkisan yang ia bawa.
"Nih, ada kue tart tadi aku beli, ayo makan," ucap Sahara membuka bungkus kuenya.
"Iya," angguk Grizelda segan.
"Wah mantep nih," ucap Yedi duduk di sofa dan menyambar potongan kue tersebut.
"Main makan aja, mana Syafiq?" tanya Sahara melihat ke arah pintu kamar utama.
"Oh dia aku kurung di kamar mandi," ucap Yedi ngakak.
"Kamu yang serius dikitlah," ucap Sahara memegang pisau kue itu.
"Eh nggak, nggak, aku becanda doank," ucap Yedi mengalah.
Syafiq pun keluar dari kamarnya dan melihat Sahara sedang ingin menancapkan pisau kue di kepala Yedi.
"Kamu kalau mau nancep ya pake pisau asli, aku juga capek di ikuti terus sama dia," ujar Syafiq tiba-tiba.
"Asem, aku ngikutin kamu karena aku khawatir. Tapi, ngomong-ngomong luka kamu kok nggak ada lagi," ujar Yedi heran mendekati kaki Syafiq dan melihatnya dengan teliti.
"Udah sembuh," jawab Syafiq.
"Iya udah sembuh, masa cuma hitungan jam aja dan itu tanpa bekas, ini pasti ada yang nggak normal," ucap Yedi curiga.
__ADS_1
"Ini mah biasa, dan lagi tadi aku sempat beli obat sama Jelita sebelum ke tempat kejadian itu," jawab Syafiq ngasal.
"Jelita? Siapa lagi dia?" tanya Sahara menatap Syafiq sayup.
"Itu dia seorang Ceo, jadi tadi aku menolongnya," ucap Syafiq.
"Oooo," jawab Sahara manyun dan Grizelda pun masam.
"Ya udah, katanya tadi mau ke rumahku, kita lihat apa cocok denganku," ajak Syafiq.
"Ya udah kamu sama aku aja," ujar Sahara kepada Grizelda.
Grizelda hanya mengangguk.
Mereka pun masuk mobil masing-masing menuju rumah baru Syafiq.
Sesampainya di sana, ternyata sudah ada Jelita dan Glinda.
Syafiq, Yedi, Sahara dan Grizelda turun dari mobilnya.
"Oh, dia Jelita Ceo dan di sebelahnya polisi bernama Glinda," ucap Syafiq.
Mereka semuanya mendekat.
"Syafiq, apa lukamu baik-baik saja?" tanya Jelita Khawatir.
"Eum... aku baik-baik saja," jawab Syafiq.
"Kalian ada apa ke sini?" tanya Syafiq.
"Tidak ada apa-apa cuma mau lihat kamu apa kamu baik-baik saja," ucap Jelita.
Tririring
Tririrring
__ADS_1
Tririring
Ponsel Yedi berbunyi dan ia mengangkatnya.
"Halo Ma," jawab Yedi.
"Kamu cepat pulang, Mama mau ke rumah sakit, Bibi di rumah nggak ada yang nemeni," ucap Mama Yedi.
"I-iya Ma," jawab Yedi tak rela.
"Astaga... ini sangat menyedihkan bagi hidupku," ucap Yedi tak bersemangat.
"Ya udah, aku pulang dulu ya Syafiq," ucap Yedi dan melambaikan tangan kepada mereka semua.
"Semangat💪💪," ucap Syafiq tersenyum.
Yedi pun masuk mobilnya dan bergegas beranjak dari rumah Syafiq.
"Ya udah, ayo masuk," ajak Syafiq, ia sendiri merasa canggung karena di kelilingi oleh 4 orang wanita yang cantik-cantik lagi.
Sahara, Grizelda, Jelita dan Glinda masuk ke rumah Syafiq dan duduk di sofa empuk.
"Ehm... kalian mau makan apa? Minum apa? Biar aku pesankan?" tanya Syafiq.
"Terserah kamu aja deh, biar nanti aku yang bayar," ucap Jelita.
Syafiq menjadi tidak enak hati tapi ia tetap memesankannya.
"Syafiq, boleh aku berkeliling di rumahmu?" tanya Jelita.
Bersambung
Jaangan lupa like vote komen dan hadiah
terima kasih
__ADS_1