
"Kurang ajar! Kau berani bicara seperti itu denganku, mati saja kau!" teriaknya melayangkan tinjunya.
Syafiq menendang tangan pria itu ke atas lalu meninju perut pria itu lalu mendorong pria itu kebelakang.
"Aduh!" teriak pria itu mundur beberapa langkah.
"Habisi dia!" perintah pria itu kepada kedua temannya.
Kedua temanya datang ke arah Syafiq. "Minggir Yedi," ucap Syafiq yang langsung menangkap kedua tangan pria itu lalu melipatnya dan memutar lalu menghempaskannya ke tanah.
"Aduh!" ucap mereka meringgis kesakitan.
"Kurang ajar! Kau berani memukul teman-temanku," ucapnya marah dengan mengepalkan tangannya.
"Hanya kau saja yang blleh memukulku, jadi aku tidak boleh memukulnya, Dasar bodoh! Aku lebih kuat dari mu, kenapa aku tidak boleh memukulmu, dasar manusia meresahkan," ejek Syafiq dengan tertawa sinis.
Pria itu tak tahan lagi, ia pun mengarahk tinjunya ke arah Syafiq, dengan mudahnya Syafiq menangkap tangannya lalu menendang perut dan menendang kakinya lalu menjatuhkannya ke tanah dan kemudian Syafiq mengankatnya lagi dan melempar ke tumpukan teman-temannya.
Mereka bertiga meringgis kesakitan sambil memegang badan mereka yang sakit.
__ADS_1
"Pergi dari sini atau aku akan menghaisi kalian, jika kalian berani datang ke sini dan dan meminta uang secara paksa, akan ku patahan leher kalian," ancam Syafiq.
Mereka pun segera bangun meskipun dengan bersusah payah dan pergi meninggalkan tempat itu.
Syafiq melanjutkan makannya.
"Terima kasih anak muda, di sini kami tak berani melawannya, dia sangat kasar, jika kami berani melawannya maka barang dagangan kami akan di hancurkannya, kami tak bisa berbuat apa-apa, hanya pasrah dengan memberi mereka uang," ucap pemilik gerobak penjual sate itu.
"Sama-sama, tapi apa tidak ada yang berani melapor polisi?" tanya Syafiq.
"Mereka mengancam kami, jika kami berani melapor, maka anak kami juga jadi korban, jadi kami cari aman saja," ucap penjual sate itu.
"Baik," ucap pedagang itu segera menyiapkan 2 porsi lagi.
"Lho? kok ini banyak banget," ucap Syafiq heran.
"Udah nggak apa-apa, ini gratis karena sudah memberantas penjahat seperti mereka tadi," ucap penjual itu terkekeh.
"Wah terima kasih banyak ya pak," ucap Syafiq dengan senang hati menerima makanan dari sang bapak.
__ADS_1
Tak lama kemudian satu rombongan datang, pria itu membawa pasukan meskipun jalannya pincang-pincang.
"Itu dia bos yang sudah memukul kami," adu pria itu.
"Dasar nggak becus, melawan dia saja kalian kalah," ucap ketuanya marah.
"Sungguh tak bisa membuat orang tenang sebentar, makan dengan tenang pun tak bisa," omel Syafiq.
"Hey kamu! Punya nyali juga menghajar anak buahku," ucap ketuanya menunjuk ke arah Syafiq.
"Oh kau datang lagi pecundang, kali ini membawa pasukan ya, wah sangat bagus, tubuhku sudah lama tak di renggangkan, waktu yang tepat, setidaknya ada samsak untuk tempatku berlatih," ucap Syafiq mengkretek kepala dan ruas-ruas jarinya dan melemaskan otot-otot tubuhnya.
Penjual sate itu segera memberes dagangannya.
"Kau sangat sombong, apa yang mau kau sombongkan jika hanya sendirian melawan kami yang banyak ini," ucap pria yang tadi.
"Heh! Tidak ada lagikah? Jika ada keluarkan semua, jika hanya kalian saja rasanya nggak cukup," ucap Syafiq menyunggingkan senyumnya yang mengejek mereka
Bersambung
__ADS_1